Review Three Billboards Outside Ebbing, Missouri: Kota dengan Sekumpulan Orang Gila

11 months ago
Sumber: moviebabblereviews.com

Masuk dalam 152 nominasi dan memenangkan 68 penghargaan dalam ajang yang berbeda, membuat “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” menjadi film yang sayang untuk dilewatkan. Belum lagi baru-baru ini “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” memenangkan penghargaan Best Motion Picture – Drama dalam Golden Globe 2018.

Disutradarai dan ditulis sendiri oleh Martin McDonagh, film ini menawarkan pengalaman luar biasa dengan cerita sederhana tapi penuh tragedi. Film ini juga gak seperti film McDonagh yang berjudul “Seven Psychopaths” yang terasa hambar dan agak mengecewakan. “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” merupakan film yang jauh lebih memukau dengan banyak hal tidak terduga serta pengembangan karakter yang mantap.

Sumber: www.indiewire.com

Sumber: www.indiewire.com

Bercerita tentang Mildred (Frances McDormand) yang masih berduka dalam kemarahan akibat anak perempuannya ditemukan tewas dengan tubuh hangus terbakar setelah sebelumnya diperkosa dan dicampakkan di pinggir jalan. Tragedi besar ini terjadi disebuah kota kecil penuh masalah bernama Ebbing, Missouri pada 6 bulan lalu.

Kemarahan Mildred pada pihak kepolisian yang belum juga menangkap pelaku pembunuhan anaknya dan malah terkesan tidak terlalu peduli, memaksa Mildred menyewa 3 papan reklame yang terpasang di pinggir jalan sepi dengan kalimat singkat berlatar merah yang cukup menohok:

Sumber: www.vox.com

Sumber: www.vox.com

Raped while dying

And still no arrest

How come Chief Willoughby?

Meskipun 3 papan reklame itu berada di jalan sepi yang jarang dilewati oleh warga kota, namun kehebohan itu dengan cepat menyebar dan menimbulkan pro kontra yang sangat efektif.

Willoughby (Woody Harrelson) adalah pimpinan kepolisian kota Ebbing Dia merupakan sosok utama yang diserang oleh Mildred, sebab nama pimpinan kepolisian itu muncul di salah satu dari 3 papan reklame tadi. Walaupun banyak orang yang prihatin dengan keadaan yang menimpa Mildred, tapi gak sedikit juga yang menganggap apa yang dilakukan oleh Mildred itu adalah sesuatu yang keji. Willoughby memang dikenal sebagai sosok baik yang sangat dihormati di kota kecil itu. Mirisnya lagi, Willoughby sedang sekarat karena mengidap kangker pankreas.

Sumber: www.pasadenaweekly.com

Sumber: www.pasadenaweekly.com

Konflik berlapis yang terus muncul setiap kali ada karakter baru tampil, menunjukkan bahwa kota kecil ini sedang dilanda krisis kehidupan yang luar biasa pelik. Karakter Mildred yang tenggelam dalam rasa berduka tapi tidak cengeng memberikan sudut pandang yang luar biasa berbeda. Sifatnya yang lebih kepada menyebalkan daripada membuat semua orang prihatin menjadikannya sosok tangguh yang seolah tidak pernah punya rasa takut untuk melakukan apa pun.

Karakter-karakter yang ditampilkan membuat plot cerita yang dibangun terasa begitu hidup. Lucas Hedges yang berperan sebagai Robbie, anak laki-laki Mildred tampil dengan sangat memukau, lugu, dan meyakinkan. Bahkan untuk karakter kecil seperti James yang diperankan oleh Peter Dinklage pun menampilkan akting yang sangat maksimal. Banyak karakter dengan pendalaman karakteristik yang sempurna membuat kota Ebbing terlihat seperti kota yang diisi dengan sekumpulan orang gila, kalah atas kehidupan.

