The Walking Dead, Simulasi Kehidupan Primitif di Lingkungan Modern

5 months ago
Sumber : amc.com

Setelah kembali dari masa rehatnya, serial populer satu ini sedang hangat menjadi perbincangan dari berbagai media. Kalian banyak yang tahu dong, ya karya orisinil dari Robert Kirkman yang ikonik dengan atribut zombie-nya ini sudah mulai memasuki paruh musim kedelapan terhitung sejak 2010. Serial yang terkenal dengan cliffhanger ending-nya ini sukses bikin para penggemar dibuat penasaran di setiap episodenya.

Namun belakangan ini kritikan menjadi makanan empuk bagi serial keluaran dari AMC tersebut, karena semakin inferiornya peran dari zombie itu sendiri. Banyak yang protes, “Zombienya kok cuma pemanis?”,”Udah gak seru lawannya manusia terus!”

Ya mungkin kalian benar, belum lagi keputusan para show runner yang berani mengambil deviasi cerita berbeda dari komiknya dengan “membunuh” beberapa karakter yang bahkan masih memiliki plot penting kedepannya.

Terlepas dari itu, semua secara world building serial ini masih menjadi favorit saya, menggambarkan dunia post-apocalypse dari segi realistis yang lebih menekan pendalaman setiap karakternya dan penuh drama akan konflik yang biasa kita temui dikehidupan sehari-hari. Bagi penonton yang tertarik hanya karena faktor zombie-nya saja mungkin akan terasa cukup membosankan.

Saya penasaran disini apakah kalian pernah ngebayangin gimana ya seandainya dunia ini diserang zombie? Atau berkhayal tentang hidup di alam liar yang mematikan? Well, kalau iya, The Walking Dead adalah interpretasi terdekat dalam hal ini. Dunia seolah ditekan tombol reset nya dan membuat tren kehidupan baru yang kalau di pikir-pikir jadi kembali dengan pola kehidupan zaman baheula.

Kehidupan Berkelompok

Dalam dunia TWD membentuk kelompok merupakan syarat penting untuk bertahan hidup. Biasanya dengan membangun wilayah tinggal untuk tempat berlindung. Selain itu, fungsi dalam berkelompok akan semakin lengkap ketika dihuni para anggota yang memiliki spesialisasi yang berbeda-beda. Setiap anggota harus saling menjaga.

Sumber : fanfest.com

Sumber : fanfest.com

Bisa dibayangin kan dari keragaman tersebut kita bisa bagi-bagi peran, seperti contoh fighter yang membersihkan area dari serangan zombie, scout untuk bagian mencari sumber daya, sampai bahkan seperti physician, technician, atau farmer dan lain-lainnya untuk bisa saling melengkapi. Jadi buat bro sis yang otaku nan introvert sayang banget kalau memutuskan untuk solo karir di dunia ini.

Nomaden

Yang satu ini sangat berkaitan dengan ciri diatas karena dalam berkelompok tetap memiliki resiko nya baik secara internal (disebabkan individu yang egois atau parasit yang memecah belah kelompok), maupun secara eksternal(pertikaian dengan kelompok lain atau wilayah tinggal sudah tidak kondusif karena zombie yang semakin overload) dan mengharuskan mereka bermigrasi ke berbagai tempat.

Sangat jarang para karakter dalam serial ini memiliki tempat tinggal untuk jangka panjang, mulai dari perternakan, penjara, rumah sakit sampai gorong-gorong sekalipun, selalu saja muncul kejadian yang mengharuskan mereka untuk minggat.

“Kalau gitu cari kapal aja buat tinggal dilaut!”

Eits jangan salah, spin-off dari serial ini sudah menunjukan kalau zombie di air lebih ganas ketimbang di daratan dikarenakan sangat sulit untuk ditangani, belum lagi kekurangan sumber daya makanan  lantaran ikan-ikan nya sudah mati membusuk.

Walau tidak bisa berenang zombie air tetap sangat berbahaya (Sumber : amc.com)

Walau tidak bisa berenang zombie air tetap sangat berbahaya (Sumber : amc.com)

Bercocok Tanam

Meskipun tersedia alat-alat elektronik & teknologi canggih yang bisa ditemukan secara mudah, tapi akan terasa useless jika minimnya sumber tenaga listrik. Hal ini cukup fatal sih dan memaksakan mereka hidup mode zaman pertengahan ala-ala ‘age of empire’ seperti bercocok tanam, berburu dan berternak hewan.

