Trend Doujin Ero Dari Manga Yang Bukan Ero

6 months ago
Doujin ero Naruto. Sumber gambar: stikyfinkaz-003.deviantart.com

Walau bukan sebuah hal mengejutkan untuk fans manga, tapi sebuah doujin akan selalu membuat takjub yang tidak terbiasa melihatnya.

Tapi tunggu… Sebenarnya apa sih doujin?

Doujin. Dojin. 同人. Ini adalah istilah merujuk pada self-publishing medium gambar. Sederhananya, doujin adalah produk cetak yang tidak melalui penerbitan besar/major. Sebuah doujin normalnya berasal dari sekumpulan orang yang punya visi misi serupa akan satu produk/judul, dan disebut sebagai circle doujinshi atau fandom.

Jika doujin dibuat dalam contoh kira-kira begini, ada penggemar manga One Piece berjumpa penggemar manga One Piece juga. Di antara fans tadi ada yang hobi menggambar ataupun membuat cerita One Piece namun dengan versi dia sendiri. Mereka kemudian membuat komik One Piece dalam versi mereka tadi.

Produk yang dihasilkan itulah yang disebut sebagai doujin.

Contoh manga asli One Piece. Sumber gambar: bunny1ov3r.wordpress.com

Contoh manga asli One Piece. Sumber gambar: bunny1ov3r.wordpress.com

Contoh doujin One Piece. Sumber gambar: pirate-empress.deviantart.com

Contoh doujin One Piece. Sumber gambar: pirate-empress.deviantart.com

Doujin punya market besar di Jepang.

Dalam catatan tahun 2007 saja, doujin menghasilkan penjualan lebih dari $792 juta. Padahal ini merupakan produk dengan mekanisme self-publishing. Doujin sendiri memiliki acara dua kali dalam setahun bernama “Comiket/Comic Market” yang di-klaim sebagai pasar penjualan secara langsung produk doujin terbesar di dunia sejak 1975.

Suasana Comiket 92 di Tokyo. Tempat circle doujinshi jualan. Sumber gambar: animeclick.it

Suasana Comiket 92 di Tokyo. Tempat circle doujinshi jualan. Sumber gambar: animeclick.it

Sebuah doujin yang mengadopsi kisah serta desain karakter dari komik major label yang sudah/sedang beredar di pasaran disebut sebagai 二次創作(にじそうさく) alias Niji Sousaku. Karena termasuk “karya fans” maka sebuah doujin sering memiliki desain cerita yang jauh berbeda dari sumber aslinya. Kebanyakan dari doujin sering mengambil tema erotis.

Trend doujin bernuansa erotis dari manga yang bukan erotis, semakin tahun terlihat semakin marak tanpa ada tanda-tanda akan meredup. Bahkan pada satu titik, karya doujin sudah identik dianggap sebagai ‘sexualized version’ dari sebuah judul manga yang ditirunya.

Adegan seperti di doujin Fairy Tail ini nggak ada di manga aslinya. Sumber gambar: wehearit.com

Adegan seperti di doujin Fairy Tail ini nggak ada di manga aslinya. Sumber gambar: wehearit.com

Doujin tidak harus berupa adaptasi dari manga/anime yang sudah ada. Ada juga doujin dari circle doujinshi yang membawa tema/judul yang sama sekali baru, alias tidak ada kaitan dengan produk yang sudah ada; disebut sebagai 一次創作いちじそうさくalias Ichijou Sousaku.

Circle doujinshi menjual karya mereka. Tak jarang ada yang melejit jadi mangaka major label dari event seperti ini. Sumber gambar: lintel.typepad.com

Circle doujinshi menjual karya mereka. Tak jarang ada yang melejit jadi mangaka major label dari event seperti ini. Sumber gambar: lintel.typepad.com

Tapi yang terpopuler dibuat adalah doujin berdasarkan judul manga/anime yang sudah beredar sebelumnya. Dan disertai tema erotis.

Jadi bukan hal aneh lagi jika menemukan doujin One Piece atau Fairy Tail dengan gambar eksplisit serta kisah yang 18+ alias hanya untuk orang dewasa. Karena nature-nya doujin memang demikian. Manga yang aslinya tidak punya fanservice, di tangan circle doujinshi bisa berubah menjadi manga penuh adegan erotis yang sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan manga aslinya.

Karena sifat dan karakter doujin seperti inilah maka bisnis doujin merupakan bisnis yang menggiurkan. Perputaran uang yang kencang plus popularitas yang bisa diraih, membuat circle doujinshi tidak pernah berkurang setiap tahun.

