The Disaster Artist: Sisi Lain di Balik Film Terjelek Sepanjang Masa

9 months ago
00 disaster artist desktop

The Room – film indie yang diproduksi, didanai, diproduseri, ditulis naskahnya, disutradarai, dan dibintangi oleh aktor misterius bernama Tommy Wiseau. Dirilis tahun 2003, The Room ditasbihkan sebagai Citizen Kane-nya film-film jelek.

Berbagai media mengklaim The Room sebagai salah satu film terjelek dan teraneh yang pernah mereka saksikan. The Room menampilkan akting pas-pasan dari Tommy serta aktor pendukung lainnya. Film drama tersebut menuturkan kisah hidup seorang bankir yang dikhianati satu persatu oleh kawan serta tunangannya. Meski demikian, sebagian besar film The Room justru diisi oleh subplot yang tidak berhubungan dengan cerita utama, dan parahnya semua itu tidak diselesaikan secara memuaskan. Dengan struktur narasi yang inkonsisten, akting setengah hati, serta banyaknya kesalahan teknis, klaim The Room sebagai film terjelek nampak punya alasan yang kuat.

01 disaster artist meme

Tommy Wiseau saat memainkan dialog “You are tearing me apart, Lisa!” di The Room (Sumber: Trailer Addict)

Meski demikian, beberapa tahun berselang dan kini The Room menjadi sebuah film cult yang penayangannya dinantikan dan selalu dipenuhi penonton. Meme-nya berseliweran di sana-sini. Screening terbatas di beberapa bioskop dipenuhi fans yang membawa bola rugby serta garpu plastik untuk dilempari di dalam studio.

Apa sih yang terlintas di benak Tommy (atau mungkin sineas film jelek lainnya) saat mereka membuat sebuah film? Bro sis bisa mencari tahu jawabannya lewat film The Disaster Artist.

Film ini merupakan adaptasi dari buku nonfiksi berjudul sama yang ditulis oleh sahabat dekat Tommy, Greg Sestero, dan juga Tom Bissell. Adaptasi filmnya ditangani oleh James Franco yang juga membintangi film ini bersama dengan saudaranya Dave Franco.

02 disaster artist cast

Franco bersaudara bersama Tommy Wiseau dan Greg Sestero. (Sumber: MajorCeleb)

The Disaster Artist tak hanya menuturkan kisah behind the scene dari film The Room, namun juga menceritakan awal mula pertemuan Greg Sestero (Dave Franco) dengan Tommy Wiseau (James Franco). Keduanya mengikuti kelas akting yang sama. Greg yang saat itu pemalu, tertarik dengan attitude Tommy yang penuh percaya diri meskipun punya teknik akting yang unik.

Keduanya menjalin hubungan persabatan yang aneh namun dekat. Segala hal tentang Tommy sangat misterius, seperti di mana ia lahir, berapa usianya, serta pekerjaan sehari-harinya. Tommy banyak membantu Greg, namun di saat bersamaan ia menutup diri terkait hal-hal pribadinya.

03 disaster artist friends

Sebuah persahabatan yang unik dan unlikely. (Sumber: EW)

Tommy kemudian mengajak Greg untuk pindah ke Los Angeles untuk mewudukan mimpi mereka menjadi aktor Hollywood. Beberapa bulan berselang, Greg mulai mendapatkan beberapa pekerjaan akting dan kini berpacaran dengan Amber (Alison Brie). Sementara itu, Tommy tidak seberuntung Greg dan mulai menyadari kerasnya industri film. Greg yang sebenarnya juga sedang sepi tawaran job, mencoba menghibur Tommy dan secara tak langsung memberikan ide untuk membuat film sendiri. Usul itu, langsung disambut oleh Tommy.

Tommy kemudian mempersiapkan naskah untuk film debutnya, The Room. Ia berperan sebagai Johnny, dan Greg diberikan peran Mark. Dengan dukungan budget tak terhingga yang diambil dari dompet Tommy sendiri, ia membeli perlengkapan film mahal, menyewa studio film, serta merekrut kru dan aktor. Datang hari shooting, keanehan mulai terjadi. Tommy sangat sulit untuk diajak bekerja sama dengan anggota tim lainnya. Ia senantiasa datang terlambat dan melupakan semua dialognya. Meskipun memiliki dana lebih dari cukup, Tommy enggan memberikan fasilitas layak seperti air minum, AC, hingga MCK.

the disaster artist crew

Wajah-wajah galau karena harus ambil take 70 kali untuk satu adegan yang sama. (Sumber: Collider)

Kesulitan di studio (yang sebagian besar disebabkan oleh Tommy sendiri) perlahan-lahan menciptakan keretakan. Editor naskah dan asisten sutradara Sandy Schklair (Seth Rogen) serta pengarah sinematografi Paul Scheer (Jason Mantzoukas) terang-terangan membenci cara kerja Tommy. Bahkan Greg pun perlahan-lahan mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Tommy. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka, menjelang akhir dari produksi film The Room?

