Spin-Off Game Persona: Dari RPG Ke Fighting Game Dan Dance

1 year ago
Sumber: playstation.com

Serial game Persona adalah sebuah serial terkenal dan memiliki reputasi sebagai RPG yang seru.

Game RPG populer dari Atlus Japan. Sumber gambar: megamitensei.wikia.com

Game RPG populer dari Atlus Japan. Sumber gambar: megamitensei.wikia.com

Persona. Atau juga dikenal dengan judul “Shin Megami Tensei: Persona” awalnya adalah sebuah game spin-off dari game franchise Megami Tensei yang berjudul “Shin Megami Tensei If…” yang dirilis pertama kali untuk PlayStation One. Saya pribadi memainkan game ini dulu tahun 1996 tanpa mengetahui latar belakang maupun hubungannya dengan franchise Megami Tensei. Saat itu saya tertarik akan tema dari game ini yang menggunakan karakter anak-anak sekolah dan metode gameplay unik, dimana kita bisa melakukan kontak dan negosiasi dengan demon yang sedang kita hadapi.

Pilihan Contact yang berguna. Sumber gambar: emuparadise.me

Pilihan Contact yang berguna. Sumber gambar: emuparadise.me

Game pertama serial Persona tadi, berjudul resmi “Revelations: Persona” di pasar Amerika, memiliki kisah yang menarik sebagai background.

Sekelompok remaja anak sekolah memainkan game (yang kira-kira seperti jelangkung di kultur Indonesia) berbahaya yang mengakibatkan mereka memiliki kekuatan summon Persona, yaitu sebuah kekuatan batin bawah sadar dari kepribadian yang mereka miliki. Dengan dipandu oleh makhluk astral bernama Philemon, yang juga merupakan pemandu alam bawah sadar mereka, kelompok remaja berkekuatan Persona tadi berjuang menghadapi ancaman dari ‘dunia lain’ yang datang secara misterius dengan tujuan tersembunyi.

Philemon. Dengan render grafis kualitas tahun 1996. Sumber gambar: megamitensei.wikia.com

Philemon. Dengan render grafis kualitas tahun 1996. Sumber gambar: megamitensei.wikia.com

Revelations: Persona merupakan game PlayStation One yang keren. Tak heran jika kemudian Atlus (sebagai publisher game tersebut) melakukan remake dan merilisnya untuk PlayStation Portable untuk pasar Amerika Serikat di tahun 2009 dengan perubahan judul menjadi Shin Megami Tensei: Persona (seperti judul aslinya di Jepang) dan beberapa perbaikan serta desain ulang.

Remake Persona PS1 ke PSP. Beda ‘kan? Sumber gambar: emuparadise.me

Remake Persona PS1 ke PSP. Beda ‘kan? Sumber gambar: emuparadise.me

Serial Persona terus dibuat oleh Atlus. Tercatat ada dua pembagian dari game Persona ini: yaitu game utama/canonical dan game spin-off/selingan.

Game Persona canonical memiliki penanda berupa angka dan plot kompleks khas RPG Shin Megami Tensei series. Tercatat ada Persona 2: Innocent Sin, Persona 2: Eternal Punishment, Shin Megami Tensei: Persona 3, Shin Megami Tensei: Persona 4, dan yang terkini Persona 5 dirilis tahun 2017 di seluruh dunia sebagai game Persona yang utama.

Game Persona 5 untuk PlayStation 4. Sumber gambar: play-asia.com

Game Persona 5 untuk PlayStation 4. Sumber gambar: play-asia.com

Sementara game Persona spin-off alias selingan juga ada beberapa genre, namun menurut saya yang paling dikenali dari mereka adalah game fighting berjudul Persona 4 Arena serta sekuelnya yang berjudul Persona 4 Arena Ultimax tahun 2012-2013. Keduanya dibuat oleh Arc System Works yang terkenal dengan serial game Guilty Gear, BlazBlue serta Dragon Ball FighterZ yang sekarang sedang jadi pembicaraan di kalangan FGC/Fighting Game Community.

