Steam Dalam Ancaman Blokir Pemerintah: Akankah Lord GabeN Bertindak?

1 year ago
Pemimpin pasar toko game digital dunia. Sumber gambar: dualshockers.com

Belakangan ini di kalangan PC gamers Indonesia sedang ramai soal berita akan diblokirnya platform toko software digital Steam milik Valve. Steam populer di kalangan gamers yang mengonsumsi game ataupun software digital asli non bajakan.

Ini dipicu oleh statement badan klasifikasi/rating game terbaru Indonesia, IGRS (alias Indonesia Game Rating System) yang menyatakan kalau semua game yang beredar di Republik Indonesia wajib memiliki tanda rating yang dikeluarkan oleh IGRS.

IGRS. Badan rating video game Indonesia buatan pemerintah. Sumber gambar: sewugame.com

IGRS. Badan rating video game Indonesia buatan pemerintah. Sumber gambar: sewugame.com

Selama ini game-game yang dijual oleh toko digital Steam tidak memiliki tanda rating dari IGRS dan hanya menggunakan tanda rating dari negara asal game tersebut dijual, yakni Amerika Serikat, yang menggunakan tanda rating dari ESRB.

Badan rating software games Amerika Serikat. Sumber gambar: wikipedia.org

Badan rating software games Amerika Serikat. Sumber gambar: wikipedia.org

Seperti yang mungkin bro sis gamers sudah ketahui, badan pemberi rating untuk video game bukan hal baru di negara maju.

Jika di Amerika Serikat mereka punya ESRB (Entertainment Software Rating Board), di Jepang ada CERO (Computer Entertainment Rating Organization). Di Eropa badan ini dikenal dengan nama PEGI (Pan European Game Information).

Badan rating game Jepang. Sumber gambar: wikimedia.org

Badan rating game Jepang. Sumber gambar: wikimedia.org

Badan rating game Eropa. Sumber gambar: wikimedia.org

Badan rating game Eropa. Sumber gambar: wikimedia.org

Badan-badan ini merupakan organisasi self-regulatory non-profit (kecuali IGRS, yang merupakan badan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi & Informatika) yang bertujuan memberikan “kelas/klasifikasi/penggolongan” pada video game yang dijual di daerah di mana mereka berkuasa.

Karena masing-masing badan punya area dan pemahaman sendiri soal rating, maka jadi tidak mengherankan kalau satu game yang sama bisa berbeda tingkatan rating-nya di dua negara yang berbeda.

Xenoblade 2 mendapatkan rating ESRB T alias Teen. Sumber gambar: nichegamer.com

Xenoblade 2 mendapatkan rating ESRB T alias Teen. Sumber gambar: nichegamer.com

Sementara di Jepang game ini mendapatkan rating C (15 tahun keatas) dari CERO. Sumber gambar: gonintendo.com

Sementara di Jepang game ini mendapatkan rating C (15 tahun ke atas) dari CERO. Sumber gambar: gonintendo.com

Toko digital Steam dari perusahaan Amerika Serikat Valve, dengan bos mereka yang terkenal Gabe Newell (sering diparodikan di kalangan fans sebagai Lord GabeN), memakai sistem rating yang berlaku di Amerika Serikat alias ESRB. Hal ini yang menyebabkan pemerintah RI melalui badan rating buatan Kementerian Komunikasi & Informatika, IGRS, merasa kalau Steam melanggar peraturan yang mereka buat.

Gabe Newell. Boss Valve yang juga pemilik Steam. Sumber gambar: youtube.com

Gabe Newell. Boss Valve yang juga pemilik Steam. Sumber gambar: youtube.com

Dengan kata lain, jika Steam masih ingin berjualan di wilayah hukum Republik Indonesia, mereka diwajibkan mengadopsi sistem rating IGRS yang baru diresmikan Agustus 2016 lalu.

Dan tentu saja keinginan IGRS tersebut dibarengi dengan ancaman pemblokiran jika pihak Steam tidak comply alias patuh pada regulasi yang diterapkan oleh pemerintah RI melalui IGRS.

