Mamemaki Setsubun, Ritual Pengusir Setan dan Kesialan Sebelum Musim Semi Tiba di Jepang

7 months ago
Sumber gambar: iromegane.com

Setiap kultur punya sebuah kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun selama bergenerasi-generasi. Hal ini berlaku di kebudayaan mana saja dan berlangsung ratusan (bahkan ribuan) tahun lamanya. Beberapa bahkan sudah termasuk sebuah kepercayaan yang berhubungan dengan tradisi keagamaan.

Jepang punya banyak kebiasaan kultural yang unik. Salah satunya dinamakan “Setsubun 節分 ”.

Setsubun Matsuri. Sumber gambar: wawaza.com

Setsubun Matsuri. Sumber gambar: wawaza.com

Setsubun adalah “pembagian musim” yang terjadi sehari sebelum dimulainya hitungan musim semi di Jepang. Jika dalam sistem penanggalan kalender Gregorian, Setsubun terjadi pada tanggal 3 Februari dan dimasukkan dalam bagian “Haru Matsuri” atau Festival Musim Semi.

Setsubun merupakan ritual seru dan unik serta memiliki makna khusus. Setsubun akan memiliki apa yang dinamakan “Mamemaki”. Ritual ini hampir mirip seperti ritual “Melempar Jumrah” di ibadah haji muslim, yang me-representasikan aksi melempar setan.

Mamemaki. Sumber gambar: jpninfo.com

Mamemaki. Sumber gambar: jpninfo.com

Melempar Jumrah. Sumber gambar: bmtfastabiq.co.id

Melempar Jumrah. Sumber gambar: bmtfastabiq.co.id

Mamemaki mulai jadi budaya di Jepang sejak era Muromachi; era dimana penggunaan Kotatsu jadi mainstream ke seluruh Jepang [Sejarah Kotatsu dan Kepopulerannya, Meja dengan Penghangat Khas Rumah di Jepang]. Ritual Mamemaki bertujuan untuk menyingkirkan Oni/setan/ogre jahat dari dalam rumah.

Aktor memerankan Oni di Setsubun. Sumber gambar: japan-magazine.jnto.go.jp

Aktor memerankan Oni di Setsubun. Sumber gambar: japan-magazine.jnto.go.jp

Jadi di mamemaki ini, seseorang berpenampilan seperti Oni (lengkap dengan topeng Oni dan pentungan gede mereka) akan berusaha masuk ke dalam rumah dan penghuni rumah akan menimpukinya dengan kacang kedelai panggang (disebut fuku mame 福豆 alias kacang keberuntungan) sambil berteriak: “Oni wa soto! Fuku wa uchi! 鬼は外!福は内!Setan pergi sana keluar! Keberuntungan silakan masuk!”

Mamemaki yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Sumber gambar: sv.wasa-bi.com

Mamemaki yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Sumber gambar: sv.wasa-bi.com

Gokil yah, bro sis? Biasanya yang berperan sebagai Oni di suatu rumah adalah sang ayah dan bersama anggota keluarga yang memiliki shio/zodiak yang sesuai dengan penanggalan kalender Lunar tahun berjalan (tahun 2018 adalah tahun shio/zodiak Anjing). Mereka akan berpenampilan seperti Oni, dengan memakai topeng wajah Oni, dan anggota keluarga lainnya akan melempari dengan fuku mame alias kacang kedelai panggang keberuntungan.

Ini sedikit mirip seperti misalnya di kebudayaan Barat dimana seorang ayah memerankan karakter Santa Claus untuk menyenangkan keluarganya di malam Natal.

Seorang ayah akan melakukan apa saja demi keluarganya? Sumber gambar: youtube.com

Seorang ayah akan melakukan apa saja demi keluarganya? Sumber gambar: youtube.com

Di malam Setsubun, wilayah Kansai Jepang punya kebiasaan unik yaitu makan sushi roll yang dinamakan “eho-maki 恵方巻 ” untuk keberuntungan. Kebiasaan ini kini mulai diterapkan pula di wilayah Kanto berkat kepintaran promosi dan marketing supermarket penjual eho-maki. Eho-maki sendiri berupa sushi roll berbentuk panjang yang berisi tujuh bahan yang mewakili Tujuh Dewa Keberuntungan atau “Shichifukujin”. Isian sushi dimaksudkan mewakili kesehatan yang baik, kebahagiaan serta kemakmuran. Dan semuanya digulung menjadi satu untuk menjadi keberuntungan.

Eho-maki. Kelihatan enak banget! Sumber gambar: ryumeikan-honten.jp

Eho-maki. Kelihatan enak banget! Sumber gambar: ryumeikan-honten.jp

Eho-maki berbentuk panjang (mirip tapi tidak persis sama) seperti “Lemang Bambu Sumatera”. Memakannya tidak dipotong kecil-kecil seukuran sushi standard alias dimakan bulat-bulat sepanjang eho-maki nya. Memotongnya konon akan ikut memotong keberuntungan yang diwakili oleh eho-maki. Memakannya juga disarankan tanpa berbicara dan menghadap arah mata angin keberuntungan yang terjadi tahun berjalan. Untuk tahun 2018 arah mata angin keberuntungan ada di Selatan-Tenggara.

