The Vanishing of Sidney Hall, Kebrutalan dalam Bentuk Dialog Minim Visual

9 months ago
sumber: www.traileraddict.com

Seorang sutradara terkadang lahir dari seorang aktor dan penulis skenario. Demikianlah Shawn Christensen mengawali kariernya dalam industri perfilman. Namanya semakin bersinar lewat sebuah film pendek berjudul “Curfew” pada tahun 2012, di mana ia bertugas sebagai sutradara, penulis skenario, sekaligus aktor utama dalam film itu.

Kesuksesan “Curfew” di ajang Oscar 2013 sebagai Best Short Film melahirkan film “Before I Disappear” pada tahun 2014 yang merupakan kisah lengkap dari film “Curfew”. “Before I Disappear” pun banyak memenangkan penghargaan dalam berbagai festival film kala itu.

Melihat prestasi Shawn Christensen yang cukup bagus, penulis pun jadi penasaran dengan film terbarunya yang berjudul “The Vanishing of Sidney Hall”. Film yang pertama kali diputar pada acara Sundance Film Festival ini merupakan film drama misteri yang sempat menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan penikmat film, karena kehadiran Logan Lerman sebagai pemeran utama berduet dengan Elle Fanning serta Kyle Chandler.

Nama-nama beken ini cukup mengejutkan bisa muncul dalam film Shawn Christensen, mengingat film sebelumnya hanya mencoba bangkit dari dirinya sendiri yang menjadi sutradara, penulis, sekaligus aktor utama. Apakah ini akan menghasilkan pencapaian baru yang mengejutkan?

Shawn Christensen (Sumber: frontrowfeatures.com)

Shawn Christensen (Sumber: frontrowfeatures.com)

“The Vanishing of Sidney Hall” membuka kisah dengan sebuah narasi liar yang dibacakan oleh Sidney Hall (Logan Lerman) di depan kelasnya sebagai tugas sekolah. Ia menceritakan pengalaman jatuh cintanya pada seorang perempuan seksi dengan kata-kata jujur tapi terkesan vulgar. Hal ini sangat menarik karena diawal kita coba dikenalkan dengan pendalaman karakter yang unik, cerdas, punya pandangan yang imajinatif, tapi juga pemberontak. Semacam keresahan seorang remaja di usia-usia riskan yang membutuhkan perubahan besar dalam hidupnya.

Namun tak lama setelah pengenalan karakter Sidney Hall yang luar biasa tadi, film meloncat pada adegan di masa mendatang yang mempresentasikan bagaimana kehidupan Sidney kedepannya. Hal ini tidak hanya menjadikan plot film bertutur dengan cara dua masa waktu berbeda, tapi juga menjadi tiga masa waktu berbeda yang cukup membingungkan. Walau sejauh yang penulis rasa, ketiga waktu berbeda itu bisa dipisahkan dengan sangat jelas.

Karena “The Vanishing of Sidney Hall” merupakan film drama misteri, maka gaya penceritaan semacam ini bisa dimaklumi. Sebab terkadang dengan gaya seperti ini, penonton akan disuguhkan banyak plot twist yang tidak terduga.

Sumber: www.justwatch.com

Sumber: www.justwatch.com

“The Vanishing of Sidney Hall” memiliki banyak hal-hal suram, bahwa ketiga waktu berbeda yang diceritakan secara acak pun isinya hanyalah kesuraman, kesedihan, dan depresi. Saya agak pesimis bahwa cerita film ini akan menjadi sangat bahagia di akhir, sebab celah untuk itu terus menerus di tutup oleh Christensen dengan kemarahan dan rasa bersalah. Memang bukanlah hal yang buruk, sebab di film “Before I Disappear” pun, Christensen menggunakan formula yang sama namun dengan selera humor ironis yang menghibur. Dalam film “The Vanishing of Sidney Hall”, hal-hal lucu terasa tenggelam oleh konflik batin setiap karakter yang tidak konsisten.

Pada mulanya kita akan terus mencoba memahami semua masalah yang dihadapi oleh Sidney Hall. Merangkai puzzle cerita dan menemukan beberapa potongan jawaban yang kadang tidak terduga. Film ini mencoba memberikan gambaran tentang seorang penulis muda, pendiam, sukses, bahkan novelnya berhasil menduduki puncak bestseller New York Times selama delapan bulan serta masuk dalam nominasi penghargaan karya sastra bergengsi. Bagi saya, apa yang dicapai oleh Sidney Hall adalah sesuatu yang sangat besar. Apalagi hal itu terjadi pada debut karyanya yang ia tulis saat masih sekolah.

Sumber: www.etonline.com

Sumber: www.etonline.com

Kehadiran karakter Melody (Elle Fanning) pada mulanya sempat mencairkan suasana. Seorang pengagum Sidney Hall, tinggal di seberang rumahnya, dan kelak di masa mendatang menjadi istri Sidney yang punya kepribadian bertolak belakang dengan karakter saat ia muda. Potongan adegan pertengkaran Sidney dan Melody di masa depan di aduk dengan adegan masa-masa kasmaran mereka saat muda, memberikan dampak yang cukup bagus dengan menimbulkan pertanyaan mengapa hal seperti itu bisa terjadi.

