Sisi Gelap Harajuku Style Yang Mengejutkan: Yami Kawaii Fashion Sebagai ‘Coping Mechanism’ Keinginan Bunuh Diri

5 months ago
Sumber: YouTube

Oleh: @HarryRezqiano

Jepang sebagai negara maju sekalipun juga punya permasalahan sosial yang kompleks. Yang boleh dibilang lebih sulit ketimbang negara-negara maju lain.

Selain masalah rendahnya angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir, negara Asia Timur satu ini juga punya masalah sosial serius. Yaitu tingginya angka bunuh diri di antara penduduk Jepang. Hal ini bahkan sempat “makan korban” seorang YouTuber populer  karena menganggap enteng kondisi yang berhubungan dengan bunuh diri. Bukan sebuah lelucon atau bahan bercanda, kasus bunuh diri merupakan sebuah masalah kesehatan mental yang sayangnya sering terlambat untuk ditangani. Jika ditangani sejak dini, keinginan ataupun tendensi untuk bunuh diri bisa dicegah.

Tapi tahuk gak sih, salah satu ‘coping mechanism’ alias mekanisme penanganan keinginan bunuh diri dapat dilakukan melalui fashion?

Perkenalkan “Yami Kawaii 病みかわいい ”, sebuah trend fashion subculture “Harajuku Style” yang sebelumnya sudah lebih dulu dikenal seantero dunia.

Yami Kawaii. (Sumber: YouTube)

Yami Kawaii. (Sumber: YouTube)

Yami Kawaii adalah fashion style yang merepresentasikan sebuah kondisi depresi dan atau masalah kesehatan kejiwaan dalam balutan tampilan imut. Jika dicari padanannya, mungkin Yami Kawaii style bisa dibilang mirip dengan Emo style yang populer di negara Barat. Bedanya Yami Kawaii masih memperlihatkan sebuah sisi imut; sesuatu yang sering tidak terjadi di Emo style yang menekankan sisi gothic suram.

Style fashion Emo. Sumber: rebelcircus.com

Style fashion Emo. (Sumber: rebelcircus.com)

Yami Kawaii menggunakan tema gelap, condong ke motif-motif yang menimbulkan citra ‘sakit’ seperti masker serta jarum suntik atau malah yang seperti ‘grotesque’ yaitu tindik dan bekas luka pada pemakai gaya busana ini.

Sumber: YouTube

Sumber: YouTube

Jangan sampai salah pemahaman dengan “Yume Kawaii ゆめかわいい ”, ya! Yume Kawaii atau ‘Dreamy Cute’, merupakah style girly yang penuh keceriaan, warna-warna pastel yang fuwa-fuwa alias lembut. Intinya sebuah kesegaran. Konon istilah “Yume Kawaii” dipopulerkan oleh mantan member grup BiS, Ichigo Rinahamu, yang memproklamasikan dirinya sebagai “Putri Strawberry”.

Ichigo Rinahamu. (Sumber: ueno403.wordpress.com)

Ichigo Rinahamu. (Sumber: ueno403.wordpress.com)

Jadi tunggu, apa hubungan antara gaya-gaya fashion ini dengan masalah bunuh diri di Jepang? Dengan Yume Kawaii style memang tidak ada. Tapi Yami Kawaii punya hubungan dengan masalah sosial tersebut.

Seorang selebgram Jepang KUUA / @kuua_oyasumi yang merupakan ‘influencer’ gaya fashion Yami Kawaii ini menjelaskan kalau trend Yami Kawaii bisa dibilang dimulai oleh seorang seniman manga dan pebisnis apparel, Bisuko Ezaki. Ezaki pula yang menciptakan ‘maskot tidak resmi’ Yami Kawaii style yaitu Menhera-chan atau “Mental Health”.

Selebgram Yami Kawaii populer Jepang. (Sumber: YouTube)

Selebgram Yami Kawaii populer Jepang. (Sumber: YouTube)

Bisuko. Pebisnis Yami Kawaii fashion. (Sumber: YouTube)

Bisuko. Pebisnis Yami Kawaii fashion. (Sumber: YouTube)

Di masa lalu, Ezaki kerap mendapatkan ‘verbal abuse’ atau pelecehan lewat kata-kata yang dilakukan kakek-neneknya sendiri sehingga dia depresi dan berkeinginan untuk mengakhiri hidup. Namun syukurnya dia mengalihkan keinginan tersebut ke bentuk lain yaitu desain. Dia mendesain karakter yang merepresentasikan ‘mental health problem’. Hal ini terlihat jelas dari desain Menhera-chan ciptaannya yang berbalut perban di pergelangan (penutup bekas sayatan nadi percobaan bunuh diri), cutter dan ekspresi suram yang dimiliki karakter tersebut. Namun Menhera-chan dibuat dengan desain imut/cute alias kawaii, sehingga menjadi sebuah antitesa. Menakutkan, suram, namun imut.

