[Review] The Reflection: Anime Original Kedua Karya Stan Lee

7 months ago
Sumber: Bubbleblabber

Stan Lee, maestro komik superhero Amerika ini ternyata bukan nama asing di Jepang. Pertama, karakter superhero ciptaannya di Marvel melanglang buana dalam berbagai wujud – film, anime, manga, dan merchandise lainnya. Kedua, Stan Lee pernah menciptakan manga orisinil Karakuridoji Ultimo bersama mangaka Shaman King. Ketiga, Stan Lee pernah memproduksi anime orisinil Heroman bersama studio Bones dan desainer karakter Koyama Shigeto. Keempat, kerjasama antara Stan Lee dan Koyama berlanjut ke film Big Hero 6.

Stan Lee, bapak-nya berbagai karakter superhero Marvel. (Sumber: GameZone)

Stan Lee, bapaknya berbagai karakter superhero Marvel. (Sumber: GameZone)

Dan kelima, Stan Lee kembali lagi dengan anime orisinil keduanya. Kali ini menggandeng sutradara anime Mushishi, Nagahama Hiroshi, keduanya menciptakan serial superhero baru yang jauh lebih besar. Inilah The Reflection, sebuah serial anime yang diproduksi  oleh POW! Entertainment dan Studio DEEN.

The Reflection nampak siap mengekor kesuksesan Karakuridoji Ultimo serta Heroman, sebagai IP original yang disiapkan dengan matang. Aksi menegangkan, gaya animasi unik, serta musik keren. Dengan tiga formula itu, akankah dewi fortuna kembali tersenyum untuk ketiga kalinya bagi Stan Lee?

The Reflection adalah kisah dari sekelompok orang yang terkena dampak dari peristiwa Reflection. Bumi mengalami sebuah fenomena aneh dan berdampak drastis bagi manusia. Langit dipenuhi kerlipan cahaya terang dan kabut gelap secara bersamaan. Manusia yang terkena cahaya itu mendapatkan sebuah kekuatan super, begitu pula mereka yang terkena kabut itu. Bedanya, kabut gelap itu juga mengubah bentuk fisik manusia menjadi sosok monster. Mereka yang mengalami perubahan karena fenomena Reflection dipanggil sebagai Reflected atau Ref.

X-On bertarung di sudut kota New York (Sumber: Dok. Pribadi)

X-On bertarung di sudut kota New York (Sumber: Dok. Pribadi)

Tiga tahun paska kejadian Reflection, situasi sosial berubah drastis. Banyak orang yang mengagumi sepak terjang para Ref membela kebenaran, namun lebih banyak lagi yang mendiskriminasi karena perbedaan fisik serta kemampuan milik Ref. Di New York, peringatan Reflection yang dihadiri presiden Amerika Serikat diganggu oleh sekelompok Ref garis keras. Untung ada beberapa Ref yang menghadang kelompok keras itu, dan menyerahkannya kepada polisi. Namun tak lama berselang, mereka bisa melarikan diri.

Eleanor Evans mencari kenyataan di balik insiden Reflection. (Sumber: Dok. Pribadi)

Eleanor Evans mencari kenyataan di balik insiden Reflection. (Sumber: Dok. Pribadi)

Eleanor Evans merupakan salah satu Ref yang hadir saat insiden New York terjadi. Ia hanya sekadar mengumpulkan informasi tentang fenomena Reflection, namun mendapat serangan pula dari kelompok Ref tersebut. Beruntung ia diselamatkan oleh X-On, seorang Ref yang bisa mencuri kekuatan Ref lain. Beberapa hari kemudian, X-On datang mengunjungi kediaman Eleanor. Keduanya ternyata memiliki tujuan sama, yang berkisar pada kasus menghilangnya beberapa Ref serta kemunculan sosok Ref misterius berjuluk Wraith.

Petualangan Eleanor dan X-On membawa mereka berkeliling Amerika, mengunjungi kota-kota seperti New Orleans dan San Antonio. Sembari berusaha menyelamatkan target penculikan selanjutnya, mereka juga bertemu dengan berbagai rekan baru, seperti Lisa Livingston yang bisa mengubah kursi rodanya menjadi mecha, hingga pasangan tunangan Michael Holden dan Vy Le yang diselimuti armor tebal.

