Saat Nintendo Mengabaikan Sumpah dan Akhirnya Merilis “Night Trap”

2 weeks ago
Sumber gambar: Kotaku

Tahukah kamu kalau tahun ‘90an adalah era kelahiran genre video game “Gore and Violence” alias kesadisan & kekerasan? Sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak terpikirkan akan lahir dari medium hiburan seperti video game.

Game-game offensive (setidaknya untuk ukuran pada masa itu) muncul di era ini, dimana hal itu mengubah drastis citra video game dari yang sebelumnya sebagai ‘hiburan anak-anak’ menjadi ‘sesuatu yang dapat membahayakan anak-anak’ dengan pengaruh kekerasan dan unsur seksualitas yang tidak baik.

Dari banyak game yang mengambil rute “violence and sex-related”, dua judul muncul sebagai yang teratas menjadi perhatian kelompok-kelompok konservatif yang merasa game-game ini sebagai ancaman untuk anak-anak.

Keduanya adalah “Mortal Kombat” dari Midway (Arcade) serta “Night Trap” dari Digital Pictures (Sega CD).

Mortal Kombat (Arcade). Sumber gambar: RedBubble

Mortal Kombat (Arcade). (Sumber: RedBubble)

Night Trap (Sega CD). Sumber gambar: i-Mockery

Night Trap (Sega CD). (Sumber: i-Mockery)

Untuk era sekarang kedua judul ini, jika dilihat dari konten dan penyajiannya, termasuk ‘biasa-biasa’ saja. Tidak terlalu gimana-gimana banget.

Tapi di era ‘90an? Dua game ini menghebohkan karena keluar dari pakem standard sebuah video game; yang dulu (dan sampai sekarang, untuk beberapa kalangan) dianggap sebagai mainan anak-anak. Mortal Kombat penuh darah serta kekerasan yang dianggap berlebihan, dan Night Trap dengan muatan kekerasan pada wanita serta adanya unsur sensualitas (yang masih asing untuk video game masa itu).

Kekerasan di Mortal Kombat. Sumber gambar: GQ

Kekerasan di Mortal Kombat. (Sumber: GQ)

Sensualitas di Night Trap. Sumber gambar: GiantBomb

Sensualitas di Night Trap. (Sumber: GiantBomb)

Bahkan (sepertinya) karena kedua game inilah, lahir badan rating ESRB di Amerika Serikat, dan disusul negara-negara lain seperti Eropa dan bahkan Indonesia.

Karena menimbulkan polemik di antara orang tua, Komite Senat Amerika Serikat memanggil pelaku industri video game saat itu untuk dimintai keterangan pada Desember 1993. Ini kira-kira seperti pemanggilan DPR pada warga negara Indonesia untuk satu kasus tertentu.

Dua senator Amerika Serikat yang saat itu terkenal ‘super anti video game’, Sen. Joseph Lieberman & Sen. Herbert Kohl, memimpin panel khusus bertujuan “memberangus video game (yang mengandung kekerasan dan seksualitas)”. Salah satu yang memberikan keterangan saat itu adalah Presiden Nintendo Amerika Serikat, Howard Lincoln.

Senator USA. (Sumber: RetroGameNetwork)

Howard Lincoln, dalam kapasitasnya sebagai Boss Nintendo di Amerika saat itu, mengatakan kalau game Night Trap tidak akan muncul di platform Nintendo. Sementara Mortal Kombat akan mengalami sensor ketat (penghilangan efek darah & fatalities).

“Dalam beberapa tahun belakangan ini, game-game bertema kekerasan mulai memasuki pasar, dan tentu saja yang saya maksud adalah Mortal Kombat serta Night Trap” ujar Lincoln di depan Komite Senat yang dipimpin oleh Lieberman & Kohl.

“Saya akan katakan ini, dan harap dicatat, kalau Night Trap tidak akan muncul di platform Nintendo. Game ini tidak lolos kriteria kami. Game ini… yang mempromosikan kekerasan pada wanita, benar-benar tidak punya tempat di masyarakat kita” sambung Boss Nintendo tersebut dengan tegas.

