The Ritual, Atmosfer Luar Biasa untuk Cerita Usang yang Klasik

7 months ago
Sumber: irishfilmcritic.com

“The Ritual” merupakan contoh film horror yang punya skenario klasik dengan menampilkan atmosfer mencekam yang terjaga sangat baik. Elemen yang dimiliki “The Ritual” tidak bisa dikatakan baru, penyusunan setiap adegan, baik dari segi premis dan adegan sudah sangat sering ditemui dalam film sejenis ini. Lalu apa yang membuat ‘The Ritual” menjadi sangat menarik?

Tiga unsur utama yang membuat “The Ritual” terasa sangat istimewa ialah film ini berisi banyak ketakutan, kesedihan, dan keresahan. Tiga unsur ini dibangun dengan latar belakang cerita yang kuat, dibumbui oleh misteri menyeramkan, dan mitos yang hidup lewat mitologi Norse. Saya rasa kali ini Netflix cukup berhasil menghadirkan tontonan yang bagus lewat penyutradaan David Bruckner.

Sumber: wheresthejump.com

Sumber: wheresthejump.com

Awal film dibuka dengan kematian Robert (Paul Reid) di sebuah toko minuman keras. Ini seperti kejadian acak yang lumrah terjadi disituasi tidak terduga pada sebuah toko yang kebetulan saat itu sedang dirampok oleh dua orang berandal.

Luke (Rafe Spall) sahabat Robert, memilih untuk bersembunyi di balik rak saat Robert di bacok dengan pisau hingga tewas. Luke tak punya nyali untuk membantu sahabatnya. Tiga sahabat mereka yang lain sedang menunggu di luar toko dan baru mengetahui kejadian itu ketika Luke berhasil keluar. Kematian Robert yang mengerikan menjadi tamparan besar bagi Luke, rasa bersalah yang disesalinya seumur hidup terus menghantui kemana pun ia pergi.

Sumber: variety.com

Sumber: variety.com

Karena sebelum Robert mati, dia pernah bilang ingin mengajak empat orang sahabatnya itu untuk mendaki  pengunungan di Swedia, maka empat orang sahabat tadi memutuskan melakukan pendakian sebagai penghormatan atas kematian Robert. Dimulailah perjalanan empat orang laki-laki berusia di atas 30-an yang berujung pada banyak hal mengerikan.

Sering kali film seperti ini akan terjebak dalam konsep menjemukan yang hanya mengubar jumpscare serta adegan kejar-kejaran melelahkan. David Bruckner selaku sutradara memang tidak meniadakan jumpscare atau juga aksi kejar-kejaran, tapi penempatan itu semua berada di tempat yang tepat dengan komposisi yang tidak berlebihan. Sudut pandang kamera yang menangkap gambar pepohonan dengan kesenyapan dan kadang dengan peningkatan musik secara perlahan membuat para penonton fokus serta mencari tahu apa sebenarnya yang coba ditangkap oleh kamera.

Sumber: www.dreadcentral.com

Sumber: www.dreadcentral.com

Kisah kematian Robert di bawa hingga ke dalam hutan Swedia dan menjadi mimpi buruk paling menyakitkan yang dialami oleh karakter lainnya. Hingga mereka sampai pada sebuah kabin tua tersembunyi tempat sebuah misteri bermula.

Saya suka ragam karakter yang ada dalam “The Ritual”. Pribadi berbeda antara mereka sangat terlihat dan kuat. Seperti karakter Dom (Sam Troughton) yang menjengkelkan serta cerewet, lalu ada Hutch (Reb James-Collier) yang terus mencoba bersifat dewasa sebagai penengah, dan ada Phil (Arsher Ali) sosok pendiam yang terjebak dalam ketakutan pikirannya karena sebuah kejadian di dalam kabin.

Sumber: earthtotia.co

Sumber: earthtotia.co

“The Ritual” punya emosi cukup kuat yang terangkai bersamaan dengan kejadian misterius di dalam hutan. Hal ini juga lah yang membuat film ini terasa lebih nyaman untuk di nikmati. Tidak hanya seperti kebanyakan film sejenis ini yang sekadar fokus pada adegan mendebarkan tanpa peduli dengan tujuan utama dari apa yang ingin karakternya capai.

Kalian tidak hanya akan terganggu oleh kengerian brutal yang terus menjadi teror, tapi juga merasa resah dengan tekanan batin serta mental yang dimiliki setiap karakter. Perangkaian sebuah adegan yang menggabungkan realita dan hayalan (atau mimpi) benar-benar sesuatu yang cerdas. Hal ini menciptakan perasaan ketakutan sekaligus simpati atas perasaan jiwa para karakter yang perih.

Sumber: www.cineblog.it

Sumber: www.cineblog.it

“The Ritual” bisa menjadi contoh film horror dengan banyak hal klasik tapi tidak membosankan. Bagi para penikmat film horror, “The Ritual” menjadi sebuah film yang wajib ditonton karena menghadirkan banyak aspek klasik namun efisien. Kapan lagi bisa merasakan ngeri sekaligus bersimpati pada luka di hati para karakternya secara bersamaan dalam adegan yang brutal.

Jika kalian masih tetap ragu untuk menonton film ini, mungkin dua penghargaan yang di dapatkan “The Ritual” dalam British Independent Film Award dan Catalonian International Film Festival bisa menjadi tolak ukur seberapa bagus film ini akan menggiring kalian pada hal-hal mengejutkan.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber gambar: youtube.com

PewDiePie Mencoba Memperbaiki Reputasi dengan Memanfaatkan Drama Logan Paul?

Setidaknya ada dua kejadian besar yang membuat PewDiePie menuai kecaman akibat aksi di channel YouTube dia... more

00-d-meme-dilan

Bikin Meme Dilan Bisa Dapat Hadiah!

Buktikan kamu jago ngegombal dengan bikin meme Dilan 1990. Rangkum dialog-dialog manis kamu dan dapatkan hadiah t-shirt .. more

00 game boy desktop

Game Boy: Konsol Handheld Anak Emas Nintendo

Sebelum Switch, 3DS dan DS, Nintendo sudah jadi raja video game handheld. Semuanya berkat Nintendo Game Boy... more

Rasakan Kembali Kerennya Era 90an dengan Film-Film Ini!

Tidak terlalu berlebihan saat berpendapat kalau film-film bioskop era 90an memiliki hal magis yang mampu membuatnya teta.. more

(Sumber : duniaku.net)

“Battle of The Toys 2017”, Ajak Nostalgia Para Pecinta Mainan

Bro sis, pas kecil suka main apa aja sih? Ada yang suka ngoleksi mainan? Kalau iya, mungkin bro sis udah gak asing denga.. more