Sony Playstation: Masih Berjaya Di Puncak Industri Gaming Console, Akankah Kejayaan Console Sejuta Umat Ini Tumbang Juga Nantinya?

3 weeks ago
Sony Playstation (sumber: Upload VR)

Tidaklah dipungkiri bahwa semenjak console Playstation dirilis pada tanggal 3 Desember 1994, Sony Playstation, langsung melesat menjadi “raja” gaming console hingga detik ini.

Kesuksesan ini semakin menjadi lagi ketika console keduanya, Playstation 2 di akhir Desember 2012, tercatat sukses mencapai jumlah penjualan super fantastis, 155 juta unit di seluruh dunia yang alhasil, membuat console ini hingga kini, sukses menjadi gaming console dengan penjualan terbaik sepanjang masa.

Dan walaupun 2 console selanjutnya, Playstation 3 (PS 3) dan Playstation 4 (PS 4) hasil penjualan / kesuksesannya tidak seheboh dua console pertamanya tersebut, namun tetap saja keduanya memiliki prestatsi yang fantastis.

Kesuksesan-kesuksesan ini, semakin bertambah keren ketika baru-baru ini dirumorkan bahwasanya console ke-5 nya, Playstation 5 (PS 5), direncanakan rilis tahun 2020 mendatang.

Melihat Sony Playstation yang masih berada di puncak kesuksesan ini, tak pelak kita pun menjadi bertanya sendiri: Akankah kejayaan masiv yang sukses diraih selama hampir 3 dekade ini nantinya tumbang juga ?

Crash Bandiccot (sumber: kresnik258gaming)

Crash Bandiccot (sumber: kresnik258gaming)

Well, sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bahas dulu pertanyaan berikut ini: Kalau dipikir, sebenarnya hal apa yang membuat Sony Playstation begitu digandrungi oleh seluruh gamers hingga detik ini ?

Salah satunya mungkin karena daftar library game yang ngetop dan keren-keren. Mulai dari judul klasik seperti: Crash Bandicoot, Metal Gear Solid, Harvest Moon, ICO, Shadow of the Colossus hingga judul moderen seperti: Beyond Two Souls, God of War, The Last of Us, terbukti sekali sukses melejitkan kepopularitasan dari console ini.

Kratos di God of War 4 (sumber: lifo.gr)

Kratos di God of War 4 (sumber: lifo.gr)

Faktor lain yang membuat Sony Playstation masih terus berjaya hingga sekarang tentunya adalah tampilan grafis 3-D nya yang terus berevolusi dengan sangat gokilnya.

Saya masih ingat betul ketika game Final Fantasy 8 (1999) dirilis. Kala itu saya benar-benar terpukau dengan tampilan Full Motion Video (FMV) nya yang benar-benar seperti menyaksikan film animasi 3-D sekelas film-film animasi 3-D karya Pixar. Malah kalau boleh jujur, tampilan FMV game tersebut jauh lebih keren dari film-film Pixar tersebut.

Saya semakin terkejut lagi ketika beberapa tahun kemudian melihat tampilan grafis 3-D dari Ico (2001) dan Shadow of the Colossus (2005). Kekaguman saya semakin menggila ketika melihat tampilan grafis The Last of Us (2013) dan tentunya yang terbaru di PS 4, God of War 4 (2018).

Nah, kedua faktor tersebutlah yang bisa dibilang agak diacuhkan oleh 2 kompetitor besar Sony Playstation: Microsoft X-Box dan Nintendo yang mana akhirnya, membuat keduanya hingga kini masih terus berusaha mati-matian untuk bisa menurunkan PS dari tahtanya.

Oke mari kita kesampingkan Nintendo. Karena layaknya band rock independen (indie), Nintendo dari dulu, terlepas teknologi grafis game semakin menggila dan mereka sendiri telah merilis varian console, tetap saja Nintendo acuh untuk meningkatkan kualitas grafis mereka

Oke memang, mereka kini melalui Nintendo Switch sudah mulai menampilkan kualitas grafis 3D layaknya kedua kompetitor mereka ini. Tapi sekali lagi tetap saja secara keseluruhan dari dulu, Nintendo kerap berkutat untuk meningkatkan kualitas grafis 2 dan 2.5 D mereka.