Pernah nyobain Lemang Bambu Sumatera belum, bro sis? Enak banget! Sumber gambar: lifestyle.okezone.com

Pernah nyobain Lemang Bambu Sumatera belum, bro sis? Enak banget! Sumber gambar: lifestyle.okezone.com

Selain di rumah, Setsubun juga dilakukan di kuil. Seperti misalnya di Kuil Sensoji, Asakusa – Tokyo. Anak-anak TK di sekitar wilayah kuil akan datang beramai-ramai dengan guru mereka ke kuil untuk mengikuti ritual mamemaki. Sekitar jam 10 pagi, akan muncul Oni yang seram dan mendatangi mereka (tentu saja “Oni” tersebut bukan setan beneran tapi aktor yang disewa pihak kuil untuk acara mamemaki). Mereka akan menimpuki Oni tersebut dengan fuku mame sampai Oni-nya kabur ketakutan. Kemudian para murid TK ini akan bernyanyi bersama merayakan kemenangan mereka atas Oni yang jahat.

Bersiap-siap menghadapi Oni dengan fuku mame di tangan. Sumber gambar: notesofnomads.com

Bersiap-siap menghadapi Oni dengan fuku mame di tangan. Sumber gambar: notesofnomads.com

Kyaa~! Oni-nya muncul! Ayo timpuk dia pakai fuku mame! Sumber gambar: notesofnomads.com

Kyaa~! Oni-nya muncul! Ayo timpuk dia pakai fuku mame! Sumber gambar: notesofnomads.com

Fun fact: Seruan untuk mengusir Oni saat mamemaki tidak selalu berupa “Oni wa soto! Fuku wa uchi! 鬼は外!福は内!Setan pergi sana keluar! Keberuntungan silakan masuk!”. Seperti misalnya di kota Aizuwakamatsu Prefektur Fukushima (prefektur yang terkenal dengan pembangkit listrik nuklir yang jadi bermasalah saat gempa besar Tohoku tahun 2011). Di Aizuwakamatsu, seruan yang digunakan adalah “Oni no medama buttsubuse! 鬼の目玉ぶっつぶせ!Bikin buta setannya!” Seram juga yah, bro sis?

Walau seruannya beda tapi tujuannya sama. Sumber gambar: quest-for-japan.com

Walau seruannya beda tapi tujuannya sama. Sumber gambar: quest-for-japan.com

Setsubun, secara teknis, tidak termasuk dalam kalender Jepang sebagai hari besar/libur nasional (tidak seperti misalnya Hari Ulang Tahun Kaisar atau Golden Week). Tapi Setsubun dan tradisi mamemaki-nya merupakan event/hari yang penting di Jepang dan dirayakan di semua tempat, baik di Kansai maupun Kanto. Karena hanya berlangsung sehari setiap tahun maka Setsubun merupakan atraksi pariwisata yang tidak boleh dilewatkan untuk turis yang sedang mengunjungi Jepang di bulan February. Bro sis yang ketinggalan melihat Setsubun dengan mamemaki-nya tahun ini terpaksa harus menunggu hingga setahun lagi untuk merasakan sensasi melempari Oni, makhluk astral Jepang, dengan kacang kedelai panggang.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-nana-tanpa-suara

Nana Tanpa Suara: Suka-duka Gadis Tuna Rungu di Pedesaan

Nana Tanpa Suara mengisahkan Nana, gadis tuna rungu sejak lahir. Dia juga seorang berambut gimbal yang dianggap pembawa .. more

00-d-noyer-van-java

Jelajahi Bandung Post Apocalypse Dalam Noyer Van Java

Penasaran gimana jadinya kalau kota kembang Bandung bertahan dari musibah global? Jelajahi kota Bandung di masa post apo.. more

Sumber gambar: redbull.com

Mengenal Lima Dewa Fighting Game Community Jepang

Komunitas FGC, atau Fighting Game Community, merupakan suatu komunitas gamers populer. Tapi sebenarnya apa itu FGC?  Si.. more

CIAYO Games Sambangi Agate Studio. Ada Apa Ya?

Beberapa waktu lalu, Tim CIAYO Games berkunjung ke Agate Studio. Nggak hanya sharing session, CIAYO Games dan Agate Stud.. more

00-m-amaki-sally

Amaki Sally, Idol Jepang Yang Tingkahnya Nggak Kayak Idol

Amaki Sally adalah idol dari grup 22/7 bentukan Yasushi Akimoto. Ia blasteran Amerika, imut, dan ternyata kebanyakan mai.. more