Smartwatch: Masihkah Mereka Relevan Untuk Dibeli?

4 months ago
Sumber gambar: wareable.com

Saya cukup yakin kalau ada diantara bro sis sekalian ada yang memiliki dan menggunakan smartwatch dalam kegiatan sehari-hari. Entah itu untuk platform iOS ataupun Android. Normalnya penggunaan smartwatch mengharuskan proses pairing dengan smartphone yang sesuai sebelum bisa mulai digunakan.

Pemakaian dan kegunaan smartwatch juga tergantung kecanggihan teknologi yang dia usung. Secara otomatis dan default, sebuah smartwatch melakukan hal-hal yang juga dilakukan oleh smartphone, dalam versi yang lebih sederhana tentunya. Ini termasuk membaca pesan teks, melihat jadwal, sampai menjawab panggilan telepon. Semua hal, termasuk tentunya hal dasar dari sebuah jam tangan seperti menunjukkan waktu, dapat dilakukan pemakai smartwatch melalui pergelangan tangannya. Sangat memudahkan.

Ex-President Obama juga pernah menggunakan smartwatch Fitbit. Sumber gambar: qrcodepress.com

Ex-President Obama juga pernah menggunakan smartwatch Fitbit. Sumber gambar: qrcodepress.com

Sebuah smartwatch biasanya akan memiliki layar berteknologi tinggi dengan jenis layar backlit LCD atau OLED. Tak hanya layar keren, sebuah smartwatch juga dibarengi hal-hal lain yang berguna seperti layar sentuh, baterai rechargable, thermometer, accelerometer, pedometer (pengukur jarak dan jumlah langkah kaki), pengukur detak jantung, kompas, altimeter, sampai GPS untuk penanda peta. Benda sekecil itu dijejali berbagai hal dan teknologi sehingga menyandang gelar “smart” yang menunjukkan kepintarannya dalam melakukan banyak hal.

Disebut jam pintar karena memang pintar. Sumber gambar: digitaltrends.com

Disebut jam pintar karena memang pintar. Sumber gambar: digitaltrends.com

Tapi sebenarnya kapan smartwatch ini mulai dikenal luas?

Kalau mau ditarik mulai dari sejarah awal jam tangan digital, itu terjadi tahun 1972 dengan lahirnya “Pulsar” dari perusahaan jam tangan Swiss, Hamilton Watch Company.

Jam tangan digital pertama di dunia. Sumber gambar: pinterest.com

Jam tangan digital pertama di dunia. Sumber gambar: pinterest.com

Samsung membuat ‘jam telepon pertama di dunia’ tahun 1999 yang bernama SPH-WP10. Jam ini punya antena yang bisa ditarik memanjang, layar monokrom jenis LCD dan kemampuan bertelepon melalui mic dan speaker onboard-nya selama 90 menit. Pada masa itu tentunya ini sebuah kecanggihan teknologi.

Benda ini berfungsi sebagai telepon juga. Sumber gambar: tecmundo.com.br

Benda ini berfungsi sebagai telepon juga. Sumber gambar: tecmundo.com.br

Tahun 2013 lahir tiga jenis smartwatch yang cukup berpengaruh dan jadi berita penting saat itu yakni Samsung Galaxy Gear, Sony Smartwatch 2 dan Qualcomm Toq. Saat itu Android menjadi pilihan sistem operasi smartwatch dunia. Pilihan yang tepat karena era smartphone yang di dominasi oleh Android sehingga merupakan langkah strategis untuk menggunakan Android di smartwatch yang di-pairing dengan smartphone.

Sony Smartwatch 2. Sumber gambar: youtube.com

Sony Smartwatch 2. Sumber gambar: youtube.com

Apakah Apple dengan iOS nya tidak ikutan cari untung di pasar smartwatch?

Walau telat datang ke pesta, namun Apple juga ikut meramaikan pasar smartwatch dunia. Mereka meluncurkan Apple Watch tahun 2015. Smartwatch mereka panen kritikan saat diluncurkan, terutama di bagian daya tahan baterai dan malfungsi perangkat yang mengganggu. Namun fans Apple yang terkenal loyal [Alasan Mengapa Fans Apple  Sangat Loyal?] tetap berjubel memenuhi Apple Store dan membeli satu. Salah satu argumen mereka adalah Apple Watch bahkan bisa menandingi ekslusivitas jam tangah fashion keluaran brand-brand pembuat jam tangan seperti Seiko, Swatch, Emporio Armani, Tag Heuer, AP dan lainnya.

