Robot Anjing Sony AIBO Dilahirkan Kembali di Tahun Anjing 2018

8 months ago
Sumber gambar: slashgear.com

Teknologi robotik saat ini semakin maju jika dibandingkan 10 atau 20 tahun terakhir. Mulai dari robot yang bertujuan memudahkan pekerjaan (seperti di pabrik misalnya) sampai robot yang dibuat untuk hiburan dan rekreasi. Fungsi dan tampilan robot juga bermacam-macam. Mulai yang besar kokoh seperti robot-robot dalam tampilan pop culture hingga robot berbentuk imut dan lucu seperti anjing peliharaan.

Sony sudah pernah menciptakan robot seperti itu di tahun 1999 dengan AIBO mereka.

AIBO generasi awal. Sumber gambar: spectrum.ieee.org

AIBO generasi awal. Sumber gambar: spectrum.ieee.org

“Artificial Intelligence Robot”, disingkat AIBO (yang dalam bahasa Jepang dapat diartikan sebagai “teman/partner”), adalah robot pintar dari perusahaan elektronik raksasa Jepang Sony. Robot ini diciptakan dalam berbagai bentuk selama masa produksinya (tahun 1999-2005) seperti bayi singa ataupun astronot tapi model ERS-7, yang merupakan model terakhir, yang secara tegas disebutkan oleh Sony sebagai “anjing robot”.

Resminya AIBO diposisikan oleh Sony sebagai “robot hiburan untuk rumah Anda”, dan berfungsi seperti halnya anjing peliharaan. Robot ciptaan team Digital Creatures Lab Sony (dipimpin oleh Toshitada Doi di bagian teknis dan Hajime Sorayama pada bagian desain)  ini awalnya hanya dibekali prosesor 64-bit RISC, 16MB RAM, Sensor (sentuh, kamera, pengukur jarak, mikropon, sistem penggerak dan pengukur sudut jangkauan), Speaker dan mekanisme penggerak motor (kaki, leher, mulut, dan ekor). Tapi model terakhirnya (ERS-7) memiliki lebih banyak sensor pembaca di kepala dan tubuh, telinga yang mampu bereaksi seperti anjing asli, sensor pembaca jarak di bagian dada, tampilan ekspresi di layar muka dan koneksi Wi-Fi. Semua seri AIBO dijual bersama “Docking Charging” dimana AIBO akan bergerak ke arah docking tersebut saat baterenya mulai melemah. Ada pula bonus bola yang berfungsi sebagai mainan AIBO; persis seperti anjing betulan yang doyan main bola.

AIBO dan fitur-fiturnya. Sumber gambar: robotcenter.co.uk

AIBO dan fitur-fiturnya. Sumber gambar: robotcenter.co.uk

AIBO mampu belajar mengenali lingkungan dan belajar mematuhi perintah suara yang diberikan. Software khusus AIBO “AIBOware” memungkinan hingga 100 perintah suara untuk dilakukan oleh AIBO walaupun perintah tersebut tidak selalu dipatuhi oleh AIBO-nya sendiri. Persis anjing beneran ‘kan, bro sis pemilik anjing peliharaan? Hehehe.

Tentu menarik melihat robot berbentuk anjing dan melakukan hal-hal yang diperintahkan padanya. Kamera di AIBO berfungsi sebagai “mata” yang melihat dan menyaring informasi. Sensor-sensor yang ada di AIBO diharapkan dapat membuat robot ini bertindak dan berkelakuan sesuai apa yang diperintahkan.

Anjing yang tanpa bulu dan bertenaga baterai. Sumber gambar: digitaltrends.com

Anjing yang tanpa bulu dan bertenaga baterai. Sumber gambar: digitaltrends.com

AIBO dinyatakan berhenti di produksi tahun 2006 dan dukungan reparasi dihentikan tahun 2017. Tapi ternyata di bulan November tahun yang sama Sony mengumumkan generasi baru AIBO akan segera dijual mulai Januari 2018 ini.

Kini lebih mirip anjing asli ketimbang versi awal. Sumber gambar: limitlessiq.com

Kini lebih mirip anjing asli ketimbang versi awal. Sumber gambar: limitlessiq.com

AIBO generasi baru akan dijual dengan harga mulai 198.000 Yen atau sekitar 24.5 juta rupiah. Mahal? Itu relatif ya, bro sis. Untuk mainan secanggih ini, rasanya memang sulit berharap kalau harganya terjangkau untuk banyak orang. Sama seperti “Quadcopter Drone”  yang harganya juga bisa bikin rekening bank menjerit.

Satu hal yang menarik adalah AIBO generasi baru ini akan dirilis di Tahun Anjing di sistem zodiak/shio. Saat dikonfirmasi apakah Sony sengaja melakukan hal itu, staff Sony bernama Yuhei Yabe membantahnya.