Hal ini ditegaskan oleh Samuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Dan Informatika dari Kemenkominfo sebagai induk dari IGRS. Menurut Samuel, guideline dan rules dari IGRS harus menjadi acuan publisher/penerbit game yang berjualan di Indonesia. Tidak peduli apakah game tersebut buatan lokal maupun luar negeri. Atau apakah format game itu berupa hardcopy (disc) atau softcopy (executable files). Semua game harus mendapatkan label dan restu dari IGRS sebelum dapat dijual di wilayah hukum Republik Indonesia.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo. Sumber gambar: duniaku.net

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo. Sumber gambar: duniaku.net

Resiko terkena blokir pada Steam muncul karena games yang dijual di toko digital Lord GabeN ini belum ada yang menyematkan logo rating sesuai guideline rules dari IGRS.

Kategori games yang diciptakan oleh IGRS tidak jauh berbeda dengan kompatriotnya dari luar negeri. IGRS mengusung lima jenis kategori untuk game berdasarkan usia, yaitu usia 3+ , 7+ , 13+ , 18+ dan semua umur.

Kategori IGRS sesuai urutan. Sumber gambar: kominfo.go.id

Kategori IGRS sesuai urutan. Sumber gambar: kominfo.go.id

Semua games yang beredar di Indonesia wajib memiliki logo IGRS ini. Termasuk games yang ada di toko digital Steam. Jika tidak, Steam diancam akan diblokir operasinya di Indonesia.

Lantas apa reaksi dari perusahaan Gabe Newell tersebut akan ancaman pemerintah RI melalui IGRS?

Sampai tulisan ini saya buat, belum ada statement resmi baik dari public relation Valve, maupun dari Lord GabeN sendiri atas ancaman blokir IGRS pada Steam. Namun melihat baiknya volume penjualan mereka di RI, mungkin pihak Valve akan mulai menggunakan sistem rating IGRS untuk game yang mereka jual di Indonesia.

Menurut saya pribadi sih Valve/Steam sepertinya masih menunggu hingga sistem rating IGRS berupa peraturan berpayung hukum atau UU, karena hingga saat ini sistem rating IGRS masih bersifat voluntary alias disarankan secara sukarela untuk diurus.

Tapi mungkin tidak lama lagi Kemenkominfo akan memaksakan sistem IGRS sehingga kelak pengurusan sistem rating IGRS tidak lagi “sukarela mendaftar” melainkan “wajib mendaftar”. Kita tunggu saja ya, bro sis!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-report-comic-frontier-11

Meski Sedang Asian Games, Comic Frontier 11 Tetap Ramai

Kemeriahan Asian Games tak menghalangi pecinta pop culture untuk belanja dan berbagi di Comic Frontier 11... more

sumber: www.tripwiremagazine.co.uk

Film Unsane, Ketika Film Psychology Thriller Dibuat Menggunakan Kamera iPhone7 Plus

Gimana jadinya kalau handphone digunakan untuk membuat sebuah film? Mungkin Unsane bisa menjadi jawabannya... more

Pesta internal Sony dan rekan-rekan. Sumber gambar: gameaxis.com

Pemenang PlayStation Awards 2017 Baru Saja Diumumkan

Bagian terlucu tahun ini untuk PlayStation Awards mungkin adalah saat Microsoft berhasil mendapatkan PlayStation Award u.. more

Komik Infinity Wars Prime

Review Komik Infinity Wars Prime – Sebuah Kejutan Yang Super gelap

Komik Infinity Wars Prime akan lebih menyoroti pada pertemuan para pemegang Infinity Stone (Infinity Watch) yang baru. K.. more

00-d-noyer-van-java

Jelajahi Bandung Post Apocalypse Dalam Noyer Van Java

Penasaran gimana jadinya kalau kota kembang Bandung bertahan dari musibah global? Jelajahi kota Bandung di masa post apo.. more