The Kasuaris – Episode 6: Si Cantik Vivi Kasuari

2 years ago

Hello, I’d like to introduce myself to you guys and gals, my name is Vivi Kasuari.

I bet, kalian sudah ketemu sama adikku yang namanya Ravi Kasuari bukan? He is pretty ‘out of the box’ kind of person right? Yes he is.

Aku dan adikku, kita berdua hidup di dunia yang berbeda. Hal yang dapat mempersatukan dan menghubungkan kita berdua hanyalah nama belakang kita yaitu Kasuari. Dia malamnya, aku siangnya. Aku paginya, dia sorenya.

Kedua orang tuaku sudah hampir menyerah menghadapi adikku itu terutama ayahku, Raja Kasuari. Seorang Raja Kasuari pun tidak dapat menasehati adikku yang begundal itu. Pesan ayahku kepada Ravi hanya tiga: Don’t do drugs, don’t make someone became pregnant and last but not least, don’t kill yourself or kill others.

Aku sangat dekat dengan ayahku and most probably aku adalah anak kesayangannya. Di umur 20 tahun ini, aku baru saja lulus menjadi sarjana teknik informatika dengan predikat summa cum laude dan kini sedang bimbang apakah aku akan menerima tawaran kerja di sebuah perusahaan startup terkenal di Silicon Valley, Amerika Serikat atau membangun perusahaan startup ku sendiri di Jakarta.

Selain itu, aku juga sudah banyak ditawari untuk bekerja di perusahaan startup lokal dengan gaji yang cukup fantastis karena jarang ada programmer perempuan yang menguasai banyak bahasa pemrograman sekaligus. Aku cukup menguasai bahasa Java, Javascript, C, C++, Ruby, Phyton, Perl, Brainfuck, Haskell, Qbasic, Assembly 8086.

Ayah sudah menawariku untuk kerja di firma hukumnya, namun aku tidak memiliki passion untuk bekerja disana. I love coding, coding is becoming like my second religion, along with my first religion of course which is Christian by the way.

Keluarga kami adalah keluarga yang sangat Indonesia. Perbedaan agama tidak menghalangi kami untuk saling menyayangi satu sama lain. I became a Christian because of my ex boyfriend, and sadly he dumped me. But it’s okay, aku masih rajin beribadah ke gerejanya walaupun terkadang hatiku masih terluka apalagi melihat ia sudah punya gandengan baru. Maka dari itulah aku sering memaksa adikku Ravi untuk menemaniku ke gereja, selain aku juga ingin adikku yang tidak punya agama itu untuk berubah.

Sekilas keluarga kami kelihatan seperti keluarga dambaan setiap orang yang mengenal kami. Namun tidak semua kelihatan seperti yang kalian lihat di permukaan.

“Tuk tuk tuk!”

“Non Vivi, makan malam sudah siap, Non.” Seperti biasa, pembantuku Mbok Giarti mengetuk pintu kamarku jika makan malam sudah dihidangkan.

“Iya mbok.” Jawabku singkat dari dalam kamar. Mungkin aku termenung terlalu lama di kamarku. Aku termenung sambil mengerjakan coding sebuah aplikasi yang sedang kubangun bersama tiga teman perempuanku yang lain. And for your info, tiga teman perempuanku jomblo semua. Mereka terlalu sibuk ngoding dan tidak begitu tertarik dengan yang namanya pacaran saat ini.

Hari sudah malam. Aku menuruni tangga rumah sambil celingak celinguk, “Mbok, papa mama sudah pulang belum?”

Mbok ku yang sudah 20 tahun bekerja di rumah, hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Kalau si Tuan Ravi sudah pulang?”

“Kalo Ravi mah Non, Non tau sendiri.” Mbok Giarti menjawab dengan logat khasnya.

Aku hanya bisa menghela napas. Ini adalah hari Senin malam yang ke sekian ratus, aku makan malam sendirian di rumah.

Ibuku Devi Kasuari adalah wanita karir yang memiliki posisi penting di sebuah perusahaan multi nasional. Sedangkan ayahku Raja Kasuari seorang pengacara kondang yang sering keluar kota menangani kasus-kasus besar.

