Storyline Flashpoint di DCEU: Apakah Rana Sinematik DC Memang Memerlukan Reboot Segar?

8 months ago
(sumber: Screen Rant)

Seperti yang telah kita ketahui, selama setahun terakhir ini, pihak DC & Warner Bros, masihlah terus berpusing-pusing ria untuk memfinalisasikan apakah film solo DCEU The Flash, memang akan mengadaptasi stoyline komik top Flashpoint, atau malah justru menggunakan cerita yang benar-benar orisinil.

Dan ya, sekali lagi, hingga tulisan ini diturunkan, konflik internal tersebut masih terus berlangsung, dengan kabar terakhirnya baru-baru ini, mereka lagi-lagi merasa enggan untuk mengadaptasi Flashpoint sebagai dasar kisahnya.

Mungkin ketika membaca kalimat di atas, beberapa dari bro sis merasa seperti “Ribet banget sih. Memangnya istimewanya Flashpoint  apa?”

Pasalnya, storyline Flashpoint memang direncanakan sebagai media untuk me-reboot keseluruhan dunia sinematik DC.“Hah, di-reboot ? Seperti film Days of Future Past-nya X-Men gitu?” Yap. Kurang lebih seperti itu.

Flashpoint Storyline (sumber: fatcatslim.ru)

Flashpoint Storyline (sumber: fatcatslim.ru)

Melihat fakta tersebut, kitapun kembali bertanya, “Apakah reboot memang diperlukan bagi DCEU?” Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menjelaskan dulu secara singkat mengenai storyline Flashpoint bagi kalianyang mungkin, masih belum familiar.

Flashpoint adalah storyline komik top DC yang ditulis oleh Geoff Johns dan dirilis dari bulan Mei hingga Agustus 2011. Storyline komik ini mengisahkan Barry Allen AKA The Flash yang tiba-tiba terbangun di dunia alternatif (alternate reality) yang mana, seluruh realita yang ia tahu berubah 180 derajat.

Thomas Wayne adalah Batman dan Bruce-lah yang dibunuh oleh perampok perhiasan itu, Arthur Curry AKA Aquaman telah sukses menaklukkan (baca: menenggelamkan) Eropa Barat, Superman tidak menjadi sosok pahlawan yang seperti kita kenal selama ini, dan Nora Allen (ibu Barry) masih hidup.

Pada akhirnya, setelah bersama Batman mengalahkan musuh bebuyutannya, Eobard Thawne AKA Reverse Flash, Barry pun kembali ke dunianya namun, dengan timeline yang baru.

Nah adapun tujuan DC dan Johns melakukan hal ini, adalah untuk me-restart (menyegarkan) tatanan dunia komik DC itu sendiri. Alhasil atas dirilisnya Flashpoint ini, kisah / sejarah baru dari seluruh karakter DC pun diperkenalkan di bawah bendera New 52.

Storyline Flashpoint diadaptasi juga di seri The Flash (sumber: filmfutter)

Storyline Flashpoint diadaptasi juga di seri The Flash (sumber: filmfutter)

Nah, melihat kepopuleran masiv yang didapatkan oleh storyline Flashpoint ini, tak pelak Hollywood pun, jadi kepingin untuk mengadaptasikannya juga ke media non-komik. Dan dua media yang telah mengadaptasinya sejauh ini adalah film animasi DC, Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) dan seri CW-DC Arrowverse, The Flash di tahun 2016.

Kedua adaptasi yang sama-sama menampilkan Barry yang berlari kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan sang ibu tercinta ini, sangatlah sukses. Dan khusus untuk  yang adaptasi seri TV-nya, alasan seri yang dinaungi oleh Andrew Kreisberg cs ini turut mengadaptasi storyline tersebut adalah juga untuk me-refresh tatanan seri TV-nya.

Paska sekali lagi, melihat kesuksesan sekaligus fungsi vital yang dimiliki oleh Flashpoint ini, maka wajarlah apabila dunia sinematik DC sangat kepingin banget untuk mengadaptasikannya juga sebagai cara, untuk me-reset ulang keseluruhan universe-nya.

Keinginan ini tentunya didasari oleh fakta bahwa hingga detik ini, rana sinematik superhero DC ini, masih kalah jauh pamor dan kualitasnya dibandingkan dengan rival mereka Marvel Cinematic Universe (MCU).

Ezra Miller sebagai Barry Allen (sumber: Star2)

Ezra Miller sebagai Barry Allen (sumber: Star2)

Sehingga kita pun kembali ke pertanyaan awal. Apakah reboot ini memang diperlukan? Well, kalau kita melihatnya dari kacamata Warner Bros dan DC secara keseluruhan, maka yap, DCEU memang perlu dirombak lagi habis-habisan melalui Flashpoint.

Namun di saat yang sama, tentunya kita harus melihat fakta juga bahwa tidak semudah itu untuk langsung menerapkan kisah ini. Pasalnya secara timing (baik real-life maupun di filmnya), bisa dibilang sudah lumayan telat dan kalau diterapkan pun akan terlihat lumayan “maksa”.

Maksudnya disini kalau memang DCEU ingin merubah seluruhnya melalui flashpoint, setelah film Justice League (2017) itulah, seharusnya Flashpoint dirilis sebagai film DCEU berikutnya.