Dokumentasi acara dengar pendapat US Senate dengan Nintendo of America tahun 1993:

Boss Nintendo of America 1993. (Sumber: YouTube)

“Night Trap” sendiri merupakan game dengan genre ‘FMV Interactive Movie’. Dirilis tahun 1992 di masa-masa popularitas format CD untuk video game dimulai. Pada dasarnya merupakan game bertema live-action video, puzzle dan QTE/Quick Time Event (jika disamakan dengan genre era masa kini), Night Trap memiliki unsur kekerasan serta sensualitas yang lumayan tinggi untuk ukuran masa itu. Hal ini menjadikan Night Trap sebagai bahan pembicaraan, mengingat game ‘FMV Interactive Movie’ sebelumnya seperti “Dragon’s Lair” (1983) atau “Space Ace” (1984) lebih kartun dan komedik.

Game Interactive Movie era ‘80an. (Sumber: YouTube)

Night Trap pertama dirilis untuk console Sega CD. Mungkin karena faktor itu juga Howard Lincoln sampai bersumpah tidak akan merilis Night Trap untuk Nintendo? Selain Sega CD, Night Trap juga pernah dirilis untuk 32X, 3DO, Microsoft Windows, hingga di console modern current gen seperti PlayStation 4 dan Xbox One.

Night Trap versi PlayStation 4. (Sumber: Gematsu)

Lebih dari dua dekade kemudian, kebijakan di Nintendo untuk judul ini mengalami perubahan. Melalui publisher ‘kecil-kecil cabe rawit’ Limited Run Games & Screaming Villains, “Night Trap: 25th Anniversary Edition” segera menyambangi Nintendo Switch. Akan ada dua format: digital (yang bisa dibeli di Nintendo Switch e-Shop) dan fisik alias cartridge seperti game Switch lainnya.

Howard Lincoln mungkin akan murka saat melihat ini. (Sumber: NintendoEverything)

Sumpah atau janji Howard Lincoln di depan Komite Senat Amerika Serikat memang tidak berupa hal berkekuatan hukum tetap. Jadi saat Night Trap akhirnya masuk juga ke platform Nintendo, itu bukan salah siapa-siapa. Dunia gaming sangat cepat berubah dan bersifat dinamis. Sesuatu yang mungkin tidak terbayangkan oleh seorang Howard Lincoln ataupun para Senator Amerika Serikat yang tidak mengerti soal industri video game secara mendalam.

Apakah game Night Trap itu game bagus? Saya bilang sih ini game yang segmented. Game FMV (Full Motion Video) Interactive Movie memang keren di masa itu. Saya punya console game 3DO, dan banyak game FMV Interactive Movie model begini di sana. Jika kamu mau merasakan nuansa game yang menimbulkan kehebohan di era ‘90an dan punya Nintendo Switch, silakan mencobanya sendiri nanti.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

[Dragon Ball Super 128] Tersingkirnya Vegeta dan Harga Diri Bangsa Saiyan

Ada kejutan menarik buat para penggemar transformasi Super Saiyan loh!.. more

maghfirare

Adelia Maghfira : Berkarya dengan Tujuan ‘Berkarya’, Bukan untuk Nyari Uang

Bro sis suka baca komik strip di Instagram ? Pastinya udah tau akun Instagram-nya Maghfirare, kan. .. more

Review Anime Crimes Division: Ketika Dunia Jejepangan Disusupi Penjahat

Review Anime Crimes Division: Ketika Dunia Jejepangan Disusupi Penjahat

Menjadi seorang otaku atau wibu di Indonesia bukan perkara mudah... more

Sumber gambar: Marvel Comics

Thor Odinson Akan Kembali Jadi “God of Thunder” di Komik Terbaru Marvel

Thor adalah IP lama dari Marvel Comics. Mayoritas orang mungkin baru mengenal karakter ini dari film “Thor” (2011) y.. more

Sumber: comicvine.com

Benarkah Hawkeye Akan Berubah Menjadi Ronin di Avengers: Infinity War?

Belakangan ini kita sering kali melihat meme-meme yang menyindir Hawkeye karena dia tidak terlihat di poster Avengers: I.. more