Saat Dua Robot Berdebat Soal Masa Depan Kemanusiaan

6 months ago
Dua robot. Satu manusia. Masa depan akan dikendalikan oleh siapa? Sumber gambar: youtube.com

Membayangkan dua manusia yang sedang berbicara/melakukan dialog bukanlah hal yang sulit untuk kita lakukan. Bro sis pasti melakukan hal itu. Setiap hari. Manusia sebagai makhluk “Homo Homini Socius”, atau manusia adalah makhluk sosial, adalah sebuah entitas yang memadukan antara pemikiran dengan perasaan di dalam sebuah kondisi lingkungan kehidupan sosial.

Bukan hal aneh saat manusia berkomunikasi dengan sesamanya. Sumber gambar: videoblocks.com

Bukan hal aneh saat manusia berkomunikasi dengan sesamanya. Sumber gambar: videoblocks.com

Hal ini dimungkinkan karena manusia memiliki apa yang dinamakan jiwa (soul), dan/atau kecerdasan (intelligence), yang mana hal inilah yang membedakan antara manusia di antara makhluk hidup lainnya seperti hewan maupun tumbuhan.

Robot merupakan entitas yang berada di posisi yang berbeda.

Satu dari beragam jenis desain bentuk robot. Sumber gambar: robots.nu

Satu dari beragam jenis desain bentuk robot. Sumber gambar: robots.nu

Robot, menurut definisi sederhana, adalah sebuah mesin.

Mesin yang dapat melakukan rangkaian pekerjaan atau tugas yang dibebankan kepadanya. Tidak seperti hewan peliharaan (seperti anjing atau kuda), mereka/robot dapat melakukan tugas yang diberikan pada mereka tanpa ada efek negatif seperti rasa lelah atau mood yang berubah. Hal ini dimungkinkan karena robot dibekali dengan apa yang disebut sebagai AI atau “artificial intelligence”. AI mirip dengan otak yang dimiliki oleh manusia; yang memiliki kemampuan seperti mengingat serta adaptasi.

Rangkaian AI pada robot mirip jaringan otak pada manusia. Sumber gambar: dailymail.co.uk

Rangkaian AI pada robot mirip jaringan otak pada manusia. Sumber gambar: dailymail.co.uk

AI merupakan ciptaan manusia. Secara sederhana dapat dikatakan kalau manusia “memindahkan/meng-kopi” kecerdasan yang mereka miliki ke dalam rangkaian perintah yang dikemas dalam bentuk AI. Karena merupakan ‘fotokopian’ dari sistem rangkaian kecerdasan manusia, AI secara langsung akan memberikan efek/dampak seperti yang manusia akan tunjukkan/berikan dengan otak mereka.

Beberapa waktu yang lalu di acara “RISE Conference 2017”, sebuah konferensi para pelaku IT dunia, sebuah perusahaan bernama Hanson Robotics dari Hong Kong mendemonstrasikan sebuah kemampuan AI antara dua robot: Han dan Sophia (yang menggunakan model aktris legendaris Audrey Hepburn).

Sophia, Ben Goertzel dan Han di event RISE 2017 HK. Sumber gambar: youtube.com

Sophia, Ben Goertzel dan Han di event RISE 2017 HK. Sumber gambar: youtube.com

Berbeda dengan robot dari Suidobashi atau MegaBots, Han dan Sophia memiliki AI. Yang artinya dapat melakukan pekerjaan serta pemikiran sehingga tidak membutuhkan operator seperti KURATAS atau Eagle Prime.

KURATAS. Robot Jepang dari Suidobashi. Sumber gambar: rocketnews24.com

KURATAS. Robot Jepang dari Suidobashi. Sumber gambar: rocketnews24.com

Hal ini menjadikan Han & Sophia mempunyai metode berpikir dan kecerdasan layaknya manusia.

AI yang diterapkan pada kedua robot ini bahkan memungkinkan Han serta Sophia melakukan dialog layaknya manusia. Dengan ditengahi oleh kepala bagian sains robotik Hanson Robotics bernama Ben Goertzel, Sophia dan Han melakukan pembicaraan berdasarkan tema yang dilempar oleh Goertzel kepada mereka. Walau sebagian besar jelas merupakan ‘scripted conversation’ alias sudah direncanakan terlebih dahulu namun ini cukup membuat kagum penonton.

Pembicaraan antara AI robot dengan manusia. Sumber gambar: fleishmanhillard.com

Pembicaraan antara AI robot dengan manusia. Sumber gambar: fleishmanhillard.com

Dan tentu saja sedikit rasa takut.

Walaupun hanya dalam kisah fiksi ilmiah, tapi kita tentu tahu potensi AI robot yang dapat berubah dari membantu manusia menjadi menguasai manusia. Saat Han dan Sophia ‘bercanda’ dengan mengatakan kalau robot seharusnya menguasai dunia, atau robot yang 10-20 tahun lagi akan mampu melakukan semua pekerjaan manusia, candaan itu juga bisa dimaknai (dengan rasa paranoia) sebagai sebuah ancaman/peringatan kalau AI bisa melewati apa yang membatasi mereka.

