Review Hostiles: Mata Christian Bale yang Banyak Bicara

9 months ago
Sumber: athpod.com

Apa cerita paling masuk akal yang akan kalian bayangkan jika melihat film dengan genre western? Pastinya tidak jauh dari hal-hal seperti adu tembak ala cowboy, tema rasisme, kekerasan di padang gersang, konflik seorang polisi yang mengejar penjahat dan masih banyak lagi. “Hostiles” memang masih menceritakan tentang hal-hal semacam itu, namun dengan sebuah perasaan yang berbeda.

Adegan pembuka dalam “Hostiles” akan mengingatkan kita pada film lama di tahun 1956, arahan sutradara John Ford yang berjudul “The Searchers”. Entahlah, apakah Scott Cooper selaku sutradara “Hostiles” memang terinspirasi dengan film lama itu, atau ini hanya sebuah kebetulan saja?

Adegan pembuka memperlihatkan sebuah keluarga di tahun 1892 di New Mexicoyang dibantai lalu peternakan mereka dibakar. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak itu harus menghadapi sebuah kengerian yang diciptakan oleh segerombolan orang yang masih mencipta tanda tanya di benak penonton.

Seperti yang penulis bilang di awal tadi, bahwa adegan ini sangat mirip dengan film “The Searchers”. Sang ibu bernama Rosalie Quaid (Rosamund Pike) justru tetap hidup karena lari ke hutan saat suami dan dua anaknya dibantai.

Sumber: www.azcentral.com

Sumber: www.azcentral.com

Scott Cooper menampilkan sebuah tragedi mengerikan di awal, seolah menjadi penyambut bagi para penonton bahwa ini adalah film western. Jadi selamat datang ke dunia western yang keras!

Walaupun begitu, nama Scott Cooper tentunya mengingatkan kita pada film “Crazy Heart” yang memenangkan penghargaan Academy Awards di tahun 2010 dalam beberapa katagori. “Crazy Heart” jelas punya cerita yang suram dan penuh perasaan, dan dalam film “Hostiles” sendiri Scott Cooper pasti tidak akan meniadakan unsur yang akan menambah kedramatisan film ini.

Setelah melewati adegan pembuka yang mengerikan, penonton dibawa ke bab baru dari cerita lain tentang seorang Kapten bernama Joseph Blocker (Christian Bale). Blocker diberi tugas terakhir sebelum pensiun untuk mengawal Yellow Hawk (Wes Studi) bersama keluarga yanng berasal dari New Mexico untuk kembali ke Montana.

Sumber: www.sfgate.com

Sumber: www.sfgate.com

Blocker sebenarnya tidak menyukai tugas itu, karena ia harus bersama dengan orang-orang Indian sepanjang perjalanan. Blocker adalah sosok yang rasis walau dia punya alasan yang kuat akan hal itu. Maka terciptalah perjalanan seru tentang seseorang yang harus terus berdampingan bersama orang-orang yang ia benci.

Film ini diangkat dari manuscript yang pernah ditulis oleh Donald E. Stewart. Stewart sendiri cukup terkenal dalam dunia literasi, lewat beberapa buku dan film seperti “Missing” (1982) dan “The Hunt for Rad October” (1990). kepiawaian Scott Cooper dalam menterjemahkan manuscript Stewart ke dalam layar lebar terbilang sangatlah sukses. Sinematografi yang ditampilkan menangkap suasana kerasnya wilayah barat namun juga indah secara bersamaan. Kesuksesannya juga didukung oleh penampilan para cast yang luar biasa bagus.

Sumber: www.sfgate.com

Sumber: www.sfgate.com

Penampilan Christian Bale sebagai seorang Kapten yang penuh kebencian, patut diacungi jempol. Dia berhasil memperlihatkan luka di masa lalu yang terpendam dalam jiwanya walau ia tidak bicara. Wajahnya juga dihiasi oleh kumis tebal yang hampir menutupi mulutnya.

Gak aneh, soalnya aktor satu ini memang dikenal selalu tampil maksimal dalam setiap film. Cara dia menerjemahkan sebuah karakter sangat cerdas, sampai-sampai ketika kita melihat tatapan matanya pun bisa memahami begitu dalam luka yang dimilikinya.

Film ini akan banyak bercerita tentang luka-luka yang dipendam dan cara para karakternya untuk mengobati luka-luka itu dengan menghadapi kenyataan.

Sumber: www.economist.com

Sumber: www.economist.com

Hingga sampailah perjumpaan Blocker dengan Rosalie, perempuan yang muncul di pembuka film dengan tragedi mengerikan. Sampai di sini cerita benar-benar berjalan dengan sangat bagus. Apalagi ketika memasuki babak yang memadukan kisah Blocker dan Rosalie penuh lirih, namun menyimpan setitik harapan. Tapi semua fokus cerita yang dibangun sedari awal harus terganggu oleh sebuah “kejadian”yang seharusnya dikurangi, yaitu ketika mereka sampai pada sebuah benteng yang banyak membahas tentang konflik antara Pribumi dan orang Amerika lainnya.

Apa konflik antara Pribumi dan orang Amerika yang lain itu penting? Iya, jawabannya memang penting. Namun sepertinya film ini tidak perlu dibelokkan ke arah situ, sebab konflik itu sudah diwakili oleh kisah hidup Blocker sendiri.

Sumber: www.indiewire.com

Sumber: www.indiewire.com

Andai saja film lebih fokus hingga akhir tentang perjalanan penebusan dosa Blocker dan kisah cintanya yang singkat, pasti film ini akan terasa sempurna. Namun Cooper selaku sutradara sepertinya ingin menyampaikan pemikirannya berupa kritik sosial dan politik yang memang sangat menggoda untuk diangkat.

Secara keseluruhan”Hostiles” tidak buruk, apalagi tentang pendalaman karakter yang sangat kuat, dan tentunya sosok Christian Bale yang sangat berhasil dan berkali-kali mencipta kagum.

Jika kalian adalah tipe penonton yang sangat menggemari genre western, film ini adalah pilihan yang sangat bagus untuk ditonton. Kalau kalian adalah penonton yang suka mencoba  hal baru serta merasa bosan dengan film-film zaman sekarang yang hanya dihiasi oleh efek visual luar biasa, “Hostiles” adalah pengalaman klasik yang patut untuk dicoba.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Nostalgia 90an Lewat Anak Kemaren Sore

Ada yang udah tahu belum, siapa Anak Kemaren Sore? Yuk, kenalan!.. more

00-d-senjata-mitologi-paling-berbahaya

Ngeri! Inilah Senjata Mitologi Paling Berbahaya!

Meski zaman sudah modern, senjata mitologi paling berbahaya ini konon mampu mengalahkan pasukan militer terkuat!.. more

00-d-soft-launching-ponimu

Apa Saja Yang Kamu Dapatkan dari Soft Launching Ponimu?

Bersama dengan soft launching Ponimu, Ponimu juga baru saja menambahkan lebih banyak konten di bulan September!.. more

Faza Meonk ngobrol-ngobrol sama Tim CIAYO Corp (Dokumentasi CIAYO)

Sidak: Faza Meonk Inspeksi Mendadak ke Kantor CIAYO Comics

Pada tanggal 22 Maret 2017 kemarin, kantor CIAYO Comics sempat didatangi Si Juki...Eh, maksudnya penulis Si Juki. Yupp.... more

00-d-comic-frontier-11-pr

Comic Frontier 11 Sambut Asian Games Dengan Semangat Kreativitas

Kreator dan penggemar produk kreatif di Indonesia, bersiaplah karena Comic Frontier 11 akan kembali diselenggarakan pada.. more