Belum lagi library game mereka ya di sekitar Mario, Zelda dan berbagai franchise Nintendo saja. Kalaupun ada yang di luar itu, kebanyakan adalah yang bersifat interaktif (Wii Sports, Wii U) dan game yang memang dirilis di multi-console.

Oleh karenanya, gak heran, apabila console gaming senior ini, hingga kini, masih lumayan berjuang keras untuk tidak hanya menumbangkan Microsoft dan Sony, namun juga, tetap relevan di industri game zaman NOW.

Halo’s Master Chief (sumber: Wccftech)

Halo’s Master Chief (sumber: Wccftech)

Nah sedikit beda kasusnya dengan X-Box. Secara grafis, console milik Bill Gates ini, kerap bisa menyaingi tampilan grafis PS. Tapi kalau kita perhatikan secara seksama, tetap saja Sony selalu maju 1 langkah terlebih dahulu.

Sedangkan secara gaming library, oke memang mereka memiliki beberapa game keren trademark seperti: Gears of Wars, Forza dan tentunya Halo. Dan ya, ketiga franchise game ini juga sukses besar.

Tapi, kalau mau jujur disini, tetap saja secara keseluruhan library game X-Box, masih kalah jauh ngetop dan ikonik dengan yang dimiliki oleh PS. Tapi terlepas dari pernyataan ini, bukan berarti X-Box tidak memiliki kans untuk menumbangkan Sony Playstation. Malah bisa dibilang X-Box memiliki kans yang jauh lebih besar dari Nintendo.

 

Playstation 4 (sumber: The Verge)

Playstation 4 (sumber: The Verge)

Sehingga berdasarkan penjelasan yang telah diungkapkan ini, maka yap dapat disimpulkan bahwa, terlepas masih menduduki tahta “raja” dari gaming console, bukan berarti Sony Playstation lantas tidak dapat ditundukkan.

Dengan menumbuhkan kegigihan untuk terus beinovasi dalam tampilan grafis dan ide-ide untuk menciptakan game yang yang adiktif nan abadi untuk dimainkan, bukanlah sebuah hal yang mustahil apabila nantinya Microsoft, Nintendo atau bahkan kompetitor-kompetitor gaming console lainnya, akhirnya dapat menumbangkan Sony Playstation.

Tapi sebelum hal itu nantinya terjadi, mari kita lihat dan nikmati saja dulu keperkasaan dan kejayaan si console favorit kita semua ini, ya.

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Sumber: picswall

Menyambut Halloween, Berikut Tips Membuat Cerita Horror

Untuk menulis cerita ataupun membuat komik bergenre horror berbeda dengan membuat cerita fiksi biasa, seperti romance at.. more

00 d pacific rim: uprising

Pacific Rim: Uprising – Film Super Robot Khas Hollywood?

Film robot melawan monster raksasa Pacific Rim mendapatkan kelanjutannya. Kesan akhir terbagi antara bagus dan tidak. Ma.. more

Art yang tipikal khas game simulasi kencan Jepang. Sumber gambar: noelworks.net

Single? Yuk Main Game Simulasi Kencan Buatan Anak Sekolah Jepang!

Game Dating Sim ini memang biasanya ditujukan untuk pangsa pasar gamer cowok yang mungkin mengalami kesulitan mencari pa.. more

Sumber: irishfilmcritic.com

The Ritual, Atmosfer Luar Biasa untuk Cerita Usang yang Klasik

“The Ritual” merupakan contoh film horror yang punya skenario klasik dengan menampilkan atmosfer mencekam yang terja.. more

00-d-dragon-ball-super

Dragon Ball Super Menggemparkan Amerika Latin, Pemerintah Turun Tangan!

Fans Dragon Ball mempersiapkan diri mereka untuk menyaksikan ending dari anime Dragon Ball Super. Diantaranya, fans Amer.. more