Sumber: www.traileraddict.com

Sumber: www.traileraddict.com

Sam Rockwell yang memerankan Dixon, juga memberikan dampak kejutan yang luar biasa. Kehidupannya sebagai seorang polisi brutal dengan latar belakang kebencian dan kemarahan terhadap banyak hal. Sosok yang tenggelam begitu jauh ke dalam kegelapan berusaha untuk bangkit menemukan secercah harapan lewat serentetan tragedi yang terjadi. Sifat Dixon yang awalnya sangat menyebalkan berhasil menarik simpati penonton dan memaksa semua orang untuk percaya berkali-kali bahwa kebaikan dalam dirinya akan menciptakan sesuatu yang baik pula.

Dikupasnya banyak masalah kecil yang menyertai setiap karakter, membuat film ini sarat akan pesan moral. Hebatnya semua masalah kecil itu tidak membuat konflik utama jadi dilupakan begitu saja, malah dampak dari serentetan masalah kecil itu sangat besar terhadap konflik utama yang semakin menajam hingga akhir film.

Film ini tidak menampilkan bahwa yang namanya kebenaran itu selalu menang terhadap kejahatan. Film ini lebih menunjukkan kepada penonton bahwa baik dan buruk seseorang itu merupakan sesuatu yang relatif. Pas sekali dalam menggambarkan apa yang terjadi pada kehidupan nyata, di mana semua orang terus menuntut kebenaran hingga akhirnya cara-cara salah pun mereka benarkan untuk bisa mendapatkan yang namanya keadilan. Hidup tidak hanya tentang hitam dan putih, tapi juga tentang bagaimana setiap orang melihat sesuatu dari persfektif yang berbeda.

Sumber: www.indiewire.com

Sumber: www.indiewire.com

Sebenarnya “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” bisa masuk ke dalam ranah black comedy di mana banyak dialog-dialog pesimis yang terkesan lucu tapi punya makna yang akan membuat penonton berpikir panjang. Bahkan tuntutan Mildred di ke-3 papan reklame yang menjadi masalah utama pun pada mulanya terkesan seperti lelucon pahit yang akan membuat banyak penonton tertawa dengan sinis.

Pesona “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” berhasil tampil memukau di ajang Golden Globe 2018 dengan memenangkan 4 penghargaan. Selanjutnya, banyak yang memprediksikan film ini juga akan menjadi pesaing berat untuk film-film lainnya di ajang penghargaan paling bergengsi, Academy Awards ke-90 yang akan berlangsung pada 4 Maret 2018 nanti.

Jadi sebelum film ini tampil di Academy Awards nanti, ada baiknya bro sis menyaksikan filmnya terlebih dahulu, agar makin memahami mengapa film ini pantas memenangkan banyak penghargaan? Apa kalian mulai tertarik untuk menontonnya? Ah, tunggu apa lagi!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Design by Bisri Mustova

World of Ghibli: Bakal Ada Apa Aja di Sana?

Kupas tuntas perhelatan acara dan ekshibisi World of Ghibli Jakarta!.. more

00-d-russel-peters

Russel Peters dan Menertawakan Stereotip

Adakah komedi yang nggak menyinggung orang lain? Walaupun jawabnya tak ada, tapi Russel Peters mampu mengemasnya secara .. more

Lihat Karakter Anime Favoritmu Bernyanyi Menari Bergembira di 10 Drama Musikal Adaptasi Anime!

Nah, drama musikal ternyata juga pilihan bentuk karya seni yang populer bagi adaptasi anime, umumnya menggabungkan unsur.. more

sumber: www.youwereneverreallyhere.movie

You Were Never Really Here : Saat Keadilan Membuat Hidup Penuh Luka

Tema tentang keadilan saya rasa sudah sangat sering diangkat ke dalam film, namun membicarakan tentang keadilan sering k.. more

(Digital Spy)

Action Comics yang Lebih dari Sekadar Action Comics

Kali ini kami bakal kasih tips dan jenis komik yang bisa jadi inspirasi buat nentuin genre cerita komik one-shot yang ba.. more