VR Headset Terbaru Vive Pro: Paling Bagus & Sangat Mahal Saat Ini

4 months ago
(Sumber gambar: Engadget)

Di tengah hype film Steven Spielberg “Ready Player One”, yang mengangkat tema virtual reality sebagai hal yang normal di masa depan, HTC merilis generasi kedua dari lini VR Headset populer mereka: HTC Vive.

Diberi nama “Vive Pro”, benda canggih ini meraih banyak pujian dari berbagai outlet berita teknologi dunia. Dengan satu keluhan yang sama dan seragam; yaitu harga yang luar biasa mahal. Walaupun HTC Vive generasi pertama masih tergolong maha,l tapi sepertinya HTC tetap pede dengan menjual gadget mereka di harga yang sama sekali tidak tergolong ‘ramah kantong’.

Vive Pro dari HTC. (Sumber: RoadToVR)

Vive Pro dari HTC. (Sumber: RoadToVR)

Dengan bandrol harga resmi US$799 (atau nyaris 11 juta rupiah) untuk model barebones/standard & US$1.099 alias sekitar 15 juta rupiah untuk paket lengkap (termasuk dua controller & tracking station), pemilik HTC Vive Pro jelas layak menyandang gelar “Sultan”.

Jika di film (dan di masa depan) sebuah headset VR mungkin tak berbeda harganya dengan gadget harian lain seperti smartphone, namun di masa kini sebuah headset VR sama sekali bukan untuk semua orang. Atau semua gamers. Pabrikan headset VR harusnya menyadari kendala ini. Harga mahal berarti penetrasi pasar yang lambat. Penetrasi pasar yang lambat = keuntungan finansial yang lambat pula. Logikanya demikian.

VR Headset di film "Ready Player One." (Sumber: Slashfilm)

VR Headset di film “Ready Player One.” (Sumber: Slashfilm)

Ada penjelasan yang masuk akal dan menjustifikasi harga tinggi yang melekat pada sebuah headset VR seperti Vive Pro, yaitu upgrade hardware dari Vive generasi pertama.

HTC Vive generasi awal memberikan ‘groundbreaking’ tentang kecanggihan sebuah headset VR. Jangan samakan Vive dengan ‘VR ecek-ecek’ seperti yang dibuat oleh Google bersama Lenovo, karena HTC Vive generasi awal memiliki kecanggihan yang meyakinkan (paling tidak di masa mereka rilis) dibandingkan Lenovo Mirage Solo.

Sebut saja seperti Dual Screen OLED resolusi 2.160 x 1.200 dengan Refresh Rate 90Hz serta Frame Rate hingga 90fps. Canggih? Tentu. Tapi kemudian Vive Pro muncul di pasaran.

Vive Pro melakukan ‘re-master’ pada fitur-fitur tahun 2016 tadi agar lebih oke lagi. Resolusi layar AMOLED di Vive Pro dibuat sebesar 2.880 x 1.600 (atau 1.440 x 1.600 per bola mata). Secara teknis perubahannya memang tidak terlalu drastis. Kira-kira seperti migrasi dari TV definisi normal ke TV definisi HD. Tapi itu tetap merupakan upgrade yang bagus. Gambar yang dihasilkan jadi lebih tajam dan bening dibanding sebelumnya.

Resolusi lebih tinggi dibandingkan Vive generasi awal. (Sumber: Gizmodo)

Resolusi lebih tinggi dibandingkan Vive generasi awal. (Sumber: Gizmodo)

Body dari HTV Vive Pro juga di-klaim lebih ergonomis dan nyaman untuk dipakai dalam waktu lama dibandingkan model generasi sebelumnya. Hal ini dirasa penting, karena jika headset VR tidak memiliki ‘ruang bernafas ideal’ maka ada resiko kelembaban akibat keringat dan suhu di sekitar mata. Vive Pro, yang kini mengadopsi warna biru gelap di sekujur body, juga memiliki sepasang kamera stereoscopic di bagian depan.

