Selalu Berlatar Perang Dunia 2: Apakah Latar Non Perang Dunia 2 Memang Kurang Komersil Untuk Dijadikan Latar Game Perang?

3 months ago
Call of Duty: WW II (sumber: Kotaku)

Kalau kalian perhatikan secara seksama, semenjak kepopularitasan masiv yang didapatkan Medal of Honor (1999), hampir sebagian besar game-game perang yang dirilis setelahnya, juga turut menerapkan Perang Dunia 2 (PD 2) sebagai latar game-nya.

Call of Duty (COD) dan Battlefield adalah dua contoh franchise sekaligus rival yang juga menerapkan konsep latar tersebut.

Bahkan khusus untuk COD, setelah 9 tahun tidak merilis game berlatar PD 2 (Call of Duty: World at War, 2008), pada tanggal 3 November 2017 lalu, franchise yang kerap di-publish oleh Activision ini, kembali menggunakan latar perang legendaris tersebut untuk seri terbaru mereka: Call of Duty: WW II.

Melihat hal ini, tak pelak kita pun menjadi bertanya, “Mengapa selalu Perang Dunia 2? Apakah latar non PD 2 memang kurang menarik atau bahkan, kurang komersil untuk dijadikan latar (backstory) game-nya?”

Battlefield 3 (sumber: tapatalk)

Battlefield 3 (sumber: tapatalk)

Well, kalau kita mau berbicara dari sisi menarik atau tidak, tentunya ini adalah sisi yang lumayan subyektif. Pasalnya masing-masing dari kita pastinya memiliki selera yang berbeda-beda bukan?

Mungkin bagi saya latar PD 2 memang jauh lebih keren. Tapi bagi kalian, mungkin Perang Vietnam atau Perang fiktif futuristik, jauh lebih oke untuk dijadikan latarnya.

Akan tetapi kalau kita mau berbicara dari sisi komersialitas, sudah terbukti sekali, bahwa lumayan banyak game non PD 2 yang sudah dirilis yang notabenenya, sama atau bahkan lebih sukses dari game-game berlatar PD 2 kebanyakan.

Kita ambil contoh saja Battlefield 3 (2011). Seri ketiga dari rival franchise COD ini, mengambil kisah latar perang fiktif tahun 2014. Terlepas fiktif, namun faktanya total jumlah pre-order game ini kala itu, sukses mencapai hampir 3 juta unit.

Jumlah tersebut, menurut pihak publisher, Electronic Arts (EA), merupakan jumlah pre-order terbesar di dalam sejarah perusahaan mereka. Hingga 29 Juni 2012, Battlefield 3 sukses terjual hingga 15 juta kopi di seluruh dunia.

Call of Duty: Advanced Warfare (sumber: Call of Duty)

Call of Duty: Advanced Warfare (sumber: Call of Duty)

Contoh game perang berlatar modern lain yang juga tidak kalah komersil dan pastinya tidak boleh tidak untuk disebutkan disini adalah, Call of Duty: Advanced Warfare (2014).

Game berlatar super modern (futuristik malah) yang memasang nama-nama aktor atau dubber top seperti: Khary Pyton (The Walking Dead), Troy Baker (Batman: Arkham Origins) dan Kevin Spacey (American Beauty) ini, sangatlah hits baik di mata kritik maupun di neraca keuntungan.

Saking suksesnya, game ini pun berhasil dinobatkan sebagai Top Selling Game at U.S Retail di tahun 2014. Oke, mungkin sebagaian dari kalian beranggapan bahwa kesuksesan yang didapat oleh Advanced Warfare ini dikarenakan nama-nama aktor top tersebut di dalamnya.

Namun nyatanya, secara gameplay dan storyline, game ini memang sangat keren banget. Makanya sekali lagi tidak heran, apabila Advanced Warfare bisa sukses besar di pasaran.

Battlefield 1 (sumber: pixelcake.nl)

Battlefield 1 (sumber: pixelcake.nl)

Lalu sekarang bagaimana dengan game perang non PD 2, tapi yang juga terjadi di zaman baheula ? Apakah ada game demikian yang juga sukses seperti game perang berlatar modern?

