ThunderCats Terbaru Menimbulkan Reaksi Negatif Dari Fans Lama

3 months ago

Terus terang saya bukan penggemar berat sebuah reboot/remake ya walau engga punya masalah dengan hal itu sih.

Reboot/remake ini bisa dibilang perjudian. Kenapa? Karena disatu sisi, aspek nostalgia dari IP yang memancing fans lama biar kembali bergairah dan bersemangat dengan kenangan lama mereka. Sedangkan di sisi lain kalo pengerjaannya salah, bisa-bisa kena amarah fans lama yang tidak rela IP kesayangan mereka jadi ‘berubah’. Dan fans baru juga bisa terpengaruh dengan sentimen itu.

Kondisi fifty-fifty seperti ini sudah sering banget terjadi. Contohnya film “RoboCop” (2014) yang berasal dari film originalnya “RoboCop” (1987).

Desain 1987 jauh lebih keren. (Sumber: Pinterest)

Sekali nonton saja sudah cukup bagi saya untuk berpendapat kalau film yang dibuat ulang ini yang dibintangi oleh Joel Kinnaman (juga berperan di film DCEU “Suicide Squad” tahun 2016) itu engga berhasil buat menciptakan ulang ‘nyawa’ seperti yang sudah ada di film RoboCop-nya Peter Weller. Sutradara Jose Padilha engga mampu menciptakan RoboCop versi dia agar memiliki charisma yang sama seperti RoboCop buatan sutradara Paul Verhoeven.

Film RoboCop yang dibuat ulang ini adalah sebuah bencana.

Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya: saya tidak anti. Dalam kasus spesial, saya sangat menantikan remake ini untuk dibuat hingga selesai.

Contohnya? Game RPG legendaris yang dibuat ulang “Final Fantasy VII” dari franchise Final Fantasy. Game dari era PlayStation One itu sudah keren banget di tahun 1997. Dan di-remake dengan teknologi masa kini, engga diragukan lagi pasti grafisnya akan ‘wow’ banget. Saya sangat menantikan game yang diproduksi ulang ini.

Versi original & versi Remake (berdasarkan trailer) Final Fantasy VII. (Sumber: YouTube)

Antusiasme yang sama tidak bisa saya berikan pada salah satu kartun favorit saya dari era ‘80an, yaitu : ThunderCats.

Logo ThunderCats original. (Sumber: Pinterest)

Kartun ThunderCats ini ditayangkan di Amerika Serikat pada tahun 1985. Sebenarnya judul ini juga bisa disebut sebagai produk anime loh, karena pada prinsipnya dikerjakan oleh studio anime Jepang, ya walaupun key staff dari IP ini semuanya warga negara Amerika Serikat.

Intro ThunderCats:

Karakter di ThunderCats ini diciptakan oleh Tobin Wolf, penulisan naskahnya dikepalai oleh Leonard Starr dan produksi animasinya dikerjakan oleh Studio Pacific Animation Corporation yang berbasis di Jepang. Dan Masaki Iizuka sebagai kepala manajer produksinya.

ThunderCats original. (Sumber: ThunderCats.WS)

Dengan animasi buatan Jepang dan cerita hingga dubbing dikerjakan oleh orang Amerika, animasi kartun ThunderCats merupakan buah produksi dua budaya yang berbeda; Amerika serta Jepang. Sebuah kolaborasi yang biasa terjadi di era ‘80an; seperti kartun lain favorit saya “Saber Rider and the Star Sheriff” tahun 1987 di mana di Jepang dikenal dengan judul “Space Musketeer Bismarck”.

Opening song animasi ini abadi di kepala saya (Sumber: AnimationsFilme)

ThunderCats ini animasi soal apa sih? Kucing berpetir? Hmm…

Formasi asli ThunderCats original. (Sumber: MiserBros)

Tentu saja bukan secara harfiah. ThunderCats berkisah tentang sekelompok alien berpostur manusia dengan penampilan mirip kucing.

Aneh? Engga sama sekali, di tahun ‘80an dimana imajinasi di animasi sangat beragam (berbeda dengan era modern saat ini yang sedikit-banyak monoton di bagian ide). ThunderCats merupakan para pengungsi dari planet sekarat Thundera yang akhirnya terdampar di Third Earth setelah sebelumnya diserang “Mutant Plun-Darr”.

Seperti He-Man/Prince Adam, ThunderCats juga merupakan kelompok bangsawan di planet asal mereka sebelum terdampar. Dalam perjalanan kisah mereka, akan ada musuh bernama Mumm-Ra yang ikonik.

