Viral #Agechallenge Menggunakan Aplikasi FaceApp Ternyata Berbahaya!

10 months ago
FaceApp_Banner

Bagaimana rasanya kalau kita bisa tau masa depan kita?

Hal ini mungkin masih menjadi pikiran di benak masyarakat. Siapapun mungkin pernah berpikir seperti ini. Baru-baru ini, jagat media sosial alias dunia maya sedang diramaikan dengan sebuah aplikasi yang dapat meniru dan memprediksi wajah kita. FaceApp, aplikasi mobile untuk perangkat iOS dan Android yang dikembangkan oleh perusahaan Rusia, Wireless Lab. 

FaceApp_Android
Sumber: Jawa Pos

Aplikasi ini menggunakan teknologi jaringan saraf untuk secara otomatis menghasilkan transformasi wajah yang sangat realistis dalam foto. Dilansir dari Wikipedia, aplikasi ini dapat mengubah wajah untuk membuatnya tersenyum, terlihat lebih muda, terlihat lebih tua, atau bahkan mengubah gender.

Aplikasi ini viral dan digunakan oleh banyak artis ternama hingga menciptakan #agechallenge. Tapi ternyata, ada bahaya menghintai dibalik aplikasi kekinian ini. Seperti apa?

Viralnya FaceApp

FaceApp_TomHolland
Sumber: SoyaCincau.com

Digunakan oleh para artis ternama, FaceApp langsung saja mengambil hati masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang rela mengunduh dan mencoba aplikasi tersebut untuk memuaskan penasaran rasa ingin tau jika wajah kita diihat dari umur yang berbeda.

Nampaknya hal ini juga menjadi bahan “lucu-lucuan” di kalangan para artis Indonesia maupun Internasional seperti Agnes Monica, Adipati Dolken, Drake, Sam Smith, Jonas Brother hingga V BTS. Semua berlomba-lomba saling memposting hasil dari Face App mereka.

Sudah Ada Aplikasi Serupa Sebelum Face App

Bulan ini, Face App memang menjadi bahan kerajingan masyarakat dari berbagai kalangan. Tapi tau gak sih, kalau sebelumnya sudah ada aplikasi serupa Face App. Yah, ada yang tenar ada yang biasa aja.

Snapchat

FaceApp_Snapchat
Sumber: Pinterest

Mulai dengan Snapchat. dilansir dari wikipedia, Snapchar adalah aplikasi pesan foto yang dikembangkan Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown saat masih kuliah di Universitas Stanford. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengambil foto, merekam video, menambahkan teks dan lukisan, dan mengirimkannya ke daftar penerima yang ditentukan pengguna.

Snapchat juga mempuyai beberapa fitur yang dapat mengubah wajah memakai efek-efek. Ada juga fitur pengubah wajah, yap wajah kita dapat diubah dengan orang disebelah kita atau bahkan barang dan hewan melalui fitur Face Swap. Face Swap dapat mengubah wajah mu menjadi karakter orang lain, seperti menjadi lucu, serem, tampan atau cantik bahkan bisa menggunakan wajah teman mu. 

Face Swap Live

FaceApp_FaceSwap
Sumber: Wikipedia

Aplikasi ini baru tersedia di iOS. Dan memiliki fungsi yang sama, yakni bertukar wajah dengan bagian tubuh manusia lain. Selain itu, Anda juga bsia menggunakan foto artis dari sumber manapun untuk ditukar dengan wajah Anda. Kabarnya, aplikasi ini segara meluncur di Android.

Dikritik di Media Massa Maupun di Media Sosial

FaceApp_Aplikasi
Sumber: Daily Express

Sejak ramai diberitakan karena viralnya, FaceApp juga menarik kritik baik di media massa maupun media sosial. Yang pertama fitur transformasi “hot” yang dikritik karena membuat warna kulit orang kulit hitam menjadi lebih putih seperti orang Kaukasia.

