Sebenarnya, Seberapa Penting World Building Dalam Sebuah Cerita Komik?

4 months ago
Sumber : Pinterest.com

Dalam membuat sebuah cerita fiksi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh kreator sebelum membuat cerita berjalan. Mulai dari desain karakter, setting cerita, hingga background story dari setiap tempat yang disinggahi oleh karakter utama. Tapi ada satu proses yang sering diremehkan oleh kreator, yaitu membuat world building yang baik untuk ceritanya. Memangnya seberapa penting sih world building dalam sebuah cerita fiksi?

World Building = Kanvas Cerita

Buat yang pernah baca Naruto atau One Piece, pasti setuju kalau dua komik tersebut mempunyai semesta cerita yang sangat detail. Setiap tempat punya cerita dan sejarahnya sendiri, baik latar tempat maupun karakter yang ada didalam tempat tersebut. Semuanya pun saling berkaitan secara konsisten bahkan hingga sekarang.

Lain lagi dengan karya legendaris ciptaan J.R.R Tolkien, The Lords of The Rings. World building yang dia buat bisa dibilang sangat dalam. Setiap benda, senjata, karakter, dan semua tempat punya sejarah dan awal mulanya sendiri. Saking detailnya, banyak orang yang bilang kalau J.R.R Tolkien menulis sejarah setiap batang pohon yang ada di novelnya. Wah, hebat banget ya?

Jika kita melihat karya-karya diatas, dapat disimpulkan bahwa world building merupakan kanvas dari sebuah cerita yang sedang kamu buat. Desain karakter dan seting cerita yang menarik memang diperlukan, tapi jika kreator tidak membuat world building yang baik semuanya akan sia-sia. Ceritanya akan terasa hambar, tidak ada cerita dan misteri didalamnya untuk dinikmati oleh pembaca.

World Building = Menjaga Konsistensi Cerita

Selain membuat cerita lebih hidup dan lebih berwarna, world building juga berfungsi untuk menjaga konsistensi cerita. Contohlah komik One Piece, yang alur ceritanya berjalan linear dari satu arc ke arc lainnya. Kreator Eichiro Oda berhasil membuat world building yang detail pada setiap arc-nya agar pembaca mengerti dan merasakan atmosfir dari cerita yang sedang dibahas. Efeknya, komik One Piece termasuk salah satu komik yang punya semesta cerita yang sangat luas.

sumber : Pinterest.com

sumber : Pinterest.com

Untuk membantu kreator menjaga konsistensi cerita, kreator bisa membuat world building dengan tiga bentuk. Ada bentuk TOP DOWN, dimana kreator membuat setting dengan skala besar terlebih dahulu. Setelah cerita berjalan, setting world building semakin lama akan semakin fokus pada detailnya. Sedangkan yang berbentuk bottom up ,bermula dari tempat karakter utama terlebih dahulu, mulai dari tempatnya hidup  hingga membesar  ke tujuan akhirnya nanti.

World building yang dibuat dengan baik dapat bermanfaat bagi kreator untuk fokus pada seting cerita yang ada. Semakin detail semakin konsisten pula setting cerita yang dibaca oleh pembaca.

Jadi, Seberapa Detail World Building Harus Dibuat?

Sumber : Pinterest.com

Sumber : Pinterest.com

JIka kamu beranggapan world building yang baik harus punya detail sampai ke akar-akarnya, ga sepenuhnya benar, kok. Kamu bisa mulai membuat world building yang baik dengan menggunakan beberapa elemen dasar berikut ini:

  1. Mekanisme Dasar – Apakah ceritamu punya kekuatan khusus seperti sihir atau semacamnya? Bagaimana mereka bekerja? Darimana sumbernya? Bagaimana cara karakter menggunakan kekuatan tersebut? Siapa saja yang bisa menggunakan kekuatan tersebut?
  2. Geografi – Bagaimana bentuk dunia dari cerita dibuat? Apakah ada tema khusus yang diambil, seperti steam punk atau post-apocalypse? Apakah ekosistemnya berbeda dengan bumi? Bagaimana desain arsitekturnya?
  3. Budaya – Apa yang membuat orang-orang dalam cerita bergerak, apa tujuan hidup mereka? Bagaimana keadaan teknologi yang mereka buat? Apakah berhubungan dengan mekanisme dasar? Lalu bagaimana sistem pemerintahan dan keadaan politik di dalam cerita? Apakah ada perang atau konflik besar yang sedang terjadi?

3 elemen dasar dari world building ini sedikit banyak akan membantu kreator dalam membuat semestanya sendiri. Seiring cerita berjalan, elemen-elemen dasar ini akan berkembang semakin detail dan semakin luas.

Jadi pada kesimpulannya, world building merupakan salah satu elemen cerita yang harus diperhatikan oleh setiap kreator. Selain bermanfaat untuk membuat cerita semakin berwarna, world building juga dapat membantu kreator untuk tetap konsisten dalam membuat sebuah cerita.

Nah, apakah kamu sudah punya ide tentang world building yang mau kamu buat? Mungkin bisa jadi pertimbangan kamu untuk ikutan CIAYO Comics Challenge Vol. 3. Apalagi ada hadiah total 450 juta rupiah yang sudah menunggu.

About Author

Ben

Ben

"Seorang penulis lepas amatiran yang tampan, muda, pemberani, dan mencoba menjadi idaman mertua. Kalau ketemu di jalan tolong teriak 'BENJO' yang kenceng ya!"

Comments

Most
Popular

Preview Anime Musim Panas 2018: Lord of Vermilion

Game Lord of Vermilion sudah rilis dalam berbagai versi dan sekuel, mulai dari Lord of Vermilion II, Lord of Vermilion R.. more

00-d-isao-takahata

Sutradara Ghibli Isao Takahata Meninggal Dunia

Dunia anime kembali berduka. Sutradara kesohor Isao Takahata meninggal dunia. Ia merupakan otak di balik Grave of the Fi.. more

00 d infinity war

Review Avengers: Infinity War – Lubang Hitam Penuh Emosi

Avengers: Infinity War lebih dari sekedar film crossover superhero Marvel yang menegangkan dan menghibur; namun juga pen.. more

(kebuncerita.blogspot.co.id)

5 Urban Legend Terseram di Pulau Jawa

Berbicara mengenai dunia mistis ataupun klenik, sudah tentu Indonesia termasuk negara yang amat sangat kental mempercaya.. more

(CIAYO Comics)

Darwin Si Raja Kera. Siapa Sih Dia?

Hai Guys! CIAYO Comics kedatangan komik baru nih. Komik ini adalah hasil kerja bareng Danar dan Nyoenyo. .. more