[REVIEW] Star Wars: The Last Jedi – Titik Balik Dari Trilogi Sekuel Star Wars yang Penuh Aksi Menegangkan!

9 months ago
Sumber: Metro

Orang jaman dulu lebih enak. Ini mungkin bagi saya saja yang merasa iri, tapi dalam konteks Star Wars nampaknya bisa dikatakan demikian. Bayangkan menjadi bagian dari orang-orang yang menonton trilogi Star Wars orisinil di bioskop. Bayangkan menjadi salah satu yang pertama kali menyaksikan keepikan A New Hope, atau pertama kali mendengarkan efek deep note teknologi tata suara THX di Return of the Jedi. Sebagai orang yang tumbuh besar jauh setelah era tersebut, saya mungkin tak bisa merasakan pengalaman sekali seumur hidup tersebut.

Bagi bro sis yang bernasib sama seperti saya, beruntunglah ketika Disney memutuskan untuk mengakuisisi Lucasarts selaku pemilik IP Star Wars. Trilogi sekuel Star Wars menjadi kenyataan! Kini orang-orang seperti kita bisa bergabung dengan para geek Star Wars dalam premiere film terbarunya! Sudah 30 tahun lebih usia dari Star Wars, dan banyak sekali hal yang telah diraih serial space opera ini sejak film A New Hope hingga film ke-7, The Force Awakens. Kini dengan kehadiran film ke-8, The Last Jedi, apa artinya bagi franchise Star Wars secara keseluruhan?

Rey bertemu dengan sang Master Jedi, Luke Skywalker. (Sumber: Wired)

Rey bertemu dengan sang Master Jedi, Luke Skywalker. (Sumber: Wired)

Kisah dimulai tak jauh dari akhir The Force Awakens, dimana Rey, scavenger asal Jakku yang memiliki sensitivitas tinggi pada Force, menemui Luke Skywalker, sang Master Jedi yang mengasingkan diri. Ajakan Rey agar Luke kembali membantu pihak Resistance, ditepis oleh Luke yang kini menjadi orang tua sinis. Setelah usaha berulang kali dri Rey dan dibantu pula oleh R2-D2, Luke akhirnya bersedia mengajari Rey cara mengendalikan Force serta membeberkan alasan mengapa ajaran Jedi harus berakhir.

Di kubu Resistance, perlawanan mereka menghadapi First Order semakin pelik karena pemerintahan Republik telah runtuh. Dalam sebuah usaha melarikan diri, pasukan pembom pimpinan Poe Dameron berhasil menghancurkan kapal raksasa Dreadnought sebelum dibantai penuh. Pasukan Resistance berhasil kabur, namun mereka diikuti oleh pasukan First Order yang tersisa melalui hyperspace. Tertangkap basah tanpa siap untuk melawan, pasukan interceptor yang dipimpin Kylo Ren menyerang anjungan kapal induk Resistance. Jendral Leia Organa tersedot ke luar angkasa akibat serangan itu, namun kekuatan Force yang terpendam dalam dirinya mampu menuntunnya kembali ke dalam kapal induk dalam kondisi kritis.

Resistance kembali selangkah di depan First Order, tapi dengan pengorbanan besar. (Sumber: Fortune)

Resistance kembali selangkah di depan First Order, tapi dengan pengorbanan besar. (Sumber: Fortune)

Di tengah kebingungan, mantan Stormtrooper bernama Finn memutuskan untuk menyusup ke kapal induk milik Supreme Leader Snoke demi mematikan pelacak hyperspace di dalamnya. Namun aksinya dipergoki oleh seorang mekanik bernama Rose Tico. Setelah meluruskan kesalah pahaman, Finn dan Rose bertemu dengan Poe untuk menyiapkan sebuah rencana rahasia. Dengan bantuan Maz Kanata, mereka kemudian menyelinap ke hyperspace untuk mencari seorang pemecah kode yang bisa membawa mereka menyelinap ke kapal Snoke dengan aman.

