My Happiest Sadness – Dance With Me

10 months ago

The is my happiest sadness.

Busway penuh dengan orang

Ada seorang pria berumur 47 tahun sedang melihat smartphonenya dengan tangan kiri sembari memegang pegangan busway dengan tangan kanannya agar dia tidak terjatuh. Dia sedang browsing sebuah toko elektronik online di bagian record player. Di ujung kanan atas smartphonenya terlihat tanggal 4 April 2015 Terlihat raut mukanya sedikit serius karena dia memastikan bahwa record player yang dipilihnya adalah yang terbaik.

Cubicle kantor

Pria tersebut sedang bekerja sebagai akuntan di perusahaan yang tidak terlalu terkenal dengan gaji yang sekadarnya. Di sebelah keyboardnya terlihat tumpukan kertas yang agak tinggi dan tidak terlalu rapi. Dikarenakan banyaknya pekerjaan, dia menyentuh jidatnya sembari menutup matanya, berharap bahwa angka-angka di layar komputernya akan menyelesaikan persoalan mereka dengan sendirinya. Tiba-tiba dia menoleh ke kanan dan kiri, berharap bahwa sang manajer tidak sedang mengawasi dia. Raut mukanya menjadi sedikit ceria. Dia bergegas memegang mouse dan keyboardnya, lalu me-minimize semua windows di layarnya dan membuka sebuah browser. Dia mengetik beberapa kali, dan terbukalah toko bunga online. Lalu dia menghabiskan beberapa jam dari waktu terburuknya hari ini untuk melihat-lihat bunga di website tersebut.

Jam pulang

Pria itu sedang berjalan menuju pintu utama kantornya dengan raut muka yang tidak terlalu bersemangat. Rekan-rekan kerjanya berjalan dengan lambat di belakang dia dengan ekspresi lelah yang sama. Sesaat sebelum pria itu berjalan melalui pintu keluar gedung, dia mendengar namanya dipanggil oleh receptionist. Receptionist wanita itu memakai kemeja pink dan rok biru, dengan balutan lipstik merah marun di bibirnya. Wajahnya cantik dan badannya langsing, kriteria receptionist ideal demi menyenangkan mata klien yang selalu datang setiap hari. Receptionist memberikan sebuah kotak besar yang telah terbungkus oleh kertas kado, dan sebuah bouquet bunga mawar putih. Pria tersebut tertegun sejenak, namun menjadi tenang kembali. Bibirnya naik, tersenyum, mengingat bahwa pesanan dia telah datang, tidak sampai sehari. Teknologi jaman ini memang hebat, pikirnya.

Rumah

Pria tersebut masuk ke pintu apartemennya. Perlahan, dia melepas jas hitam kusutnya, melonggarkan dasi yang mencekik lehernya selama 9 jam setiap hari, dan menaruh tas kerjanya di atas meja makan yang kosong. Sambil membawa bouquet dan paket kotak besar, dia memasuki sebuah ruang tidur dengan pintu terbuka. Di dalam ruang itu, ada seorang wanita paruh baya berumur 40-an, namun kulit wajahnya menunjukkan usia yang jauh di atas usia sebenarnya. Wanita itu duduk di kursi roda. Ekspresinya datar. Sinar matahari sore menerpa wajah kirinya.

Saat pria itu masuk ke ruang tersebut, mimik muka wanita itu sama sekali tidak berubah. Pria itu menunjukkan dua benda yang dia bawa dari kantor. Dengan ceria, dia menceritakan kehidupan sehari-hari nya selama di kantor sembari berjalan menuju sebuah meja di ujung kamar. Di atas meja itu, terletak sebuah pigura kecil dengan foto seorang pasutri yang baru saja menyelesaikan resepsi perkawinan mereka di pinggir pantai. Di depan foto itu tertulis 1992. Pria tersebut menaruh bouquet bunga di atas kursi sebelah meja. Dia juga membuka kertas kado tersebut, dan menunjukkan record player yang di dalamnya. Di dalam kotak itu juga terdapat sebuah piringan hitam. Pria tersebut menyalakan record player, dan menaruh piringan hitam di atas nya. Terdengar sebuah lanunan melodi tenang yang mengingatkan pria dan wanita itu terhadap hari pernikahan mereka.

