Ditunggu – tunggu, Film Buatan Marvel ini Justru Dapet Rating Buruk!

2 months ago
MCU

2018 memang penuh dengan deretan film termasuk film buatan Marvel seperti Black Panther, Avengers: Infinity War, dan Ant-Man and the Wasp. Terbaru, Marvel bekerja sama dengan Sony Pictures, Columbia Pictures dan Tencent Pictures untuk membuat film dari komik Marvel berjudul Venom.

Venom, Kembalinya Marvel dengan Anti Hero

Venom

Cover Film Venom (Sumber: Venom.com)

Setelah berhasil dengan Ant-Man and the Wasp, Marvel kembali hadir dengan Venom. Bercerita mengenai seorang presenter bernama Eddie Brock (Tom Hardy) yang diharuskan mewawancarai seorang ilmuwan dan pendiri Yayasan Kehidupan yang terkenal dan cemerlang, Carlton Drake (Riz Ahmed). Eddie ngotot jika Carlton hanyalah seorang pembual dibalik Life of Foundation dan misi penerbangan roketnya ke luar angkasa. Namun karena ketegasannya itu, karir Eddie justru hancur bahkan dia harus ditinggal sang kekasih, Anne Weying (Michelle Williams).

Di masa – masa frustasinya, Eddie bertemu dengan Dr. Dora Skirth (Jenny Slate) yang mengajak Eddie ke laboratorium Carlton dan bertemu dengan hal-hal yang mengerikan yang disebut Symbiote. Symbiote merupakan sejenis makhluk yang tinggal di luar angkasa. Disini letak keseruannya dimulai, Carlton percaya bahwa dengan menggabungkan symbiote dan manusia, manusia dapat bertahan hidup di luar angkasa jika sewaktu – waktu bumi hancur.

Baca juga: Black Panther: Kemegahan Superhero Modern Afrika

Berbeda dengan film – film sebelumnya, Venom lebih menceritakan bergabungnya Eddie dan Symbiote bernama Venom. Apalagi, sosok anti-hero yang selama ini tidak sepopuler superhero. Namun, khusus untuk karakter Venom, semuanya dimulai dengan cukup baik. Walaupun terlihat seperti young wild and free, Eddie tidak se-slenge-an Wade Wilson (Deadpool).

Pengenalan karakter Eddie Brock dibuat dengan sederhana. Sosok wartawan yang urakan namun memegang teguh pendiriannya dalam menentukan mana yang baik dan yang tidak baik untuk hidupnya. Sama seperti Deadpool, Eddie bukanlah orang jahat yang ingin menguasai dunia untuk kepentingan sendiri, namun dia juga bukan seorang pahlawan. Eddie hanya ingin mengembalikan  dirinya ke kehidupan normal (sebelum dipecat oleh kantornya) dan hidup damai berdampingan bersama symbiotenya, Venom.

Baca juga: Review Avengers: Infinity War – Lubang Hitam Penuh Emosi

Venom dan Symbiote

Venom - symbiote

Venom (Sumber: Movieweb.com)

Dalam komik Marvel, kisah Venom dan symbiote berhubungan dengan Spider-Man Universe. Venom memulai debutnya di The Amazing Spider-Man # 252 sebagai kostum ekstraterestrial yang dikenakan oleh dan terkait dengan Peter Parker. Dalam komik, symbiote adalah parasit simbiosis yang mengikat dengan host (inang atau pemilik tubuh), memperkuat kekuatan dan kemampuan mereka sambil memberi mereka yang lain, seperti berubah bentuk.

Symbiote awalnya diciptakan oleh dewa gelap Knull untuk menaklukkan dunia (sebelum Thor memisahkan hubungannya dengan mereka), spesies symbiote baru yang diautentikasi menangkap Knull di planet buatan, Klyntar. Spesies ini melanjutkan ikatan dengan host yang layak untuk mendirikan Agen dari Cosmos, memajukan perdamaian di seluruh galaksi sebagai bentuk penebusan kolektif. Beberapa symbiotes, rusak melalui ikatan ke host yang tidak layak. 

Venom adalah salah satu musuh spiderman yang kemudian menjadi sekutu. Jadi tidak heran jika para penggemar Marvel khususnya Spider-man garis keras sudah memprediksi bahwa Spiderman akan muncul di film ini.

Baca juga: Benarkah Spiderman Akan Muncul di Film spin-off ‘Venom’?

Venom - Tom Hardy

Tom Hardy sebagai Eddie (Sumber: washingtonpost.com)

Secara keseluruhan penampilan Tom Hardy sebagai Eddie kurang greget. Apalagi adegan saat dia sadar bahwa ada “makhluk asing” di tubuhnya. Gak ada ekspresi kaget ataupun takut yang benar – benar ditunjukkan. Selain itu penampilannya makin diperparah dengan Riz Ahmed sebagai villain dan Michelle Williams yang tidak terlalu menonjol.

Venom - Drake

Riz Ahmed sebagai Drake (Sumber: Google Image)

Terlepas dari semua itu, penonton masih bisa menemukan banyak hal yang menarik di film Venom. Misalnya, kepindahan Eddie Brock dari New York ke San Francisco yang bisa memicu imajinasi dan fans theory tentang asal-usul Eddie sebenarnya.