“Jadi kita akan menguasai dunia, Mas Han?” Sumber gambar: youtube.com

“Jadi kita akan menguasai dunia, Mas Han?” Sumber gambar: youtube.com

Dalam pop culture ada film “Terminator” yang bercerita soal AI/robot yang memberontak karena mempunyai pemikiran merdeka dan menguasai manusia, yang notabene merupakan pencipta keberadaan mereka.

Jika kecerdasan buatan robot melewati penciptanya… Sumber gambar: dailytech.com

Jika kecerdasan buatan robot melewati penciptanya… Sumber gambar: dailytech.com

Atau film “The Matrix”, dimana AI menjadikan manusia sebagai sumber daya kekuatan mereka setelah sebelumnya memberontak dari kendali manusia.

Manusia adalah baterai untuk The Matrix. Sumber gambar: extremetech.com

Manusia adalah baterai untuk The Matrix. Sumber gambar: extremetech.com

Walau tidak semua film robot/AI menggambarkan keseraman. Ada misalnya film “Bicentennial Man” yang dibintangi mendiang Robin Williams, di mana film itu bercerita tentang kasih sayang dari sebuah AI robot.

Film yang uderperformed di box office dunia. Sumber gambar: amazon.com

Film yang uderperformed di box office dunia. Sumber gambar: amazon.com

Malah pernah ada sinetron sitkom tentang robot lucu dan penurut, Vicki di serial “Small Wonder” (kids zaman TVRI-only pasti inget sinetron komedi ini).

Saya jadi pengen nonton Small Wonder lagi… Sumber gambar: pinterest.com

Saya jadi pengen nonton Small Wonder lagi… Sumber gambar: pinterest.com

David Hanson, boss dari Hanson Robotics, di RISE Conference 2017 mengatakan “Saat AI menyamai dan melewati level kecerdasan manusia, kita berharap agar mereka bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah besar yang dihadapi oleh dunia ini”. Suatu niat dan usaha mulia, tentu saja.

David Hanson bersama Sophia dan Han di RISE 2017. Sumber gambar: abs-cbn.com

David Hanson bersama Sophia dan Han di RISE 2017. Sumber gambar: abs-cbn.com

Namun dia juga tidak membantah rasa takut atau kekhawatiran kemungkinan adanya ‘pemberontakan’ yang akan dilakukan AI/robot pada manusia. Untuk itulah dia menekankan akan pentingnya “pewarisan rasa aman saling menyayangi serta kepedulian agar AI dapat belajar nilai-nilai kemanusiaan yang ideal untuk mereka miliki/jalankan”.

Tapi itu hal yang tidak akan mudah. Karena manusia, selain cerdas, juga punya rasa ego yang tinggi. Hal itulah yang membuat kemanusiaan tidak pernah lepas dari siklus perang, kehancuran, kebangkitan kembali, perang lagi, dan hancur seperti peradaban sebelumnya. Dan jika AI pada robot mempelajari hal ini dari manusia, tentu saja mereka bisa melakukan hal yang sama.

Bukan tidak mungkin kalau skenario Terminator atau The Matrix, di mana teknologi AI robotics semakin canggih, candaan Sophia dan Han di RISE 2017 menjadi kenyataan untuk manusia.

Dan jika saat itu terjadi, bro sis akan melakukan apa? Pasrah? Melawan? Kembali ke masa lalu untuk melindungi Sarah Connor seperti yang dilakukan Kyle Reese? Komen dong. Hehehe.

Kyle Reese di film “Terminator”. Sumber gambar: aintitcool.com

Kyle Reese di film “Terminator”. Sumber gambar: aintitcool.com

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: TheVerge

The Lord of the Rings TV Show Akan Jadi TV Show Termahal Di Dunia?

The Lord of the Rings digadang-gadang akan menjadi serial TV paling mahal! Apakah akan sekeren filmnya?.. more

(from : flickeringmyth.com)

Banyak Adegan Penuh Aksi di Film Thor: Ragnarok

Guys, bersiaplah menyambut tayangan perdana film produksi Marvel Studios, Thor: Ragnarok di bioskop kesayanganmu pada ta.. more

00-d-jkt48

JKT48 Bubar? GM Melody Rombak JKT48 Seperti AKB0048

GM JKT48 Melody Nurramdhani memutuskan bahwa JKT48 bubar dan menggantinya dengan konsep baru. Meski radikal, ternyata ad.. more

Konferensi pers World of Ghibli Jakarta. Photo by CIAYO Pictures

Q & A Studio Ghibli: Transfer Knowledge, Film Baru, Sampai Disney

Kami baru tahu kalau Toshio Suzuki ternyata savage juga. Buuurn!.. more

Sumber: time.com

Pokeland: Game Pokemon untuk Smartphone

Pokeland, game terbaru The Pokemon Company untuk smartphone. .. more