Woody Allen, Komedi = Tragedi + Waktu

7 months ago
Woody Allen (sumber: Thestudioexec.com)

Ah! Woody Allen! Menulis ini sepertinya terasa begitu personal bagi saya, saya menyukai sutradara ini bukan hanya karena film-filmnya hebat, tapi film-filmnya selalu terasa seolah itu berbicara tentang diri saya sendiri. Namun, sepertinya belum banyak yang mengetahui tentang sutradara ini, well.. 

Woody Allen adalah seorang sutradara kawakan Holywood yang sudah menghasilkan 47 film dan empat diantaranya membuatnya memenangkan Oscar dengan nominasi sebanyak 24 kali. Roger Ebert pernah mengatakan, bahwa Woody Allen adalah berkah bagi dunia sinema.

Namun meskipun begitu, Woody Allen bukan tipe sutradara seperti Steven Spielberg yang filmnya selalu menjadi blockbuster. Ia bahkan pernah berkata, “Jika filmku tidak mendatangkan keuntungan, itu berarti aku telah melakukan hal yang benar”. Buset, dah!

Sutradara sekaligus komika Raditya Dika (yang followers Instagramnya lebih banyak dari Presiden Jokowi), merupakan penggemar berat Woody Allen. Dia sering membahas soal Woody Allen di blognya. Bahkan di Twitter, ia pernah mengatakan bahwa film Annie Hall adalah film pertama yang menginspirasinya untuk menjadi sutradara.

Raditya Dika (sumber: Beritahati.com)

Raditya Dika (sumber: Beritahati.com)

Film Woody Allen mempunyai ciri khas dengan karakternya yang kesepian, berbicara belepotan, meragukan Tuhan, neurotic (mempunyai gangguan mental, namun bukan dalam artian psikopat), filosofis, skeptis, selalu berbicara tentang eksistensi, idiot, dan tidak bisa dimengerti banyak orang.

Dan karakter itu seringkali ia perankan sendiri hingga membuat banyak orang berpikir bahwa ia di dunia nyata seperti itu–walaupun di salah satu wawancara dia pernah membantahnya dan mengatakan kehebatan aktingnya, lah yang membuat orang-orang berpikir seperti itu.

Woody Allen dalam film Annie Hall (sumber: Ourgoldenage.com)

Woody Allen dalam film Annie Hall (sumber: Ourgoldenage.com)

Woody Allen sendiri mempunyai skandal karena menikahi anak angkatnya sendiri yang dulu ia adopsi bersama Mia Farrow, hingga membuat hubungan mereka berdua menjadi buruk hingga saat ini.

Soon Yi Previn, istri yang dulunya anak angkat Woody Allen (sumber: Slate.com)

Soon Yi Previn, istri yang dulunya anak angkat Woody Allen (sumber: Slate.com)

Karakternya yang filosofis dan skeptis, seringkali memunculkan kutipan-kutipan maupun dialog yang menarik, yang akan saya bahas dibawah ini sebelum menuliskan tentang film-filmnya.

Kutipan-Kutipan Woody Allen Favorit Saya

 1. “Comedy = Tragedy + Time”

Komedi = Tragedi + Waktu.

Kutipan ini muncul dalam salah satu dialog di film Crime and Misdeamanor, mengingatkan kita bahwa apa yang kita tangisi dan membuat kita marah sekarang, akan membuat kita tertawa nanti.

2. “If you want to make God laugh, tell him about your plans!”

Jika kamu ingin membuat Tuhan tertawa, beritahu Dia rencana-rencanamu!

Ini kutipan yang saat saya mendengarnya membuat saya tertawa. Bahkan kutipan ini saya jadikan wallpaper laptop sampai hari ini. Mengingatkan saya yang seringkali punya banyak rencana tetapi gagal hanya karena hal-hal sepele.

Salah satu status Facebook teman saya yang mungkin bisa menjelaskan kutipan ini (sumber: screenshot status Facebook)

Salah satu status Facebook teman saya yang mungkin bisa menjelaskan kutipan ini (sumber: screenshot status Facebook)

3. “To be happy is to love suffering”

Untuk menjadi bahagia adalah untuk mencintai penderitaan.

Menjadi bahagia adalah menjadi mashocist. And it sounds right, isn’t it?

Film-Film Woody Allen Favorit Penulis 

Jika tadi penulis sempat membicarakan soal karakter yang sering muncul dalam filmnya, kali ini penulis ingin berbicara tentang film-filmnya itu sendiri.

Film-film Woody Allen kebanyakan bergenre komedi romantis, namun komedi Woody Allen mempunyai ciri khas sendiri yang sejalan dengan karaktenya. Komedi Woody Allen bukan komedi yang bisa dinikmati banyak orang seperti Mr. Bean–banyak yang berkata bahwa komedi bahwa Woody Allen adalah komedi untuk para intelektual.

