Sering Digunakan Sebagai Caption, Tere Liye Larang Netizen Gunakan Quotes-nya

2 years ago
Tere Liye

Penggunaan caption sebagai pelengkap konten kita di media sosial kayaknya sekarang udah menjadi hal yang penting. Rasanya gak lengkap kalau postingan kita gak ada caption-nya. Ide pembuatan caption ini bisa dari mana saja. Curahan hati, tulisan dari buku sampai mengutip kalimat seseorang.

Belakangan ini, caption yang digunakan masyarakat Indonesia pada akun pribadi media sosial mereka diambil dari quotes dari Fanpage Facebook salah satu penulis ternama Indonesia, Tere Liye. Namanya juga penulis, jadi gak aneh kalau tulisannya sanggup menginspirasi para pembaca. Ibaratnya nih, tulisan Tere Liye sesederhana apapun itu udah bisa mewakili perasaan masyarakat.

Sayangnya, beberapa hari yang lalu media sosial sempat dihebohkan oleh salah satu postingan Tere Liye di Fanpage Facebook-nya.

Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter

Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter

Ternyata hal ini disebabkan oleh keresahannya terhadap masyarakat yang selalu menggunakan quotes-nya untuk pelengkap postingan di media sosial. Menurutnya banyak sekali postingan yang tidak nyambung dengan maksud dari quotes yang sudah dikutip.

Banyak orang yang mengunggah foto selfie, momen makan bersama teman dan sebagainya lalu mencomot quote dari Tere Liye seperti “Inilah hidupku, dst dst – Tere Liye” sebagai caption. Tere Liye menganggap orang-orang yang melakukan hal itu seperti pamer namun bersembunyi dibalik kalimat sederhana. Seakan-akan mereka tidak melakukan apa-apa.

Namanya juga media sosial, netizen yang mulia, langsung ramai memberi komentar. Dari mulai pro dan kontra, semua ada. Kebanyakan menilai kalau apa yang sudah ditulis di media (dalam hal ini Facebook) harusnya sudah menjadi milik bersama. Penulis sudah bukan pemegang kekuasaan lagi.

Sesuatu yang ditaruh di media sosial sudah lumrah jadi bahan konsumsi masyarakat. Kalau gak mau dipakai orang lain ya jangan di taruh. Bahkan ada yang sampai mempermasalahkan gambar dari cover Fanpage Facebook Tere Liye .

Tulisannya sih “Menulis Adalah Berbagi” tapi kok giliran sudah digunakan malah marah? Gimana ya? (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Tulisannya sih “Menulis Adalah Berbagi” tapi kok giliran sudah digunakan malah marah? Gimana ya? (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Banyak yang bilang kalau cover Fanpage Facebook dari Tere Liye tidak mencerminkan apa yang dia tulis selama ini. Memang Tere Liye di media sosial lebih dikenal dengan kata-katanya yang bijak namun juga menusuk di satu waktu. Gak heran kalau komentar-komentar “nyinyir” berdatangan.

Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter

Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter

Gimana tanggapannya? (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Gimana tanggapannya? (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Mba ini sepertinya emosi sekali. (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Mba ini sepertinya emosi sekali. (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Gak cuma mempermasalahkan cover Fanpage Facebook aja, tapi bahkan sampai pemakaian nama pena Tere Liye pun jadi ikut disinggung karena kejadian ini.

Hem, kira-kira gimana nih, Mas Tere Liye? (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Hem, kira-kira gimana nih, Mas Tere Liye? (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Oh iya, bro sis yang belum tau, Tere Liye itu adalah nama pena dari Om Darwis. Walaupun terdengar seperti nama seorang wanita, Tere Liye sebenarnya adalah sosok laki-laki sederhana. Dibalik kata-katanya yang terkadang menusuk, Tere Liye sampai saat ini sudah mempunyai 28 judul buku. Keren banget ya, bro sis! Gak heran kalau beliau sangat “menjaga” tulisannya. Tere Liye bahkan masih sempat untuk menyindir orang-orang yang merasa tesinggung dengan tulisannya di Facebook lewat salah satu bukunya yang berjudul “Negeri Para Bedebah”.

Sumber: www.facebook.com/tereliyewriter/

Sumber: www.facebook.com/tereliyewriter/

Gak cuma kontra aja kok, banyak juga netizen yang setuju dengan pesan dari Tere Liye. Mereka paham walaupun kata-katanya tajam tapi Tere Liye hanya tidak ingin menjadi salah satu faktor buruk untuk masyarakat.

Bijak sekali ya tanggapannya (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Bijak sekali ya tanggapannya (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter

Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter

Yah, intinya kita jangan jadi generasi micin ya, bro sis. Kita juga harus bisa bijak dalam memakai konten apapun di media sosial. Sebebas apapun konten itu, kadang ada semacam “hak cipta” yang melindungi. Dan pastinya bro sis harus pintar-pintar posting sesuatu agar isinya sesuai dengan yang dimaksud, ya.

Hmm, sangat Tere Liye sekali, ya. (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Hmm, sangat Tere Liye sekali, ya. (Sumber: Fanpage Facebook @tereliyewriter)

Nah, tapi kalau untuk kejadian ini kira-kira bro sis mendukung Tere Liye atau gak? Menurut bro sis bener gak sih Tere Liye? Atau bener kata netizen kalau apa yang ada di media sosial sudah jadi “milik semua orang” alias bebas digunakan? Atau bro sis ditengah-tengah aja? Mendukung Tere Liye tapi juga meminta dia untuk lebih halus dalam menyampaikan sesuatu?

About Author

Chika

Chika

"I'm a bowling pin, even when I fall, I'll always stand back up" - Jay Park

Comments

Most
Popular

youtube.com

Fans Membuat Petisi Untuk Me-Remake Film Star Wars: The Last Jedi; Perlu Atau Tidak?

Petisi yang menuntut remake The Last Jedi demi menebus karakter.. more

Sumber gambar: asahi.com

Menggambar Manga Jadi Metode Rehabilitasi Tahanan Penjara di Jepang Loh!

Menggambar manga sebagai metode rehabilitasi tahanan penjara?.. more

Semakin minimnya angka kelahiran di Jepang (Sumber: Reuters.com)

Mengapa Angka Kelahiran Jepang Semakin Menurun Tiap Tahunnya?

Data pemerintah di tahun 2016 menunjukkan hanya  976,979 bayi yang lahir di Jepang, angka kelahiran yang kurang dari sa.. more

Google Play Indonesia Games Contest 2017

Final Google Play Indonesia Games Contest berlangsung pada Rabu, 26 April 2017 yang bertempat di The Warehouse, Plaza In.. more

Ataribox. Console terbaru dari Atari yang mencoba mencari momentum. Sumber gambar: techradar.com

Ataribox: Usaha Sia-Sia Atari Di Persaingan Sengit Console Masa Kini?

Atari. Pada masanya dulu, merk ini sangat berkuasa di jagat video game dunia. Jauh sebelum dunia video game yang kini.. more