X-Men Menjadi Bagian MCU: Mengapa Bukan Sebuah Langkah yang Tepat untuk Diterapkan ?

4 months ago
(sumber: wegotthiscovered)

14 Desember 2017. Yap, bisa dikatakan tanggal ini merupakan tanggal yang sangat penting sekaligus mengejutkan, bagi seluruh moviegoers dan nerds di seluruh dunia. Pasalnya, di tanggal tersebut, si rumah tikus alias Walt Disney secara resmi mengumumkan bahwa mereka, akan membeli seluruh aset perusahaan 21st Century Fox seharga $52.4 miliyar yang mana yang mana, termasuk di dalamnya adalah 20th Century FOX.

Ini artinya, seluruh film serta karakter superhero Marvel yang mereka miliki, akan kembali ke tangan sang empu, Marvel Studios, yang mana seperti kita ketahui, studion ini juga dinaungi oleh Disney.

X-Men (sumber: collectible506)

X-Men (sumber: collectible506)

“Yeah asyik. Akhirnya bakalan melihat juga Avengers gabung atau mungkin berantem sama X-Men”. Sekali lagi, kalau deal ini nantinya memang tembus, dapat dipastikan fantasi geeky terliar selama ini, bakalan menjadi kenyataan.

Akan tetapi kalau dipikir lagi, terlepas prospek X-Men bergabung di dalam ranah MCU ini sangat keren nan menggiurkan, entah mengapa, saya merasa bahwa kelompok mutant Marvel ini, lebih baik tidak disertakan ke dalam rana sinematik milik Kevin Feige ini.

Yah, memang siapa sih yang tidak ingin melihat Cyclops berinteraksi dengan Captain America ? Atau Spider-Man berinteraksi dengan Wolverine?

Saya sendiri pastinya juga kepingin banget, untuk melihat kedua hal tersebut terjadi di fase 4 atau fase 5 MCU mendatang. Tapi, mari kita singkirkan sejenak ego dan keinginan kita tersebut dan mari kembali ke fakta yang ada di lapangan.

Bobby Drake AKA Iceman terungkap sebagai seorang Gay (sumber: Huffington Post)

Bobby Drake AKA Iceman terungkap sebagai seorang Gay? (sumber: Huffington Post)

Kalau kalian masih ingat, kisah dan karakter X-Men yang diciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby, pada dasarnya, merupakan metafora bagi individu-individu yang kerap dianggap sebagai ancaman atau “penyakit” terhadap masyarakat sekitar di karenakan perbedaan yang mereka miliki. Spesifiknya, perbedaan disini mengacu pada perbedaan ras, etnis, agama dan tentunya orientasi seksual.

Nah, kelompok X-Men, sayangnya, kerap dicibir dan bahkan dimusuhi akibat status serta karakteristik mereka sebagai seorang mutant. Tentunya hal ini sangatlah mirip dengan fenomena real-life banyak orang kerap dikucilkan atau bahkan lebih gilanya, dihabisi nyawanya, hanya dikarenakan perbedaan yang mereka miliki tersebut.

Dan tentunya, tema yang dark ini, merupakan tema yang selayaknya diperuntukkan bagi konsumsi pembaca pre-dewasa (young adult) dan dewasa (adult).

Pepper Pots mengkonfrontasi Tony Stark yang sedang mabuk-mabukan (sumber: Collider)

Pepper Pots mengkonfrontasi Tony Stark yang sedang mabuk-mabukan (sumber: Collider)

Sedangkan MCU, seperti kita tahu memiliki target audience yang bersifat family-friendly. Oke, memang di film Iron Man 2 (2010), film ini memperlihatkan sosok Tony Stark (Robert Downey Jr) yang sedang mabuk-mabukan dikarenakan dirinya sedang putus asa bin depresi akibat keracunan Palladium yang dideritanya.

Tapi adegan mabuk-mabukan yang ditampilkan, selain ditampilkan dengan se-fun mungkin, juga pada dasarnya, penonton yang masih cilik pun dapat langsung memahami atau orang tua mereka, bisa langsung mengingatkan bahwa hal yang dilakukan oleh Tony tersebut tidaklah baik sama sekali.

