Webcomic Sebagai Sarana Paling Ideal Untuk Komikus Masa Kini

3 months ago
00-d-platform-komik-masa-kini

Setiap era atau jaman punya medium sendiri untuk tulisan maupun gambar.

Di jaman pra sejarah, manusia purba memanfaatkan dinding-dinding gua yang terbuat dari batu alam untuk menyalurkan keinginan mereka menggambar maupun menulis sesuatu. Gambar yang mereka hasilkan bahkan sudah bisa disebut sebagai “komik” karena punya struktur grafis ‘bercerita’. Mirip sebuah komik.

Lukisan di batu Bhimbetka, Madhya Pradesh, India (10.000 – 5.000 Tahun Sebelum Masehi). Sumber: The MysteriousWorld

Lukisan di batu Bhimbetka, Madhya Pradesh, India (10.000 – 5.000 Tahun Sebelum Masehi). Sumber: The MysteriousWorld

Berlanjut ke era yang lebih maju seperti jaman Mesir kuno, manusia masih menggunakan metode yang mirip namun lebih baik jika dibandingkan dengan jaman manusia purba soal menggambar dan menulis. Ada metode hieroglyph yang memanfaatkan bebatuan sebagai bidang menggambar.

Lukisan cerita suasana kehidupan pasca kematian versi Mesir Kuno dalam format hieroglyph. Sumber: EgyptToursPortal

Lukisan cerita suasana kehidupan pasca kematian versi Mesir Kuno dalam format hieroglyph. Sumber: EgyptToursPortal

Kemudian kertas mulai ditemukan dan di produksi secara massal. Medium ini dengan segera menggantikan medium-medium lain karena bentuknya yang ringan serta dapat dibuat dalam berbagai ukuran serta kualitas/ketebalan. Menulis dan menggambar di kertas jauh lebih nyaman dan menyenangkan ketimbang di atas batu ataupun kulit hewan seperti jaman sebelumnya.

Selembar kertas dengan pena tinta yang berasal dari bulu unggas. Sumber: 123RF

Selembar kertas dengan pena tinta yang berasal dari bulu unggas. Sumber: 123RF

Industri dengan berbahan kertas semakin berkembang di era modern manusia. Seperti industri surat kabar, buku, dan tentunya gambar bercerita alias komik.

Sulit untuk menentukan apa komik berbahan kertas pertama di dunia karena ada banyak versi di luar sana, namun sepertinya aman dikatakan kalau geliat komik dunia mulai terjadi di era The Great Depression di Amerika Serikat. Di masa itu, komik menjadi sebuah hiburan di tengah-tengah kondisi ekonomi buruk dan situasi perang.

Selain sebagai hiburan, komik juga berfungsi sebagai media propaganda untuk menyulut nasionalisme. Siapa yang bisa melupakan cover komik “Captain America” dimana dia menonjok Adolf Hitler yang saat itu merupakan ‘Bad Guy #1’ dunia karena memimpin pasukan Jerman di Perang Dunia Kedua? Itulah salah satu hal bersejarah dari kertas komik dalam peradaban manusia.

Buku komik Amerika saat masa Perang Dunia Kedua. Sumber: IMGur

Buku komik Amerika saat masa Perang Dunia Kedua. Sumber: IMGur

Industri komik tidak menurun pasca perang. Bisnis ini tetap hidup dan semakin berkembang. Tidak hanya di Amerika Serikat, komik juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan bagus di berbagai belahan dunia. Termasuk di Eropa dan Asia juga.

Berbagai jenis buku komik dengan berbagai model grafik dan cerita lahir (dan mati) di pasaran. Pada masa itu buku komik identik dengan kisah-kisah heroik dengan tata warna yang mendukung visualisasi dalam komik itu sendiri.

Negara Jepang di Asia mulai menerbitkan buku-buku komik, atau dalam bahasa mereka “Manga”, yang memiliki karakteristik berbeda dari tipikal komik dunia. Mereka memakai cetakan hitam putih tanpa tambahan warna; kecuali untuk cover. Mungkin untuk menghemat biaya? Yang jelas hal ini “menyalahi standar komik” yang sudah digunakan Amerika dan Eropa. Dimana komik seharusnya penuh warna warni di setiap halaman.

Namun hal itu ternyata tidak berpengaruh buat pasar Jepang. Fans dan industri manga di Jepang tetap tumbuh. Komik hitam putih bahkan menjadi ciri khas dari Jepang hingga hari ini.

Manga “War and Japan” karangan mangaka Shigeru Mizuki yang juga membuat “GeGeGe no Kitaro”. Sumber: APJJF.Org

Manga “War and Japan” karangan mangaka Shigeru Mizuki yang juga membuat “GeGeGe no Kitaro”. Sumber: APJJF.Org

Baca Juga: Mengenal GeGeGe no Kitaro, Anime yang Akan Menggantikan Slot TV Dragon Ball Super

Era Millennium tiba. Internet datang dan memberikan dampak perubahan di berbagai bidang dunia. Termasuk pula di industri komik.

