Review Solo: A Star Wars Story – Kisah Han Solo Baru Dimulai

4 months ago
solo-a-star-wars-story-desktop

Semua penggemar Star Wars tentu mengenal dengan baik bagaimana Han Solo bertingkah, tokoh klasik yang diperankan oleh Harrison Ford sudah menyatu begitu kuat mulai dari gaya bicaranya hingga pada senyum manis yang menjadi ciri khas Han Solo selama ini. Namun Harrison Ford harus pensiun dan mengakhiri kariernya di Star Wars pada tahun 2015 silam, ketika tragedi yang paling disayangkan banyak orang terjadi pada Star Wars: The Force Awakens. Semacam kutukan; “bahwa seorang anak akan kembali membunuh bapaknya” benar-benar terjadi.

Kecintaan banyak orang pada Karakter Han Solo saya rasa bukanlah alasan buruk untuk membuat kisah lama hidup Han Solo sebelum ia muncul pertama kali pada Star Wars Episode IV. Kemunculannya pertama kali pun sudah menyiratkan bahwa Han Solo merupakan seorang penipu yang kasar. Dan ide di film Solo: A Star Wars Story coba memberikan sedikit gambaran pada kita semua mengapa Han Solo harus menjadi sosok yang seperti itu.

solo: a star wars story

Alden Ehrenreich sebagai Han Solo. Sumber: Star Wars

Diperankan oleh Alden Ehrenreich, karakter Han Solo coba dihidupkan penuh gejolak muda berambisi, serta bersemangat dengan membawa cinta sebagai awal dari permasalah utama. Ehrenreich cukup berhasil menghadirkan pembawaan Han Solo yang selama ini melekat pada Harrison Ford, mulai dari gaya ia bicara, dan senyum manis yang tentu sangat kita ingat. Dan jika ada yang berpikir bahwa Ehrenreich sedang menirukan Harrison Ford dengan cara benar, maka saya lebih suka menyebutnya dengan; “menghidupkan Han Solo muda yang plamboyan, pemberontak, dan agak lugu”. Paling tidak Ehrenreich berhasil membayar semua perasaan skeptis orang-orang yang terus berpikir bahwa ia akan gagal memerankan karakter paling ikonik ini.

Jika kalian mengikuti perkembangan Solo: A Star Wars Story sejak kali pertama ide ini akan di buat film, tentau kalian semua tahu masalah teknis yang terjadi di balik layar. Perselisihan pihak Lucasfilm dengan sutradara  awal film ini; Phil Lord dan Chris Miller. Hingga akhirnya Solo: A Star Wars Story pun harus berpindah tangan pada Ron Howard. Dan hasilnya, mungkin kalian semua bisa memaafkan film ini karena tidak bisa memberikan semua cerita seperti yang semua orang inginkan. Hal ini mungkin bisa membuat Solo: A Star Wars Story tidak terlalu terbebani dengan banyak kemungkinan akan mengecewakan dari segi cerita.

Chewbacca tetap banyak membuat penonton tertawa. Sumber: HDQWalls

Chewbacca tetap banyak membuat penonton tertawa. Sumber: HDQWalls

Solo: A Star Wars Story tidak bisa dikatakan sebagai asal muasal hidup Han Solo, melainkan ini adalah perjalanan Han Solo untuk menemukan namanya, gayanya yang karismatik, alasan menjadi seorang penipu kasar, hingga bagaimana ia berjumpa dengan sahabat baiknya; Chewbacca (Joones Suotamo), dan memiliki pesawat andalannya; Millennium Falcon. Jadi berhentilah berharap bahwa kalian akan melihat Han Solo kecil dan kisah hidup keluarganya yang mungkin saja bisa menjadi sangat dramatis.

Salah satu aspek yang paling mengesankan dari karakter Han Solo di trilogi Star Wars aslinya, ialah cara ia berevolusi dari seorang bajingan dan tentara bayaran untuk menjadi pahlawan dan Aliansi Pemberontak bersama Putri Leia. Solo: A Star Wars Story tidak mampu menghadirkan hal mengesankan seperti itu. Film ini lebih memilih berputar pada perjalanan Han Solo untuk kembali mendapatkan cinta dari kekasihnya, Qi’ra (Emilia Clarke) sembari belajar banyak hal dari bajingan Beckett yang sukses diperankan oleh Woody Harrelson dengan cukup baik. Mungkin singkatnya, film ini seperti sebuah sekolah kepribadian bagi Han Solo hingga nanti ia muncul di film Star Wars Episode IV.

Beckett yang tak mau percaya siapa pun. Sumber: The National

Beckett yang tak mau percaya siapa pun. Sumber: The National

Ruang lingkup Solo: A Star Wars Story dalam pemilihan lokasi serta fantasi ditampilkan dengan sangat bagus. Duet penulis ayah-anak, Lawrence dan Jonathan Kasdan menyadari bahwa film ini butuh banyak aksi klasik dengan lokasi yang cukup sempurna di waktu yang lama. Mereka berhasil menampilkan dunia industri Corellia yang seperti mimpi buruk, menghidupkan suasana Perang Dunia dengan latar belakang penggunungan megah, tempat Han Solo berjumpa kru barunya. Gambaran tentang kekacauan Galaksi di bawah bayang-bayang kekaisaran dideskrifsikan dengan brutal dan penuh kekacauan.

