The Night Comes For Us, Bukti Pertama Indonesia Di Mata Netflix

2 weeks ago
TheNightComeForUs-Banner

Selang beberapa bulan setelah Sebelum Iblis Menjemput yang merupakan film bergenre horror, Timo Tjahjanto (yang selama ini dikenal sebagai Mo Brothers, sebutan untuk duetnya bersama Kimo Stamboel), kembali dengan The Night Comes For Us.

The Night Comes For Us menjadi film pertama Indonesia yang melibatkan Netflix dalam proses produksinya. Kalian sudah bisa menyaksikannya di aplikasi Netflix mulai tanggal 19 Oktober 2019.

Film ini bercerita tentang Ito (Joe Taslim), yang dikejar-kejar Triad karena kegagalannya dalam sebuah misinya sebagai Six Seas (sebutan untuk enam elit Triad tingkat atas), akibat keinginannya untuk menyelamatkan seorang gadis kecil.

The Night Comes For Us Proyek yang Berlangsung Lama

TheNightComeForUs-Pemain

Sumber: Indonesian Pageants

Film ini sendiri bisa dibilang menjadi sebuah proyek film yang proses produksinya sudah berlangsung cukup lama, bahkan sudah diumumkan sejak 2014, setelah pemutaran The Raid 2. Saat munculnya Headshot (yang merupakan film laga yang disutradarai Timo juga sebagai Mo Brothers) di bioskop, penulis sempat mengira bahwa proyek film ini sudah dibatalkan karena kabarnya tidak ada sama sekali saat itu.

Aktor dan aktris yang diumumkan pun pada akhirnya mengalami beberapa perubahan, jika pada awalnya yang diumumkan adalah Prisia Nasution dan Kelly Tandiono, peran tersebut akhirnya tergantikan oleh Hanna Al Rashid dan Dian Sastrowardoyo. Begitu juga Rio Dewanto, Arifin Putra dan Oka Antara juga sepertinya berganti menjadi Abimana Arsatya, Zack Lee dan Dimas Anggara.

Kemungkinan ada hambatan dalam proses produksinya, yang menjelaskan kenapa akhirnya mereka bekerjasama dengan Netflix untuk proses pembuatan film ini.

TheNightComeForUs-knife

Jika terbiasa melihat Abimana yang kalem, kamu akan melihat sisi sadis dan beringasnya di film ini, sebagai Fatih (sumber: Polygon)

Sadis, Kejam dan Darah Memenuhi The Night Comes For Us

TheNightComeForUs-Timo

Timo Tjahjanto (sumber: Eastern Kicks)

Hal yang menjadi ciri khas dari Mo Brothers sejak kemunculan pertama mereka lewat Rumah Dara atau Macabre adalah adegan-adegan yang sadis dan penuh darah. Meskipun dalam proyek ini Timo Tjahjanto melakukan proses penyutradaraan sendiri karena rekannya yang sibuk dalam penggarapan film Dread Out, ciri khas itu tidak hilang.

Gareth Evans sendiri, saat diwawancarai saat menghadiri pemutaran film The Raid 2 di Sundance Festival, mengatakan bahwa Mo Brothers itu jauh lebih sadis dan berdarah-darah dibandingkan dirinya, dan ia mempercayai mereka dalam keberlangsungan perusahaannya (yaitu XYZ Films).

Dalam The Night Comes For Us, kita akan menjumpai adegan-adegan seperti menggorok leher, jari-jari yang putus, bahkan usus yang keluar dari badan.

Kehadiran Hannah Al Rashid dan Dian Sastro

TheNightComeForUS-Dian

Sumber: Tribunnews

Jika dalam The Raid 2 dan Headshot kita dihadirkan sosok Julie Estelle, dalam film ini kita akan menjumpai dua aktris lagi, yaitu Hannah Al Rashid dan Dian Sastro (yang menggantikan aktris-aktris yang diumumkan sebelumnya)

Ugh, menyenangkan sekali melihat sosok Cinta yang manis menjadi sadis dan terkesan psikopat di film ini.