Kemunculan internet dan sarana ‘Web Browser’ di dunia “world wide web / WWW” memberikan sebuah kesempatan kepada siapapun untuk menciptakan konten yang bisa dilihat oleh siapa saja di dunia ini lewat jaringan internet. Batasan ruang serta waktu yang dulu ada kini mendadak hilang.

Sebuah kondisi yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya.

Web Browser di era awal 2000an. Dengan halaman ini kita dapat melihat, mengirim dan menerima data melalui internet. Sumber: GuideBookGallery.Org

Web Browser di era awal 2000an. Dengan halaman ini kita dapat melihat, mengirim dan menerima data melalui internet. Sumber: GuideBookGallery.Org

Jika dulu seseorang ingin menunjukkan karya gambar (komik) dia kepada publik, dia harus bisa menembus persaingan agar karyanya itu masuk ke media seperti majalah atau buku cetak komik. Tentu saja bukan soal mudah karena ketatnya persaingan dan perlu keberuntungan untuk lolos dari seleksi para editor majalah maupun penerbitan buku komik.

Untuk sampai ke rak ini, sebuah buku komik melewati sebuah proses panjang. Sumber: Selipan

Untuk sampai ke rak ini, sebuah buku komik melewati sebuah proses panjang. Sumber: Selipan

Tapi kini? Lewat internet dan web browser, seseorang bisa menerbitkan karya komik mereka dalam bentuk digital. Dalam format web comic. Sesuatu yang saat ini mulai jadi pilihan banyak (calon) komikus; tidak hanya di negara-negara seperti Jepang atau Amerika namun juga disini. Di Indonesia ini.

Jika dulu seorang komikus pemula cenderung mendapati jalan terjal berliku saat hendak memasarkan/mengenalkan karya komik mereka ke publik lewat komik cetak, maka sekarang mereka punya pilihan alternatif.

Yaitu komik digital. Web comic.

Webcomic Sebagai Platform Komik Masa Kini

platform komik

Sumber: CIAYO Comics

Platform komik digital alias web comic secara meyakinkan tumbuh pesat di Indonesia seiring makin mudah dan murahnya akses internet hingga ke pelosok-pelosok wilayah.

Bakat-bakat terpendam dari komikus-komikus Indonesia yang dulu sulit terlacak dan ditemukan karena faktor-faktor seperti sulitnya mereka menunjukkan/mengirim karya ke publisher komik (yang biasanya hanya ada di kota besar seperti DKI Jakarta) sekarang tidak lagi jadi masalah dengan adanya internet dan platform komik digital / web comic.

Dengan memanfaatkan internet dan komputer, seorang ‘aspiring comic artist’ alias komikus pemula berbakat, bisa memiliki peluang agar karya mereka dikenal dan terjual sebagai sebuah komik.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah “bagaimana cara memulai jadi komikus digital web comic ini?”

Pertama tentu saja seorang (calon) komikus digital web comic harus menghasilkan karya. Bisa dengan menggunakan medium dasar seperti kertas dan alat gambar konvensional (pensil, pena dan penghapus) sebelum kemudian men-scan hasilnya dengan scanner agar berubah jadi format gambar digital.

Scanner yang berfungsi mengubah gambar di kertas menjadi gambar digital. Sumber: PriyaComputer

Scanner yang berfungsi mengubah gambar di kertas menjadi gambar digital. Sumber: PriyaComputer

Atau dengan langsung menggambar di komputer dengan memanfaatkan peralatan gambar digital seperti drawing tablet (WACOM atau sejenisnya) dan software grafis pilihan (Photoshop, SAI, Manga Studio EX dan lain sebagainya).

Drawing Tablet sebagai pengganti kertas dan pena gambar. Sumber: Amazon

Drawing Tablet sebagai pengganti kertas dan pena gambar. Sumber: Amazon

Bahkan bisa menggunakan dua teknik di atas sekaligus atau hybrid. Pertama komik dikerjakan di kertas secara manual, di-scan, kemudian lanjut dikerjakan secara digital. Banyak komikus yang saya kenal menggunakan cara ini untuk hasil yang menurut mereka maksimal.

Setelah memiliki file/data komik dalam bentuk grafik digital, selanjutnya apa?

Tentu saja langkah selanjutnya adalah mem-publish komik tersebut. Ada banyak tempat dan lokasi untuk memajang komik digital, namun tentu tidak semua tempat merupakan lokasi ideal.

