Tohoku Kizuna Matsuri: Festival Tentang Persaudaraan Antar Daerah Utara Jepang

5 months ago

Kalian mungkin masih ingat situasi gempa bumi besar yang melanda negara Jepang pada tahun 2011 yang populer disebut sebagai “Tohoku Earthquake and Tsunami” di berita internasional.

Gempa dahsyat tersebut tidak hanya meluluh lantakkan banyak tempat di Jepang bagian Utara namun juga menimbulkan kerusakan serius pembangkit listrik tenaga nuklir di Prefektur Fukushima. Dengan ukuran 9.0 Skala Richter, gempa itu menimbulkan tsunami setinggi hingga 40 meter yang menghajar daratan hingga sepanjang 10 kilometer di wilayah Sendai.

Dahsyatnya gempa Tohoku juga dapat dilihat dari aftermath atau pasca kejadian gempa. Menurut laporan kepolisian nasional Jepang, korban tewas resmi ada sebanyak 15.895 orang. Sementara korban luka ada 6.156 dan 2.539 orang dinyatakan hilang (diasumsikan sudah tewas).

Terlihat banyak? Angka-angka ini bisa saja lebih besar lagi seandainya warga negara Jepang tidak terlatih menghadapi berbagai kondisi alam ekstrim yang sering terjadi disana. Topan, badai, tsunami, gempa. Hal-hal ini sudah jadi bagian kehidupan warga negara Jepang sehingga suka tidak suka mereka jadi ‘terbiasa’ dan akibatnya mereka dapat segera menyesuaikan diri dengan situasi bencana yang terjadi hingga dapat menekan jumlah korban tewas.

Dahsyatnya kehancuran akibat gempa & tsunami. (Sumber: JapanSociety)

Tohoku Earthquake and Tsunami 2011 juga menyebabkan sebagian besar daerah di mana pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima berada hingga hari ini (dan mungkin selamanya) tidak dapat dihuni oleh manusia lagi karena radiasi nuklir yang ada di wilayah itu berbahaya untuk makhluk hidup.

Pembangkit listrik tenaga nuklir yang ‘meltdown’ di Fukushima. (Sumber: EarthQuakeCaseStudy)

Pulau Honshu di wilayah Utara Jepang (dengan enam Prefektur-nya) pra Tohoku Earthquake & Tsunami dulu sering terlewatkan sebagai daerah tujuan wisata Jepang. Padahal mereka punya pemandangan alam yang indah serta berbagai jenis tradisi kebudayaan paling variatif dibandingkan wilayah lain di negara Jepang. Dengan terjadinya gempa besar di Prefektur Miyagi dan kebocoran nuklir di Prefektur Fukushima, wilayah Tohoku ini akhirnya jadi perhatian dunia internasional. Walau caranya sama sekali tidak bagus.

Wilayah Honshu Jepang yang paling terdampak pasca Tohoku Earthquake & Tsunami. (Sumber: AlJazeera)

Namun spirit warga wilayah Tohoku saat menghadapi bencana dan selepas bencana terasa kuat dan menginspirasi. Hal ini terlihat saat warga di enam Prefektur Tohoku menggelar festival yang bertujuan menguatkan satu dengan lainnya dalam menghadapi situasi sulit yang dirasakan bersama. Festival ini dinamakan “Tohoku Rokkon-sai” (atau “Festival Enam Jiwa Tohoku”) yang digelar empat bulan paska kejadian Tohoku Earthquake & Tsunami.

Anak-anak muda Tohoku. (Sumber: PasonaGroup)

Tohoku Rokkon-sai terdiri dari enam festival atau matsuri musim panas yang khas dilakukan di tiap-tiap prefektur wilayah Tohoku.

Ke-enam festival ini terdiri dari: Nebuta Matsuri (Prefektur Aomori), Kanto Matsuri (Prefektur Akita), Sansa Odori (Prefektur Iwate), Hanagasa Matsuri (Prefektur Yamagata), Sendai Tanabata Matsuri (Prefektur Miyagi) dan Waraji Matsuri (Prefektur Fukushima).

Tiap kota mendapatkan giliran untuk mengadakan Tohoku Rokkon-sai dengan Sendai Tanabata Matsuri di Miyagi sebagai pembuka dan Nebuta Matsuri di Aomori sebagai penutup di tahun 2016.