Setelah kontroversi tersebut, FaceApp kembali dikritik karena memiliki fitur “filter etnis” yang bisa membuat kulit seseorang terlihat seperti orang kulit putih, orang kulit hitam, orang Asia dan orang India.

Selain itu, FaceApp juga dicurigai mengenai privasi data penggunanya. Kabarnya, FaceApp bisa mengakses foto-foto di galeri kita, meskipun foto itu nggak diunggah ke aplikasinya. Ada juga yang mengait-ngaitkan sama Rusia, mengingat perusahaan yang membawahi FaceApp ini berlokasi di St. Petersburg, Rusia.

Istilahnya dengan mengunduh dan mengakses aplikasi ini, kamu akan sepenuhnya menyerahkan hak atas foto yang dihasilkan lewat aplikasi tersebut ke pihak developer. Kemudian, setelah memiliki hak penuh atas foto kamu, FaceApp berhak melakukan apa pun dengan materi tersebut, termasuk meyebarkannya dan menggunakannya untuk keperluan komersial tanpa perlu meminta izin ataupun memberikan kompensasi kepada penggunanya. 

FaceApp_AllFace
Sumber: Kompas Tekno

Hal ini memungkinkan Face App menjual foto pengguna untuk tujuan komersial meski foto tersebut telah dihapus. Kemungkinan itu tertuang dalam bagian persetujuan dan ketentuan pemakaian dari aplikasi FaceApp. Bagian tersebut biasanya memang jarang dibaca karena kebanyakan pengguna cenderung buru-buru menekan tombol agree.

Menanggapi masalah ini, pendiri perusahaan, Yaroslav Goncharov, menyatakan bahwa data pengguna dan gambar yang diunggah tidak ditransfer ke Rusia tetapi diproses pada server yang berjalan di Layanan Google Cloud dan Amazon Web.

FaceApp_Picture
Sumber: CNet

Menurutnya, kebanyakan foto yang diunggah pengguna akan langsung dihapus dari server mereka dalam waktu 48 jam sejak waktu upload. FaceApp juga tidak menjual atau membagikan data dengan pihak ketiga manapun.


Kalau menurut kalian gimana? #Uninstall atau Biarin aja? Kalau penulis sih memang belum coba dan belum pakai. Ada juga yang belum? Titip jejak dikomentar coba, mau sekalian kumpulin kaum yang belum ikut #AgeChallenge.

About Author

Chika

Chika

"I'm a bowling pin, even when I fall, I'll always stand back up" - Jay Park

Comments

Most
Popular

Spinning Man, Berputar Pada Pencarian Bukti Tentang Kebenaran Bukan Pada Dosa

Spinning Man, film bergenre thriller yang kembali dengan cerita yang "biasa"... more

Sumber gambar: gamespot.com

Game Klasik Favorit “Secret of Mana” Mendapatkan Treatment Remake Modern

Mungkin karena dianggap sebagai yang paling sukses, Seiken Densetsu 2 kemudian di-remake oleh Square Enix untuk pasar RP.. more

7 Sneakers Hasil Kolaborasi Adidas dan Dragon Ball Z. Yang Mana Favoritmu?

Penasaran dengan model dan desainnya sneakersnya? Yuk, intip gambar-gambar di bawah ini!.. more

00-d-nintendo-switch-online

Nintendo Switch Online Diluncurkan September 2018

Buat kamu pemilik Nintendo Switch, siap-siap untuk Nintedo Switch Online, layanan pesain PSN dan Xbox Live!.. more

Call of Duty: WW II (sumber: Kotaku)

Selalu Berlatar Perang Dunia 2: Apakah Latar Non Perang Dunia 2 Memang Kurang Komersil Untuk Dijadikan Latar Game Perang?

Game Berlatar Belakang Perang Dunia ke-2 memang selalu jadi hal seru. Tapi apa iya selalu harus tentang Perang Dunia ke-.. more