Namun, kalau harus menjelaskan konsep pengucilan atau lebih jauhnya LGBT, hayo bagaimana coba menjelaskannya? Pasti bakalan ribet dan puyeng banget bukan ?

X-Men: Apocalypse (sumber: ellatinoonline)

X-Men: Apocalypse (sumber: ellatinoonline)

Belum tentu juga nantinya film X-Men milik MCU akan langsung menampilkan unsur-unsur yang berbau dewasa khas X-Men lainnya.

Tapi kalian mesti ingat, walaupun di modifikasi, biasanya film-film MCU tidaklah terlalu melenceng dari komiknya. Belum lagi, keadaan dunia saat ini yang notabene sudah sangat lebih dari terbuka terhadap yang namanya perbedaan.

Jadi, berdasarkan argumen tersebut, maka jangan kaget apabila film X-Men perdana MCU, nantinya memang akan terlihat dan terasa seperti komiknya yang sangat berani tersebut.

Ian McKellen sebagai Magneto di X-Men: The Last Stand (sumber: Framestore)

Ian McKellen sebagai Magneto di X-Men: The Last Stand (sumber: Framestore)

Tapi, ya kita lihat saja lagi nanti. Mungkin saja ketika akhirnya nanti telah bergabung bersama MCU, film X-Men perdana ini akan menampilkan film yang tidak hanya family-friendly, namun di saat yang sama juga, tetap mempertahankan elemen-elemen tema tabu tersebut tanpa harus merepotkan orang tua yang mendampingi. Sehingga dengan demikian, baik fans maupun orang tua yang didampingi tidak merasa ada yang dirugikan.

Akan tetapi, kalau MCU memutuskan untuk menampilkan X-Men yang super family-friendly alias men-tone down tema tabu tersebut, maka ya sebaiknya Profesor X cs, tidak usah disertakan saja di dalam ranah MCU.

Alternatifnya, tampilkan saja mereka di seri MCU milik Netflix bersama Daredevil cs. Dengan ditampilkan di media ini, dijamin semua akan sama-sama senang. Fans bakalan puas karena karakter kesayangan mereka ini diperlakukan dengan sebagiamana mestinya.

Penonton yang sudah memiliki buah hati, tidak merasa was-was. Studio juga bakalan turut lega karena mereka tidak mendapatkan komplain dari kedua sisi. Namun apakah kalian setuju dengan ide ini ?

Atau justru tetap ingin melihat X-Men bergabung dengan MCU terlepas bagaimanapun format tampilan serta tema yang nantinya ditampilkan ? Silahkan sampaikan opini kalian, ya!

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

00-d-yato-&-iato

Yato & Iato: Monyet Astronot VS Pemburu Alien

Yato & Iato berkisah tentang... Yato dan Iato. Yato adalah monyet astronot, sementara Iato adalah pemburu alien. Apa jad.. more

Sumber: Disney

Disney Tidak Senang dengan Bagaimana EA Menangani Star Wars

Reputasi EA sebagai perusahaan game raksasa yang rakus dan tak peduli dengan kemauan para gamer nampaknya semakin terlih.. more

Ada Lomba Menulis Hadiahnya Diadaptasi Komik. Penasaran?

Kini, giliran cerita-cerita berkualitas yang akan unjuk gigi di CIAYO Blog. CIAYO Blog menantang para penulis bertalenta.. more

Fan Work Berupa Lagu dari Adriana Figueroa!

Biasanya ketika mendengar kata fan work, pikiran kita akan tertuju pada tulisan berupa fan fiction, gambar berupa komik .. more

Sumber: Instagram

Ditta Amelia, Penulis Blue Serenade, Komik Romantis yang Sanggup Bikin Hati Kamu Berceceran

Di CIAYO Comics kamu bisa bikin komik tanpa harus pintar gambar. Buktinya kayak kak Ditta Amelia, author dari komik roma.. more