Apakah kalian pernah mendengar game berjudul: Conflict: Vietnam (2004) dan Battlefield 1 (2016)? Yap, pastinya kalian sudah tahu banget dengan kedua game ini. Yang satu game berlatar Perang Vietnam dan yang satu, berlatar di Perang Dunia 1.

Rasanya saya tidak perlu repot-repot lagi menjelaskan secara detail apakah kedua game tersebut memiliki nilai komersialitas yang tinggi atau tidak. Karena sudah sangat jelast apabila game sudah dikenal banyak orang, maka sudah pasti game tersebut memiliki nilai komersialitas yang tinggi.

Nah, berdasarkan beberapa contoh tersebut, maka jelaslah bahwa latar non PD 2, tidaklah kalah komersil dan kerennya untuk dijadikan latar game perang. Lalu kalau demikian, mengapa developer-developer game seakan masih belum bisa “move-on” dari Perang yang terjadi di awal hingga pertengahan 40an tersebut?

Tentara Perang Dunia 2 (sumber: SAGU)

Tentara Perang Dunia 2 (sumber: SAGU)

Memang apabila dibandingkan dengan perang-perang real-life lainnya, PD 2 jauh lebih terkenal baik dari segi nama maupun dari seluruh atributnya. Tapi bukan itu saja alasannya disini.

Alasan lain mengapa game-game perang masih setia menggunakan perang yang identik dengan sosok Adolf Hitler ini sebagai latarnya, juga dikarenakan fakta bahwa perang ini memanglah merupakan perang yang memiliki dampak super signifikan bagi seluruh tatanan dunia.

Hampir seluruh negara di dunia saling bekerjasama untuk menundukkan kecongkakan Jerman pada saat itu. Indonesia, walau tidak secara langsung ikutan perang dengan negara lain, bisa dibilang juga terkena imbas dari perang global ini kala itu.

Apa imbasnya? Penjajahan Jepang selama 3 tahun dari tahun 1942-1945 yang mana seperti kita tahu, berakhir dengan pendeklarasian kemerdekaan Republik kita tercinta ini pada tanggal 17 Agustus 1945.

Call of Duty: WW II (sumber: VG247)

Call of Duty: WW II (sumber: VG247)

Sehingga berdasarkan argumen-argumen di atas dan fakta bahwa hingga detik ini, Call of Duty: WW II, masih mendapatkan respon positif, maka saya yakin bahwa game perang berlatar PD 2, ke depannya masih akan terus ada. Tak pedul, seberapa banyaknya game-game perang berlatar non PD 2 yang ada nantinya.

Menurut kalian gimana? Game bertemakan Perang Dunia 2 manakah yang menjadi favorit kalian ? Silahkan sampaikan pendapat, ya!

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Sumber gambar: iromegane.com

Mamemaki Setsubun, Ritual Pengusir Setan dan Kesialan Sebelum Musim Semi Tiba di Jepang

Setsubun akan memiliki apa yang dinamakan “Mamemaki”. Ritual ini hampir mirip seperti ritual “Melempar Jumrah” d.. more

00 d sutradara unik

Wow! 6 Sutradara Ini Ternyata Punya Ciri Khas Unik di Setiap Karyanya

Setiap sutradara nggak hanya mengarahkan film dari awal sampai akhir, namun juga memberikan sentuhan unik yang membuat f.. more

The Kasuaris – Episode 6: Si Cantik Vivi Kasuari

Hello, I’d like to introduce myself to you guys and gals, my name is Vivi Kasuari... more

Festival Mesin Waktu

Naik Mesin Waktu Bersama Generasi 90an

Bro sis yang ngaku generasi 90an, gimana rasanya kalau diajak nostalgia ke jaman dulu nih? Masih ingat gak kira-kira keb.. more

00-daisuki-d

Nostalgia Anime 90-an di Daisuki! Japan Festival 2018

Daisuki! Japan Festival 2018 adalah event Jejepangan yang bisa membangkitkan rasa nostalgia kamu dengan anime 90-an!.. more