“Oh tidak. Kami men-develop AIBO di musim panas 2016 dengan rencana rilis tahun 2017. Saat itu rencananya demikian” papar Yabe.

“Tapi kemudian ada staff yang mengusulkan kalau waktu rilisnya akan cocok di tanggal dengan angka 1 karena melambangkan ‘Wan’ disana” lanjutnya kemudian. Dalam dialek Jepang ‘Wan’ bisa diartikan sebagai suara gonggongan anjing (seperti kita di Indonesia ‘Gukguk’).

Yabe juga mengatakan “Jadi rencana semula adalah merilis AIBO di tanggal 1 November. 11-1. Wan Wan Wan. Ditambah lagi tanggal 11 di setiap bulan adalah ‘wan-wan no hi’ alias harinya anjing (dalam kalender Jepang). Jadinya pas”.

“Tapi akhirnya kami baru bisa melakukannya di 11 Januari, yang bunyinya juga sama seperti 1 November. Yang kami tidak langsung sadari ternyata hari itu juga berarti masuk di Tahun Anjing dalam penanggalan zodiak/shio. Ini jadi lebih pas ketimbang rencana sebelumnya”.

AIBO generasi baru memiliki berbagai hal yang dulu ada di AIBO sebelumnya namun tentu dengan berbagai upgrade yang menambah pintar AIBO itu sendiri. Naoya Matsui dari team developer AIBO memberikan ilustrasi. “Melatih perintah dasar seperti ‘duduk!’ atau ‘jangan ribut!’ merupakan tugas dari pemilik AIBO. Saat pertama kali beroperasi AIBO cenderung tidak pedulian. Misalnya jika AIBO berjalan ke arah berbahaya seperti gelas di meja, pemilik bisa memberikan perintah ‘eh jangan!’. Jika dia mematuhi perintah tersebut dan mendapat pujian, AIBO akan terbiasa dan mengerti/patuh pada pemiliknya”.

Dilatih sampai patuh. Sumber gambar: dailymail.co.uk / Reuters

Dilatih sampai patuh. Sumber gambar: dailymail.co.uk / Reuters

Dengan kata lain, pemilik AIBO seakan-akan sedang melatih anjing beneran yang berupa makhluk hidup. Tapi ini robot.

Big Boss Sony, Kaz Hirai, memamerkan AIBO di event CES 2018. Sumber gambar: nipponnews.net

Big Boss Sony, Kaz Hirai, memamerkan AIBO di event CES 2018. Sumber gambar: nipponnews.net

Satu potensi lainnya dari AIBO adalah menjadi asisten rumah. Misalnya pemilik rumah lupa dimana meletakkan smartphone-nya, dia bisa bertanya pada AIBO dan AIBO akan melacaknya ke sekeliling rumah. Ini juga potensial membantu lansia yang tinggal sendirian. Dengan kemampuan A.I yang canggih dan bisa belajar, AIBO dapat memiliki kegunaan yang beragam di dalam rumah untuk pemiliknya.

“AI” di kata AIBO merupakan singkatan dari Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan, tapi “Aibo” dalam bahasa Jepang adalah rekan/partner. Dan keduanya mewakili hal-hal bagus selama dalam kondisi terkendali. Kita tentu tidak ingin A.I menjadi “terlalu pintar” dan jadi masalah bukan? Itu adalah skenario buruk dari sebuah kecerdasan buatan.

Jika mereka jadi terlalu pintar…. Sumber gambar: video.statesman.com

Jika mereka jadi terlalu pintar…. Sumber gambar: video.statesman.com

Bro sis berminat punya AIBO? Saya jelas berminat. Tapi dengan harga semahal itu sebaiknya saya sadar diri saja deh… T_T

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Ario Anindito (instagram.com/arioanin)

Ario Anindito: Dunia Komik Adalah Rumah Saya

komik, dunia komik, komikus, baca komik.. more

Sumber: apkpure.com

Game Fighting Skullgirls untuk Mobile Masih sama Serunya Seperti Versi Konsolnya

Ada cukup banyak game konsol yang akhirnya dirilis ke perangkat mobile demi mendapatkan jumlah pemain yang lebih banyak... more

Sumber: jakartabiennale.net

Jakarta Biennale, Pameran Seni yang Instagram-able Abis!

Satu lagi, acara pameran seni hadir di Jakarta. Bro sis yang artsy dan suka fotografi banget, pasti tau deh sama acara i.. more

00-d-chips-heroes-uprising

Mentahkan Serangan Alien di Game CHIPS: Heroes Uprising!

Bantu Chips menyelamatkan teman-temannya dan Chammyland dari invasi alien dalam game CHIPS: Heroes Uprising. Bangun towe.. more

CIAYO Pictures

Dari Challenge Hingga Official, Wonder Sweet

CIAYO Comics One Shot Challenge sudah selesai digelar. Event ini gak hanya meramaikan CIAYO Comics aja, tapi juga mengas.. more