Sumpah Pemuda vs Halloween: Dua Event Yang Berbeda Tapi Berdekatan Dan Berhubungan Dengan Generasi Muda

1 year ago
Sumpah Pemuda vs Halloween: Dua Event Yang Berbeda Tapi Berdekatan Dan Berhubungan Dengan Generasi Muda

Sumpah Pemuda 1928 dan Halloween.

Dua event yang secara definisi jelas berbeda esensi satu dengan lainnya. Bahkan bisa dibilang ‘kagak nyambung’ sama sekali jika dibandingkan.

Tapi tunggu dulu, bro sis! Ada kaitan yang cukup dekat antara Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di Batavia (sekarang DKI Jakarta) dengan Halloween; event yang secara global dirayakan setiap tanggal 31 Oktober. Yakni sama-sama melibatkan partisipasi generasi muda saat kegiatan tersebut diperingati/dirayakan.

Sumpah Pemuda 1928, atau biasa disingkat dengan istilah “Sumpah Pemuda”, merupakan hasil dari sebuah event penting yang terjadi saat Negara Kesatuan Republik Indonesia masih dalam bentuk sebuah wacana impian.

Pada masa itu pemerintah kolonial Belanda masih berkuasa penuh di berbagai daerah di bumi pertiwi, dengan pusat kendali ada di Batavia alias Kota Jakarta sekarang. Akses pendidikan formal masih berupa barang mewah buat banyak orang saat itu. Walaupun tetap dalam tekanan serta pengawasan Belanda, tapi perkumpulan para pemuda terpelajar di era tersebut mulai tumbuh secara perlahan dan sporadis tersebar di berbagai tempat.

Didasari keinginan untuk saling bertukar pikiran, gagasan, ide, serta cita-cita, para pemuda terpelajar ini lantas membuat sebuah event di mana mereka bisa berkumpul dan saling bertukar ide.

Maka dibuatlah event bertajuk “Kongres Pemuda Pertama” di tahun 1926.

Event sukses itu diteruskan oleh para penggagasnya, seperti Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) pimpinan tokoh pemuda Sugondo Djojopuspito, untuk menghasilkan sesuatu yang lebih konkrit untuk persatuan dan kesatuan pemuda di Hindia Belanda saat itu.

Sugondo Djojopuspito merupakan tokoh pemuda berpengaruh era itu. Sumber gambar: sejarahkita.blogspot.com

Sugondo Djojopuspito merupakan tokoh pemuda berpengaruh era itu. Sumber gambar: sejarahkita.blogspot.com

Hasilnya adalah “Kongres Pemuda Kedua” tahun 1928, yang diikuti berbagai perkumpulan/organisasi/klub pemuda yang terdata di Hindia Belanda. Semuanya berorientasi lokal sesuai daerah asal, seperti Jong Java yang berasal dari Jawa. Atau Jong Batak, yang jelas berasal dari daerah Batak di Pulau Sumatera. Ada pula Pemuda Kaum Betawi dan masih banyak lagi. Di event ini pula W.R Supratman memperkenalkan lagu ciptaannya “Indonesia Raya” yang kelak jadi lagu kebangsaan negara baru Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Kongres Pemuda Kedua inilah yang menghasilkan ‘political statement’ legendaris yang kini kita kenal sebagai ‘Sumpah Pemuda’.

“Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”

Lantas, Halloween itu apaan?

Ilustrasi yang menggambarkan keseraman malam Halloween. Sumber gambar: patheos.com

Ilustrasi yang menggambarkan keseraman malam Halloween. Sumber gambar: patheos.com

Secara singkat, Halloween adalah sebuah festival yang dipercaya berasal dari event panen kaum Celtic Samhain. Namun ada pula klaim kalau event ini adalah festival Christian karena digelar sehari sebelum All Saints’ Day alias hari memperingati para Saint dalam kepercayaan Christian.

Dipercaya berasal dari kata Hallowe’en, atau Hallowed Evening (Malam Suci), buat kaum Celtic Samhain hari itu bermakna berakhirnya musim panen serta musim panas. Orang-orang dahulu percaya kalau di malam Hallowe’en tersebut, sekat dinding pemisah antara dunia manusia dengan dunia arwah sedang menipis sehingga arwah dari dunia lain dapat memasuki dunia manusia dan itu merupakan hal buruk untuk panen. Untuk mencegah hal tersebut, dibuatlah ‘sesajen’ (seperti labu yang populer disebut Jack-o-Lantern) serta dinyalakan api unggun untuk menakuti roh-roh jahat yang menerobos masuk ke dunia manusia pada malam itu.