Dengan waktu dan kelangsungan Resistance yang jadi taruhan, bisakah Rey meyakinkan Luke untuk membantu Resistance? Apakah Finn dan kawan-kawan bisa menemukan sang pemecah kode untuk melepaskan jerat First Order? Sementara itu, Snoke dan Ren punya rencana mereka sendiri untuk menuntaskan garis keturunan Jedi dan Skywalker sekali dan selamanya…

Luke Skywalker, Master Jedi yang sudah tua dan getir. (Sumber: Syfy)

Luke Skywalker, Master Jedi yang sudah tua dan getir. (Sumber: Syfy)

Jika bro sis pernah menonton The Force Awakens, mungkin bro sis menyadari kalau film tersebut merupakan alegori dari kisah A New Hope. Dari pola ini mungkin bisa ditebak bahwa The Last Jedi juga merupakan alegori dari The Empire Strikes Back. Hal itu memang tidak salah. Premis The Last Jedi terbagi dua layaknya The Empire Strikes Back, dimana Rey berlatih dengan Master Jedi Luke Skywalker sementara kelompok Resistance berusaha keras untuk kabur dari kejaran First Order.

Namun yang membuat The Last Jedi unik, adalah di ujung film terdapat pula elemen-elemen dari Return of the Jedi! Saya tidak akan menjelaskannya karena bakal menjadi spoiler besar, namun ada satu hal yang bisa dibaca dari sini. Jika The Last Jedi menyadur banyak elemen dari film Episode V dan VI, apakah nanti di film Episode IX kita akan disuguhi cerita yang benar-benar orisinil dan tak terikat dengan film-film terdahulu? Bisa jadi, karena ending dari The Last Jedi membuka kemungkinan yang besar agar hal tersebut dapat terjadi.

Poe Dameron jadi satu tokoh yang punya perkembangan karakter signifikan. (Sumber: TechnoBuffalo)

Poe Dameron jadi satu tokoh yang punya perkembangan karakter signifikan. (Sumber: TechnoBuffalo)

Dengan memampatkan intisari dari dua film Star Wars terdahulu, runtime 3 jam dari The Last Jedi sangat padat akan aksi dan drama. Selama paruh pertama film kita akan disuguhi adegan-adegan yang semakin memperdalam karakterisasi tokoh utamanya. Buat saya yang terbaik adalah bagaimana Poe yang oportunis dan congak harus belajar untuk menerima perintah dan hidup dengan menerima konsekuensi dari keputusan gegabah yang ia ambil. Bicara soal konsekuensi, Kylo Ren juga harus hidup dibayang-bayangi konsekuensi setelah apa yang ia lakukan kepada ayahnya sendiri, Han Solo, di The Force Awakens.

Setelah Han, akankah Ren melakukan hal yang sama pada Leia? (Sumber: Vice)

Setelah Han, akankah Ren melakukan hal yang sama pada Leia? (Sumber: Vice)

Dengan berbagai kesempatan untuk bertumbuh kembang, sangat disayangkan bahwa Rey justru terasa sangat datar. Ia bagaikan Bella Swan dari Twilight, yang terlalu normal dan naif, namun diberkati berbagai kemudahan dan kemampuan yang mampu membuatnya setara atau bahkan sedikit di atas Kylo Ren. Selain Rey, perkenalan Rose Tico sebagai karakter baru juga rasanya kurang tepat. Ia bagaikan seorang karakter fanfiction yang “tak sengaja” bertemu dan beraksi dengan tokoh idolanya. Sepanjang film pun ia tak banyak berperan penting dalam membantu Finn.

Sejak The Force Awakens, Rey masih tetap begini-begini saja. (Sumber: NDTV)

Sejak The Force Awakens, Rey masih tetap begini-begini saja. (Sumber: NDTV)

3 jam yang dipenuhi aksi dan drama memang terasa cukup memuaskan, namun dengan segala konten yang dilempar sana-sini justru membuat The Last Jedi kurang fokus. Cerita melompat-lompat dari sudut pandang Rey, Finn, kubu Resistance, bahkan Ren. Struktur cerita menjadi tidak solid, karena penonton mengikuti 4 cerita berbeda secara bersamaan. Setelah ¾ jalannya film, mungkin bro sis bakal merasa, “Kalau jadinya begini, kenapa harus repot-repot dibuat?” Bro sis bakal membayangkan mungkin lebih baik ada adegan yang dipotong karena ada atau tidak toh hasil akhirnya sama saja.

Finn dengan senjata milik kawannya TR-8R, melawan Kapten Phasma. (Sumber: Eonline)

Finn dengan senjata milik kawannya TR-8R, melawan Kapten Phasma. (Sumber: Eonline)

Kesampingkan dulu soal itu, jika kita bicara soal adegan aksi, The Last Jedi rasa-rasanya cukup memuaskan. Beberapa memiliki skala keepikan standar Star Wars, dan beberapa lainnya membuat saya berpikir, “Wah ini adegannya berasa anime banget nih.”

