Review Iconoclasts: Game Platform Retro yang Akan Membuat Kita Lupa Waktu

4 months ago
sumber: store.playstation.com

Game platform dengan visual 16 bit memang terdengar ketinggalan zaman di era game 3D yang semakin generik dan menjamur dewasa ini. Namun penggemar genre yang satu ini masih banyak ditemukan dan bahkan terus dikembangkan dengan peningkatan kualitas yang luar biasa. “Iconoclasts” adalah salah satu contoh game dengan gaya klasik namun dibuat dengan cita rasa modern serta menarik.

“Iconoclasts” dikembangkan sejak tahun 2010 oleh Joakim Sandberg, bisa dibilang ini merupakan proyek ambisius Sandberg. Sebelumnya Sandberg pernah membuat game platform yang bertajuk “Noitu Love 2: Devolution” pada tahun 2012. Game itu berhasil mendapatkan sambutan positif dari para gamer dan kritikus game. Lalu apakah “Iconoclasts” juga akan bernasib sama atau malah menciptakan pengulangan yang berujung pada hal membosankan?

Gameplay Biasa dengan Banyak Perkembangan Konten yang Segar

Sumber: www.gamespot.com

Sumber: www.gamespot.com

Seperti kebanyakan game platform pada umumnya, batasan ruang gerak permainan adalah tantangan tersendiri bagi Sandberg untuk membuat “Iconoclasts” tidak terjebak dalam hal yang membosankan. Kalau bro sis merupakan jenis gamer yang suka memainkan game platform, pasti akan merasa kalau “Iconoclasts” punya kombinasi dari beberapa game populer seperti “Ori and the Blind Forest”, “Valdis Story”, dan “Hollow Knight”.

Berjalan dan melompat dari satu platform  ke platform lainnya, menggunakan senjata jarak dekat berupa “kunci inggris” yang juga bisa digunakan untuk membuka sebuah pintu atau menyelesaikan sebuah puzzle, atau senjata berupa pistol, berenang dalam air, serta menyelesaikan banyak puzzle untuk bisa mencapai bos besar yang beragam akan membuat kita semua lupa waktu, di tambah lagi ruang lingkup dunia yang luas untuk di eksplor.

Sumber: www.giantbomb.com

Sumber: www.giantbomb.com

Kombinasi gameplay dalam “Iconoclasts” dirancang dengan sangat apik, puzzle yang disuguhkan juga dikemas dengan gaya yang menarik dan sedikit agak sulit, tapi tidak akan membuat gamer sampai frustasi.

Sedangkan untuk jenis musuh, beberapa bagian terasa berbeda, tergantung lingkungan dan lokasi yang dieksplor. Apalagi dibagian melawan bos besar, ruang gerak yang disediakan semakin sempit dengan penyesuaian lingkungan permainan yang harus digunakan untuk menemukan kelemahan dan mekanisme yang efektif dalam mengalahkan musuh besar.

Sumber: www.giantbomb.com

Sumber: www.giantbomb.com

Konten-konten seperti skill serta senjata yang bisa digunakan, tidak hanya untuk mengalahkan musuh tapi juga memecahkan puzzel adalah kombinasi yang menyegarkan. Salah satu contoh ialah senjata bom yang juga digunakan untuk menciptakan momentum agar sebuah platform bisa menjadi lift sehingga mencapai platform yang berada cukup tinggi jadi lebih mudah.

“Iconoclasts” bisa dibilang semacam labirin asik yang mengajak kita untuk tersesat lebih dalam hingga akhirnya merasa lega setelah menemukan berbagai jawaban dan kunci pemecah masalah. Tapi jangan tersesat ke hati orang ya, bro sis. Berabe. Hehe. Ini semacam game open world namun dengan desain antar muka 2D.

Cerita yang Berat dengan Dialog Ringan Didukung Oleh Visual 16 Bit

Sumber: blog.eu.playstation.com

Sumber: blog.eu.playstation.com

Cerita adalah unsur yang sangat penting. Lewat cerita, baik itu gameplay dan bermacam konten yang muncul akan terasa sangat selaras. Premis cerita dalam “Iconoclasts” bisa dikatakan cukup berat, karena tema cerita menyinggung tentang politik, kepercayaan, dan pengaruh bersosial yang terbentuk karena unsur politik serta kepercayaan tadi. Tentang sebuah sumber daya yang dimiliki oleh alam untuk menyeimbangkan dunia tapi di salah gunakan untuk kepentingan tertentu.