Labu menyeramkan Jack-o-Lantern merupakan ikon Halloween. Sumber gambar: wonderopolis.org

Labu menyeramkan Jack-o-Lantern merupakan ikon Halloween. Sumber gambar: wonderopolis.org

Dan untuk mencegah agar anak-anak dan pemuda dari bangsa manusia tidak diambil dan dibawa kabur ke dunia roh, para orang tua mendandani anak-anak mereka dengan samaran kostum seram dengan tujuan agar roh jahat tertipu mengira anak-anak manusia sebagai bagian dari mereka. Dalam perkembangannya, anak-anak akan berkeliling meminta permen dalam balutan kostum seram mereka pada orang-orang dewasa; memanfaatkan situasi hehehe. Hal itu disebut sebagai ‘trick or treat’.

Trick or Treat! Dan orang dewasa harus menyiapkan permen dan coklat di malam Halloween. Sumber gambar: wonderopis.org

Trick or Treat! Dan orang dewasa harus menyiapkan permen dan coklat di malam Halloween. Sumber gambar: wonderopis.org

Sumpah Pemuda dan Halloween.

Walau secara makna dan esensi tidak memiliki persamaan satu sama lainnya, namun kedua event ini memiliki satu persamaan yang nyata: yakni keterlibatan generasi muda di dalamnya.

Jika di Sumpah Pemuda ada sebuah keinginan para pemuda melakukan hal terbaik untuk nusa dan bangsa, maka di Halloween terdapat sebuah usaha terbaik untuk terhindar dari malapetaka yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

Namun sayang, belakangan peringatan Sumpah Pemuda 1928 di Indonesia semakin sepi dan kehilangan makna. Padahal 89 tahun lalu, para pemuda itu sudah memiliki cita-cita dan wawasan agar bangsa ini lebih baik dan segala hal positif lainnya.

Para tokoh Sumpah Pemuda 1928 photo bareng. Sumber gambar: bintang.com

Para tokoh Sumpah Pemuda 1928 photo bareng. Sumber gambar: bintang.com

Sementara Halloween juga mengalami pergeseran makna dalam perayaannya menjadi sebuah event yang berbalut kegiatan berbau horror, permen, coklat dan pesta kostum (and God knows what else). Bukan lagi sebuah perayaan yang bermakna relijius dan sakral.

Parade kostum Halloween di Hollywood. Sumber gambar: latimes.com

Parade kostum Halloween di Hollywood. Sumber gambar: latimes.com

Tapi bagian terburuk dari semua itu adalah jika putra putri Indonesia lebih tahu dan menantikan acara Halloween tanpa tahu apa dan makna Sumpah Pemuda yang dulu dilakukan oleh kakek nenek buyut mereka di masa lalu saat berada di bawah tekanan pemerintah kolonial Belanda.

Merayakan dan bersenang-senang di Halloween tentu saja tidak dilarang karena merupakan hak setiap orang melakukan apa saja yang dia mau selama tidak bertentangan dengan norma sosial dan hukum negara. Tapi bro sis juga jangan sampai lupa kalau 3 hari sebelum Halloween, di tahun 1928, para putra putri terpelajar Indonesia pernah ‘hangout’ bareng dan menghasilkan satu resolusi kebangsaan yang tetap hidup dan jadi spirit bangsa Indonesia hingga hari ini.

Mari untuk tidak melupakan hari dan makna Sumpah Pemuda 1928. Dan having fun responsibly di event Halloween!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sabrina – Chapter 3: Berkenalan Dengan Pria Mapan

“Itu, Om Setyo punya temen. Baik orangnya, udah mapan juga. Pengen dikenalin ke siapa gitu.”.. more

sumber: CIAYO Pictures

Jonbray Komik: “Di CCC Bisa Sharing Bareng Komikus”

CIAYO Comics Club telah selesai diselenggarakan. Banyak sekali komikus yang datang meramaikan perhelatan ulang tahun CIA.. more

(pm1.narvii.com)

Konohamaru VS Boruto: Siapa yang Akan Menjadi Hokage ke 8?

Hokage adalah Kage dari Desa Konohagakure, yakni gelar yang diberikan kepada seorang pemimpin desa. Hokage bertanggung j.. more

Sumber: vrworld.com

Perang Kartu Grafis PC Kelas Menengah: RX 480 vs RX 580 vs GTX 1060

Kali ini kita akan lihat dan bandingkan dua jenis kartu grafis PC di kelas menengah. Kedua kartu ini berasal dari dua ku.. more

00-d-fifa-19

FIFA Battle Royale? Mode Baru FIFA 19 Ini Bikin Beda Dari PES!

FIFA 19 kini punya mode game yang memungkinkan gamer bermain tanpa wasit, hingga sistem skor ala basket. Ada mode Battle.. more