Sansa Odori di Tohoku Rokkon-sai 2013. (Sumber: Japan-Guide)

Selesai sampai disitu?

Tidak, karena banyak dari orang Jepang yang merasa kalau acara ini ternyata punya efek bagus untuk banyak pihak. Seperti misalnya membangun kebersamaan serta pariwisata pasca bencana. Dengan pertimbangan tersebut maka dibuatlah ‘sekuel’ dari Tohoku Rokkon-sai.

Kali ini diberi nama “Tohoku Kizuna Matsuri”.

“Sekuel langsung” dari Tohoku Rokkon-sai Matsuri. (Sumber: WomJapan)

Pemilihan nama ini juga punya makna bagus. “Kizuna” dapat diartikan sebagai “sebuah ikatan jiwa”. Sebuah hal yang mencerminkan semangat dari festival-festival yang sudah (dan akan) dilakukan.

Ikatan jiwa antar warga Jepang yang saling bantu membantu, bergotong royong membangun daerah sesama warga dan juga daerah tetangga, yang merupakan spirit dari kehidupan bermasyarakat di Jepang dicurahkan dalam sebuah festival berkelanjutan di wilayah Tohoku.

Tohoku Kizuna Matsuri dimulai dari Sendai, Prefektur Miyagi di tahun 2017 seperti saat tahun pertama Tohoku Rokkon-sai sebelumnya. Untuk tahun 2018, festival digelar di wilayah Morioka, Prefektur Iwate.

Banner untuk tahun 2018. (Sumber: SoraNews24)

Acara dipusatkan di sekitar Iwate Park (Morioka Castle Site Park) selama dua hari (2-3 Juni) dengan parade yang dimulai dari depan Balai Kota Morioka dan menyusuri jalan-jalan sekitar kota. Parade ini tentu juga melibatkan apa yang jadi ciri khas prefektur lain, seperti misalnya Nebuta dari Aomori hingga Sansa Odori dari Iwate sendiri.

Kemeriahan Tohoku Kizuna Matsuri 2017 dengan Nebuta dari Aomori. (Sumber: YouTube)

Dengan acara-acara seperti ini paska bencana besar, budaya Jepang mengajarkan pada warganya untuk tidak larut dalam kesedihan. Bergotong royong membangun kembali apa yang sudah runtuh, dan tidak membiarkan mentalitas pasrah pada keadaan sebagai jalan keluar yang dipilih saat berhadapan dengan kondisi kehidupan yang sulit.

Dengan mentalitas seperti ini bangsa Jepang sudah berkali-kali membuktikan diri mereka sebagai negara maju yang punya nilai untuk bekerja sama antar warga saat bencana melanda. Tidak ada waktu untuk tenggelam dalam pilu, yang ada hanya semangat untuk lebih baik secara bersama-sama.

Ini terlihat sulit diterapkan di negara lain. Seakan-akan hanya bangsa Jepang saja yang bisa. Aneh banget. Tapi mungkin itu karena faktor homogenitas bangsa mereka?

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: m.blog.naver.com

Mengenal Lebih Dalam Tentang WAIFU

Akhir-akhir ini di dunia maya khususnya di media sosial dan blog-blog para pecinta manga dan anime, banyak ditemuin deba.. more

1 Komik Strip = 1 Kebaikan (Sumber: CIAYO Comics)

[Update] Berbagi Kebaikan #UntukSemua Bersama CIAYO Comics

Selama bulan Ramadhan, CIAYO Comics mengadakan campaign Berbagi Kebaikan #UntukSemua dengan mengajak seluruh komikus tan.. more

hdwallpaper.com

Dengan Spidersuit yang Baru, Seberapa Kuatkah Spiderman di Avengers : Infinity War?

Spiderman resmi menjadi anggota Avengers pada film perdananya di MCU, Spiderman: Homecoming. Kita juga diperlihatkan sed.. more

Knowl­edge speaks — Wis­dom lis­tens, Athens Greece 2016 (Sumber: wdstreetart.com)

Seniman Mural Asal Indonesia ini Berhasil Go International!

Nah, ternyata kalau ngomongin soa mural, Indonesia juga punya jagoannya loh. Buat para penikmat street art pasti pernah .. more

Tessa: Menjadi Komikus Bukan Panggilan Semua Orang

Tidak semua orang punya ketertarikan yang besar di bidang komik. Tapi bagi Tessa, menjadi penulis cerita komik adalah pa.. more