Ryokan, Penginapan Bercitarasa Tradisional Di Jepang. Berasa Jepang Tempo Dulu Banget!

6 months ago
Sumber gambar: ryokan.or.jp

Jika bro sis sudah merencanakan untuk berlibur dan mengunjungi negara Jepang, tentu bro sis sudah menyiapkan planning yang berhubungan dengan kunjungan tersebut. Seperti misalnya mengunjungi lokasi-lokasi belanja khas barang otaku yang ada di wilayah Jepang [5 Besar Lokasi Belanja Otaku di Jepang]. Atau mungkin nongkrong cantik sambil ngopi dan nyobain senjata airsoft gun? [Kultur Theme Cafe Jepang yang Unik].  Semuanya bisa dan bakal asyik dilakukan saat berada di Jepang.

Faktor penting yang tidak bisa diabaikan adalah tempat menginap selama berada di Jepang. Bro sis bisa memanfaatkan fasilitas normal seperti hotel. Jepang dipastika tidak akan kekurangan hotel karena negara ini merupakan tujuan wisata terkenal sedunia. Budget terbatas? Bro sis bisa memanfaatkan penginapan-penginapan murah meriah seperti internet café yang juga menyediakan fasilitas menginap [Warnet di Akihabara Jepang yang Lebih Mirip Hotel Daripada Internet Cafe]

Nah… Ada pula pilihan lain, bro sis. Dan menurut saya ini akan lebih seru, karena kita bakal merasakan nuansa Jepang tempo dulu yang kental ketimbang hotel standard maupun warnet. Pilihan tempat menginap tersebut adalah “Ryokan”.

Definisi Ryokan dalam bahasa Inggris. Sumber gambar: japantravel-centre.com

Definisi Ryokan dalam bahasa Inggris. Sumber gambar: japantravel-centre.com

Ryokan adalah penginapan tradisional. Jenis penginapan ini sudah berusia sangat panjang. Jauh lebih panjang daripada jaringan hotel Barat yang masuk ke Jepang pasca Perang Dunia Kedua. Ryokan mulai populer di era Edo, yaitu tahun 1603 hingga 1868. Jauh lebih tua dari umur Republik Indonesia ya, bro sis? Hehehe. Saat situasi politik Jepang mulai stabil sejak era Tokugawa Shogunate, pembangunan infrastruktur mulai dilakukan pemerintah. Untuk menjalankan hal tersebut, pemerintah membuat sistem yang disebut “sankinkotai”, dimana pemimpin-pemimpin daerah (atau Tuan Tanah yang disebut Daimyo) diwajibkan mengirim warga mereka dalam jumlah tertentu secara reguler ke ibukota Edo (kini Tokyo) dimana pemerintah pusat berada. Di sepanjang jalan menuju Edo, para Daimyo membangun ‘rest area’ untuk mereka (disebut honjin) dimana di sekeliling area tersebut juga dibangun kompleks penginapan (disebut shukubamachi) dan toko untuk traveler yang akan menuju Edo (disebut hatago). Honjin dan hatago dapat dikatakan sebagai cikal bakal dari konsep Ryokan sekarang.

Ryokan. Sumber gambar: japan-guide.com

Ryokan. Sumber gambar: japan-guide.com

Jika mencari padanan Ryokan dengan tempat yang sama di Indonesia, mungkin losmen tradisional bisa jadi pembanding. Generasi zaman sekarang mungkin enggak familiar dengan serial drama televisi “Losmen” di TVRI dulu, tapi menurut saya Ryokan dan Losmen punya karakteristik yang sama. Bernuansa tradisional.

Serial Losmen di TVRI jadul. Sumber gambar: youtube.com

Serial Losmen di TVRI jadul. Sumber gambar: youtube.com

Salah satu ciri khas di Ryokan ini, selain feel tradisionalnya, adalah para tamu tidak diperbolehkan memakai sepatu/alas kaki selain yang disediakan pihak Ryokan. Semua alas kaki harus dilepas di pintu masuk. Pegawai Ryokan akan menyimpannya di loker dan memberikan bro sis sandal Ryokan.