Secara keseluruhan “The Vanishing of Sidney Hall” punya potensi cerita yang sangat bagus, hanya saja eksekusi semuanya terasa tidak mulus. Terlalu banyak konflik kecil yang bertujuan untuk mempertegas sesuatu, terkadang terasa tidak begitu penting untuk di tampilkan, sehingga beberapa adegan lain jadi terkorbankan.

Sumber: variety.com

Sumber: variety.com

Film ini mencoba hidup dengan dialog padat, keras dan brutal namun minim visual yang tepat. Kita diminta memahami. Semisal kita terus diminta memahami karakter Brett Newport (Blake Jenner) yang merupakan cowok populer, atletis, namun punya masalah yang dalam. Semua penggambaran itu hanya dituangkan dalam dialog terpotong yang tidak lengkap, sehingga kita tidak bisa benar-benar merasa simpati terhadap karakter itu.

Atau sebuah cerita tentang pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, aksi bunuh diri yang terinspirasi dari novel karya Sidney. Semua itu hanya hidup lewat dialog bukan adegan sehingga hal yang seharusnya bisa menjadi sangat dramatis malah berlalu begitu saja. Ibaratnya semua itu hanyalah informasi pendukung yang coba menjelaskan mengapa hidup Sidney di masa mendatang menjadi sangat suram.

Penonton terus di paksa bersimpati pada hidup Sidney yang dilihat dari aspek mana pun merupakan cara salah agar apa yang Sidney lakukan bisa termaafkan. Di sinilah film ini menjadi kacau serta gagal fokus. Hingga pada akhir film, saya coba memikirkan pesan apa yang coba disampaikan oleh film ini sebagai garis besar cerita, apakah ini tentang penebusan dosa, atau hanya sebuah perjalanan hidup seseorang yang harus kita pedulikan.

Jujur saja, hingga di akhir film saya jadi merasa tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi, sebab semua kesalahan yang Sidney lakukan sulit untuk termaafkan. Mungkin Sidney adalah contoh hidup suram yang setiap geraknya penuh masalah serta meminta agar penonton bisa memaklumi semua kesalahannya.

Sumber: www.imdb.com

Sumber: www.imdb.com

Dari sekian banyak karakter yang hadir dalam film ini, saya rasa karakter yang diperankan oleh Kyle Chandler adalah karakter paling kuat dan berkesan, walau ia hanya hadir cukup singkat. Saya tidak paham apakah ini karena kharisma Kyle yang luar biasa memikat, atau dia mencoba menjadi penting hingga di akhir film karena hanya karakternya lah yang punya rasa simpati dan kemanusiaan yang begitu besar. Dua jempol untuk Kyle Chandler yang tetap tampil maksimal walau ia hanya sebagai pemeran pendukung.

“The Vanishing of Sidney Hall” memang bukan film yang cukup sukses seperti film Christensen sebelumnya, namun “film ini cukup berhasil dalam segi genre yang memetakan sebuah misteri dengan penyajian cerita acak yang berpotensi menghadirkan plot twist tidak terduga.

Terkadang ide yang luar biasa bagus, bisa patah hanya karena pemilihan adegan yang tidak tepat! Apakah  yang saya rasakan atas film ini akan sama dengan yang kalian rasakan saat menontonnya? Kembali lagi ini mungkin masalah selera. Saya sangat berharap apa yang saya rasakan atas film ini tidak benar-benar demikian adanya. Tidak percaya? Coba tonton dan buktikan sendiri!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00-comiconnect-tour-jakarta

COMICONNECT TOUR Jakarta Hadir Setelah Sambangi 10 Kota

Setelah mengunjungi 10 kota selama 8 bulan, CIAYO Comics akan mengadakan acara COMICONNECT Tour Jakarta di Cocowork Fila.. more

00-d-ikkubaru-showcase-debut

Pop Indonesia dan Jepang Bersatu Di ikkubaru Showcase Debut

Band city pop asal Bandung, ikkubaru, mengadakan showcase perdana mereka di Indonesia. Dalam ikkubaru Showcase Debut, me.. more

[KONTEN KHUSUS 18+] Apakah Fan Service di Anime Itu Dibutuhkan???

Pernahkah kalian mendengar istilah Fan Service di anime? Istilah ini sering muncul di forum-forum pecinta manga dan anim.. more

Google Image

Tips Agar Menjadi Kreator Pemula yang Tidak Banyak Tanya

Berbagai macam platform online yang kita temui belakangan ini semakin mempermudah para kreator untuk menuangkan kreativi.. more

8 Anime Modern yang Layak Tayang di Stasuin TV Indonesia. Mana pilihanmu?

Sejarah penayangan anime di Indonesia sudah sangat lama berlangsung. Mulai dari Dragon Ball, Doraemon, Sailor Moon, Chib.. more