Tapi bagaimana dari sisi legalitas?

Hukum hak cipta ada dan berjalan di Jepang. Jadi, secara teori, produk “tiruan dan menghasilkan uang” seperti doujin merupakan pelanggaran hak cipta. Tapi hukum tadi baru berjalan jika ada keluhan dari pemegang merk yang dijadikan doujin. Dan selama ini pemegang merk yang dijadikan doujin tidak pernah melakukan keluhan/komplain akan keberadaan doujin.

Mengherankan? Tentu saja! Tapi mengingat ini adalah negara Jepang, yang kultur tradisionalnya masih terasa di segala lapisan masyarakat, maka situasi itu jadi sedikit “dimaklumi”. Setidaknya jadi bisa dilihat kemungkinan-kemungkinan penyebab kenapa doujin/circle doujinshi tidak pernah terjerat hukum hak cipta di sana.

  • Respek mangaka major label pada fans/circle doujinshi

Sangat banyak mangaka major label yang mengawali karir dari circle doujinshi. Mangaka sekaliber CLAMP (pencipta salah satu manga favorit saya “Cardcaptor Sakura” hehe) juga lahir dari doujin yaoi di event Comiket. Mangaka major label tentu tidak ingin dicibir ‘kacang lupa kulit’.

  • Penerbit tidak ingin mendapat kesan sombong

Doujinshi dapat dikatakan sebagai fans garis keras, dan memperkarakan mereka di jalur hukum akan menciptakan kondisi yang negatif. Sederhananya: merusak ‘fanmade low income comic’ seperti doujin akan ikut merusak reputasi penerbit manga yang dijadikan sumber doujin. Penerbit tidak ingin mendapatkan reputasi buruk di kalangan fans.

  • Doujin dianggap sebagai produk homage/parody

Karena pada dasarnya bukanlah produk yang bertujuan meniru 100% maka doujin niji sousaku dikategorikan sebagai parodi oleh definisi UU Hak Cipta di Jepang.

  • Doujin niji sousaku berfungsi sebagai iklan gratis

Bagian ini merupakan aspek simbiosis mutualisme antara mangaka major label dan circle doujinshi. Fans doujin tentu juga akan tertarik dengan manga sumber dari doujin itu sendiri. Dan efeknya tentu baik untuk mangaka serta penerbit manga yang dijadikan doujin. Win-Win condition. Semua pihak dapat hal positif.

  • Sifat bawaan/kultural orang Jepang yang menghargai sebuah hubungan

Selain tidak ingin ribut-ribut dan memilih hubungan yang sama-sama menguntungkan, major label merasa kalau menuntut sebuah circle doujinshi adalah sebuah pemborosan uang serta waktu. Doujin secara praktek tidak bertujuan menjatuhkan manga yang mereka tiru. Jadi penerbit tidak melihat benefit untuk memperkarakan sebuah circle doujin karena karya mereka.

Jadi trend doujin ero dari manga yang bukan manga ero akan terus berlanjut di Jepang. Selain demand yang selalu ada dan tinggi, kultur doujin sudah terbukti menghasilkan mangaka-mangaka major label yang saat ini menguasai industri manga. Siapa tahu mangaka populer major label berikutnya lahir dari sebuah event doujin seperti Comiket? Circle doujin yang dulunya menggambar karya erotis, di masa depan bisa jadi berubah jadi mangaka profesional di bawah bendera major label dengan karya mereka. Siapa tahu ‘kan?

Bro sis suka menggambar manga? Punya circle doujin juga? Doujin ero? Bisa promo di bagian komen ya hehe.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-violet desktop

First Impression Violet Evergarden: Anime Netflix Tercantik Saat Ini?

Violet Evergarden, anime terbaru Kyoto Animation ini bisa jadi merupakan anime Netflix tercantik saat ini. Bagaimana bis.. more

Novel Mrs. Fletcher: Karya Tom Perrotta Tentang Kebebasan dan Impian Seksualitas

Ketika karya sastra menembus batas dan bertransformasi menjadi hal baru di media yang berbeda, jelas itu merupakan sebua.. more

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Kamu Datang ke BEKRAF Game Prime

BEKRAF Game Prime  kembali lagi tahun ini! Buat Kamu-kamu yang hobi nge-game, bisa nih datang ke acara ini... more

Pinterest.com

7 Film Ini Punya Plot Twist yang Bakal Bikin Kamu Tercengang Di Akhir Film!

Bagi penikmat film, plot twist seperti ini bisa dibilang sebagai sensasi tersendiri. Bagaimana kita dibawa oleh alur cer.. more