Locker sepatu Ryokan. Sumber gambar: web-japan.org

Locker sepatu Ryokan. Sumber gambar: web-japan.org

Setelah melapor ke resepsionis, tamu akan diantar ke kamar. Sumber gambar: web-japan.org

Setelah melapor ke resepsionis, tamu akan diantar ke kamar. Sumber gambar: web-japan.org

Nuansa kamar penginapan di Ryokan adalah tradisional seperti yang sudah jadi ciri khas Ryokan sejak dahulu kala. Jadi persiapkan diri melihat tatami/alas lantai kamar khas rumah-rumah Jepang tradisional, hiasan bambu, pintu geser yang terbuat dari kertas (iya, seperti pintu yang sering kita lihat di anime), dan futon. Tidak ada ranjang modern seperti hotel kebanyakan. Tamu akan tidur di atas futon, ranjang tradisional kultur Jepang.

Pintu geser yang terbuat dari kertas. Sumber gambar: kashiwaya.org

Pintu geser yang terbuat dari kertas. Sumber gambar: kashiwaya.org

Futon. Sleeping mattress tradisional Jepang. Sumber gambar: tripadvisor.com

Futon. Sleeping mattress tradisional Jepang. Sumber gambar: tripadvisor.com

Ciri khas lainnya dari Ryokan adalah pemandian bersama yang disebut Oburo. Beberapa Ryokan menyediakan tempat mandi dan toilet di dalam kamar tamu, tapi lebih banyak yang menyediakan shared bath tub seperti Oburo ini. Selain indoor, ada pula Oburo outdoor (disebut Rotenburo) yang tertutup dari pandangan luar (untuk menjaga privasi) namun penggunanya dapat menikmati suasana outdoor sembari meminum sake dan memandang langit yang luas.

Yok! Mandi bareng! *ditabok. Sumber gambar: youinjapan.net

Oburo, orang Indonesia pasti gak biasa mandi disini. Sumber gambar: youinjapan.net

Privasi terjamin. Sumber gambar: wikimedia.org

Privasi terjamin. Sumber gambar: wikimedia.org

Beberapa Ryokan menerapkan jam malam untuk menjaga kenyamanan tamu, jadi jika bro sis menginap di Ryokan perlu tahu aturan yang berlaku disana.

Ryokan tersebar di berbagai lokasi Jepang, termasuk di Kyoto dan Tokyo. Penginapan bercita rasa tradisional ini tidak saja menarik minat turis mancanegara namun warga Jepang sekalipun banyak yang menyenangi fasilitas di Ryokan. Jadi bisnis ini masih akan tetap hidup untuk waktu yang lama.

Ryokan di Kyoto. Sumber gambar: insidekyoto.com

Ryokan di Kyoto. Sumber gambar: insidekyoto.com

So, apa bro sis berminat mencoba penginapan bercita-rasa tradisional seperti Ryokan ini? Bagi pengalamannya ya, bro sis! hehehe.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Wotaku Ni Koi Wa Muzukashii / Love is Hard for Otaku. (Sumber: fandompost)

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Otaku dan Anime Wotaku Ni Koi Wa Muzukashii, Love is Hard for Otaku

Bertemu dengan teman atau kenalan yang mempunyai hobi yang sama memang menyenangkan. Tanpa sadar, hubungannya pun akan l.. more

Sumber: Meka Medina

Neo Yokio: Mewujudkan Isi Pikiran Absurd Jaden Smith Dalam Bentuk Anime

Selain Jaden Smith, ada pula Jude Law, Susan Sarandon, Steve Buscemi, Desus Nice, The Kid Mero, Stephen Fry, Richard Ayo.. more

Aquaman dari film “Justice League”. Sumber gambar: screenrant.com

Citra Aquaman Lebih Bersinar Di Film Justice League? Yes or No?

Diciptakan oleh Paul Norris & Mort Weisinger, awalnya Aquaman tidak seperti yang kini terlihat. Dulu (terutama di Golden.. more

Sumber gambar: arstechnica.comSumber gambar: arstechnica.com

Project Yeti: Usaha Google Menyaingi The Big Three of Video Games?

Bisnis gaming mobil Google pada prinsipnya sama bagus dengan Apple. Mereka berbagi ceruk pasar di bagian ini seperti Nin.. more

Liputan: CIAYO Bagi Takjil #UntukSemua

Seperti yang sudah diberitakan, bahwa CIAYO Comics Situs Baca Komik Online Indonesia bakalan bagi-bagi takjil gratis unt.. more