Design keren Mumm-Ra. (Sumber: YouTube)

Salah satu scene khas dari ThunderCats adalah saat Lion-O, tokoh utama dari ThunderCats, mengacungkan pedang Sword of Omen yang memiliki benda mistis Eye of Thundera.  (sumber kekuatan ThunderCats) sambil berseru “Thunder! Thunder! ThunderCats! Ho!” untuk mendapatkan kekuatan. Adegan ikonik ini pasti masih diingat banget dong ya dari penonton ThunderCats di era itu.

ThunderCats dibuat hingga empat season sebelum kemudian hiatus. Sayang sekali, ya? Tapi jangan sedih dulu, karena di tahun 2011, Warner Bros. Animation yang memiliki IP ini mencoba menghidupkan kembali ThunderCats. Mereka masih menggunakan jasa studio Jepang untuk membuat ThunderCats baru tersebut; kali ini Studio 4°C .

ThunderCats versi 2011. (Sumber: YouTube)

ThunderCats baru ini dikategorikan reboot karena membuat cerita berbeda dari ThunderCats original. Disini diceritakan kalau ThunderCats sudah berada di Third Earth sejak episode perdana. Secara keseluruhan kisah di ThunderCats 2011 ini cenderung lebih ‘dark’ ketimbang versi lama.

Trailer ThunderCats 2011

Sayang ThunderCarts versi ini malah ditanggapi dingin oleh fans walau animasinya tergolong bagus kalau dibandingkan dengan versi ‘80an. Jadinya serial ini hanya bertahan satu season dan kembali hiatus panjang. Hingga pengumuman akan adanya reboot (lagi) untuk ThunderCats dan muncul lagi tahun 2018 ini.

Kali ini reaksi yang datang bukan semangat ataupun sikap dingin. Tapi adalah reaksi negatif.

ThunderCats 2018 yang akan ditayangkan di Cartoon Network ini menuai kecaman keras dari banyak fans. Mereka menganggap desain ThunderCats kali ini jelek banget! Jelek luar biasa. Dan saya sependapat. Dibandingkan desain klasik versi 2011, desain versi 2018 ini bagai diciptakan oleh bocah TK. Wah separah itu kah?

Lihat saja ini.

Maaf, Desain apa ini? (Sumber: ComicsBeat)

Film yang diberi nama “ThunderCats Roar” ini menuai reaksi negatif bahkan sebelum animasinya mulai ditayangkan. Ini menunjukkan resistensi yang tinggi. Rata-rata pada mengutuk artCalArts Style” yang digunakan di animasi ini.

Dua desain yang jauh banget feels nya. (Sumber: Polygon)

CalArt Style sendiri merupakan model animasi yang populer sejak 2010-an; dan dipakai di judul-judul seperti “Gravity Falls”, “Star vs the Forces of Evil”, “Steven Universe” serta “The Amazing World of Gumball”. Silahkan Googling untuk melihat seperti apa model animasi CalArts ini.

Contoh CalArts. (Sumber: Twitter)

Melihat reaksi negatif di internet untuk animasi ThunderCats Roar ini, saya engga terlalu yakin kalau serial ini akan mendapatkan season kedua dan seterusnya. Tapi siapa tahu, kan?

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-harukana-receive

Anime Harukana Receive Tampilkan Asyiknya Voli Pantai

Haruka dan Kanata membentuk tim voli pantai meski keduanya berbeda dari penampilan dan sifat. Ikuti perjuangan mereka di.. more

Dragon Ball Super 123: Kekuatan Maksimal Super Saiya Jin Blue!

Pembuka episode diawali dengan adegan terkaparnya Vegeta setelah diserang oleh Laser Merah dari Jiren... more

Spinning Man, Berputar Pada Pencarian Bukti Tentang Kebenaran Bukan Pada Dosa

Spinning Man, film bergenre thriller yang kembali dengan cerita yang "biasa"... more

Sumber: ciayo.com

Serem Nggak Sih, Kalo Mimpi Kamu Jadi Kenyataan?

Pernah nggak bro sis mimpi, terus beberapa waktu kemudian mimpi pas tidur itu jadi kenyataan... more

Yayoi Kusama. (Sumber: highsnobiety)

Yayoi Kusama: Polkadot Queen Asal Jepang yang Mendunia

Kalau kamu dengar nama Yayoi Kusama, pasti teringat dengan polkadot. Yap, seniman asal Jepang ini termasuk sebagai salah.. more