Saat ini kamera-kamera itu belum ada fungsi yang spesifik karena itu semua tergantung kreativitas pengembang aplikasi/games yang akan digunakan oleh Vive Pro ke depannya. Tapi lumayan, karena adanya kamera ganda stereoscopic seperti itu dapat membuka kemungkinan-kemungkinan baru saat menggunakan headset VR seperti ini. Diharapkan para developers games serta aplikasi dapat memanfaatkannya.

Futuristik. (Sumber: YouTube)

Futuristik. (Sumber: YouTube)

Ada pula tombol saklar pengatur jarak yang kini memungkinkan pengguna Vive Pro untuk mengubah posisi headset tanpa harus melepaskan headset dari kepala. Sebuah upgrade kecil menyenangkan jika dibandingkan Vive generasi pertama. Busa di sekeliling Vive Pro juga terasa nyaman, berdasarkan klaim reviewers yang sudah mencoba benda seharga sepeda motor di Indonesia ini. Headset bawaan di Vive Pro dapat diganti dengan headset favorit pengguna melalui socket USB-C, yang letaknya tersembunyi.

Spesifikasi Vive Pro yang beredar di internet. (Sumber: ThatsITGuy)

Spesifikasi Vive Pro yang beredar di internet. (Sumber: ThatsITGuy)

Secara penggunaan dan pengaplikasian, saat ini tidak ada perbedaan mencolok antara HTV Vive generasi pertama dengan HTC Vive Pro. Aplikasi VR seperti “Google Earth VR” misalnya. Hampir tidak ada beda di antara keduanya. Mungkin ke depan akan ada aplikasi yang mampu lebih memanfaatkan kekuatan ekstra yang dimiliki oleh Vive Pro. Atau patch aplikasi yang sudah ada agar bisa memanfaatkan kemampuan ekstra Vive Pro.

(Sumber: YouTube)

(Sumber: YouTube)

Untuk saat ini, membeli HTC Vive Pro sama sekali tidak direkomendasikan. Semua yang bisa benda itu lakukan juga bisa dilakukan oleh HTC Vive generasi pertama. Dengan harga jauh lebih rendah (US$499 atau sekitar 6,9 juta rupiah). Tapi kalau kamu seorang Sultan yang ogah ketinggalan sebagai yang pertama dalam ‘gadget race’, HTC Vive Pro akan jadi pembelian yang keren. Tidak hanya dari penampilan, tapi juga dari segi upgrading hardware yang dimiliki Vive Pro jika dibandingkan Vive generasi awal.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Most
Popular

CHIPS: Monster Tap

12 Game ini Terpilih Untuk Tampil di Archipelageek, POPCON Asia 2017

Di pertengahan bulan Juli 2017 lalu, Asosiasi Game Indonesia (AGI) bersama dengan BEKRAF mengundang para developer Indon.. more

EroManga-Sensei: Karakter Imouto yang Langsung Menghipnotis Para Penontonnya

Bagi para penikmat anime yang menyukai cerita tentang Imouto, sudah pasti menonton anime yang satu ini; EroManga-Sensei!.. more

00-d-reverse-project

Reverse Project: Kisah Post Apocalypse Dalam Sajian Artwork dan Musik

Reverse Project menggabungkan elemen ilustrasi dan musik untuk menyampaikan cerita bertema post apocalypse... more

00-d-my-tamagotchi-forever

Tamagotchi Hidup Kembali di Smartphone!

My Tamagotchi Forever adalah game mobile yang menyajikan sensasi permainan Tamagotchi di dalam smartphone, plus fitur ba.. more

Sumber gambar: thegeekclinic.wordpress.com

Anime-Anime Keren Ini Ternyata Diangkat dari Video Game Lho!

Jepang. Anime-anime di bawah ini dibuat berdasarkan video game berjudul sama yang lebih dulu lahir dan meraih popularita.. more