Menhera-chan. (Sumber: YouTube.com)

Menhera-chan. (Sumber: YouTube.com)

Representasi Yami Kawaii.(Sumber: YouTube.com)

Representasi Yami Kawaii.(Sumber: YouTube.com)

“Orang Jepang melihat masalah kejiwaan seperti luka, namun hanya dianggap sebagai pertanda kelemahan. Saya berusaha mengubah citra penyakit atau masalah kejiwaan tanpa mengurangi makna asli. Jadi saya gunakan hal-hal buruk dan negatif yang berasal dari masalah kejiwaan, kesedihan ataupun kegelapan di dalam masalah itu, dan membuatnya imut sehingga tidak lagi berkesan menakutkan ataupun sebuah kelemahan.” terang Bisuko Ezaki saat mencoba menerangkan ‘apa sebenarnya esensi dari desain Menhera-chan dan Yami Kawaii’

Ezaki juga mengatakan kalau menggambar Menhera-chan dan melakukan semua yang berhubungan dengan Yami Kawaii adalah metode penanganan diri (self coping mechanism) terapi jiwa untuknya sendiri agar tidak lagi memiliki keinginan bunuh diri. Tapi saat ini, terapi tersebut juga berkembang menjadi sebuah bisnis fashion (walau dia tetap menganggap semua yang terjadi sebagai bagian terapi untuk dirinya sendiri).

Selain KUAA, seorang model dan blogger bernama Hanayo juga sering diposisikan sebagai ‘spoke-person’ dari trend fashion Yami Kawaii Harajuku ini. Hanayo sudah sejak lama punya tendesi untuk melakukan bunuh diri. Dia bahkan menganggap kelahirannya adalah sebuah kesalahan. Salah satu mekanisme penanganan diri yang dia lakukan untuk mengendalikan keinginan bunuh diri (selain aktif di fashion Yami Kawaii) adalah dengan nongkrong di Neko Café alias café kucing. Di Jepang café dengan tema khusus bukanlah hal asing .

Pegiat Yami Kawaii fashion. (Sumber: YouTube)

Pegiat Yami Kawaii fashion. (Sumber: YouTube)

Bagi Hanayo, aktif di Yami Kawaii fashion scene merupakan salah satu bentuk terapi untuk dirinya sendiri agar selalu dalam kondisi stabil dan tidak memiliki keinginan untuk bunuh diri; karena buat dia keinginan tersebut belum sepenuhnya hilang dari dalam diri. Jadi dengan menyibukkan diri di hal yang menyenangkan jiwa seperti fashion dan café kucing, dia akan jadi terlalu sibuk untuk memikirkan soal bunuh diri.

Nongkrong di café kucing untuk rileks. (Sumber: YouTube)

Nongkrong di café kucing untuk rileks. (Sumber: YouTube)

Membicarakan secara terbuka tentang perasaan, tekanan maupun keinginan emosi negatif seperti bunuh diri merupakan hal terbaik ketimbang menyimpannya sendiri; walau budaya di Jepang masih meng-kategorikan hal ini sebagai tabu karena dianggap memalukan mengingat kuatnya jiwa Samurai yang jadi kebanggaan kebudayaan mereka (yang sudah berusia ratusan tahun). Padahal dengan membicarakan hal-hal berat seseorang diharapkan dapat mencari, menilai dan mendapatkan jalan terbaik untuk menyelesaikan hal-hal berat tadi.

Bunuh diri tidak akan pernah menjadi jawaban terbaik untuk penyelesaian masalah. Sebaliknya, yang terjadi adalah rentetan masalah baru. Bagian terburuknya adalah masalah itu menjadi masalah orang-orang yang ditinggalkan. Jadi carilah pertolongan saat menghadapi permasalahan. Perbanyak kehidupan sosial. Jika kalian punya opini atau pengalaman seputar topik kali ini, tag saya di komentar kalian, ya! Stay Positive!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

[LIPUTAN] Kemeriahan Indonesia Comic Con 2017

Siapa yang tidak tahu Comic Con, pameran pop culture yang sudah dihelat di berbagai negara ini diselenggarakan juga di I.. more

00-d-tips-gacha

7 Tips Bermain Gacha Mobage dengan Aman

Bermain gacha di mobage memang mengasyikkan, tapi kalau kebablasan bisa merugikan. Berikut adalah tips gacha yang nggak .. more

Heboh Langit Berpetir di Instagram Marcelino, Ini Penjelasannya

Lama vakum dari layar kaca, aktor berbadan tegap Marcelino Lefrandt tetap berkiprah di dunia hiburan. Namun, kini ia leb.. more

Sony Playstation (sumber: Upload VR)

Sony Playstation: Masih Berjaya Di Puncak Industri Gaming Console, Akankah Kejayaan Console Sejuta Umat Ini Tumbang Juga Nantinya?

Tidaklah dipungkiri bahwa semenjak console Playstation dirilis pada tanggal 3 Desember 1994, Sony Playstation, langsung .. more

00-d-disorder

Disorder: Menelisik Sisi Gelap Sebuah Obsesi

Disorder menyajikan kumpulan kisah gelap dari mereka yang tidak dapat mengenali diri sendiri dan menginginkan pelampiasa.. more