Rutger Hauer Meninggal Dunia, Namun Monolog Legendarisnya Akan Terus Dikenang

4 weeks ago
rutger hauer

Kabar duka datang dari aktor Rutger Hauer yang meninggal dunia di usia 75 tahun. Rutger meninggal karena sakit pada tanggal 19 Juli 2019. Ia dimakamkan di kampung halamannya sendiri, yaitu di Belanda. Selama karirnya, Rutger telah tampil dalam lebih dari 100 film dan memenagkan berbagai penghargaan. Ia juga terlibat dalam dunia video game sebagai pengisi suara Xehanort di Kingdom Hearts III, menggantikan almarhum Leonard Nimoy.

Rutger Hauer. Sumber: The Daily Star
Rutger Hauer. Sumber: The Daily Star

Turkish Delight, Nighthawks, Escape from Sobibor, The Hitcher, Sin City, dan Batman Begins adalah beberapa film dimana Rutger Hauer menampilkan kemampuan aktingnya yang mengagumkan. Namun, aktingnya di Blade Runner akan selalu dikenang sebagai momen kematian paling indah dan menyedihkan dalam sejarah perfilman.

Blade Runner merupakan film cyberpunk yang disutradarai Ridley Scott. Film yang dibintangi Rutger Hauer bersama Harrison Ford ini menceritakan tentang masa depan umat manusia yang hidup berdampingan bersama Replicant, android yang membantu manusia dalam beberapa pekerjaan sulit. Beberapa Replicant diatur memiliki masa hidup pendek, dan memiliki potensi untuk “memberontak” dan menganggap diri mereka manusia betulan.

Roy Batty menyelamatkan Rick Deckard di film Blade Runner. Sumber: Scraps from the Loft
Roy Batty menyelamatkan Rick Deckard di film Blade Runner. Sumber: Scraps from the Loft

Harrison Ford memerankan tokoh Rick Deckard, seorang Blade Runner yang bertugas memburu para Replicant liar ini. Sementara itu Rutger Hauer berperan sebagai Roy Batty, Replicant yang menjadi target Rick. Di penghujung film Blade Runner, Rick dan Roy saling bertarung, dan pada satu titik, Rick hampir terjatuh dari atap gedung. Alih-alih menghabisinya, Roy justru malah membantu Rick.

Dalam film Blade Runner, Roy Batty memiliki ambisi untuk mencari pencipta Replicant agar usia mereka bisa diperpanjang. Namun yang ia dapat hanyalah kekecewaan, karena Roy sudah diprogram untuk mati di usia yang singkat dan tidak ada cara lain untuk memperpanjangnya. Mungkin dilema inilah yang membuat Roy akhirnya menyelamatkan Rick. Sambil mengenang masa hidupnya yang singkat dan untuk menunjukkan bahwa ia juga memiliki perasaan, Roy mengucapkan kalimat legendarisnya berikut ini.

I’ve seen things you people wouldn’t believe. Attack ships on fire off the shoulder of Orion. I watched C-beams glitter in the dark near the Tannhäuser Gate. All those moments will be lost in time, like tears in rain. Time to die.

Aku sudah melihat banyak hal yang tak bisa kalian percaya. (Aku melihat) kapal tempur terbakar di tepi (rasi bintang) Orion. Aku melihat C-beam berkilau di kegelapan di dekat Gerbang Tannhäuser. Seluruh kenangan itu akan hilang dalam waktu, bagaikan air mata (yang tersapu) hujan. Waktunya (bagiku) untuk mati.
Roy Batty. Sumber: Popular Mechanics
Roy Batty. Sumber: Popular Mechanics

Ada beberapa hal menarik tentang monolog akhir Roy Batty ini. Dalam dokumenter Dangerous Days, Rutger Hauer, Ridley Scott, serta penulis David Peoples memastikan bahwa monolog tersebut merupakan bentuk improvisasi. Versi draft dan versi akhir naskah Blade Runner jauh lebih panjang, dan Rutger menganggap monolog akhir Batty tersebut terasa sangat “opera” dan “high tech.” Pada akhirnya, Rutger memutuskan untuk “memangkasnya” tanpa sepengetahuan Ridley Scott. Menurut Rutger, monolog versi improvisasinya ingin menunjukkan bahwa Roy Batty ingin terus diingat meskipun sudah mati.