Sayangnya bukan itu yang terjadi. Paska JL, DCEU akan merilis Aquaman pada tanggal 21 Desember 2018 dan Shazam! pada tanggal 5 April 2019.

Dan setelah kedua film tersebut, DCEU akan merilis 3 film berikutnya: Wonder Woman 2 pada tanggal 1 November 2019, Cyborg tanggal 3 April 2020 dan Green Lantern Corps pada tanggal 24 Juli 2020.

Ben Affleck sebagai Batman (sumber: comicfans)

Ben Affleck sebagai Batman (sumber: comicfans)

Melihat jadwal yang telah ditentukan tersebut, sekali lagi, akan terlihat dan terasa memaksa sekali kalau The Flashpoint dirilis di sela-sela dari salah satu film-film yang telah dijadwalkan tersebut.

Maksud dari kata memaksakan yang kerap disebutkan dari tadi ini adalah mengacu pada akan kacaunya tatanan kisah DCEU saat ini yang notabene, telah disusun selama hampir 5-6 tahun terakhir ini.

Lalu kapan dong proses reboot ini harus dilakukan? Setelah film The Batman yang nantinya masih akan dibintangi oleh Ben Affleck sebagai si miliyader superhero-nya.

Mengapa setelah film tersebut? Sederhana. Baik di versi DCEU maupun storyline Flashpoint di komik, keluarga Wayne memiliki peranan yang cukup signifikan. Selain itu, Flash direkrut ke tim Justice League di film Justice League oleh Bruce. Terlihat pas banget bukan?

Skenario-nya pun kalau bisa seperti ini. Setelah ending The Batman, scene pun berpindah ke adegan post-credit yang menampilkan Barry (Miller) yang merasa iba dengan Batman yang telah ditinggal kedua orang tuanya.

Alhasil Barry pun berinisiatif untuk lari sekencang mungkin untuk bisa menembus balik ke masa lalu untuk menyelamatkan Thomas Wayne (Jeffrey Dean Morgan) dan Martha Wayne (Lauren Cohan). Namun apes, Flash malah dijebak oleh Eobard atau mungkin speed force itu sendiri yang pada akhirnya membuatnya tiba di dunia Flashpoint.

Batman dan The Flash (sumber: Daily Express)

Batman dan The Flash (sumber: Daily Express)

“Loh kok ceritanya jadinya menyelamatkan orang tua Wayne bukannya Nora Allen? Berarti ini seperti bukan adaptasi kisah komik aslinya dong?” Memang agak melenceng. Tapi justru ini akan semakin memantapkan bahwasanya, kisah Flashpoint ini adalah kisah yang versi DCEU.

Kalaupun untuk masalah menyelamatkan sang ibu tercinta, bisa saja di naskah ditambahkan bahwa ketika si Barry sedang menjalankan misinya, diirnya tiba-tiba kepikiran juga untuk menyelamatkan Nora.

Dan ketika seluruh event Flashpoint usai, Barry pun kembali terbangun di universe (dunia) yang baru. Dan BOOM ! seperti itulah cara yang efektif untuk me-reboot ulang keseluruhan DCEU.

Tapi ya tentunya sekali lagi saya bukanlah anak buah Geoff Johns atau Warner Bros. Sehingga sayapun hanya bisa berdoa semoga saja pihak DCEU atau WB, memiliki visi yang kurang lebih sama seperti saya  ini.

Well, kita lihat saja lagi nanti. Apakah WB dan DCEU memang jadi untuk menerapkan kisah Flashpoint di film The Flash mereka atau justru tidak akan me-reboot universe ini sama sekali.

Mau jadi di-reboot atau tidak, yang jelas tentunya kita berhrap sekali, DCEU, perlahan tapi pasti akan semakin membaik ke depannya. Memang sudah sedikit terlambat. Tapi masih bisa, kok.

Apakah menurut kalian DCEU memang harus di-reboot menggunakan storyline Flashpoint?

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Ingin Suaramu Didengar Dunia? Kirimkan Artikelmu Ke CIAYO Blog

Jika Kamu memiliki blog, artikel atau press release yang berkaitan dengan industri kreatif dan pop culture, kami akan me.. more

Film yang dinantikan fans Marvel di tahun 2018. Sumber gambar: youtube.com

Mengupas Official Trailer Avengers: Infinity War Lebih Dalam

Jadi memang idealnya fans DCEU tidak perlu bersusah payah “membela” kubu mereka jika disepelekan rival. Dan sebalikn.. more

Ataribox. Console terbaru dari Atari yang mencoba mencari momentum. Sumber gambar: techradar.com

Ataribox: Usaha Sia-Sia Atari Di Persaingan Sengit Console Masa Kini?

Atari. Pada masanya dulu, merk ini sangat berkuasa di jagat video game dunia. Jauh sebelum dunia video game yang kini.. more

Sumber gambar: personacentral.com

Dragon’s Crown: Game yang Dicela dan Dipuja

Dragon’s Crown adalah game yang menimbulkan polarisasi di antara penggemar video game. Perbedaan pendapat yang ada sam.. more