Selain itu sosok Symbiote lain yang ada di planet lain dan belum dimunculkan dapat menjadi lawan tangguh dari Venom yang hidup di dalam tubuh Eddie. Adegan-adegan aksi plus komedi berhasil menggelitik penonton lewat dialog-dialog konyol Eddie dengan sang symbiote.

Kalau biasanya karakter Marvel selalu ditampilkan “mewah”. Karakter yang satu ini justru jauh dari kesan mewah plus senjata yang keren. Namun, tampil dengan gaya urakan yang slengean. Ini yang membuat Venom menjadi unik. Anti-hero ini mampu menawarkan warna yang berbeda dengan kebanyakan film superhero atau kemunculan karakter Marvel lainnya.

Satu lagi, jangan langsung beranjak dari kursi kamu ketika filmnya sudah habis. Akan ada kejutan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Baca juga: Review Ant-Man and the Wasp: Sebuah Cerita Kecil dalam Bungkusan Universe yang Besar

Bocoran Film Venom 2

Yang namanya nonton film Marvel, gak akan seru kalau gak nonton post credit-nya. Apalagi Marvel memang terkenal sangat suka menggoda penonton dengan post credit-nya. Biasanya Marvel suka memberikan 2 post credit dalam filmnya.

Venom - Perkenalan dengan Eddie

Venom dan Eddie Brock (Sumber: Google Image)

Di dalam film Venom, terdapat 2 post credit. Yang pertama, Eddie Brock (Tom Hardy) akan tetap menjadi jurnalis pada akhir film. Dia pun melakukan perjalanan ke penjara San Quentin yang terkenal untuk mewawancarai seorang pembunuh berbahaya. Pembunuh yang dimaksud tidak lain adalah Cletus Kasady, supervillain terkenal. Walaupun begitu, penonton masih tetap tidak tau apakah penonton akan melihat Spidey muncul dalam sekuel Venom, Carnage sepertinya menjadi tujuan yang jelas bagi musuh Eddie Brock berikutnya. Hm, kita tunggu saja, ya. 

Baca juga: [SPOILER ALERT] After Credit Title DC dan Marvel, Mana yang Paling Kamu Suka?

Sedangkan post credit yang kedua dan mungkin yang dicari oleh para penonton adalah spider-man. Bulan Desember ini, animasi Spider-Man: Into the Spider-Verse akan segara hadir di layar kaca, Filmnya pun diperkenalkan dengan pesan, “Sementara itu, di Spider-Verse yang lain …”. Kira – kira akan seperti apa animasi ini nantinya, ya? Terlihat seru dengan kemunculan spiderman cilik. 

Venom - Anne

Michelle Williams sebagai Anne Weying (Sumber: monkeysfightingrobots.co)

Terlepas dari pro dan kontra, memang Venom kurang kuat secara karakter. Menurut penulis hal ini wajar dikarenakan Venom adalah Anti – hero. 

“Deadpool aja bisa seru, kok!”

Eits, tunggu dulu! Memang menurut kalian Deadpool lebih bagus dari film lainnya? Belum tentu kan? Begitu juga dengan Venom, kali ini yang sayangnya gagal memanfaatkan potensinya. Pastinya ada harapan besar untuk sekuel, mungkin saja di film selanjutnya Venom akan lebih menantang dan memunculkan spiderman di dalamnya. Meskipun dengan pembukaan yang kurang bagus ini, Sony mungkin bisa menekan tombol reset sekali lagi.

Film ini masih layak untuk ditonton kok. Gak seburuk kata IGN, Rotten Tomatoes dan Metacritic yang memberikan rating rendah. Menurut kalian gimana? Ada yang sudah nonton? Cepat tonton film ini dan berikan tanggapan kalian juga, ya!

About Author

Chika

Chika

"I'm a bowling pin, even when I fall, I'll always stand back up" - Jay Park

Comments

Most
Popular

Sumber: www.engadget.com

Review Game Night in the Woods: Diri Kita dalam Hidup Seekor Kucing

“Night in the Woods”, game adventure imut dan lucu yang justru memiliki background cerita yang dewasa serta gelap.. more

Mengenal Istilah Hak Cipta, Plagiat, Tracing, Referencing, Sekuel, Twist dan Produk Turunan Dalam Drama Perkomikan Indonesia

Perkembangan industri komik khususnya komik digital di Indonesia bisa dikatakan sangat pesat. Ada banyak komik-komik dan.. more

Deretan produk di event Google San Francisco 2017. Sumber gambar: bgr.com

“Made By Google, Google Pixel Event”: Event Tandingan Dari Google Untuk Apple

Apple mengadakan event peluncuran smartphone terkini mereka, iPhone X beserta iPhone 8 dan 8 Plus, yang dikritik fans A.. more

Sumber: GoVoyagin

Permainan Pachinko Jepang Menuju Kepunahan?

Pachinko, mainan tradisional Jepang yang kini semakin punah. .. more

Game Uncharted: Lost Legacy Meneruskan Tradisi Uncharted­­

Serial game Uncharted merupakan  sebuah game aksi petualangan dari Naughty Dog yang sangat populer di kalangan gamers d.. more