Kehadiran dua tokoh perempuan yang memainkan adegan laga dalam film ini sepertinya kabar yang menyenangkan untuk pegiat kesetaraan gender. Hannah Al Rashid sendiri merupakan duta PBB Indonesia untuk bidang kesetaraan gender, di mana ia juga sering meningkatkan awareness soal itu di media sosialnya. Dian Sastro juga memerankan Kartini dalam film berjudul sama garapan Hanung Bramantyo, dan dirinya pada dasarnya memang sudah menjadi salah satu ikon perempuan Indonesia.

Tambahan soal Hannah Al Rashid, dia sendiri sudah mempunyai latar sebagai atlet pencak silat yang ia tekuni sebelum menjadi artis dunia peran, dimana ia pernah mencapai kompetesi internasional dalam bidang itu.

Untuk sosok Julie Estelle pun, sosoknya masih akan kita temui sebagai salah satu peran penting dalam film ini.

TheNightComeForUs-Julie

Sumber: Okezone

The Night Comes For Us Tidak Diputar di Bioskop 

Netflix

(Sumber: Mariviu)

Salah satu hal yang menurut penulis patut disesalkan adalah tidak diputarnya film ini di bioskop. Meskipun film ini melanglang buana ke berbagai festival, kita hanya akan bisa menikmatinya di layar laptop, televisi, atau handphone lewat aplikasi Netflix.

Hal ini sendiri memang sudah menjadi konsokuensi kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Netflix memang sempat mengalami konflik dengan Christopher Nolan, di mana sutradara Inception ini mengungkapkan kekesalannya terhadap Netflix yang memindahkan penonton layar bioskop ke rumah. Padahal, menurutnya pengalaman menonton film di bioskop itu tidak tergantikan.

Budaya home theater sendiri sebenarnya sudah ada sebelum Netflix dengan adanya channel seperti HBO, tapi berbeda dengan HBO yang memutar film yang sudah diputar di bioskop, Netflix mulai membuat hal itu eksklusif hanya bisa dinikmati di rumah dengan aplikasinya.

***

Terlepas dari kekurangannya, kehadiran film laga berkualitas Indonesia dengan taburan bintang aktor dan aktris, tentu merupakan suatu kabar yang menyenangkan. Jadi udah gak ragu lagi kan buat dukung perfilman Indonesia?

About Author

Muhammad Al Fatih Hadi

Muhammad Al Fatih Hadi

Mempunyai dua nama panggung yaitu Nocturne dan Buluidung. Book nerd, movie freak. Sedang merantau ke Al-Ain, Uni Emirat Arab, entah sebagai pelajar atau sebagai TKI. Jika tertarik menghubunginya, bisa lewat akun instagramnya @Fatihnokturnal14. Jika tidak tertarik, ya sudah.

Comments

Most
Popular

The Nun - Cover (Sumber: screenweek)

Review Film The Nun, Kisah Spin Off atau Prekuel?

The Nun, mengungkapkan sosok Valak dalam The Conjuring 2... more

Sumber gambar: littleanimeblog.com

Mengenal GeGeGe no Kitaro, Anime yang Akan Menggantikan Slot TV Dragon Ball Super

GeGeGe no Kitaro bukanlah IP kemarin sore. Serial anime ini sudah hadir sejak anime pertama kali dibuat dalam sejarah... more

Berbagi Kebaikan #UntukSemua Lewat Komik

Ramadan telah tiba! Saatnya berbagi kebaikan #untuksemua. Tapi, kebaikan nggak harus dilakukan dalam bentuk materi aja, .. more

(CIAYO Pictures)

Jogja Diguyur Hujan, Mangafest 2017 Tetap Ramai Pengunjung

Beberapa hari ini, hujan kerap mengguyur Jogja. Saat event Mangafest digelar pada 25-26 November 2017 pun, jalanan basah.. more

Hasil jarahan perang dari Pasar Komik Bandung 6 (CIAYO Pictures)

Indonesia Harus Mulai Melirik Intellectual Property Sebagai Komoditi Industri

Inilah kekuatan IP yang harus mulai dilirik oleh penggiat industri kreatif. Ada banyak cara untuk memulai untuk membangu.. more