Veronica: Apakah Horor Netflix Paco Plaza Memang Benar-Benar Bikin Jantung Mau Copot?

2 weeks ago
Sumber: Definition Reviews

Bagi kalian yang suka dengan horor, pastinya dalam beberapa bulan terakhir, sudah membaca tidak hanya review, namun juga hype gila-gilaan yang diberikan oleh berbagai media serta kritikus di luar sana terhadap film terbaru arahan Paco Plaza (REC) ini.

Namun bagi kalian yang belum, jadi, semenjak dirilis perdana pada tanggal 25 Agustus 2017 lalu di Netflix, Veronica kerap disebut-sebut sebagai film horor terseram yang pernah dirilis.

Dikabarkan juga bahwa banyak penonton yang tidak bisa menyaksikan film ini sampai selesai saking seramnya. Melihat hype ini, tak pelak saya pun jadi penasaran banget. Apakah memang benar demikian ? Atau hype ini memang sengaja dilebih-lebihkan hanya demi mempromosikan film yang naskahnya ditulis oleh Fernando Navarro (Anacleto: Agente Secreto) ini ?

Sumber: lancamentosdanetflix

Sumber: lancamentosdanetflix

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita menilik sejenak plot dari film yang menurut kabar diangkat dari kisah nyata ini.

Berlatar di Madrid, Spanyol, tahun 1991, Veronica (Sandra Escacena) adalah seorang gadis berusia 15 tahun yang tinggal di sebuah apartemen bersama ibunya Ana (Ana Torrent) dan ketiga adiknya.

Pada suatu hari ketika seluruh murid-murid di sekolah Veronica sedang sibuk menyaksikan fenomena gerhana, Veronica beserta kedua sahabatnya, Rosa (Angela Fabian) dan Diana (Carla Campra), malah justru beranjak ke basement sekolah.

Usut punya usut, ternyata mereka ingin memanggil arwah pacar Diana dan arwah ayah Veronica yang sudah meninggal dunia melalui (you guessed it) papan Ouija. Singkat kata, layaknya seperti film-film horor lain yang bertemakan sama, kejadian buruk nan menyeramkan pun langsung menimpa.

Namun ironisnya, kejadian buruk tersebut hanya menimpa Veronica saja. Alhasil, iblis yang berasal dari “main” Ouija tersebut, menempel terus ke Veronica dan mengancam untuk terus mengganggu dirinya dan keluarganya.

Kini, Veronica harus berusaha keras mencari cara untuk dapat terbebas dari gangguan gaib menyeramkan. Berhasilkah dia? Dan mengapa hanya dirinya saja yang diganggu?

Sumber: Bloody Disgusting

Sumber: Bloody Disgusting

Jujur saja saya agak sedikit ngeri-ngeri juga ketika ingin menyaksikan Veronica ini. Namun, karena sangat penasaran, maka rasa ketakutan tersebut semaksimal mungkin saya coba hilangkan.

Dan setelah menyaksikan film ini, yang saya bisa katakan, seluruh hype besar-besaran tersebut, memanglah hanya sekedar untuk mempromosikan film ini saja. Alias, Veronica tidaklah se-mengerikan atau “membahayakan” seperti yang telah dikatakan.

Entah mengapa ketika menyaksikannya, saya hanya melihat dan merasa bahwa Veronica gak lebih dari tipikal film-film kemasukan iblis “standar”. Pokoknya sekali lagi saya gak merasakan yang benar-benar ngeri atau hampir bikin jantung sampai mau copot.

Malah yang ada nih, beberapa kali saya sedikit tertawa-tawa dikarenakan betapa standar-nya kisah film horor ini.

Sumber: Netflixify

Sumber: Netflixify

Namun jangan salah, bukan berarti lantas film ini buruk. Oh tidak. Veronica bisa dibilang adalah film horor yang masih oke kok. Plaza, lagi-lagi mampu memberikan pengarahannya yang benar-benar sabar tapi pasti seperti yang dilakukannya di franchise REC dulu.

Maksudnya disini, Plaza tidak mempedulikan sama sekali akan kehabisan waktu untuk memberikan penjelasan (eksposisi) terhadap kisah latar serta proses peristiwa kemasukan yang dialami oleh Veronica.

Yang ada, dirinya terlihat ingin memastikan kita sebagai penonton, benar-benar paham akan keseluruhan aspek-aspek yang terdapat di dalam kisahnya. Pengarahannya terhadap unsur jump-scare pun perlu diapresiasi.