The Last Jedi menjadi landasan untuk mengembangkan karakterisasi tokoh-tokohnya. Ya, seperti The Empire Strikes Back saja, dimana pertarungan klimaksnya tidak melibatkan objek angkasa penghancur planet. Dalam The Last Jedi, setiap tokoh berkesempatan untuk menjelajahi diri mereka sendiri dan menemukan apa yang salah dari mereka selama ini

Namun yang paling penting dari The Last Jedi adalah, film ini menjadi titik balik yang akan membedakan trilogi sekuel Star Wars dengan trilogi original dan prekuelnya. Trilogi original menjadi barometer standar sementara trilogi prekuel memperkuat dasar dari Star Wars dalam artian bagus atau jelek. Trilogi sekuel yang dimulai dari The Force Awakens sejauh ini dimulai dengan cukup oke namun kesannya tidak begitu “wah” karena premisnya hanya mendaur ulang A New Hope. Namun datang The Last Jedi, yang meramu The Empire Strikes Back dan Return of the Jedi dengan memberikan twist yang radikal dan anarkis.

Dengan arah yang diambil The Last Jedi, Episode IX niscaya akan menjadi sebuah film Star Wars yang berbeda dari yang sudah pernah ada. The Last Jedi memang jadi titik balik Star Wars ke arah yang baru. Apakah Star Wars yang baru ini bakalan menyajikan sesuatu yang segar atau sama hambarnya dengan trilogi prekuel yang ditanggapi beragam? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Hal terakhir yang ingin Disney dan Lucasarts lakukan adalah membuat fans setia kesal.

The Last Jedi menjadi penampilan terakhir Carrie Fisher. (Sumber: Pedestrian)

The Last Jedi menjadi penampilan terakhir Carrie Fisher. (Sumber: Pedestrian)

 

Di atas semua itu, The Last Jedi merupakan penghormatan terakhir untuk tuan puteri dan jenderal favorit para pecinta Star Wars, Leia Organa. Inilah film Staw Wars terakhir yang menampilkan sosoknya, setelah aktris Carrie Fisher wafat paska merampungkan semua adegannya di The Last Jedi. Fisher juga menyelesaikan beberapa adegan untuk Episode IX, dan keluarga besarnya juga telah memberikan izin untuk menampilkan Leia Organa untuk terakhir kalinya. Pada akhirnya, karakter heroine legendaris ini bakal benar-benar “dipensiunkan” dari Episode IX.

Akan sangat menarik melihat bagaimana karakter yang tersisa di Episode IX menanggapi hilangnya sosok Leia. Bahkan dalam Fate of the Furious saja pengaruh Brian O’Connor tak bisa lepas setelah kepergian Paul Walker. Hal ini benar-benar membuktikan bahwa Leia Organa merupakan sosok heroine tangguh, salah satu yang paling berpengaruh dalam dunia perfilman. May the Force be with you, my only princess and general.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

(i1.wp.com)

5 Anime yang Digemari Perempuan 90-an

Perempuan yang lahir tahun 90-an, uda jelas donk gak asing sama film-film kartun yang menumbuhkan mimpi dan imajinasi ma.. more

Sumber: japan-academy-prize.jp

Berikut 5 Anime Nominasi Japan Academy Prize Awards 2018!

Jika tahun lalu 'Your Name' berhasil memenangkan penghargaan Animasi terbaik 2017, Kira-kira film apa ya yang berhasil m.. more

Dari kiri-kanan: Sherina Munaf (Komite Studio Ghibli), Willawati (CEO Kaninga Pictures), Toshio Suzuki (Direktur Eksekutif Studio Ghibli), Tommy Fukuda (Marubeni Indonesia), Kaonashi (Spirited Away), dan Tetsuya Sakurai (Hakuhodo DY Media Partners). Photo by CIAYO Pictures.

Indonesia Kedatangan Studio Ghibli. Ada Apa Ya?

Wah, Studio Ghibli mau ngapain nih di Indonesia?.. more

Pose Bareng Hadiah CIAYO Short Story Challenge

Pemenang CIAYO Short Story Challenge sudah diumumkan. Ini dia selebrasi dari beberapa pemenang yang berhasil diabadikan .. more

00-d-border-break

Model Plastik Robot Raksasa Akan Dibangun Di Tokyo

Untuk mempromosikan game Border Break, Sega dan Kotobukiya akan merakit model kit robot raksasa ukuran skala 1/1... more