Ada situs/apps yang memberikan lapak gratis untuk komikus memajang karya tanpa ada benefit finansial untuk komikusnya. Karya komik seorang komikus yang dipajang disana dapat dinikmati gratis oleh siapa saja tanpa menghasilkan uang bagi komikusnya.

Atau bisa memilih “CIAYO Comics” sebagai lapak komik digital web comic kamu.

Display CIAYO Comics. Sumber: CIAYO Comics

Display CIAYO Comics. Sumber: CIAYO Comics

Mengapa harus CIAYO Comics?

Banyak benefit yang bisa diraih seorang komikus yang komik digitalnya diterbitin oleh CIAYO Comics. Selain tentunya eksposure ke publik, komikus juga akan mendapatkan benefit uang dalam sistem pembayaran secara profesional. Jadi walaupun komik digital di CIAYO Comics bisa dibaca siapa saja secara gratis (lewat web browser maupu apps smartphone), tapi komikusnya pasti akan mendapatkan bayaran uang dari CIAYO Comics.

Menarik ‘kan? Pastinya.

Tapi tentu saja tidak semua komik digital web comic yang diajukan ke CIAYO Comics pasti akan diterbitkan. Para editor berpengalaman akan memeriksa setiap karya komik yang diajukan ke redaksi CIAYO Comics, dan akan memberikan asistensi kepada mereka yang karyanya potensial untuk dimuat di platform CIAYO Comics.

Semua dalam lingkup dan konsep profesionalisme antara komikus dengan editor komik. Mirip standar normal industri komik dunia cetak. Hal yang sama juga berlaku di bisnis komik digital web comic di CIAYO Comics.

Sebagai sarana paling ideal untuk komikus masa kini dalam menerbitkan karya, web comic wajib untuk dicoba buat kamu yang merasa punya bakat membuat komik dan ingin agar karya tersebut populer di kalangan pembaca komik Indonesia. Dan bahkan dunia! Karena web comic tidak dibatasi oleh ruang waktu. Web comic dari Indonesia mungkin saja dibaca dan disukai pembaca dari negara lain. Karena internet.

Dan jika kamu memilih CIAYO Comics sebagai platform untuk memuat karya web comic kamu, maka kamu melakukan pilihan tepat. Karena sudah banyak komikus yang lahir dan besar di CIAYO Comics; dan mereka berasal dari berbagai tempat di Indonesia ini. Tidak hanya yang berasal dari kota besar saja.

Mau contoh? Komikus “Hana & Mr. Arrogant”, Clover Yuuki, berasal dari satu kota di provinsi Sumatera Utara. Itu jauh banget dari kota Jakarta! Tapi jarak tidak berpengaruh karena Clover Yuuki mengirimkan karya komiknya ke CIAYO Comics melalui internet.

Baca Juga: Hana & Mr. Arrogant: Bisakah Cowok Kaya Jatuh Cinta dengan Si Miskin?

Pencipta komik ini berasal dari satu kota di Sumatera Utara, lho! Sumber: CIAYO Comics

Pencipta komik ini berasal dari satu kota di Sumatera Utara, lho! Sumber: CIAYO Comics

Hal serupa bisa dilakukan oleh komikus lain di mana saja. Entah itu dari provinsi Aceh. Atau malah dari provinsi Papua mungkin? Bebas!

Jadi coba kirimkan karya komik digital web comic kamu ke redaksi CIAYO Comics. Buat yang keren. Dan menarik. Siapa tahu karya kamu yang selanjutnya dimuat di CIAYO Comics. Saat itu terjadi, siap-siap aja menikmati berbagai benefit sebagai seorang komikus web comic Indonesia.

Good luck!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: time.com

Pokeland: Game Pokemon untuk Smartphone

Pokeland, game terbaru The Pokemon Company untuk smartphone. .. more

ThunderCats Terbaru Menimbulkan Reaksi Negatif Dari Fans Lama

Thundercats akan dibuat ulang. Apakah sambutan para penggemar akan masih tetap sama seperti dahulu?.. more

Xagia Wars

Visual Novel Lokal Xagia Wars Segera Hadir di Steam!

Satu lagi game produksi Indonesia yang akan menyambangi platform gaming raksasa Steam. Kali ini adalah giliran Xagia War.. more

00 arnold desktop

Hey Arnold: The Jungle Movie – Ending Bahagia Si Kepala Lonjong

Hey Arnold: The Jungle Movie nggak cuma sekedar kelanjutan dari kartun yang tamat 13 tahun lalu, namun juga memberikan s.. more

00-d-ikkubaru-showcase-debut

Pop Indonesia dan Jepang Bersatu Di ikkubaru Showcase Debut

Band city pop asal Bandung, ikkubaru, mengadakan showcase perdana mereka di Indonesia. Dalam ikkubaru Showcase Debut, me.. more