I-Guy tak mau melindungi New York karena dia asli Los Angeles. (Sumber: Dok. Pribadi)

I-Guy tak mau melindungi New York karena dia asli Los Angeles. (Sumber: Dok. Pribadi)

Di sisi lain pesisir Amerika, penyanyi one-hit wonder Ian Izett mengenakan armor I-Guy dan menjadi pelindung kota Los Angeles. Sebelumnya ia menjadi populer setelah muncul di New York dan menangkap para Ref pengacau. Di belahan dunia lain, tepatnya di Jepang. Empat siswi SMA berkumpul bersama untuk memberantas kejahatan. Satake Uki, Yoshii Kanae, Nishiwaki Sayaka, dan Murata Hirona membentuk kelompok 9th Wonder dan mengenakan kostum layaknya super sentai.

Tak lama lagi jalan kelompok Eleanor, I-Guy dan 9th Wonder akan saling bersilang. Sementara itu, kelompok Ref radikal pimpinan Wraith masih terus menculik Ref untuk sebuah tujuan misterius. Apa sebenarnya yang mereka incar?

Walaupun bisa teleport, Eleanor bakalan sering tertangkap musuh. (Sumber: Dok. Pribadi)

Walaupun bisa teleport, Eleanor bakalan sering tertangkap musuh. (Sumber: Dok. Pribadi)

Oke, sekarang kita masuk ke reviewnya. Kalau melihat dari formula kombo Stan Lee-Nagahama Hiroshi serta impresi pertama, The Reflection sepertinya hendak menyajikan kisah superhero yang benar-benar Amerika banget. Berbeda dengan Karakuridoji Ultimo atau Heroman yang mengedepankan gimmick khas Jepang. Hal itu memang benar adanya. Sepanjang cerita, setting utama cerita tak pernah beralih dari Amerika, walaupun sesekali lompat ke Jepang untuk waktu yang sangat singkat.

Estetika animasinya juga terinspirasi penuh dari komik Amerika jadul. Meskipun minim efek screentone, pewarnaan dan shading yang sangat flat sudah cukup untuk menyajikan feeling ala membaca komik. Berbicara konsep sih memang asyik, tapi sayang eksekusinya malah jadi setengah hati. Warna yang tampil kebanyakan kusam, ditambah animasinya yang dibuat sekenanya saja. Sulit sekali menemukan screenshot yang keren karena tiap frame rasanya hampa, bahkan dalam adegan intens sekalipun.

Mudah sekali menebak siapa penjahat di The Reflection berdasarkan penampilan luar mereka. (Sumber: Dok. Pribadi)

Mudah sekali menebak siapa penjahat di The Reflection berdasarkan penampilan luar mereka. (Sumber: Dok. Pribadi)

Episode-episode awal dimulai dengan santai dan lambat, dengan beberapa kejadian yang sama diulang dari sudut pandang karakter yang berbeda dan diperparah dengan komposisi adegan canggung. Rasa-rasanya dua episode awal bisa dimampatkan jadi satu jika adegan yang boros frame diminimalisir. Pola terus berlanjut di mana Eleanor and-the-gang berpindah-pindah kota untuk menyelidiki dan menyelamatkan korban penculikan (pada akhirnya gagal sih).

Selama enam episode awal, cerita terasa seperti sebuah serial misteri noir dengan segala momen penyelidikan dan kesempatan untuk melakukan world building. FYI, saya suka bagaimana The Reflection menampilkan kebrutalan polisi Amerika dengan segala persekusi mereka terhadap para Ref.

Lepas dari enam episode awalnya, barulah The Reflection bisa menunjukkan aksi yang selama ini terasa melempem. Stan Lee tak ragu untuk membunuh satu-dua karakter demi menyentil karakter agar mereka punya development. Bicara soal perkembangan karakter, cukup menarik karena latar belakang mereka selalu dijelaskan lewat flashback tiga tahun lalu saat Reflection terjadi.

Flashback ini tidak hanya menjelaskan transformasi mereka, namun juga untuk menjelaskan kenapa mereka memiliki pandangan hidup yang demikian. Agak disayangkan karena beberapa perkembangan karakter baru dibuka di ujung untuk beberapa tokoh inti sehingga sebagian dari mereka sekilas terlihat underdeveloped.