“Iconoclasts” tampil dengan dunia kelam, di mana kehidupan orang-orang dibayangi oleh politik yang kotor serta perbuatan tidak terpuji yang menggunakan kepercayaan sebagai senjata untuk memperkuat kekuasaan. Tema semacam ini sangat relevan untuk dunia saat ini, bahkan untuk Indonesia sekali pun.

Sumber: blog.eu.playstation.com

Sumber: blog.eu.playstation.com

Premis yang cukup berat itu bisa menjadi mudah diterima karena tampilan 16 bit yang segar penuh warna-warni dikombinasi dengan dialog dan narasi yang mudah dicerna serta menghibur. Beberapa humor serta sudut pandang dari banyak jenis karakter NPC yang ditemukan merangkai kesatuan cerita mengejutkan.

Sungguh sebuah pengalaman tidak terduga bisa menemukan tema semacam ini dalam sebuah game platform yang imut serta jenaka seperti ini.

Jenis Musik Berbasis Chiptune yang Identik

Sungguh tidak disangka Sandberg punya selera musik yang bagus. Meskipun setiap musik tampil dengan gaya chiptune, namun beberapa nada akan membuat kalian semua teringat dengan musik-musik klasik populer yang legendaris. Satu contoh musik dalam game ini berjudul “Success”, kombinasi permainan piano dengan hentakan bit chiptune yang riang dengan unsur nada Canon Rock yang terasa familiar di telinga.

Kurang lebih ada 9 musik yang akan menemani keseruan bermain “Iconoclasts”, mulai dari musik sederhana yang santai, hingga pada musik menegangkan yang penuh dengan hentakan drum yang dikombinasi dengan piano elektro.

~

Tujuh tahun pengorbanan Sandberg dalam merancang game ini bukanlah hal yang sia-sia. Meskipun dilakukan hanya sendiri, ia berhasil memberikan predikat kepada dirinya sendiri bahwa ia punya kemampuan yang gak bisa dianggap remeh oleh para developer besar.

Semua unsur yang dimasukkan oleh Sandberg ke dalam “Iconoclasts” menjadikan game ini terasa sangat sempurna walau beberapa hal minor sangat kecil masih tetap ada. Dedikasi Sandberg yang luar biasa menghidupkan kembali genre platform, patut mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi.

Game ini sudah mulai rilis di Playstation 4 dan Steam (untuk PC) pada tanggal 23 Januari 2018. Sejauh ini, “Iconoclasts” berhasil masuk ke dalam daftar game platform yang wajib dimainkan. Apakah kalian tertarik untuk mencoba game yang satu ini? Tunggu apa lagi!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber: playstation.com

Spin-Off Game Persona: Dari RPG Ke Fighting Game Dan Dance

Persona. Atau juga dikenal dengan judul “Shin Megami Tensei: Persona” awalnya adalah sebuah game spin-off dari game .. more

CIAYO Comics

Ngobrol Seru Dengan Kreator Komik Super O

Penasaran dengan sosok dibalik lucunya Super O, langsung aja yuk kita kenalan dan ngobrol-ngobrol seru bareng creator ko.. more

The Kasuaris – Episode 4: Cewe Ini Jatah Gw

Ya beginilah enaknya punya teman yang punya Lamborghini juga. Asoy geboy ngebut di jalanan ibukota... more

5 Hal yang Bisa Membuatmu Penasaran dan Menonton Film The Killing of a Sacred Deer

Bro sis ada yang sudah menonton film The Killing of a Sacred Deer? Bagi yang sudah menonton, kira-kira ada gak hal-hal m.. more

The Game Awards 2017. Sumber gambar: variety.com

Menyambut The Game Awards 2017 di Bulan Desember

Ada 102 judul yang mendapatkan nominasi tahun ini. Seperti event sebelumnya juga, ada beberapa kategori yang dapat dipil.. more