The Disaster Artist merupakan film yang benar-benar setia dengan materi aslinya. James Franco tidak mendramatisir dengan “lebay” momen-momen dalam novelnya, namun bro sis bisa merasakan bahwa film tersebut terstruktur dengan rapi, babak per babak, adegan per adegan. Inklusi karakter Amber sebagai pacar Greg memang sedikit… kelewatan dan tidak perlu, namun sosoknya menjadi alat yang memberi jarak antara persahabatan Greg dan Tommy. Momen klimaksnya pun bisa dirasakan, misalnya Tommy ketika ia mulai menyadari bahwa dunia tidak bisa menerima egonya, atau dimana Greg menghadapi situasi dilematis saat menyadari kejanggalan dari pribadi Tommy.

05 disaster artist tommy

James Franco mampu menangkap keeksentrikkan seorang Tommy Wiseau. (Sumber: Awards Circuit)

James Franco sendiri memainkan sosok Tommy dengan penuh penjiwaan. Ia benar-benar meniru watak Tommy hingga ke detil terkecil seperti aksen yang dibuat-buat hingga kebiasaannya mendobrak kaidah tata bahasa/grammar saat berbicara. Tak heran untuk aspek satu ini James berhasil diganjar hadiah piala Golden Globe.

Dalam mereka ulang setiap adegan film The Room, The Disaster Artist juga mampu menangkap esensi film aslinya dengan sempurna. Setiap angle kamera, setiap setting latar, setiap dialog, hingga detil terkecil seperti intonasi dan gestur tangan berhasil direkonstruksi tanpa cela. Melihat perbandingan adegan antara dua film secara bersisian benar-benar tersinkronisasi hingga detik terkecil.

Satu hal yang agak disayangkan, bagian ending dibuat cukup trivial. Momen ending yang seharusnya jadi sebuah pencerahan bagi Tommy justru agak ironis. The Disaster Artist seakan ingin mengajarkan bahwa dunia ini tidak bisa dihadapi secara face value, namun Tommy justru menganggap penonton yang menertawai filmnya menikmati film terebut dengan tulus. Bisa saja mereka menertawakan film The Room karena memang film tersebut jelek dan patut ditertawakan. Tapi hei, asal kamu senang, Tommy. Yang penting egomu terpuaskan.

06 disaster artist win

Yang penting, semuanya puas. (Sumber: A24)

Meski demikian, The Disaster Artist merupakan film semi-dokumenter yang memberikan sebuah insight di balik film yang konon merupakan yang terjelek di masanya. The Room memang merupakan film jelek, namun apa yang mendasari seorang Tommy Wiseau untuk membuat film ini? Apa yang dipikirkan oleh Greg Sestero dan aktor The Room lainnya setelah tahu film mereka menjadi bahan meme hingga 18 tahun ke depan? Pada akhirnya, hanya passion yang berhasil mendorong The Room dari masa produksinya yang amburadul hingga tayang di bioskop. Dan passion inilah yang berhasil ditunjukkan oleh James Franco lewat The Disaster Artist.

Bro sis penasaran dengan film The Room yang menginspirasi The Disaster Artist? Tenang, karena CIAYO Blog juga bakal menyajikan review film The Room. Kapan tanggal mainnya? Nantikan saja ya!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Sumber: twitter.com

Lelah dengan Pekerjaan? Mungkin Kamu Bisa Ikut Festival Ala Jepang ini!

Setiap hari kita selalu dihadapkan dengan rutinitas kehidupan yang sewaktu-waktu dapat membuat jenuh. Pastinya ada banya.. more

UBL Manga Fest: Seminar Internasional Manga Pertama di Indonesia

Dunia kreatif memang tak akan pernah bisa redup dan tak akan pernah selesai dibicarakan. Kali ini Universitas Budi Luhur.. more

Misteri Karakter Ketiga Devil May Cry 5

Menurut penuturan dari Hideaki Itsuno selaku pembuat game Devil May Cry 5, pemain bakal memainkan 3 karakter dalam game .. more

CIAYO Comics Invasi ke IKJ. Ada apa nih?

CIAYO Comics berkesempatan diundang sebagai pembicara dalam workshop komik. Kali ini giliran Institut Kesenian Jakarta y.. more

00-d-wotaku-ni-koi-wa-muzukashii

Review Anime Wotaku ni koi wa Muzukashii: Ketika Otaku Jatuh Cinta

Bekerja di kantor sama, cowok-cewek ini ternyata menyadari jika mereka adalah otaku! Simak selengkapnya di Wotaku ni Koi.. more