Two Lights, Film Pendek Tentang Keindahan Non-Visual

10 months ago
Youtube.com

Untuk kesekian kalinya dunia teknologi kembali hadir untuk membantu kehidupan manusia jadi semakin membaik. Sebuah film pendek asal Korea berjudul “Two Lights” hadir dan dibuat khusus untuk mempromosikan teknologi terbaru dari perusahaan besar asal Korea Selatan, Samsung. Dalam film Two Lights, teknologi yang ingin diperkenalkan kepada penonton bernama “ Relúmĭno” yang dibuat untuk membantu orang pemilik kemampuan pengelihatan yang rendah.

Relúmĭno diambil dari bahasa Latin, yaitu berarti “Light up again” atau bercahaya kembali. Singkatnya., Relúmĭno adalah aplikasi VR (virtual reality) yang dapat diakses pada smartphone dan dengan bantuan alat VR, orang jadi bisa melihat dunia lebih jelas lagi melalui kamera dari smartphone masing-masing.  Relúmĭno memberikan beberapa feature khusus, contohnya seperti “Color Invert Mode” untuk kontras cahaya tinggi pada gambar.

Sumber: pictastar.com

Sumber: pictastar.com

Two Lights berkisah tentang pertemuan Ahn Soo Young dan Seo In Soo di sebuah club fotografi khusus penderita low vision. In Soo belum lama menderita Renitis Pigmentosa (RP), yang membuat matanya tidak bisa melihat dengan jelas tanpa pencahayaan tinggi. Sementara sang gadis, Soo Young sudah terbiasa dengan pengelihatannya yang buram sejak kecil.

Awalnya In Soo masih sangat canggung dengan kekurangan yang baru dia miliki sekitar 3 tahun lalu itu. Semenjak bertemu dengan Soo Young, In Soo jadi belajar mengenai cara memahami diri dan semua keindahan yang gak perlu dilihat secara visual.

Sumber: news.samsung.com

Sumber: news.samsung.com

Terus kenapa orang yang gak bisa melihat dengan jelas malah ikut club fotografi, ya?  Film pendek Two Lights memang hanya berkisar 30 menit, tapi sepanjang 30 menit itu penonton jadi bisa banyak belajar hal baru. Hangat dan menyentuh.

Two Lights mengajarkan kita, kalau gak semua yang ada di dunia ini perlu dilihat dengan kedua mata alias hanya secara visual saja. Justru, melihat dengan hati. Kalau penderita RP gak bisa melihat tanpa cahaya yang cukup, film ini seakan ingin mengajarkan kalau justru cinta adalah cahaya yang sebenarnya. Para penderita low vision dalam film Two Lights diajarkan untuk memotret pemandangan yang mereka rasakan indah, bukan berdasarkan pengelihatan mereka semata.

Penonton juga bisa lebih memahami betapa sulitnya untuk beraktivitas dengan kemampuan pengelihatan yang kurang baik. Bahkan dalam hal sederhana, seperti turun atau naik tangga. Atau melihat foto-foto yang baru saja dipotret.

Sumber: gizbot.com

Sumber: gizbot.com

Sumber: theverge.com

Sumber: theverge.com

Orang penderita Renitis Pigmentosa gak bisa langsung melihat dengan jelas menggunakan kaca mata. Gak kayak orang yang sekedar gak bisa lihat aja. Mereka harus menggunakan kaca mata khusus untuk melindungi mata mereka dari sinar ultra violet yang bisa merusak retina mata lebih parah.

Setiap orang punya tingkatan masing-masing. Ada yang masih bisa melihat tapi agak buram, sampai ada yang benar-benar gak bisa melihat sama sekali. Bagi mereka, memotret sebuah pemandangan bukan lagi tentang gambaran, melainkan hasil dari semua indera yang masih bisa mereka tangkap, seperti indera pendengaran, penciuman, dan indera perasa.

Film pendek Two Lights hadir gak hanya untuk memperkenalkan orang-orang tentang teknologi  Relúmĭno, namun juga sebagai pengingat betapa bersyukurnya kita yang masih bisa melihat orang yang kita sayangi dengan jelas.

Sumber: soompi.com

Sumber: soompi.com

Gimana? Penasaran untuk mencoba? Samsung kali ini emang kreatif banget, sih. Bro sis yang penasaran bisa langsung aja lihat filmnya di sini.

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Internet Café? Hotel? Keduanya benar. Sumber gambar: xperience.link

Warnet di Akihabara Jepang yang Lebih Mirip Hotel daripada Internet Café

Di wilayah Akihabara Jepang, ada internet café (alias warnet) yang bisa berfungsi sebagai hostel/hotel mini untuk turis.. more

Sumber: inverse.com

Film Terbaru Will Smith yang Berjudul Bright Akhirnya Rilis di Netflix!

Film bergenre fantasy-action terbaru keluaran Netflix berjudul “Bright” mendapat kritik kurang bagus oleh penonton. .. more

00-d-film-bulan-juni

Rasakan Musim Panas Dengan Film Pilihan Bulan Juni Ini!

Musim panas semakin dekat! Agar musim panas semakin meriah, cek film bulan Juni 2018 ini yang akan segera tayang!.. more

Cafe The Upside Down (Sumber: chicago.eater.com)

Yuk, Intip Suasana Café Bar yang Bertemakan Stranger Things. Penasaran?

Kamu salah satu penggemar dari drama series buatan Netflix yang berjudul ‘Stranger Things’? Ya, walaupun kehadiranny.. more

Monster Hunter. Game berburu monster buatan Capcom sejak 2004. Sumber gambar: monsterhunter.wikia.com

Monster Hunter: Sebuah Game Monster vs Sekelompok Hunter

Inilah game yang popularitasnya termasuk tinggi di kalangan gamers yang doyan melakukan sesuatu secara bersama-sama. Mon.. more