Nilai positif lainnya Solo: A Star Wars Story, ialah kemunculan berbagai jenis alien baru yang beragam dan menambah gagasan lain tentang keluasan alam semesta Star Wars yang mungkin saja masih banyak belum terjamah secara menyeluruh.

Kemunculan karakter Lando Calrissian (Donald Glover) berhasil mencuri banyak perhatian. Ini seperti menemukan ikon baru yang luar biasa bagus dalam sebuah film yang sedang berbicara tentang ikon lainnya. Donald Glover sangat cerdas membawakan karakter ini dengan gaya khas yang akan banyak dikenang. Bahkan Droid L337 (suaranya diisi oleh Phoebe Waller-Bridge) yang merupakan pasangan Lando, menjadi sebuah robot ikonik baru, terus menghibur penonton lewat kepribadiannya yang pedas. Saya rasa Droid K2SO yang muncul di film Rogue One pun kalah bagus dari robot satu ini.

Lando dan Droid L337 siap menerbangkan Millennium Falcon. Sumber: NDTV

Lando dan Droid L337 siap menerbangkan Millennium Falcon. Sumber: NDTV

Lalu ada Chewbacca yang untungnya mendapatkan banyak perhatian. Hubungan antara Han Solo dan Chewbacca berkembang semakin sinkopasi dan menjadi sesuatu yang sangat menghibur untuk terus diikuti. Chewbacca dengan cepat menjadi belahan jiwa Han Solo, sampai-sampai adegan saat mandi pun terasa begitu intim sekaligus kocak. Chewbacca benar-benar mendapatkan panggungnya serta cukup banyak tawa penonton dalam film ini.

Solo: A Star Wars Story bisa dikatakan menjadi jenis film Star Wars yang sangat berbeda dari film lainnya yang pernah dibuat, Film ini tidak terlalu memaksa menjadikan nasib besar galaksi sebagai cerita utama. Solo: A Star Wars Story masih tetap berada di dalamnya namun mencoba membangun kerangka tersendiri yang menghibur dan terus berusaha memberikan sedikit potongan keterkaitan kisah ini dengan film-film lain. Dengan kata lain Solo: A Star Wars Story masih punya beberapa kejutan yang menarik untuk di tonton serta menjadi sebuah pemanasan sebelum menuju film Star Wars berikutnya yang akan rilis pada tahun 2019 nanti.

Emilia Clarke sebagai Qi’ra berjubah merah di tengah kekacauan. Sumber: Geek Tyrant

Emilia Clarke sebagai Qi’ra berjubah merah di tengah kekacauan. Sumber: Geek Tyrant

Namun jika kalian merasa ragu untuk menonton film ini, mungkin kehadiran Emilia Clarke sebagai kekasih Han Solo bisa menjadi alasan kuat kalian untuk menontonnya, mengapa demikian sebab kali ini Emilia Clarke tidak hanya mampu menjadi ibu para naga dan menungganginya dalam film Game of Thrones, tapi juga mampu membajak dan menerbangkan sebuah pesawat canggih miliki Sryden Vos yang diperankan oleh Paul Bettany, pemeran Vision dalam Avengers: Infinity War. Yeah, ternyata naga dan pesawat sama mudahnya bagi Emilia Clarke!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber: www.gd05.tistory.com

Berbagai Ajang Penghargaan Musik Korea Selatan di Penghujung Tahun

Berbagai macam penghargaan terutama di bidang musik ada di Korea Selatan. Terutama di penghujung tahun. Gak heran kalau .. more

Sumber: Decades.com

5 Batsuit Batman Yang Paling Canggih dan Super Keren

Batman dikenal sebagai salah satu superhero yang unik, dimana dia tidak memiliki kekuatan super layaknya Superman, Wonde.. more

00-d-torsi-volume-2

Otomotif dan Ilustrasi Jejepangan Bertemu di Zine TORSI Volume 2

Lingkar kreatif Rimawarna mempersembahkan TORSI Volume 2, sekuel dari art book/zine bertema otomotif dan ilustrasi Jejep.. more

00-m-amaki-sally

Amaki Sally, Idol Jepang Yang Tingkahnya Nggak Kayak Idol

Amaki Sally adalah idol dari grup 22/7 bentukan Yasushi Akimoto. Ia blasteran Amerika, imut, dan ternyata kebanyakan mai.. more

Konferensi pers World of Ghibli Jakarta. Photo by CIAYO Pictures

Q & A Studio Ghibli: Transfer Knowledge, Film Baru, Sampai Disney

Kami baru tahu kalau Toshio Suzuki ternyata savage juga. Buuurn!.. more