Pria itu berjalan menuju ke arah kursi roda, memegang dengan lembut kedua tangan wanita tersebut, dan mengajak dia berdansa. Mengikuti lantunan melodi, kedua pasangan itu mulai berdansa dengan perlahan. Raut muka pria tersebut terlihat sangat damai dan bahagia. Perlahan wajah wanita itu berubah. Terlihat lekukan tipis di ujung bibirnya, pegangan tangannya mengerat, matanya berbinar. Langkah mereka berdua berhenti. Pria itu menatap istrinya dengan penuh cinta dan kedamaian. Lalu dia memegang pipinya dengan lembut sambil sedikit tersenyum. Mata wanita itu tidak lagi berbinar, namun berkaca-kaca. Senyuman pria itu telah menghancurkan tembok kekelamannya, dan membuka emosinya yang terkurung entah berapa lama. Satu tetes air mata berjalan dari matanya ke arah pipinya.

Pada waktu yang bersamaan, pandangan wanita itu menjadi kabur, tertutupi tangisannya. Dia melihat suami tercintanya perlahan mengabur. Rupanya berubah, terpecah-pecah, menjadi bunga putih kesayangannya. Bunga yang dibawanya 5 menit yang lalu. Tubuhnya menjadi kaku, hanya air mata yang mampu bergerak. Didengar suara-suara jauh di atas. Seluruh badannya tertutupi oleh bunga putih itu, hanya wajahnya yang dapat melihat bebas. Dia melihat banyak orang sedang melihat ke bawah, sambil menebarkan bunga putih itu, namun sedikit yang ia kenal. Bunga putih terus dilemparkan ke arah mukanya, menutupi air mata lain yang masih memberontak keluar dari kedua matanya. Sampai pada akhirnya kegelapan menyelimutinya.

Tempat Pemakaman

Terlihat sebuah petak tanah yang baru digali dan dikubur kembali. Tertulis nama Christy Alte 19/02/1973 – 04/04/2015 di batu yang tertanam di atas petak itu. Ada beberapa orang berbaju hitam yang masih berdiam di situ. Terdengar sedikit sendu dan isak tangis. Sebagian yang lain telah berjalan menuju kediaman mereka, melewati kubur yang terletak di sebelah kubur wanita itu, dengan batu nisan yang bertuliskan Matt Alte 02/08/1968 – 18/02/1992.

About Author

Andreas

Andreas

A guy from Surabaya who dislike travel but ironically been to a lot of places. dead-serious about movies, games and comics but lackadaisical to heavy-duty matters. Non-picky eater but exceptionally hated cucumbers. The writer of The Flying Cow comics.

Comments

Most
Popular

James & Martha. Sumber: CIAYO Comics

Top 10 Komik Romance di CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2

Berikut komik romantis terpopuler yang bisa segera kamu baca di CIAYO Comics!.. more

UBL Manga Fest: Seminar Internasional Manga Pertama di Indonesia

Dunia kreatif memang tak akan pernah bisa redup dan tak akan pernah selesai dibicarakan. Kali ini Universitas Budi Luhur.. more

Playstation 4 vs Nintendo Switch

Mendingan Beli Nintendo Switch atau PS4?

Di bulan puasa ini emang kadang suka bikin lemes dan rasanya pengen tidur aja. Mau ngapa-ngapain rasanya jenuh banget. T.. more

Konferensi pers World of Ghibli Jakarta. Photo by CIAYO Pictures

Q & A Studio Ghibli: Transfer Knowledge, Film Baru, Sampai Disney

Kami baru tahu kalau Toshio Suzuki ternyata savage juga. Buuurn!.. more

Yayoi Kusama. (Sumber: highsnobiety)

Yayoi Kusama: Polkadot Queen Asal Jepang yang Mendunia

Kalau kamu dengar nama Yayoi Kusama, pasti teringat dengan polkadot. Yap, seniman asal Jepang ini termasuk sebagai salah.. more