Anyway, mari saya jabarkan film-film Woody Allen favorit saya (dan berbeda dari banyak penggemar Woody Allen, saya tidak begitu menyukai Annie Hall dan Manhattan).

1. Midnight in Paris

Midnight in Paris (sumber: Imagingcinema.wordpress.com)

Midnight in Paris (sumber: Imagingcinema.wordpress.com)

Film ini adalah film Woody Allen yang segala unsurnya benar-benar saya suka; ceritanya, musik-musik yang mengiringinya. Pokoknya, wah! Apalagi opening scene di mana Woody Allen menampilkan sisi-sisi kota Paris dengan diiringi Si Tu Vois Ma Mere karya Sidney Bachhet. Itu gila!

Bercerita tentang Gil Pender, seorang penulis yang merasa bahwa dia datang ke Paris di waktu yang salah. Dia merasa harusnya dia datang ke Paris di tahun 1920, di mana para seniman seperti Ernest Hemmingway, Scott Fitzgerald, dan Picasso berkumpul disana.

Tak disangka, saat ia sedang berkeliling Paris di malam hari, ia justru kembali ke Paris di zaman itu–bahkan bermesraan dengan seorang wanita yang diperebutkan Hemmingway dan Picasso!

2. Purple Rose of Cairo

Purple Rose of Cairo (sumber: filmoteca.net)

Purple Rose of Cairo (sumber: filmoteca.net)

Film ini dibintangi Mia Farrow, mantan istri Woody Allen yang sekarang hubungannya tidak begitu baik.

Berkisah mengenai seorang wanita bernama Cecilia yang mempunyai hobi menonton di bioskop, menghindari kenyataan suaminya yang selalu keluyuran dan mabuk-mabukan. Salah satu film yang sering ia tonton adalah “Purple Rose of Cairo”.

Suatu hari saat film berputar, karakter dalam film itu sadar bahwa Cecilia telah berkali-kali menontonnya. Dan kemudian secara ajaib keluar dari layar bioskop dan mendatangi Cecilia!

Film ini adalah film Woody Allen yang ending-nya bisa membuat penonton menghela nafas.

3. Match Point

Match Point (sumber: Mubi.com) 

Match Point (sumber: Mubi.com)

Film ini merupakan film yang benar-benar gelap dan ‘sangat tidak Woody Allen’. Bayangin aja, nyaris tidak ada komedi di dalamnya. Namun Woody Allen mengatakan ini adalah salah satu filmnya yang paling dia sukai.

Film ini ia buat sebagai anti-tesis dari Crime and Punishment karya Dostoevsky. Jika Dostoevsky berkata bahwa seorang kriminal akan selalu dibayang-bayangi oleh rasa bersalahnya dan akan membuat kriminal itu gagal, di sini justru Woody Allen berkata: tidak.

***

Sebenarnya ada kutipan-kutipan Woody Allen lain yang menjadi favorit penulis. Ada juga film-film lain seperti Zelig yang menjadi salah satu film pertama yang menawarkan konsep mockumentary (dokumentari fiksi), To Rome With Love yang menampilkan si aktris unyu Ellen Page. Sepertinya saya harus bersabar untuk menularkan fandom Woody Allen saya kepada orang lain. Hehehe. 

About Author

Muhammad Al Fatih Hadi

Muhammad Al Fatih Hadi

Mempunyai dua nama panggung yaitu Nocturne dan Buluidung. Book nerd, movie freak. Sedang merantau ke Al-Ain, Uni Emirat Arab, entah sebagai pelajar atau sebagai TKI. Jika tertarik menghubunginya, bisa lewat akun instagramnya @Fatihnokturnal14. Jika tidak tertarik, ya sudah.

Comments

Most
Popular

00-d-tada-kun-wa-koi-wo-shinai

Tada-kun wa Koi wo Shinai: Kisah Cinta Anak SMA dan Putri Raja

Tada-kun wa Koi wo Shinai mengisahkan petemuan antara Tada yang hobi fotografi dengan Teresa Wagner yang sebenarnya adal.. more

Game Nintendo di smartphone itu nyata. Sumber gambar: techcrunch.com

Saat Nintendo Menyerah Pada Popularitas Smartphone

Jangan harap memainkan game Mario di PlayStation secara resmi, misalnya. Tidak akan terjadi... more

Manga Koi wa Ameagari no You ni Siap Dinikmati dalam Bentuk Serial dan Film Live-Action

Versi Live-Action dari Koi wa Ameagari no You ni dirilis dalam dua tipe: serial dan film. .. more

Gambar: CIAYO Pictures

Tips dan Langkah Membuat Komik One-Shot Dalam Format Webtoon

Ini dia cara membuat komik one shot dalam format webtoon yang berguna buat kamu yang ingin ikut berbagai challenge komik.. more

00-d-border-break

Model Plastik Robot Raksasa Akan Dibangun Di Tokyo

Untuk mempromosikan game Border Break, Sega dan Kotobukiya akan merakit model kit robot raksasa ukuran skala 1/1... more