Spinning Man, Berputar Pada Pencarian Bukti Tentang Kebenaran Bukan Pada Dosa

1 week ago

Saya selalu percaya bahwa sebuah film ber-genre thriller selalu menghadirkan sensasi tersendiri meskipun film itu punya cerita yang jelek sekali pun. Dan Spinning Man muncul dengan hal berbeda, cerita yang cukup baik tapi memaksa untuk menjadi misteri.

Saya tidak ingin bilang bahwa film ini sama sekali tidak punya misteri. Bahkan misteri ada sejak scene pertama Spinning Man dimulai. Penonton dibawa ‘berputar’ pada beberapa adegan di sebuah peristiwa ke peristiwa lainnya yang tampil secara acak. Hal semacam ini memang cenderung kita temukan dalam film thriller pada umumnya. Namun misteri itu sengaja dibuat ‘menganga’ sejak awal, yang mungkin bertujuan agar penonton berpikir bahwa itu hanya tipuan mengecoh.

sumber: variety.com

Pokok permasalahan muncul ketika seorang remaja perempuan menghilang di tepi danau, dan tanpa basa basi Spinning Man langsung menghadirkan tersangka utama tanpa ada pilihan lain yang bisa kita curigai sebagai tersangka lain. Sulit memang jika saya harus mengatakan bahwa Simon Kaijser selaku sutradara tidak menyadari hal ini, saya rasa ia juga menyadari ini sejak kali pertama memutuskan bahwa novel karya George Harrar ini akan diadaptasi ke film layar lebar.

Adalah Even Birch yang diperankan oleh Guy Pearce. Seorang profesor atau dosen yang mengajar kelas filsafat bahasa di sebuah Universitas, punya keluarga bahagia jika dilihat dari permukaan, dan agak menjaga jarak dengan para mahasiswanya di awal-awal film. Sekilas ia tercermin sebagai seorang yang baik, walau ketika mobil abu-abu yang dimilikinya menjadi awal dari masalah sebab saksi mata melihat mobilnya itu berada di dekat danau ketika remaja perempuan bernama Joyce Bonner (Odeya Rush) menghilang.

Sumber: www.socialnews.xyz

Menuju kepertengahan film, kita tentu akan menyadari bahwa Spinning Man tidak menjadikan hilangnya Joyce Bonner sebagai konflik utama. Ini hanyalah sebuah katalisator yang membuat kita ingin mengiktui kehidupan keluarga Birch yang mulanya terlihat sempurna.

Kemunculan detektif Malloy yang diperankan oleh Pierce Brosnan cukup membuat Spinning Man terasa meyakinkan. Saya saja terus mencoba untuk berpikir positif bahwa tak mungkin Brosnan mau berperan di film ini jika naskah film ini tidak punya sesuatu yang akan mengejutkan di akhir cerita, paling tidak film ini bisa memberikan sebuah sudut pandang baru atas sebuah pristiwa.

Sumber: www.hollywoodreporter.com

Pierce Brosnan memang aktor yang baik, ia terlihat sangat mudah masuk ke dalam karakter Malloy yang terus menjadikan bukti sebagai pegangan utama kepercayaannya bukan pada hal-hal yang membuat seseorang dikatakan berdosa. Dan sangat terlihat jelas bahwa Spinning Man mencoba memberikan clue yang begitu kuat pada penonton tentang hal ini, asumsi saya dipertegas oleh kalimat yang diucapkan oleh Evan Birch pada mahasiswanya saat ia sedang memberikan kulaih; “What I perceive as the truth is the best my memory will allow.”

Hubungan antara Even Birch dan istrinya, Ellen Birch (diperankan oleh Minnie Driver) coba merajut ikatan kongkrit agar film ini punya muatan yang bagus. Tekanan yang dialami oleh Ellen baik itu tentang tuduhan keterkaitan suaminya dengan hilangnya Joyce Bonner, serta kisah masa lalu mereka yang berdampak besar pada rasa kepercayaannya pada sang suami, terus memaksa penonton untuk berpikir bahwa sejak awal tuduhan itu adalah benar.

Sumber: www.wildaboutmovies.com

Lalu hal lain yang cukup mengganggu dan membuat beberapa hal terkesan sengaja dibuat ambigu ialah potongan kilasan ingatan Even Birch yang acak. Saya rasa ini malah membuat misteri yang dibangun sejak awal bagus menjadi kurang intensif. Dari hal ini saja kita bisa menebak beberapa hal yang mungkin terjadi di adegan berikutnya.

Saya tidak melihat bahwa film ini mencoba untuk menarik simpati penonton untuk merasa kasihan pada Even Birch. Sebenarnya rasa simpati penonton jelas bisa dijadikan semacam senjata seperti yang pernah terjadi dalam film Gone Girl (2014). Sehingga ketika mencapai bagian dari penyelesaian film, Spinning Man tidak bisa menjadikan ceritanya begitu penting untuk diingat.

Sumber: variety.com

Sebenarnya tidak ada hal baru yang bisa ditawarkan oleh Spinning Man sebagai sebuah film thriller. Elemen yang ada pun sudah sering muncul di film sejenis ini. Ini hanyalah formula klasik yang akan terus dibuat namun dengan beberpa hal kecil yang terus ditambahkan. Saya bisa bilang bahwa Spinning Man tidak ubah seperti film kelas B yang sering kali ada namun diperankan oleh aktor-aktor yang tidak terlalu terkenal. Dan bersyukurnya Spinning Man punya nama-nama beken di dalamnya sehingga film ini mendapat perhatian yang lebih dari para penikmat film.

Spinning Man bukan film yang bisa saya rekomendasikan untuk semua orang, namun juga bukan hal jelek yang akan membuat penonton pergi meninggalkannya. Film ini merupakan karya yang akan terus ada di antara sekian banyak film yang terus diproduksi oleh para sineas di Hollywood.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Menyeberang dengan rapi dan teratur di Jepang. Sumber gambar: videoblocks.com

Kebiasaan-Kebiasaan Orang Jepang yang Akan Sulit Dilakukan oleh Bangsa Lain

Jepang merupakan negara yang unik dengan kebiasaan-kebiasaan warganya yang boleh dibilang ‘monoton’, dan bahkan cend.. more

Sumber: youtube.com

Hari ini, Si Juki The Movie Akhirnya Dirilis!

Hari ini, 28 Desember 2017 Falcon Pictures akhirnya secara resmi merilis ‘Si Juki The Movie - Panitia Hari Akhir’!.. more

Sumber: Vazurea Studio

Segera Hadir, Visual Novel Produksi Indonesia-Amerika, Our Feelings!

Dengan semakin banyaknya rilisan VN lokal di kancah internasional, membuktikan bahwa skena game indie lokal kita masih d.. more

ANIMETOKU CON 2017

Sepinya ANIMETOKU CON 2017. Kenapa Ya?

Kalau dengar kata “toys” dan “games” semua orang kayaknya suka. Apalagi bro sis yang pecinta mainan. Nah, tangga.. more