Spider-Man: Far from Home Tutup Phase 3 MCU Dengan Film Yang Menyenangkan

3 months ago
Spider-Man: Far from Home

Avengers: Endgame telah selesai, dan menutup story arc dari berbagai karakter sentral di dalamnya. Meskipun ancaman Thanos telah diputar-balikkan tidak akan ada pertempuran yang bisa menyaingi last stand para Avengers di markas mereka, namun Marvel masih punya satu kewajiban terakhir untuk menutup phase 3 dari film MCU dengan sebuah film epilog.

Spider-Man: Far from Home tampilkan implikasi dari pengorbanan Iron Man. Sumber: Cineflix
Spider-Man: Far from Home tampilkan implikasi dari pengorbanan Iron Man. Sumber: Cineflix

Tugas ini jatuh kepada sosok Spider-Man yang hadir di momen terakhir Tony Stark. Spider-Man: Far from Home akan menampilkan sisi galau seorang Peter Parker yang telah ditinggal seorang mentor yang membesarkannya menjadi seperti sekarang. Banyak orang menaruh harapan besar pada Peter, yang mana membuatnya tertekan. Peter butuh liburan, dan liburanlah yang ia dapatkan.

Sejak peristiwa The Decimation (kini disebut The Blip), para murid SMA Midtown harus mengulang tahun ajaran agar mereka yang jadi korban Thanos bisa mengejar ketertinggalan mereka. Tapi hal itu kurang penting karena sekarang Peter dan teman-teman sekelasnya akan liburan musim panas ke Eropa. Selama di Eropa, Peter memutuskan untuk sedikit menjauh dari kegiatan superheronya agar bisa jalan-jalan dengan Michelle Jones. Ia bahkan tidak mau menjawab telepon Nick Fury.

Elemental air yang dilawan Peter dan Qurntin di Italia. Sumber: Slash Film
Elemental air yang dilawan Peter dan Qurntin di Italia. Sumber: Slash Film

Rencana Peter untuk menikmati liburan dan nembak MJ ternyata dikacaukan dengan kemunculan monster air dan superhero berhelm kaca. Keadaan lebih kacau setelah ia “diculik” Nick Fury untuk berpartisipasi dalam misi penyelamatan dunia. Bekerja sama dengan Quentin Beck dari dimensi lain, Peter harus mencegah makhluk Elementals menghancurkan bumi. Peter tentu saja menolak karena ia tidak mau identitasnya terbongkar. Sebagai balasan, Nick Fury membajak liburan Peter dan kawan-kawan agar Spider-Man bisa dikontak kapan saja.

Meskipun Spider-Man: Far from Home didapuk sebagai epilog dari phase 3 MCU, film ini masihlah tetap bercerita tentang si laba-laba merah. Semenjak ditinggal Tony, kini ia mencari sosok mentor baru dalam hidupnya. Apakah dalam sosok Nick Fury yang keras dan tegas? Apakah dalam sosok Quentin Beck yang suportif? Ataukah dalam sosok Happy Hogan yang kini sibuk pacaran dengan bibi May? Ehm, pokoknya di film ini Peter mengeksplorasi hubungannya dengan ketiga karakter di atas, dan mencoba untuk mengambil pelajaran dari nasihat mereka.

Baca Juga: Mysterio di Spider-Man: Far from Home – Teman Atau Musuh?

Mysterio menjadi salah satu karakter paling menarik dari film ini. Sumber: The Hollywood Reporter
Mysterio menjadi salah satu karakter paling menarik dari film ini. Sumber: The Hollywood Reporter

Yah, meski demikian mari kita luruskan fakta bahwa sosok Quentin Beck alias Mysterio pada akhirnya akan menjadi antagonis sebagaimana ratusan penampilannya di media Spider-Man lain. Memang cukup menarik bagaimana sosok master illustionist tersebut memainkan kekuatannya dalam ranah film MCU. Apakah ia memang punya kekuatan sihir, ataukah ia memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi? Kamu bisa menemukan jawabannya dengan menonton film tersebut. Plus, kejutan-kejutan di film ini tidak hanya berasal dari sosok Quentin saja. Kamu akan tahu sendiri jika menontonnya.

Di luar semua itu, Spider-Man: Far from Home masih menjadi film yang menyenangkan untuk ditonton. Spidey melakukan berbagai aksi akrobat menarik dengan koreografi unik, karena kini ia dibantu oleh kemampuan “Peter Tingle” yang bisa menaikkan kemampuan sensorinya. Interaksi dan penokohan karakternya pun sama menariknya. Film ini bisa jadi sebuah film road trip, dan juga bisa jadi sebuah film superhero blockbuster. Peter memang mulai kesulitan menyeimbangkan kehidupannya sebagai Spider-Man dan murid SMA biasa, namun film ini membuktikan bahwa Ia masih bisa melakukannya.

Spider-Man berayun dalam balutan kostum klasik ala Steve Ditko. Sumber: GeekTyrant
Spider-Man berayun dalam balutan kostum klasik ala Steve Ditko. Sumber: GeekTyrant

Lalu setelah Spider-Man: Far from Home, muncul pertanyaan: mau dibawa kemana film-film MCU ke depannya? Kita sudah tahu bahwa film ini bukan film MCU terakhir. Beberapa film MCU baru tengah digarap, misalnya ada Guardians of the Galaxy Volume 3, Black Panther 2, film prekuel Black Widow, hingga serial TV Falcon & Winter Soldier. Setidaknya apa yang ditampilkan dalam credit scene Spider-Man: Far from Home menunjukkan bahwa setidaknya kita masih bisa melihat aksi Peter Parker di layar lebar. Mari kita nantikan.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Sumber: news.nike.com

Kolaborasi Nike dan Playstation Hadirkan Sepatu Edisi Terbatas yang Super Keren

Nike memang merupakan merek sepatu dan perlengkapan olahraga yang tidak pernah takut dalam berekperimen terhadap produk-.. more

wallhere.com

Menelisik Kehidupan Thanos, Sang Mad Titan Yang Akan Menyerang Bumi di Film Avengers : Infinity War

Avengers: Infinity Wars semakin dekat! Yuk, kenalan sama villain terkuat di film ini... more

Sabrina – Chapter 6: Sexy Bikini

Perempuan Rusia itu berlarian di pinggir pantai sambil tertawa renyah. Ia memakai sexy bikini bercorak tribal... more

Sumber gambar: manga-news.com

Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Trilogy yang Dibuat Untuk Nintendo Switch!

Jadi buat fans Naruto, terutama pemain serial Ultimate Ninja Storm yang saat ini memiliki Nintendo Switch, ini adalah ke.. more

Ketagihan main Games? Hati-hati, Itu Termasuk Gangguan Mental loh!

Nah, sebelum kamu parno, apalah kamu mengidap gaming disorder atau engga. Yuk, kenali dulu gejalanya. .. more