[Review] The Post, Skandal Perang Vietnam yang Membungkam Kebebasan Jurnalistik

10 months ago
Sumber: netdna-cdn

Bagi bro sis yang doyan membaca sejarah dunia, pastinya kalian sudah mengetahui kalau perang Vietnam yang terjadi dari tanggal 1 November 1955 hingga 30 April 1975 juga turut melibatkan negara adidaya, Amerika Serikat. Spesifiknya, pihak militer A.S menjadi supporter alias membantu Vietnam Selatan di medan perang.

Akan tetapi tahukah kalian bahwa sesungguhnya di balik keterlibatan tersebut, di saat yang sama, mirisnya pihak Amerika nyatanya juga menyimpan rahasia gelap dari perang ini selama bertahun-tahun lamanya?

Nah, rahasia gelap ini tersimpan di sejumlah berkas file super rahasia (top secret & classified) yang kemudian jatuh ke tangan mantan analis militer AS di Vietnam, Daniel Ellsberg (Matthew Rhys).

Sepulangnya dari Vietnam, Ellsberg berinisiatif nan nekad untuk memberikan dokumen ini ke pihak media cetak dengan tujuan agar seluruh rakyat AS mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Singkat kata, seluruh dokumen ini, akhirnya jatuh ke tangan reporter New York Times, Neil Sheehan (Justin Swain) yang kemudian langsung mengerjakan artikelnya. Nah, editor in-chief The Washington Post, Ben Bradlee (Tom Hanks) yang mengetahui hal ini, berinisiatif untuk ikutan juga mengerjakan topik yang sama bagi harian mereka.

Sumber: Variety

Sumber: Variety

Bradlee pun menyuruh asistennya, Ben Bagdikian (Bob Odenkirk) untuk mencari Ellsberg yang sekali lagi juga adalah narasumber (source) dari rival mereka tersebut. Ketika mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Bradlee, bos besar The Washington Post, Katharine Graham (Meryl Streep) langsung was-was. Pasalnya, berita yang sedang digarap oleh timnya ini, tentunya berpotensi besar untuk membuat perusahaannya terlibat masalah hukum yang sangat serius. Belum lagi, pada saat itu, Graham sedang sibuk-sibuknya meyakinkan para investor untuk melakukan investasi besar-besaran ke media cetaknya tersebut.

Alhasil, kini Bradlee dan Graham tidak hanya harus memperjuangkan hak kebebasan jurnalistik mereka, namun di saat yang sama, juga harus meyakinkan seluruh investornya bahwa artikel super sensitif yang akan mereka rilis di koran tidak akan menimbulkan masalah serius sama sekali.

Sumber: denofgeek

Sumber: denofgeek

Sekilas kalau bro sis baca sinopsis kisahnya, The Post memiliki kemiripan dengan film Spotlight yang dirilis di tahun 2015. Spesifiknya, keduanya mengangkat tema kisah jurnalistik dan keduanya sama-sama dinominasikan sebagai film terbaik (Best Picture) di penghargaan Academy Awards AKA Oscar.

Nah, melihat kesamaan yang ada tersebut, apakah di penghargaan 90th Academy Awards tanggal 4 Maret 2018 mendatang, film arahan Steven Spielberg (Saving Private Ryan) ini akan sukses membawa pulang penghargaan?

Dan setelah menyaksikan filmnya, sayangnya kemungkinan besar tidak bro sis. Pasalnya film ini tidaklah terasa segreget dan memiliki tempo yang lambat. Akan tetapi menjelang klimaks  ketika detik-detik korannya akan di-publish, tensi plot menjadi seru lagi. Penampilan si “veteran” Oscar, Streep pun, menurut saya juga tidak semegah seperti biasanya.

Bahkan bisa dibilang penampilannya masih kalah keren dengan penampilannya sebagai penyanyi opera terburuk di dunia, Florence Jenkins di Florence Foster Jenkins (2016). Chemistry-nya dengan Hanks pun biasa-biasa saja. Yang ada malah Hanks yang sangat bersinar disini. Kalau saja Hanks tidak keren, dijamin film ini akanlah sangat membosankan.

Sumber: the Critical Movie Critics

Sumber: the Critical Movie Critics

Selain karena faktor si pengisi suara Woody di franchise hit Toy Story (1995-2010) tersebut, faktor Spielberg jugalah memiliki andil yang sangat besar. Terbukti sekali melalui film ini bahwa dirinya masih lebih dari mampu untuk menampilkan arahan-arahan keren yang pada akhirnya membuat kita masih betah untuk menyaksikan film ini hingga benar-benar usai.

Oh ya jangan lupakan juga peran si komposer legendaris, John Williams (Jaws, Star Wars) yang juga turut mengindahkan suasana film yang sangat esensial ini. Pada akhirnya, kalau bro sis adalah mantan atau sedang kuliah jurusan media dan jurnalistik atau pada dasarnya sekali lagi adalah history buff, maka The Post lumayan wajib untuk disaksikan.

Sumber: GeekTyrant

Sumber: GeekTyrant

Akan tetapi bagi kalian yang kurang tertarik, kalian tidak masalah kok apabila ingin men-skip film ini. Tetapi terlepas bagaimana pun keputusan bro sis nantinya, namun tidak dipungkiri bahwa kisah rahasia kelam Amerika ini memanglah harus ditampilkan di layar lebar.

Sehingga, kitapun akhirnya bisa mengetahui bahwa Amerika nyatanya, tidaklah sekeren dan sesuci seperti apa yang kita kira. Kalau saja mereka tidak terlalu campur tangan, mungkin Perang di Vietnam bisa cepat selesai sehingga tidak memakan korban sebanyak itu.

Sumber: PopSugar

Sumber: PopSugar

Nah setelah menampilkan kisah skandal The Washington Post ini, sepertinya Spielberg harus segera membuat versi terbaru dari skandal Watergate. Pasalnya, seperti kita ketahui jarak antara peristiwa film ini dan peristiwa tersebut sangatlah berdekatan.

Bagaimana setuju tidak bro sis?

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

(Sumber: tumblr)

Kenali Dulu Concert Hall Ini Sebelum Kamu Nonton Konser Di Jepang

Jika kamu ada rencana untuk nonton konser di Jepang, informasi ini penting banget untuk diketahui. Terutama kalau kamu a.. more

Lihat Karakter Anime Favoritmu Bernyanyi Menari Bergembira di 10 Drama Musikal Adaptasi Anime!

Nah, drama musikal ternyata juga pilihan bentuk karya seni yang populer bagi adaptasi anime, umumnya menggabungkan unsur.. more

Franchise science fiction terpopuler. Sumber gambar: en.wikipedia.org

Trilogi Berikutnya Dari Star Wars Tidak Lagi Soal Skywalker?

Star Wars tanpa Skywalker? Will it work?.. more

Sumber: imdb.com

Review: The Lego Batman Movie

Udah pada nonton The Lego Batman Movie belom? Yang penasaran, nih Sultan Beny bakal kasih review nya. Cekidot! .. more

Valve and Steam (Sumber: http://2.bp.blogspot.com/-NNLEB_aaNQY/VTQwGsKSSjI/AAAAAAAABeU/z-QCEDlLDEs/s1600/valve-steam.jpg)

Pro dan Kontra Kebijakan Baru Steam Direct, Yay or Nay?

Penggantian Steam Greenlight ke Steam Direct memang menimbulkan banyak pro dan kontra, ada yang setuju dan ada yang tida.. more