Kenapa PUBG Butuh Komputer Spek Dewa Untuk Dimainkan?

7 months ago

PlayerUnknown’s Battlegrounds saat ini menjadi salah satu game yang digandrungi banyak gamer di seluruh dunia. Namun berbeda dengan game seperti DOTA, PUBG butuh komputer yang kuat untuk bisa dimainkan dengan lancar. Kenapa bisa?

PUBG menampilkan model permainan shooter dalam format battle royale dan map berukuran besar. Artinya gamer harus berkeliling map dengan peralatan seadanya, dan berusaha untuk mengalahkan semua lawan hingga tersisa satu orang saja. Belum ditambah dengan jumlah pemain per sesinya yang bisa mencapai angka ratusan. Bayangkan jika mereka semua bertarung di satu tempat yang sempit dan terisolasi.

Sumber: The Verge

Sumber: The Verge

Tapi, jauh sebelum PUBG sudah ada berbagai game yang menampilkan pertarungan antar puluhan dan ratusan pemain. Misalnya saja ada seri Battlefield yang mampu menjejalkan 64 pemain dalam map luas yang bisa diarungi di darat, laut, dan udara. Atau bandingkan pula dengan game EVE Online yang bisa menampilkan ribuan pemain sehingga pengembangnya harus menciptakan teknologi bernama Time Dillation agar server dan game-nya tidak rusak saat dimainkan.

Jadi, apa yang salah dengan PUBG? Kenapa butuh komputer yang bagus dan mahal untuk bisa memainkan PUBG dengan lancar?

Sumber: Keen Gamer

Sumber: Keen Gamer

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus kilas balik ke tahun 2007. Pada tahun tersebut, game komputer bernama Crysis diterbitkan oleh EA Games. Game produksi Crytek ini merupakan penerus spiritual Far Cry dengan penambahan beberapa gimmick. Gamer bermain sebagai pasukan Delta Force yang mengenakan baju perang yang memberikan penggunanya kekuatan super.

Crysis merupakan game yang paling cantik saat terbit pertama kali. Game ini menggunakan berbagai teknologi grafis canggih seperti DirectX 10, volumetric lighting, ambient occlusion, serta physics engine yang akurat. Begitu Crysis dimainkan oleh para gamer, tak semua bisa menikmati game tersebut dalam kualitas grafis tertinggi. Sebagian besar komputer bahkan ngos-ngosan untuk sekedar menghindari lag.

Sumber: Spark Games

Sumber: Spark Games

Bahkan 10 tahun sejak Crysis rilis, dengan teknologi komputer yang berkembang pesat, masih ada komputer canggih dengan harga di atas 15 juta Rupiah yang cukup kewalahan memproses grafik Crysis dalam kualitas tertinggi. Hal ini pun mengundang pertanyaan: apakah Crysis memiliki teknologi grafis canggih, atau gamenya tidak dioptimalkan?

Walaupun memang Crysis memiliki berbagai teknologi grafis canggih, di saat bersamaan Crysis juga diproduksi dengan programming yang boros. Artinya, komputer menggunakan tenaga lebih untuk proses yang seharusnya bisa diselesaikan dengan tenaga separuhnya. Dalam kasus Crysis misalnya, bayangan dalam game membutuhkan kemampuan proses komputer 2 kali lipat dari game kebanyakan. Padahal, hasil akhirnya terlihat sama saja, dan malah sedikit jelek dalam Crysis. Hal ini disebut sebagai bad optimization.

Sumber: The Videogame Backlog

Sumber: The Videogame Backlog

Selain itu, game Crysis juga tidak didesain untuk komputer masa depan. Saat ini prosesor komputer memiliki lebih dari satu inti prosesor. Makin banyak inti prosesor nggak berarti prosesor bakal makin cepat, namun beban kerja komputer dibagi merata ke berbagai inti prosesor sehingga komputer bisa melakukan berbagai tugas dan perhitungan di saat bersamaan. Namun dalam Crysis, game ini didesain untuk bekerja dengan satu inti prosesor saja. Sehingga jika kamu punya prosesor 16 inti pun, Crysis tidak akan bekerja lebih cepat.

Dengan segala kekurangannya, Crysis masih menjadi salah satu game dengan grafis tercantik hingga hari ini. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Crysis, terutama soal optimasi grafis game dan dampaknya pada performa komputer.