Mereka jarang bertemu dan sepertinya mereka sudah terbiasa dengan pola ‘pacaran’ yang seperti itu.

Dari depan rumah terdengar klakson mobil BMW yang khas. Itu pasti sopir yang membunyikan klakson baru menjemput papa dari kantornya.

Terdengar suara sepatu pantofel, “Klak Klok Klak Klok.”

“Vivi, Papa pulang!”

Karena aku selalu menjadi satu-satunya orang yang selalu dijumpai ayahku jika ia pulang ke rumah, ia pasti akan selalu memanggil namaku terlebih dahulu.

“Hi papa, papa dari mana?”

“Papa baru saja pulang hari dari Surabaya. Ini ada oleh-oleh buat kau, nak.”

Ayahku yang logat bataknya sangat kental itu tidak pernah pulang dengan tangan kosong. Ia selalu membawakan oleh-oleh untukku. Mulai dari baju, tas, keperluan make up, dan semua kebutuhan little princess nya.

“Thank you, Pa. Papa baik sekali. Papa kok tumben beliin ini?”

Papa membelikanku sebuah smartphone bernama Google Pixel. Handphone baru dambaan semua programmer.

“Iya, papa kan ketemu tadi sama klien papa yang orang Surabaya itu lho, Tante Susi. Dia yang beliin kamu handphone ini, katanya kamu pasti suka.”

Oh pantesan saja. Aku tahu Tante Susi siapa. Dia adalah klien lama papaku, sekaligus sumber masalah rumah tangga papa dan mamaku. Setiap kali papa ke Surabaya, mamaku pasti pulang malam sebagai bentuk protesnya. Mamaku sangat cemburu dengan Tante Susi karena papaku sering memuji kliennya itu karena sering memberikan kasus besar ke papaku. Tante Susi adalah makelar kasus-kasus besar di Surabaya.

Aku belum pernah ketemu Tante Susi, namun sepertinya ia lebih muda dari mamaku.

“Oh kirim salam yah ke Tante Susi, Pa. Say thank you to her.”

“Iya nak, papa selalu ucapkan salam darimu kok ke dia. Kapan-kapan nanti papa kenalin kamu ke dia.”

“Kenalin? Caranya?”

“Ya Tante Susi rencana mau ke Jakarta atau nanti mungkin papa ajak kau ke Surabaya.”

Wow… okay. And how about my mom?

“Papa ngga kenalin Tante Susi ke Mama?”

“Bah Mama kau itu, si pencemburu buta itu. Cilaka lah Papa, nak!”

“Kau tahu sendiri Mama kau itu. Panjang ceritanya, nak.”

“Kenapa Pa?”

“Nanti saja, nak. Papa ngga bisa cerita sekarang.”

 

About Author

Tonton

Comments

Most
Popular

(Sumber: Themarysue.com)

Spiderman Homecoming: Spiderman Millennial Ala Tom Holland (NO SPOILERS)

Terdapat sedikit keraguan saat pihak Marvel mengumumkan bahwa Tom Holland lah yang akan memerankan tokoh utama di film S.. more

00 desktop aktor jepang

Aktor-aktor Jepang Ini Tampil Mengagumkan Sebagai Karakter Anime

Bro sis penasaran nggak sih dengan aktor-aktor Jepang yang dapat kesempatan buat mengasah perannya di dunia akting, deng.. more

8 Anime Modern yang Layak Tayang di Stasuin TV Indonesia. Mana pilihanmu?

Sejarah penayangan anime di Indonesia sudah sangat lama berlangsung. Mulai dari Dragon Ball, Doraemon, Sailor Moon, Chib.. more

coco awards

Coco Masuk 13 Nominasi Annie Awards 2018

Salah satu film animasi yang beruntung masuk nominasi Annie Awards adalah Coco. Gak tanggung-tanggung nih, Coco mendapat.. more

Sonic Mania. Game Sonic terbaru dari Sega. Sumber gambar: youtube.com

Sonic Mania: Game Fan-made Yang Disetujui Oleh Sega

Dan dalam kasus langka, game Sonic buatan fans Sega juga ada beredar dengan supervisi dan marketing mechanism langsung d.. more