Screenshot Persona 4 Arena Ultimax. Sumber gambar: digitallydownloaded.net

Screenshot Persona 4 Arena Ultimax. Sumber gambar: digitallydownloaded.net

Tapi mungkin game spin-off Persona yang saat ini sedang hot adalah game rhythm dengan tema Persona. Game yang dimaksud adalah Persona 4: Dancing All Night. Jika di game sebelumnya para karakter Persona 4 itu baku gebuk dalam game fighting, maka di game ini mereka adu skill dalam dance semalam suntuk.

Screenshot game Persone 4: Dancing All Night. Sumber gambar: nichegamer.com

Screenshot game Persone 4: Dancing All Night. Sumber gambar: nichegamer.com

Agak aneh, bukan? Dari game RPG dengan sistem kompleks dan adiktif seperti ‘Social Links’ dan metode negosiasi dengan lawan yang dihadapi, serial Persona juga punya game fighting (yang walaupun tidak terlalu in-depth tapi tetap menarik untuk dimainkan). Dan game musik/dance, yang boleh dibilang semakin lari dari game canonical-nya.

Let’s settle this on the dance floor! Sumber gambar: technobuffalo.com

Let’s settle this on the dance floor! Sumber gambar: technobuffalo.com

Saya belum pernah memainkan game dance Persona ini, tapi sudah melihat bagaimana game-nya melalui saluran YouTube. Kelihatannya sih memang menarik. Tak heran kalau game Persona 4: Dancing All Night yang dirilis tahun 2015 untuk PlayStation Vita itu terjual cukup banyak hingga membuat Atlus segera membuat sekuelnya.

Opening intro Persona 4: Dancing All Night. Sumber gambar: https://www.youtube.com/watch?v=ddXM6HX1PgU

Opening intro Persona 4: Dancing All Night. Sumber gambar: https://www.youtube.com/watch?v=ddXM6HX1PgU

Tidak tanggung-tanggung, sekuel tersebut akan terdiri dari dua game sekaligus; yaitu Persona 3: Dancing Moon Night & Persona 5: Dancing Star Night. Keduanya akan dirilis tahun 2018 nanti untuk PlayStation Vita dan PlayStation 4 di Jepang.

Artikel Gematsu untuk Persona 3 Dancing Moon Night. Sumber gambar: gematsu.com

Artikel Gematsu untuk Persona 3 Dancing Moon Night. Sumber gambar: gematsu.com

Jadi jika bro sis gamers ingin memainkan game RPG dengan karakter anak-anak sekolahan keren dapat mencoba game canonical Persona yang ada. Atau iseng ingin saling hajar bareng teman-teman dengan karakter game Persona 4? Mainkan game fighting nya!

Bosan menghajar demon dan temen sendiri? Saatnya adu dance di game rhythm Persona dan rasakan sensasi serunya. Banyak pilihan, dan semua asik untuk dimainkan oleh bro sis gamers. Happy gaming!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Melisa Oktorina dan karyanya

Melisa: “People Tell the Most Amazing Story”

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Namun, menurut Melisa Oktorina, inspirasi terbaiknya berasal dari cerita orang-ora.. more

The Flying Cow

The Flying Cow – Kalo Benda Di Sekitar Kita Bisa Ngomong

The Flying Cow apa sih? Pernah bayangin ga, kalo benda-benda di dunia ini ternyata bisa bersuara, bergerak, dan beraktiv.. more

Sumber gambar: interactive.org

Mengenal Sosok Penting Desainer Hardware Nintendo: Genyo Takeda

Desain yang bagus akan menjadikan sebuah video game menarik. .. more

sumber: www.traileraddict.com

The Vanishing of Sidney Hall, Kebrutalan dalam Bentuk Dialog Minim Visual

“The Vanishing of Sidney Hall” membuka kisah dengan sebuah narasi liar yang dibacakan oleh Sidney Hall (Logan Lerman.. more

Is Yuniarto Hadiahkan Wayang Avengers Kepada Kru Infinity War!

Komikus Is Yuniarto berkesempatan datang ke Singapura dan memberi hadiah wayang Avengers kepada para kru dan aktor film .. more