Anggota grup 9nine berperan sebagai diri mereka sendiri. (Sumber: Dok. Pribadi)

Anggota grup 9nine berperan sebagai diri mereka sendiri. (Sumber: Dok. Pribadi)

Bicara soal Stan Lee, belum lengkap rasanya kalau tidak bicara soal cameo. Oh iya dong, Stan Lee juga punya cameo di sini, malah ia punya peran sebagai penjahat bernama Mr. Mystique yang bisa melakukan telepati dengan para Ref. Ingat dengan kelompok sentai 9th Wonder? Mereka diperankan oleh grup J-pop 9nine dan tampil sebagai diri mereka sendiri. Grup 9nine menjadi pengisi lagu ending anime ini yang judulnya adalah SunSunSunrise. Yang benar-benar bisa dikatakan sebagai cameo adalah kemunculan produser Ian, yakni Trevor Horn, beserta anaknya Ally Horn.

Trevor Horn, sosok di balik soundtrack The Reflection. (Sumber: Gibson)

Trevor Horn, sosok di balik soundtrack The Reflection. (Sumber: Gibson)

Trevor Horn adalah komposer musik yang menggubah soundtrack anime The Reflection. Trevor bukanlah sembarang nama karena ia merupakan produser musik populer yang berhasil menciptakan beragam musik ngetop di era 80-an. Tak heran apabila ia mendapat julukan sebagai pria yang menemukan musik era 80-an. Trevor Horn menangani seluruh musik dalam anime The Reflection, termasuk memproduseri lagu SunSunSunrise.

Saya rasa musik buatan Trevor punya kharismanya tersendiri, karena ia mengedepankan tema sinematik sehingga musik-musiknya selalu terdengar megah dan epik. Trevor juga menyatukan musik sebagai bagian dari narasi. Lagu Sky Show yang selalu diulang setiap I-Guy muncul merupakan lagu yang menjadi simbolisasi perkembangan karakter Ian.

Menegangkan jika masuk ke momen klimaks. (Sumber: Dok. Pribadi)Menegangkan jika masuk ke momen klimaks. (Sumber: Dok. Pribadi)

Menegangkan jika masuk ke momen klimaks. (Sumber: Dok. Pribadi)

Pada akhirnya, The Reflection yang punya berbagai kelebihan harus terganjal oleh beberapa masalah teknis. The Reflection seakan ingin menjadi X-Men versi hipster. Stan Lee tak mau membuat perseteruan X-Men kontra Brotherhood versinya sendiri, melainkan menggambarkan pertarungan dua kubu lewat kelompok yang tidak saling terikat. The Reflection menyajikan sebuah konflik yang abu-abu di tengah apa yang nampak sebagai hitam dan putih. Tidak semua bawahan Wraith setuju dengan tujuannya, dan X-On pun bisa saja hanya memanfaatkan Eleanor demi ambisi pribadinya.

Apapun itu, The Reflection masih bisa kamu nikmati sebagai tontonan selingan yang mengasyikkan. Walaupun tak setenar Karakuridoji Ultimo atau Heroman, The Reflection menyajikan konsep yang beda dari dua karya Stan Lee barusan, dan hal itu pun sudah cukup sebagai alasan untuk menonton anime ini. Excelsior!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Sumber: nianticlabs

Game Augmented Reality Harry Potter Akan Segera Dirilis Tahun Depan!

Masih mengusung tema Augmented Reality, Niantic Inc yang bekerja sama dengan Warner Bros akan membuat game Harry Potter .. more

00-d-penulis-light-novel

Editor Jepang: Penulis Light Novel Ternyata Nggak Bisa Menulis!

Tugas penulis novel adalah menulis novel. Tapi, apa jadinya kalau penulis menyuruh editornya sendiri untuk menulis novel.. more

(Facebook Monopolis Board Game Store)

Main Board Game Bisa Nular? Masa Sih?

Hobi main board game bisa nular, bahkan bisa ngebentuk komunitas. Emang iya?.. more

(Sumber: http://uiupdate.ui.ac.id)

COMA Event, Wadah Bagi Pecinta Komik dan Pop Culture

COMA Event tuh apa sih? Ternyata itu salah satu event yang digelar oleh AKIPA dan SHIORI untuk para pecinta komik dan po.. more

Sumber: irishfilmcritic.com

The Ritual, Atmosfer Luar Biasa untuk Cerita Usang yang Klasik

“The Ritual” merupakan contoh film horror yang punya skenario klasik dengan menampilkan atmosfer mencekam yang terja.. more