Tuduhan Video Game Sebagai Penyebab Kekerasan Bersenjata Sepertinya Hanya Terjadi Di Amerika?

3 months ago
00-d-game-kekerasan

Video game berada dalam stigma-stigma yang tidak pernah berubah sejak lama. Saking lamanya melekat, terkadang jadi mengaburkan kebenaran antara fakta dengan mitos. Hal ini terus menerus terjadi dan awet dipelihara oleh masyarakat, terutama oleh golongan yang (a) bukan pemain video game aktif, serta (b) mereka yang selalu memanfaatkan isu dan stigma negatif video game sebagai alat untuk membentuk maupun meraih simpati massa di luar pemain video game aktif.

Stigma yang umum di-derita oleh video game adalah “Video game itu mainan anak-anak yang enggak pantas untuk orang dewasa”.

01-kid-gaming

Video game itu mainan bocah. Katanya. (Sumber: PSU.edu)

Ini cap untuk video game yang menempel sejak dulu. Era 80an memang membentuk citra video game sebagai ‘mainan anak-anak’ karena permainan yang diberikan oleh video game saat itu memang memiliki karakteristik sebagai ‘areanya anak kecil’. Game-game seperti Mario Bros, Circus Charlie atau Twin Bee membentuk citra ini karena desain mereka yang simple, tidak ribet, dan cartoonish. Dan kesan ini terlalu kuat melekat melewati jaman; bahkan saat dunia video game mulai ber-transformasi dan ber-evolusi dengan beragam tema dan konsep. Video game semakin rumit dan menantang, tapi citra kalau video game itu hanya permainan sederhana untuk bocah kecil terlanjur melekat lebih dari tiga dekade.

02-circus-charlie

Circus Charlie, walaupun terlihat sederhana, merupakan game yang cukup sulit (Sumber: iTunes)

Stigma lainnya dari video game yang populer di berbagai negara ialah “Video game bertema kekerasan akan menjadikan pemainnya menggunakan kekerasan seperti di dalam video game”.

Stempel yang ini tak kalah buruk dari stigma ‘video game itu mainan bocah’. Tapi memang citra itu sulit sekali untuk di-counter attack alias dibantah saat melihat maraknya kekerasan bersenjata di Amerika Serikat, khususnya di sekolah-sekolah yang dilakukan pemuda yang (konon katanya) merupakan pemain video game bertema kekerasan.

03-game-trash-talk

Video game menyebabkan perilaku kekerasan. Katanya. (Sumber: Yes Magazine)

Apa iya video game yang bertema kekerasan adalah penyebab semua itu?

Setelah aksi kekerasan bersenjata terjadi lagi, untuk kesekian kalinya, di sekolah Amerika Serikat (kali ini di sebuah SMA di Parkland, Florida) video game kembali dikutip oleh banyak pihak sebagai faktor penyebab dari aksi brutal yang dilakukan tersangka penembakan Nikolas Cruz; yang mengakibatkan puluhan siswa tewas.

Tak ketinggalan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut nimbrung dan menyalahkan video game sebagai biang keladi penyebab tindakan Cruz. “Saya dengar dari banyak pihak kalau tingkat kekerasan di video game benar-benar berpengaruh membentuk pola pikir generasi muda” sebut Trump tak lama setelah kejadian di Parkland tersebut jadi topik berita nasional di Amerika Serikat.

04-donald-trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Sumber: The Washington Post)

Tuduhan Presiden Amerika tersebut seakan menjadi ironi dengan fakta kalau pihak militer Amerika sendiri (pernah) menggunakan video game sebagai sarana latihan mereka sehingga terlihat adanya keterikatan antara aksi kekerasan bersenjata dengan video game. Namun saat melihat variabel hubungan antara video game dengan kekerasan bersenjata di negara lain, hasil yang terlihat sangat berbeda dengan Amerika Serikat.

Secara umum, negara-negara dimana tingkat kematian akibat kekerasan bersenjata tinggi ternyata bukan merupakan konsumen video game bertema kekerasan. Situasi dimana konsumsi video game dengan tema senjata api sama tingginya dengan rating kematian akibat kekerasan dengan senjata api hanya terjadi di Amerika Serikat.

Data penjualan video game dari NewZoo yang dipadu dengan data kematian akibat kekerasan bersenjata (di luar kasus bunuh diri serta kesalahan penggunaan senjata api) dari Global Burden of Disease Collaborative Network menunjukkan situasi ini.

Dari 200 negara dengan rating tinggi kematian akibat kekerasan bersenjata dan 100 negara yang punya rating tinggi konsumsi video game bertema kekerasan bersenjata, hanya Amerika Serikat yang menduduki peringkat sama tingginya di dua daftar tersebut. Jauh melebihi misalnya Jepang atau Korea Selatan, dimana kematian akibat kekerasan bersenjata jauh dibawah konsumsi video game bertema kekerasan bersenjata.

05-graph

Sumber: The Washington Post

Argumen untuk situasi ini adalah karena dua negara tadi punya peraturan kepemilikan senjata api yang sangat ketat. Tidak seperti Amerika Serikat yang longgar; karena terbentur amanat Konstitusi Negara yang melindungi hak warga negara untuk mempersenjatai diri dengan senjata api.

Jadi secara umum bisa dilihat kalau tuduhan video game sebagai penyebab kekerasan bersenjata (sepertinya) hanya terjadi di Amerika Serikat saja. Tapi apakah itu berarti video game bertema kekerasan bersenjata memang menjadi penyebab kejadian kekerasan bersenjata ataupun penembakan brutal di sekolah-sekolah? Tidak juga, jika melihat kondisi di negara konsumen video game kekerasan bersenjata selain Amerika Serikat.

Jika tidak dicari solusi mencegah terulangnya penembakan-penembakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat, video game akan kembali jadi kambing hitam.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Trigger Junkie (CIAYO Comics)

Top 10 Komik Action di CIAYO Comics One Shot Challenge Vol 2

Selain romance, horror, comedy, dan fantasy yang udah sempat dibahas, kali ini CIAYO Blog bakal mengupas Top 10 komik ac.. more

Sabrina – Chapter 12: Dari Mana Sifat Serakah Manusia Berasal?

Sabrina mengulet, membuka matanya, sambil masih belum sadar benar. Perjalanan yang tidak terlalu lama tadi tetap bisa me.. more

Sumber: CIAYO Pictures

Wahai Para Komikus Dan Pembaca Komik Di Seluruh Indonesia

Buat semua yang lagi baca artikel ini, saya mau bertanya. Menurut kalian, sudah sejauh mana perkembangan industri komik .. more

Prequel Trilogy vs Original Trilogy. Sumber gambar: harmonicmama.com

Trilogi Asli Star Wars Lebih Baik Dari Trilogi Prequel-nya. Yakin?

Banyak fans Star Wars merasa kalau Prequel Trilogy tidak diperlukan di saga Star Wars... more

Jember Bukan Hanya Tempat Asal Fashion Carnaval, Tapi Juga Telurkan Komikus Berbakat

Tidak semua komikus terkenal Indonesia berasal dari ibu kota. Banyak komikus mengagumkan yang berasal dari kota lainnya,.. more