Whisper: Film Pendek yang Digitally Horror!

2 weeks ago
Sumber: geektyrant.com

Kalau kamu suka nonton film horror, kamu mungkin menyadari kalau kejadian horror gak hanya terjadi pada saat seseorang pindah ke rumah baru yang angker. Kejadian horror bisa terjadi karena apa saja. Contohnya saat kamu punya gadget dengan teknologi canggih seperti Amazon Echo.

Seorang sutradara bernama Julian Terry membuat film pendek bergenre horror dengan menggunakan Amazon Echo dalam skenarionya. Film pendek berjudul Whisper bercerita tentang seorang cewek terbangun di malam hari karena mendengar Echo miliknya tiba-tiba aktif. Echo tersebut lalu berulang kali mengatakan kalau ia gak mendengar dengan jelas apa yang cewek itu katakan. Masalahnya, cewek ini dari tadi tidur sendirian dan gak mengatakan apapun. Lalu… suara siapa yang ngomong dan terdeteksi oleh Amazon Echo-nya tuh? :’(

Sumber: Instagram.com/julianmovies

Sumber: Instagram.com/julianmovies

Sumber: cnet.com

Sumber: cnet.com

Fungsi dari Amazon Echo hampir sama seperti Siri. Tapi fungsi utamanya adalah untuk streaming lagu. Kita bisa mengatakan ke voice assistant pada Echo untuk memutar lagu rock, jazz, atau pop. Nanti Echo akan memutar lagu dari Amazon Prime Library. Smart speaker buatan Amazon.com ini juga bisa membuat to-do list, memasang alarm, streaming podcasts, dan masih banyak lagi. Voice Assistant pada Amazon Echo bernama Alexa. Sama seperti cara kerja Siri yang mendengar perintah dari suara manusia, kalau ia gak mendengar dengan jelas, maka Echo akan meminta untuk mengulang kembali apa yang telah dikatakan.

Sumber: pinterest.com

Sumber: pinterest.com

sumber: pinterest.com

sumber: pinterest.com

Film horror yang menggunakan teknologi ini sebenarnya sudah banyak banget. Ingat film Ring (1998) di mana hantu wanita keluar dari televisi dong? Ada juga film Jepang One Missed Call (2004) tentang sekelompok anak muda yang menerima pesan misterius di handphone mereka. Saat mendengar voicemail yang masuk, ternyata mereka sedang mendengar suara mereka sendiri saat meninggal nantinya. Film Stay Alive (2006) mengangkat game console sebagai teknologi yang dipakai dan berujung ke cerita horror. Persis saat game console lagi hits-hitsnya.

Kemudahan akses internet yang dimulai dari tahun 2010an, membuat film horror-thriller yang hadir lebih mengangkat tema internet dan media sosial seperti film Smiley (2012), Ratter (2016), dan Friend Request (2017). Film horror dengan tema media sosial dan stalker gak kalah menyeramkan dari cerita hantu, bahkan bisa dibilang lebih horror!

Teknologi udah lekat banget dengan kehidupan kita. Handphone, TV, dan PC sering kita pakai tanpa memikirkan kemungkinan buruk yang bisa aja terjadi. Beberapa sutradara mengangkat kemungkinan-kemungkinan buruk itu menjadi film horror yang kreatif. Alasan pertamanya karena tentu dekat dengan keseharian kita, dan yang kedua karena orang harus belajar untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin.

Kenyataan kalau teknologi is watching us juga jadi perhatian kita. Terutama karena kita selalu mengirim data kita kepada web host tanpa tahu sendiri siapa web host tersebut dan data apa saja yang mereka simpan. Yang terakhir, kalau punya smart speaker kayak Amazon Echo, jangan lupa matikan sebelum tidur ya! 😛

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Sumber: img.cinemablend.com

Saya Tidak Akan Disukai Oleh Emma Watson Karena Menulis Ini. I’m Sorry Emma.

Film Beauty & The Beast tahun 1991 meninggalkan memori tersendiri pada masa kecil saya. Tapi saya tidak akan disukai Emm.. more

Luthfi: Jangan Pernah Berhenti Belajar

Generasi 90-an berkolaborasi dengan CIAYO Comics membuat komik Anak Kemaren Sore yang bisa dibaca secara gratis di CIAYO.. more

Grup band J-Rock paling kondang sejagat. Sumber gambar: larc-en-ciel.com

L’Arc~en~Ciel: Grup Band J-Rock Gaek Yang Tetap Bertahan

Seharusnya grup J-Rock legendaris seperti L’Arc~en~Ciel, alias “Laruku”, tidak memerlukan introduksi lagi... more

Member Cosuki Malang dengan kostum masing-masing

Cosuki, Basecamp-nya Cosplayer Malang

Ngoleksi kostum, gathering rutin, ikutan kompetisi, dandan pol dan pake kostum cosplay yang niat? Itulah aktivitas seru .. more

Sabrina – Chapter 4: Kencan Dengan Expatriat

Sudah lama Sabrina menyimak event-event di aplikasi untuk komunitas traveler itu. Group trip, meet up, dan kumpul-kumpul.. more