Memang melalui tangannya, tidak ada tuh yang namanya “false jump-scare” seluruh adegan yang membuat bulu kuduk merinding diarahkannya dengan sangat smooth nan elegan.

Oh ya, jangan lupa juga dengan sinematografi yang ditampilkan. Terlihat banget bahwa film ini banyak memanfaatkan pencahayaan alami yang pada akhirnya sukses membuat tampilan film ini sangat indah untuk dilihat.

Sumber: Letterboxd

Sumber: Letterboxd

Keasyikan film ini juga didasarkan oleh pemeran Veronica sendiri, Escacena yang  sangat lihat dalam  menampilkan kelabilan sekaligus ke-naifan yang dimiliki oleh Veronica. Pokoknya penampilan briliannya ini, sukses membuat kita langsung iba dengan sosoknya ketika sudah diganggu oleh sang iblis.

Di debut film layar lebarnya ini, aktris berusia 17 tahun ini, benar-benar sukses memperlihatkan kemumpunian akting sekaligus kharismanya yang luar biasa magnetis.

Saya jamin banget ke depannya, Escacena akan menjadi sosok aktris muda yang cemerlang. Selain dirinya, penampilan tiga aktor cilik yang memerankan ketiga adik Veronica pun gak kalah mantapnya.

Terutama, yang memerankan adik Veronica yang bernama Antonito, Ivan Chavero. Wow! Penampilan si Ivan benar-benar mampu mengimbangi penampilan Escacena habis-habisan. Tidak terlalu berlebihan, namun yang sama tetap terlihat natural sebagai sosok aktor yang sangat belia.

Sumber: timeincuk

Sumber: timeincuk

Veronica adalah sebuah film horor yang tidak seheboh atau semengerikan yang dikatakan di luar sana.

Mungkin kini kita jadi bertanya, “kalau memang begitu, kok sampai segitunya ya hype promosinya ?” Ada 3 faktor disini:

Pertama, tentunya hal ini untuk menarik masyarakat agar menyaksikan film ini. Kedua, promosi ini juga untuk semakin memajukan Netflix. Dan ketiga, semuanya berakhir pada perbedaan kebudayaan.

Mungkin bagi penonton latin dan barat, konten yang ditampilkan Veronica ini memang menyeramkan banget. Akan tetapi, bagi kita penonton Indonesia yang notabene sudah lumayan sering menyaksikan film-film horor bertemakan kerasukan iblis dan sejenisnya, tentunya film ini akan menjadi terlihat dan terasa biasa-biasa saja.

Tapi ya lagi-lagi semuanya bergantung pada kalian sendiri. Mungkin sebagian akan merasakan hal yang sama seperti saya. Namun, sebagian lag, justru sependapat dengan hype tersebut.

Nah, bagi kalian yang sudah menyaksikan, silahkan sampaikan kesan-kesannya setelah menyaksikan film ini di kolom komentar, ya !

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Nvidia Shield K1. Tablet gaming dari Nvidia. Sumber gambar: xda-developers.com

Nvidia Shield K1: Tablet Gaming Android Keren Dari Nvidia

Dengan reputasi kinclong seperti itu, apakah produk tablet Nvidia akan sama menterengnya? Pada medio akhir 2015, Nvidia .. more

Tiada Thanksgiving Day tanpa kalkun panggang. Sumber gambar: huffpost.com

Tradisi Kalkun Panggang Di Thanksgiving, Kenapa Harus Kalkun?

Kenapa harus kalkun? Ada kisah dibaliknya, bro sis... more

Mas Is, Teh Alti, dan Kang Ario di event Anime Matsuri (CIAYO Pictures)

Bagaimana Perkembangan Industri Komik Indonesia di Tahun 2018? Yuk, Simak Pendapat Para Kreator!

Perkembangan industri komik di Indonesia terus berkembang tiap tahunnya. Bagaimana perkembangan indutri komik Indonesia .. more

Sumber: Glyphs.Co

Kerja Bareng Studio Ghibli Katanya Mirip Skripsi

Salah dikit langsung dicoret-coret. Kayak skripsi ya?.. more

00-d-reverse-project

Reverse Project: Kisah Post Apocalypse Dalam Sajian Artwork dan Musik

Reverse Project menggabungkan elemen ilustrasi dan musik untuk menyampaikan cerita bertema post apocalypse... more