Tips Membuat Komik Edukatif Yang Ampuh: Libatkan Elemen Humaniora!

3 weeks ago
komik-edukatif-00-d

Komik sejatinya adalah salah satu media yang bisa digunakan untuk beragam macam kebutuhan, mulai dari hiburan yang penuh dengan humor menggelitik, hingga sarana edukasi yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Beberapa riset juga bahkan mengatakan bahwa membaca komik akan membuat otak bekerja lebih baik, dan memotivasi pelajar untuk membaca lebih banyak.

Tapi kalau kita berbicara tentang komik edukatif, apa sih yang biasanya kita bayangkan pertama kali? Pasti ga jauh dari kartun anak-anak, yang mengajarkan bocah kecil membaca alfabet, nama macam-macam hewan dan sebagainya. Pada intinya sih, komik edukatif itu cuman buat anak kecil biar bisa belajar menghitung atau membaca.

Hayo, apakah kamu juga punya pemikiran yang seperti ini?

Perlunya Reformasi Komik Edukatif

Ya, Image komik edukatif yang lekat dengan dunia anak-anak menurut saya pribadi harus direformasi dan diredefinisi ulang. Atau setidaknya, dikenalkan lebih luas dan dalam. Kalau kita melihat dari fakta sejarah, komik edukatif ini justru lekat dengan masalah-masalah orang dewasa lho. Mulai dari isu sosial, hukum, hingga gerakan-gerakan dan peristiwa yang mampu merubah dunia.

Kita bisa melihat komik yang berjudul Martin Luther King and The Montgomery Story, sebuah komik yang sedikit banyak berhasil menggerakan massa dalam civil right movement di Amerika pada tahun 1950-an. Komik juga sering digunakan sebagai propaganda perang melawan Nazi di Amerika, yang efeknya berhasil menyatukan suara rakyat untuk ikut berperan melawan pasukan diktator tersebut. Wah, keren banget kan?

Buku komik Amerika saat masa Perang Dunia Kedua. Sumber: IMGur

Sumber: CBR

Memang sih kalau kita lihat secara sederhana, komik edukatif memang dibuat untuk memberikan sebuah pelajaran bagi pembacanya. Komik jenis ini biasa didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pembelajaran, dengan bentuk media visual berupa gambar dan cerita yang mengalir.

Tapi kalau kita lihat dari esensinya, komik edukatif adalah komik yang dapat menyampaikan pesan secara implisit, mampu memberikan inspirasi dan sudut pandang baru, serta dapat mengobarkan suatu keinginan yang menggebu-gebu untuk bertindak. Elemen inilah yang menurut saya pribadi harus diperhatikan oleh setiap komikus muda, agar komik edukatif dapat direformasi menjadi komik yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih ‘serius’ dimata pembacanya.

Saya pun kemudian berusaha mencari tahu lebih dalam bagaimana cara membuat komik edukatif yang punya nilai lebih. Saya ingin tahu, apa saja yang diperlukan untuk membuat komik edukatif yang punya keunikan tersendiri dan mampu merubah sudut pandang serta menggelitik pola pikir pembacanya.

Setelah browsing sana-sini, melihat beberapa jurnal, riset penelitian, dan melakukan wawancara dengan beberapa komikus lokal, saya punya kesimpulan bahwa komik edukatif yang baik harus satu hal : melibatkan elemen humaniora didalamnya.

Baca Juga: Komik Indonesia Jadi Influencer Paling Berpengaruh?

Gunakan Humor Satir dan Sejarah

Sebagai pecinta komik yang tidak punya kemampuan untuk membuat komik, tentu rasanya tidak etis jika saya menjelaskan bagaimana cara membuat komik edukatif tanpa punya kualifikasi yang mumpuni. Karena itu, saya mewawancarai beberapa komikus lokal yang menurut saya punya nilai edukatif disetiap karyanya, walaupun mereka menolak dibilang kalau komik mereka adalah komik yang edukatif.

Saya bisa bilang kalau komik edukatif yang ‘nyeleneh’ dan beda dari yang lainnya pasti menggunakan dua hal : humor satir dan fakta sejarah. Humor satir bertujuan untuk menstimulasi pembacanya agar melihat sebuah isu dari sudut pandang yang berbeda, dengan menggunakan analogi yang menggelitik. Hal ini persis seperti apa yang dilakukan ‘Si Koel’ dalam beberapa judul komiknya.