Meskipun base sedang diserang, mereka tetap asik ketika farming (Sumber : wired.com)

Meskipun base sedang diserang, mereka tetap asik ketika farming (Sumber : wired.com)

Bukan saham yang dicocok tanamkan melainkan bahan-bahan makanan seperti buah dan sayur-sayuran yang diproses secara konvensional, mengingat stok makanan kaleng jarahan mulai menipis dan kadaluarsa(biasanya tetep dimakan sih), kemudian populasi hewan liar yang mulai langka karena sudah lebih dulu menjadi sarapan para zombie, hal ini juga dapat memicu munculnya sekolompok manusia kanibal seperti yang pernah di tayangkan disalah satu story-arc dalam serial ini, wah makin ngeri jadinya kan.

Sistem Transaksi

Pasti kalian pernah denger orang bilang “uang bukanlah segalanya”. Hmm, saya curiga kalau orang itu berasal dari zaman apocalypse. Yup, selama screening sejak musim awal sampai sekarang saya tidak pernah melihat kegunaan uang dalam dunia ini terlebih untuk transaksi, mereka kembali menggunakan sistem barter.

Komoditi yang kerap menjadi pertukaran dipasaran tidak lain seperti hasil-hasil tanaman, obat-obatan, senjata, bahan bakar dan sebagainya, yang biasa dilakukan antar kelompok yang saling berkoalisi (atau yang ditindas). Tidak jarang juga terjadi pertukaran jasa atau SDM misalnya, salah satu kelompok kekurangan tenaga untuk pembangunan dan satunya lagi membutuhkan ahli persalinan, maka pertukaran pun terjalin antar kedua kubu.

Kue serabi salah satu yang bisa ditawarkan sebagai alat tukar (Sumber : nerdist.com)

Kue serabi salah satu yang bisa ditawarkan sebagai alat tukar (Sumber : nerdist.com)

Sistem kepercayaan

Jika kejadian ini saya alami secara langsung, pastinya saya akan makin rajin untuk beribadah dan berdoa meminta ampunan untuk dihindari dari segala macam bahaya. Pada awalnya karakter disini pun melakukan hal demikian, namun seiring kesibukan mereka menyelamatkan diri dari keadaan, agama bukan lagi menjadi hal yang relevan. Agak sedih sih ngebayanginnya guys tapi akankah benar demikian?

Ataukah mungkin ini adalah penyebab dari semua bencana dan kesialan yang mereka alami? Yang justru menjadi tontonan menarik buat para audience. Anyway, jangan dianggap serius namanya juga film semua udah sesuai skenarionya. Hehe.

Dari sekian poin-poin diatas, menurut saya bagian inilah yang paling menggambarkan kehidupan primitif, kehidupan manusia tanpa adanya sebuah pedoman niscaya hanya akan menuntunkan kesesatan.

Robert Kirkman pun setuju (Sumber : nerdist.com)

Robert Kirkman pun setuju (Sumber : nerdist.com)

Gimana nih , dari penjabaran diatas udah cukup akurat belum? Atau hanya terkesan “cocoklogi” belaka? Bagi yang opini tambahan serta kritik membangun jangan lupa sahut di kolom komen, ya!

About Author

Gede Kencana

Gede Kencana

Comments

Most
Popular

Sumber gambar: godofwar.playstation.com

Game God of War Akan Mengeksplor Legenda Mesir Atau Maya: Kenapa Tidak India Saja?

God of War adalah sebuah franchise penting untuk Sony dan platform PlayStation mereka. Game action ini lahir di era Play.. more

Sumber gambar: nerdmuch.com

Harry Potter Hogwarts Mystery: Game RPG Harry Potter untuk Smartphone

Harry Potter akan kembali muncul di tahun 2018 dalam bentuk game. Kali ini game untuk platform smartphone iOS dan Androi.. more

Game Nintendo di smartphone itu nyata. Sumber gambar: techcrunch.com

Saat Nintendo Menyerah Pada Popularitas Smartphone

Jangan harap memainkan game Mario di PlayStation secara resmi, misalnya. Tidak akan terjadi... more

Sumber: ScreenRant

5 Fakta Keren Film Maze Runer: The Death Cure, Yang ke-3 Bikin Merinding!

Yuk kita simak lima fakta behind the scene keren (fun fact) dari film ini... more

00-daisuki-d

Daisuki! Japan Festival 2018 Bertabur Guest Star Lokal dan Mancanegara!

Akan ada berbagai pertunjukkan menarik yang dimeriahkan oleh  penampilan Guest Star mancanegara dan lokal... more