Stalker/Sasaeng Fans: Kisah Horror Para Idol

10 months ago
(Sumber: tumblr)

Gemerlap dunia hiburan memang gak segalanya indah. Di balik kesuksesan yang diraih, tetap ada sesuatu yang harus dikorbankan, salah satunya privacy. Akhir-akhir ini ada banyak berita yang gak mengenakkan dari dunia hiburan, terutama seputaran Asia. Masalahnya juga berasal dari hal yang sama dan itu-itu lagi, yaitu stalker.

Di Korea, stalker punya nama khusus yaitu sasaeng. Sasaeng gak hanya mengikuti idola mereka dari bandara ke asrama, melainkan sampai tinggal di luar asrama mereka dan mengganggu sang idola si setiap kesempatan. Memang udah banyak banget peraturan dan sanksi hukum yang jelas untuk mengurangi permasalahan ini. Tapi stalker memang selalu muncul lagi seperti gak akan pernah kapok. Kebanyakan korbannya jadi merasa trauma dan stress gangguan mental akibat menghadapi stalker. Gak hanya di Korea, di Jepang juga beberapa kali muncul kasus pembunuhan fans dengan artis. Katanya suka dan ngefans… Tapi kok malah menyakiti atau bahkan membunuh idol-nya?

Stalker bukanlah fans! (Sumber: themusicmind)

Stalker bukanlah fans! (Sumber: themusicmind)

Biasanya stalker mengikuti idola dengan alasan ‘sayang’ dan pingin sang idola tetap aman dengan selalu ada di dekat mereka. Di sisi lain, mereka punya pandangan sendiri tentang rasa aman itu. Menurut mereka, artis gak boleh untuk melakukan hubungan maupun kontak fisik dengan orang lain yang mereka gak suka. Dan juga melarang artis melakukan hal-hal yang gak sesuai dengan pemikiran mereka.

Ilustrasi pemikiran stalker (Sumber: hummingbird)

Ilustrasi pemikiran stalker (Sumber: hummingbird)

Stalker, tak lain tak bukan sama saja dengan penguntit. (Sumber: pinterest)

Stalker, tak lain tak bukan sama saja dengan penguntit. (Sumber: pinterest)

Sementara itu si artis juga manusia biasa dibalik kesibukannya, mereka juga butuh kehidupan dibalik layar. Stalker ini gak cuma hadir di kehidupan artis dan dunia hiburan saja ya. Orang yang diam-diam mengikuti orang biasa juga bisa disebut stalker. Secara psikologis, perilaku stalker adalah obsesi terhadap kontrol. Mereka merasa kalau idol adalah sepenuhnya milik mereka karena mereka sudah banyak meluangkan waktu dan uang demi mendukung idol. Beberapa masalah mental juga mendukung kegiatan stalker ini seperti Erotomania; dimana orang menjadi delusional dan berpikiran kalau sang artis juga jatuh cinta dengan mereka.

(Video seorang anggota boygroup Korea Jackson GOT7, yang harus berlutut memohon agar sasaeng fans tidak mengikutinya lagi)

Apa yang dilakukan oleh stalker itu sama sekali gak benar dan bisa menyakiti banyak pihak. Perusahaan maupun idol juga selalu berusaha supaya perilaku gak mengenakkan ini bisa berkurang bahkan hilang. Karena wajarnya jika seseorang yang mengidolakan idol, mereka gak akan melakukan hal se-nekat stalker. Seperti contohnya fans biasa mungkin memeriksa jadwal artis, mengikuti mereka ke acara show, kalau penasaran dengan kegiatannya mungkin mengikuti media sosial artis, dan sebagainya. Sementara stalker bisa rela beli beratus-ratus album atau karya si artis, memberikan hadiah yang mahal, dan benar-benar cari tahu apa saja yang dilakukan artis seharian penuh.

Coba perhatikan bulatan merah. Bahkan ingin bersantai makan di restoran saja tetap diuntit seramai itu. (Sumber: allkpop.com)

Coba perhatikan bulatan merah. Bahkan ingin bersantai makan di restoran saja tetap diuntit seramai itu. (Sumber: allkpop.com)

Sasaeng fans yang berhasil berada di pesawat yang sama dengan idolnya. (Sumber: quora.com)

Sasaeng fans yang berhasil berada di pesawat yang sama dengan idolnya. (Sumber: quora.com)

Sebenarnya ada banyak alasan yang menyebabkan lemahnya ‘tembok privasi’ antara idol dan penggemarnya. Pertama, idol Korea, Jepang, dan Cina (seputaran Asia) biasanya dituntut untuk selalu ramah dan dekat dengan fans. Karena fanbase mereka biasanya sangat berdedikasi besar dibandingkan dengan artis barat. Karena sulit banget untuk menjadi artis terkenal di Korea, idol mau gak mau harus memperlakukan fans sebaik mungkin yang menyebabkan banyak fans ngelunjak. Kedua, ada banyak kemungkinan seseorang bisa bertemu dengan artis di publik misalnya, bertemu di restoran, atau satu pesawat sama idol. Hal seperti ini yang membuat stalker terlihat abu-abu karena gak jelas dari mana akses yang mereka dapat untuk bertemu dengan si artis. Gimana pendapat kamu mengenai hal ini? Pernah melakukan hal senekat apa demi ketemu sang idola? Sharing yuk!

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Sumber: Waterfordwhispernews

Fifty Shades Trilogy, Trilogi Lemah yang Kerap Mendulang Sukses di Box-Office

Tapi anehnya nih bro sis, terlepas kualitas filmnya sudah jelas-jelas buruk, trilogi ini justru kerap mendulang keuntung.. more

Sumber: Google Play Store

Menilik Redupnya Games Musiman. Salah Satunya Ada Tiang Listrik!

Belakangan ini Indonesia diserbu dengan banyak sekali games seru. Tapi karena inovasi datang dari kejadian yang lagi “.. more

Wow! Final Fantasy XV Hadir Dalam versi PC dan Smartphone

Siapa dari bro sis yang tidak mengenal atau tidak pernah tahu game dari Square Enix berjudul “Final Fantasy XV”? Sep.. more

Sumber: POPCON Asia

Yuk Kenalan Sama 4 Nominasi Upcoming Game Terbaik Versi Archipelageek 2017

Namun tahukah kamu, kalau ternyata game-game yang lolos di kategori upcoming ini bukan game sembarangan. Dijamin, pastin.. more

Beny Maulana, Head of Comics Division CIAYO Corp

Beny Maulana: Target Tahun Ini 100 Judul Komik Official di CIAYO Comics

Tahun ini CIAYO Comics dikabarkan telah mematok target untuk merilis 100 judul komik official yang akan terbit setiap mi.. more