Sumber: Kurnia Hatta Winata

Sumber: Kurnia Harta Winata

Sebagai orang yang mencintai humor satir, saya selalu menyukai komik ‘si Koel’ sejak pertama kali melihatnya. Humor satir yang diberikan komik ini begitu segar, menggelitik, dan sedikit banyak merubah pola pikir saya tentang banyak hal. Salah satu daya tarik dari komik Si Koel ini adalah permainan analogi dan plot twist yang ada disetiap karyanya, yang menurut saya pribadi sih sangat brilian dan mampu dieksusi dengan sempurna oleh sang komikus, Kurnia Harta Winata.

Komikus Hingga Usai Usia ini mengatakan bahwa Si Koel adalah sebuah karakter yang tidak perlu pusing dipikirkan. Dalam komiknya, tugas Koel bukan memberikan semangat atau menginspirasi, tapi lebih kepada menemani pembaca dan melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda. Koel berprinsip kalau masalah lebih enak dilewati dengan tertawa, ketimbang dengan wajah serius dan muram.

Tapi meskipun begitu, saya pribadi sebagai pembaca setianya tetap berprinsip bahwa komik Si Koel adalah komik yang edukatif, karena benar-benar mengajarkan pembacanya bagaimana memandang akar suatu isu dengan analogi yang ciamik. Sebagai contoh, kamu bisa membacanya di komik Si Koel yang berjudul Kibal Kibul Motivasi dan Yesus dan Aku. Satirnya kena banget deh pokoknya.

Sumber: Facebook

Sumber: Facebook

Nah, humor satir jika diracik dan ditulis dengan storytelling yang baik, akan menghasilkan sebuah komik edukasi yang punya nilai lebih dibandingkan komik biasanya. Sama halnya dengan komik hasil karya dari Aji Prasetyo, yang sering kali mendapatkan kritikan pedas akibat mengangkat topik yang terkesan ‘kontroversial’.

Komik Aji Prasetyo yang pertama kali saya lihat adalah komik yang berjudul Apa Sih Maunya NU? yang sedikit banyak menjelaskan tentang peristiwa ceramah yang dibikin ‘bubar’ sama LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslimin) pada Februari 2016. Sejak pertama kali melihat art dan nilai pembelajaran dari komik ini, saya langsung merasa kalau pembuatnya benar-benar niat membuat sebuah komik edukatif yang penuh dengan pelajaran bagi pembacanya.

Semua asumsi ini kemudian terbuktikan setelah saya melakukan wawancara lebih dalam dengan Aji Prasetyo, sang komikus yang juga pernah mendapatkan special jury mention di acara Kosasih Award pada tahun 2014. Hasilnya, saya dapat menemukan kesan bahwa Aji Prasetyo adalah seorang pemikir, pekerja keras, idealis, dan menganggap bahwa komik bukanlah sekedar hiburan semata. Dia melihat komik sebagai sarana pembangkit semangat, sekaligus pengingat bagi pembacanya bahwa banyak isu yang ‘tak terlihat’ atau terlewatkan esensinya di masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Mengenang Kembali Karya Mice di Pameran 20 Tahun Mice Berkarya

Komik Edukatif

Sumber: Facebook

Topik-topik yang diangkat oleh mas Aji ini memang unik, cenderung berat dan sama sekali jauh dari kata biasa. Dia juga tidak segan untuk mengutarakan pemikiran dan argumennya yang mungkin kontroversial bagi beberapa orang, seperti misalnya Panduan Singkat Agar Tidak Mati Konyol Karena Alkohol, Mari Rame-Rame Meneladani Firaun, Setan Menggugat dan Bisnis Dibalik Pelanggaran Ham. Dan percayalah, judul diatas harus dibaca dengan pemikiran yang terbuka agar emosi tidak mudah tersulut.

Dalam sesi wawancara, mas Aji mengatakan bahwa dia menggunakan sejarah agar bisa memberikan nilai yang lebih dari sekedar hiburan. Dia ingin membuat pembacanya merenung, menemukan sudut pandang baru, berpikir kritis dan melihat idealisme dan ideologi yang selama ini mungkin tidak terlihat. Alasan lainnya, dia ingin pembacanya bangga terhadap sejarah Indonesia, bangga dengan identitas bangsa yang dibuat berdarah-darah oleh para leluhur kita.

Inilah salah satu nilai edukatif dari komik-komik buatan Aji Prasetyo, karena mampu memberikan pembacanya banyak pengetahuan, informasi dan pelajaran tentang hidup yang berdasarkan hasil riset dan peristiwa sejarah. Tapi kalau kamu ingin membuat komik yang serupa, jangan asal tulis dan gambar ya!

