Sama-Sama DC, Tapi Kenapa Arrow-verse Jauh Lebih Dipuja Ketimbang DCEU?

5 months ago
QuirkByte

Ironis. Ya mungkin kata inilah yang tepat untuk membuka pembahasan heroik kita kali ini. Mengapa saya katakan demikian? Well, kalian bisa lihat sendiri bukan kenyataan yang terjadi di medan pertempuran superhero DC baik yang di layar lebar maupun, layar kaca saat ini ?

Yap, terlihat jelas sekali, walaupun dunia sinematik DC dan ranah serial TV DC, Arrowverse, sama-sama properti DC, namun kenyataannya, Arrowverse sukses memenangkan pertempuran (baca: lebih menarik perhatian awam maupun fanboy DC.

Padahal, kalau mau bicara blak-blakan, selain memiliki tampilan serta proses produksi yang jauh lebih canggih, kalau dibandingkan dengan universe milik Greg Berlanti cs tersebut, DCEU memiliki deretan superhero DC yang jauh lebih elit.

Ya memang, bukan berarti Supergirl The Flash (versi Arrowverse), Green Arrow, Atom dan bahkan Reverse Flash bukan deretan elit, tapi let’s face it.

Apabila kita membandingkan nama-nama ini dengan nama-nama seperti: Batman, Superman, The Flash (versi DCEU), Wonder Woman, Aquaman dan Cyborg, sudah barang pasti deretan superhero di Arrowverse ini kalah telak.

Batman V Superman: Dawn of Justice (sumber: The New York Times)

Batman V Superman: Dawn of Justice (sumber: The New York Times)

Tapi kenapa kemegahan DCEU, masihlah kalah saing dengan kesederhanaan yang dimiliki oleh Arrowverse?

Ada beberapa faktor. Pertama, faktor pembangunan penceritaan DCEU yang notabenenya tidak terarah dan tidak teratur. Jujur, saya sebagai fanboy DC, sebenarnya dari awal, gak pernah keberatan sama sekali dengan visi sekaligus konsep DCEU yang ingin beda dengan rival-nya MCU.

Spesifiknya, mereka ingin mendahulukan dulu film team-up mereka (baca: Justice League) yang baru kemudian diikuti dengan film solo masing-masing pahlawan supernya. Malah kalo bisa dibilang, konsep ini keren banget.

Tapi sayangnya, konsep yang sangat unik nan menjanjikan ini, menjadi “rusak” akibat kurangnya eksekusi konsep yang baik. Cobabayangkan kalau misalkan mereka bisa mengesekusi premis ini dengan sempurna. Bisa dijamin, ranah Arrowverse akan terlihat dan terasa jauh lebih kecil dan tidak ada apa-apanya sama sekali.

Semestinya Arrowverse dan DCEU dijadikan satu universe (sumber: Ultimate Comic Con)

Semestinya Arrowverse dan DCEU dijadikan satu universe (sumber: Ultimate Comic Con)

Faktor kedua, DCEU dan Arrowverse tidak berada dalam satu universe layaknya seperti MCU dengan seri Agent Carter, Agents of S.H.I.El.D dan tentunya, seluruh seri dan mini seri Netflix-nya.

Oke, oke memang, tidak disatukannya sinematik DCEU dengan Arrowverse, memanglah sebuah langkah yang unik dan cukup tepat untuk memberikan kesan beda dari rival-nya tersebut.

Akan tetapi, kalau tahu DCEU bakalan begini akhirnya, saya pun kini berpendapat bahwa alangkah jauh lebih baiknya apabila sejak awal DCEU dan Arrowverse dijadikan dalam satu universe.

Karena ketika DC pertama kali menggagaskan untuk menciptakan dunia sinematik mereka sendiri, bisa dibilang, langkah ini sangat riskan dan belum tentu bakalan langsung bisa “menangkap” perhatian sebagian besar audiens yang sudah terlanjur “terhipnotis” dengan MCU.

Oleh karenanya, semestinya dari awal, DC ya lebih baik, “niru” saja dengan apa yang telah dijalankan oleh MCU alias, selain merilis dulu film-film solo yang lalu kemudian berpuncak pada film team-up Justice League, juga mereka seharusnya, jadikan satu saja universe DCEU dengan universe Arrowverse.