Saya fans Apple tapi menurut saya desain Apple Watch tidak menarik. Sumber gambar: apple.com

Saya fans Apple tapi menurut saya desain Apple Watch tidak menarik. Sumber gambar: apple.com

Tapi sepertinya smartwatch mulai mengalami ‘seleksi alam’.

Pabrikan teknologi seperti Pebble, Motorola dan bahkan Microsoft sudah menyatakan kalau mereka pensiun dari kompetisi pembuatan “wearable smart device” seperti smartwatch. Asus sedang mempertimbangkan diri untuk ikutan mundur dari persaingan dan hal ini jadi meninggalkan sedikit pemain smartwatch yang tersisa.

Apple Watch Series 3, Samsung Gear Sport, Fitbit Ionic dan Garmin Vivoactive 3 adalah sedikit dari yang tersisa itu.

Keempatnya memiliki fitur yang nyaris sama dan serupa seperti built-in GPS, sensor detak jantung, kemampuan streaming musik (kecuali Garmin), NFC untuk pembayaran sistem elektronik, tahan air hingga kedalaman 50 meter dan bahkan harga yang seragam di US$ 300 (kecuali Apple, yang pede menjual Apple Watch mereka di harga US$ 329).

Masihkah mereka relevan untuk dibeli saat ini?

Tentu saja tergantung kebutuhan dan budget di tangan. Jika bro sis pemakai iPhone, memiliki Apple Watch akan menjadi nilai tambah. Tidak hanya karena “cocok berpasangan dengan iPhone”, Apple Watch akan memudahkan pendataan kesehatan, kompatiblitas dengan Apple Pay (layanan NFC payment Apple) maupun streaming musik lewat Apple Music.

Apple Watch 3 masih mengusung desain yang tidak seksi. Sumber gambar: apple.com

Apple Watch 3 masih mengusung desain yang tidak seksi. Sumber gambar: apple.com

Sementara Samsung Gear Sport menggunaka OS Tizen made-in Samsung sendiri dan dirancang tangguh untuk kegiatan outdoor seperti menyelam.

Desain menarik mirip jam tangan konvensional. Sumber gambar: theverge.com

Desain menarik mirip jam tangan konvensional. Sumber gambar: theverge.com

Fitbit Ionic membanggakan daya tahan baterai mereka yang hingga 5 hari, walau itu masih belum se-impresif Garmin Vivoactive 3 yang baterainya bisa standby sampai 7 hari per sekali charge.

Fitbit Ionic. Sumber gambar: brookstone.com

Fitbit Ionic. Sumber gambar: brookstone.com

Garmin Vivoactive 3. Sumber gambar: dcrainmaker.com

Garmin Vivoactive 3. Sumber gambar: dcrainmaker.com

Dengan dua kategori besar, yaitu fitness atau fashion, smartwatch bisa menjadi aksesoris yang relevan bro sis gunakan untuk mendukung kegiatan. Apakah itu saat berolah raga dan beraktivitas di luar ruangan, maupun saat hangout bersosialisasi nongkrong bersama teman dan sahabat.

Pilihan ada di tangan bro sis sendiri. Dan rekening bank; karena US$ 300 cukup lumayan bikin kempes dompet untuk sebuah jam tangan walaupun dia pintar.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Karakter karangan Fujiko F Fujio (koi-nya.net)

Fujiko F Fujio, Ayah Doraemon

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali… Hayo…ada yang tahu lirik lagu salah satu k.. more

Comiket 92 (jurnalotaku.com)

“Comiket 92”, Ajang Bertemunya Para Cosplayer Jepang

Bro sis suka melihat Cosplayer? Atau malah suka Cosplay? Nah, mungkin bro sis bakal tertarik sama acara satu ini. Comic.. more

Knowl­edge speaks — Wis­dom lis­tens, Athens Greece 2016 (Sumber: wdstreetart.com)

Seniman Mural Asal Indonesia ini Berhasil Go International!

Nah, ternyata kalau ngomongin soa mural, Indonesia juga punya jagoannya loh. Buat para penikmat street art pasti pernah .. more

felice blanc

Felice Blanc Hadirkan Karakter Buatan Sendiri ke Dunia Nyata

Saat CIAYO Comics berpartisipasi di event Mangafest Mythophobia November lalu, Maria Megayanti (MM) dari tim CIAYO Blog .. more

Sumber: Meka Medina

Kami Mencoba Semua Game Tabrak Tiang Listrik Di Google Play! Mana Yang Terbaik?

Dari semua game tiang listrik ini, manakah yang paling keren?.. more