Sumber: USgamer

Sumber: USgamer

Lalu bagaimana dengan PUBG? Secara grafis, PUBG tidak memiliki kualitas grafis yang tergolong “wah” atau “canggih,” lebih bisa dikatakan standar game masa kini. Ukuran map PUBG hanya sekitar 64 km2, Ia bahkan tak lebih besar dari map GTA San Andreas (352 km2), dan bahkan Test Drive Unlimited yang mampu memasukkan seisi pulau Oahu di Hawaii (1600 km2)!

PUBG mengunakan sistem Unreal Engine 4 yang mentenagai berbagai game populer seperti Gears of War 4, Ark: Survival Evolved, LawBreaker, dan bahkan pesaing PUBG sendiri yaitu Fortnite. Namun kenyataannya, dengan beberapa kualitas yang dimilikinya, PUBG seakan sulit untuk dimainkan, bahkan di komputer yang mampu menjalankan baerbagai game Unreal Engine 4 dengan lancar.

Sumber: Neowin

Sumber: Neowin

Satu-satunya jawaban untuk menjelaskan keadaan PUBG adalah, game tersebut merupakan kasus bad optimization. PUBG menampilkan kualitas grafis yang sangat tipikal untuk game masa kini, namun membutuhkan komputer yang dua kali lebih kuat untuk menjalankannya. Banyak gamer melaporkan kasus seperti lag dan kualitas grafis yang ternyata mengecewakan. Bahkan dalam versi Xbox One pun, PUBG terlihat sangat menyedihkan.

Beberapa gamer punya solusinya sendiri, dengan mengutak-atik settingan game. Dengan mengorbankan kualitas grafis, PUBG bisa dimainkan dengan lebih nyaman, selama si gamer pasrah melihat grafik yang sangat buruk. Ada pula yang mencoba meng-overclock komputer sendiri untuk meningkatkan performa komputer memainkan PUBG, namun hal ini pun punya resikonya sendiri karena bisa mempersingkat usia komputer.

Sumber: Youtube

Sumber: Youtube

Dalam pembelaannya, PUBG merilis berbagai patch untuk memperbaiki performa PUBG. Beberapa patch mampu meningkatkan performa PUBG, namun ada juga yang justru malah merusak gamenya sendiri. Keadaan tidak bertambah baik saat berbagai map baru, senjata baru, kendaraan baru, dan fitur baru ditambahkan ke dalam game tanpa sebelumnya memperbaiki masalah utama yang menderanya sejak lama.

PUBG tidak seperti Crysis yang sulit dijalankan karena mengadopsi teknologi canggih nan mahal, melainkan merupakan hasil dari kurang berpengalamannya tim PUBG dalam mengoptimasi game mereka. Meskipun ditenagai oleh game engine yang sudah teruji kualitasnya oleh berbagai developer game, PUBG seakan tak mampu meningkatkan kualitas game mereka ke tingkat serupa.

pubg

Sumber: Youtube

Meski demikian, usaha tim PUBG untuk memperbaiki game mereka patut diapresiasi sebagai bentuk dukungan kepada fanbase setia mereka. Karena pada akhirnya, dukungan mereka akan jadi senjata utama dalam melawan hegemoni Fortnite yang semakin populer tiap harinya. Tapi PUBG juga nggak boleh berleha-leha, karena bersantai sedikit saja, mereka akan cepat dilupakan oleh para pemainnya.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Sumber: Arstechnica.com

GDQ, Menggalang Dana dengan Speedrun Game

Ada banyak acara penggalangan dana yang menggunakan game sebagai tema utamanya, seperti Extra Life dan Gamers For Giving.. more

Google Image

Tips Agar Menjadi Kreator Pemula yang Tidak Banyak Tanya

Berbagai macam platform online yang kita temui belakangan ini semakin mempermudah para kreator untuk menuangkan kreativi.. more

Sumber: myanimelist.net

Ingin Tahu Tentang Kehidupan Para NEET Dan Hikikomori? Simak Berbagai Anime Di Daftar Ini!

Apa yang bro sis pikirkan ketika mendengar istilah NEET? Ada yang menganggap NEET adalah seseorang yang hanya leyeh-leye.. more

Adegan percintaan di manga tipe shōjo (nicollzg.wordpress.com)

Ahli Statistik Manga Mengungkapkan Apa yang Didambakan Pembaca Manga Wanita

Apa sih yang disukai cewe pembaca manga? Midori Makita, analis manga, menjawabnya... more

00-d-igg-indonesia

I Got Games Resmikan Kantor di Indonesia!

Developer game Lords Mobile, IGG, membuka kantornya di Indonesia. IGG Indonesia mengadakan opening party yang dihadiri .. more