Supergirl (Melissa Benoist) dan The Flash (Grant Gustin) (sumber: Digital Spy)

Supergirl (Melissa Benoist) dan The Flash (Grant Gustin) (sumber: Digital Spy)

Walaupun nantinya ada 2 flash, DC tetap memiliki keunggulan mereka yang bisa dimanfaatkan untuk menerapkan hal tersebut yaitu, konsep beda bumi (different earth). Konsep ini memungkinkan untuk bisa bertemunya 2 karakter beda atau sama yang tinggal di dua bumi berbeda.

Arrowverse, sudah sering menerapkan konsep ini berkali-kali dan terbukti selalu memberikan rating yang cukup tinggi bagi episode cross-over nya dan juga meningkatkan kepopularitasan terhadap masing-masing serinya.

Nah, kalau antar seri saja bisa dilakukan. Mengapa antara DCEU dan Arrowverse tidak bisa? Kalau hal ini dari awal dilakukan, fans dan terutama awam, bakalan sama tertariknya seperti ketika menyaksikan film-film MCU atau seri-seri Arrowverse.

Dan kalau sudah banyak yang tertarik, tentunya hal ini tidak hanya akan membuat ranah DCEU menjadi jauh lebih keren, juga hal ini akan menciptakan keuntungan mutualisme baik terhadap rana sinematiknya maupun juga terhadap universe televisinya.

The Flash memberikan bentuk penghargaan dengan sedikit mengadaptasi Flash of Two Worlds (sumber: Deadshirt)

The Flash memberikan bentuk penghargaan dengan sedikit mengadaptasi Flash of Two Worlds (sumber: Deadshirt)

Dan faktor ketiga sekaligus paling utama yang membuat Arrowverse jauh lebih dipuja fans ketimbang DCEU, adalah Arrowverse lebih sering menampilkan homage terhadap sumber aslinya (komik).

WOW. Sudah gak terhitung berapa kali Berlanti cs di berbagai seri Arrowverse (terutama The Flash), meyertakan momen atau tampilan ikonik dari salah satu storyline komik DC-nya.

Dan inilah yang sayangnya tidak diterapkan oleh DCEU. Oke, storyline Wonder Woman (2017) sebagian besar memang mengadaptasi storyline WW di komik The New 52 dan ya, di ending Justice League (2017), kita akhirnya melihat juga Superman (Henry Cavill) dan The Flash (Ezra Miller) adu balap lari seperti di komik klasik Superman #199.

Tapi ya sudah begitu saja. Selebihnya, DCEU lebih banyak mengedepankan storyline modifikasi komik orisinil mereka. Bukannya apa yang dilakukan oleh DC ini salah atau tidak baik,tapi jika mereka mengikuti apa yang dilakukan oleh Arrowverse selama ini, pasti deh, bakalan lebih menarik perhatian fans.

Suicide Squad (sumber: genmuda)

Suicide Squad (sumber: genmuda)

Namun mau diapakan lagi? Nasi sudah menjadi bubur. Kini kita tinggal berdoa dan berharap saja semoga film perdana Aquaman (2018) dan film-film DCEU selanjutnya nanti, bakalan bisa memperbaiki kualitas DCEU, sehingga membuat ranah sinematik ini sama bagus dan dipuja oleh fans seperti layaknya Arrowverse.

Apakah mungkin hal tersebut nantinya bisa terwujudkan?

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Dirga Deka

Komikman, Pengisi Waktu Luang yang Sekarang Terkenal

Siapa yang gak tau sama “Komikman”? Di Instagram sendiri nama Komikman udah bukan hal asing. Komik strip terkenal in.. more

Mata-mata Super Splinter Cell Kembali Hadir Di Game Ghost Recon

Sam Fisher, agen rahasia dari game Splinter Cell, hadir sebagai karakter dalam game Ghost Recon: Wildlands. Bantu Sam me.. more

Friendzone? Oh No!

Ngomongin soal friendzone bro sis, yang namanya kehidupan pasti ada naik turunnya. Begitu juga dengan masalah percintaan.. more