Meskipun pada awalnya film Blade Runner dianggap rugi secara finansial karena pacingnya yang lambat dan cenderung membosankan, film ini kembali diapresiasi di masa depan sebagai film cult. Hollywood Science menyebutkan monolog tersebut benar-benar menonjolkan karakter Roy Batty sebagai seorang Replicant yang memiliki karakteristik manusiawi dan artifisial. Penulis Jason Vest menyebutkan Rutger Hauer berhasil menampilkan emosi dan ambisi yang mendorong karakter Roy Batty dalam masa hidupnya yang sangat singkat.

Baca Juga: Film Sci-fi Klasik 2001: A Space Odyssey Kini Berusia Setengah Abad

“Time to die.” Sumber: Engadget
“Time to die.” Sumber: Engadget

Secara narasi, monolog yang kini dikenal sebagai Tears in Rain ini terkesan tidak masuk akal. Hal-hal seperti C-beam dan Tannhäuser Gate tidak pernah dijelaskan dalam film dan hanya diimplikasikan secara singkat. Namun sentuhan dari Rutger Hauer menjadikan momen ini sangat signifikan. Monolog ini menunjukkan bahwa para Replicant juga sama seperti manusia, atau bahkan bisa melebihi manusia, yang mana diimplikasikan dari pengalamannya di luar angkasa melihat kapal perang dan gerbang angkasa. Dalam hidupnya yang singkat, Roy Batty telah menjadi saksi dari berbagai kejadian mengagumkan yang tidak mungkin disaksikan oleh rata-rata manusia kebanyakan.

Memang tidak adil menyederhanakan karir Rutger Hauer hingga sebatas Blade Runner saja. Namun layaknya Roy Batty, ini adalah momen dimana dia mencatatkan namanya dalam sejarah. Sumbangsihnya membantu Blade Runner menjadi salah satu film paling berpengaruh sepanjang masa. Hal ini sudah cukup menjadi testamen bahwa Rutger Hauer merupakan aktor berpengalaman yang akan menempuh berbagai cara agar penampilannya sempurna. Dengan berbagai pencapaiannya, saya yakin semua yang Rutger tinggalkan tidak akan hilang layaknya air mata yang tersapu oleh hujan. Dan sekarang, waktunya untuk istirahat. Selamat jalan, Rutger Hauer.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00-steins-gate-0

Steins;Gate 0: Sekuel Yang lebih Gelap dan Menegangkan

Di Steins;Gate 0, Okabe Rintaro harus bertemu kembali dengan Makise Kurisu yang sudah mati. Kuris hidup kembali sebagai .. more

BEKRAF Game Prime 2019 Segera Hadir!

BEKRAF Game Prime 2019 bakal digelar selama tiga hari, Business Day pada tanggal 12 Juli 2019 dan Public Day pada 13 dan.. more

Anime Horror

Anime – Anime Horror Ini Pasti Diingat Anak 90an

Buat anak 90an, ngaku deh di banding hapalin pelajaran, pasti kalian lebih hapal dengan jadwal anime yang tayang di tivi.. more

Penampilan AKB48 di MAMA 2017 Menunjukkan Perbedaan Antara Idol Jepang Dan Korea Selatan

“Idol Korea Selatan lebih cantik dan punya gerakan dansa lebih baik,” “Sekarang aku mengerti kenapa idol group Kor.. more

Sumber PCMag

Apa yang Ditawarkan Microsoft dengan Joystick Xbox untuk Difabel “Xbox Adaptive Controller” ?

Bermain game bukan sekedar monopoli kelompok manusia yang memiliki kelengkapan maupun panca indera yang komplit. Ada pul.. more