Sumber: Facebook

Sumber: Facebook

Perlu diingat sebelumnya, bahwa semakin besar nilai edukasi yang ingin disampaikan oleh kreatornya, semakin besar pula pengorbanan yang harus dikeluarkan. Dalam membuat komik tentang perang Diponogoro misalnya, mas Aji melakukan riset yang serius dengan membaca banyak sekali buku, bahkan sampai belajar dengan seorang profesor luar negeri. Dia juga melakukan riset yang mendalam saat membuat komik tentang budaya minum alkohol di nusantara, mulai dari melihat literatur jadul di daun lontar hingga mempelajari bahasa dan istilah kuno.

Kenapa sih sampai melakukan riset yang dalam, toh hanya untuk membuat komik bukan? Kalau menurut mas Aji sih, karena dia benar-benar menghargai pembacanya. Dia menghargai kalau pembacanya adalah orang yang intelek dan harus diberikan informasi secara akurat. Kalau seorang kreator membuat karyanya asal-asalan, artinya dia sudah meremehkan pembacanya. Hmm, totalitas sepertinya memang menjadi kunci dalam membuat komik edukatif ya?

Baca Juga: 17 Komik Anak Bangsa yang Berhasil Mewarnai Media Sosial Milenial Indonesia

Cari Kualitas, Bukan Kuantitas

Kalau kita mau menarik kesimpulan dari apa yang sudah saya utarakan diatas, ada beberapa poin penting yang mungkin bisa kita jadikan patokan :

  1. Reformasi Komik Edukatif — Sudah saatnya komik edukatif dipenuhi dengan ide, wawasan, idealisme, sudut pandang, dan ideologi baru yang bisa dibaca dan dinikmati oleh orang dewasa.
  2. Libatkan Elemen Humaniora — Masukan elemen humaniora untuk mengangkat pembaca merasakan emosi manusiawi, seperti berpikir kritis, merubah sudut pandang, merasakan empati dan mempunyai pemikiran dan idealisme yang baru. Di atas saya sudah beberapa memberikan contohnya, yaitu dengan memasukan humor satir dan fakta sejarah.
  3. Cari Kualitas — Untuk komik edukatif, hal paling diutamakan adalah nilai dan esensi dari kualitas yang coba diceritakan, bukan kuantitas panel komik yang dihasilkan. Perdalam riset, perbanyak membaca, dan pastikan topik dapat disampaikan mampu diceritakan dengan story telling yang simpel dan ciamik.

Dengan begitu banyaknya platform komik gratis yang muncul belakangan ini, semoga saja semakin banyak komikus muda yang tertarik untuk membuat komik yang ‘lebih’ dari sekedar hiburan.

Semoga saja makin banyak yang tertarik untuk mengikut jejak Si Koel dan Aji Prasetyo untuk membuat komik yang punya nilai edukatif dan pembelajaran yang tinggi, memberikan cara pikir yang berbeda dan tetap kritis dalam mengatasi isu. Semoga saja platform komik yang ada di Indonesia mampu memberikan wadah dan ruang berkreasi bagi mereka yang ingin ‘serius’ dalam membuat komik edukatif.

Semoga saja ya!

Baca komik online di CIAYO Comics

About Author

Ben

Ben

"Seorang penulis lepas amatiran yang tampan, muda, pemberani, dan mencoba menjadi idaman mertua. Kalau ketemu di jalan tolong teriak 'BENJO' yang kenceng ya!"

Comments

Most
Popular

source 1: pinterest.com

5 Drama Series Netflix Underrated! Yuk Ditonton!

Ada banyak acara Netflix yang populer, dan ada juga yang luput dari sorotan. Inilah 5 drama series Netflix underrated ya.. more

app ciayo comics

App CIAYO Comics Versi Terbaru Punya Fitur Ala Medsos!

Baca komik di app CIAYO Comics kini jadi semakin nyaman. Sekarang ada fitur cek jadwal terbit komik serta notifikasi kom.. more

Anime Bertema Sepakbola ini nggak Kalah Seru dari Captain Tsubasa lho

Tapi apakah bro sis tahu, ada pula anime bertema sepakbola yang nggak kalah seru dari Captain Tsubasa. Berikut ini beber.. more

Art yang tipikal khas game simulasi kencan Jepang. Sumber gambar: noelworks.net

Single? Yuk Main Game Simulasi Kencan Buatan Anak Sekolah Jepang!

Game Dating Sim ini memang biasanya ditujukan untuk pangsa pasar gamer cowok yang mungkin mengalami kesulitan mencari pa.. more

Delapan film live action sudah jadi bukti Tomie berhasil “menyihir” penggila horor seantero Jepang. (Sumber: Mubi)

Kesamaan Dunia Game Nioh Dengan Sejarah Asli Jepang

Nioh adalah sebuah game aksi petualangan seru berdasarkan naskah film Akira Kurosawa berjudul “Oni” yang, sayangnya,.. more