Sabrina – Chapter 6: Sexy Bikini

7 months ago

Cerita ini hanya untuk 21 tahun ke atas, menimbang konten di dalamnya yang membutuhkan pikiran terbuka dan pemikiran yang matang.

Sexy Bikini

Perempuan Rusia itu berlarian di pinggir pantai sambil tertawa renyah. Ia memakai sexy bikini bercorak tribal. Pantulan cahaya matahari membuat air berkilauan seperti permata. Perempuan Rusia itu sesekali menciprat-cipratkan air pantai ke arah Ronald.

Lelaki keturunan Jerman itu memakai T-shirt polos berwarna hitam dan celana pantai. Ia mendekat ke arah perempuan Rusia itu, kemudian mencium bibirnya. Mengelus lembut punggung perempuan itu. Kemudian mereka berjalan berdampingan dan duduk di pasir, menikmati keindahan pantai Pandawa sambil bermesraan.

***

Sudah tiga minggu Sabrina tidak berhubungan dengan Ronald. Setiap pesan dari Ronald, tidak dibalas olehnya. Entah kutukan atau apa, sulit sekali bagi Sabrina untuk mendapat lelaki yang pas. Ada saja hal menjemukan bahkan memuakkan yang membuat kencan-kencan Sabrina tidak berujung pada hubungan serius.

Memang ada juga sih, kencan yang tidak diteruskan oleh Sabrina. Tapi kali ini, lelaki itu membuat Sabrina menggelengkan kepala. Kadang Tuhan menunjukkan kebenaran sebelum semuanya terlambat. Sabrina bukan perempuan religius, tapi hal-hal baik masih ada di pihaknya.

Setelah kencan dengan Sabrina untuk yang terakhir kalinya, Ronald sebenarnya bingung juga. Kenapa hal itu bisa terjadi. Mengapa perempuan yang dikencaninya tiba-tiba turun dari mobil. Setelah mengulang kembali runutan kejadian dari saat ia menjemput Sabrina di kosan, Ronald merasa tidak melakukan kesalahan apapun pada Sabrina. Ah, namanya juga laki-laki. Mana peka mereka dengan hal-hal kecil.

Sabrina sebenarnya tidak berniat menyudahi hubungannya dengan Ronald. Setelah beberapa waktu, ternyata ia kangen juga pada Ronald. Sempat beberapa kali ia ingin membalas pesan dari Ronald atau menghubungi duluan. Tapi semua rencananya langsung luruh setelah postingan Ronald di Twitter.

Saat masih berhubungan dengan Ronald, ia memang pernah menceritakan bahwa akan ditugaskan ke Bali. Ternyata hari itu tiba juga. Sabrina melihat satu foto di-upload di Twitter. Ronald merangkul seorang perempuan Rusia. Perempuan pirang itu memakai sexy bikini bercorak tribal. Terlihat tawa riang di wajahnya. Ronald memakai T-shirt polos berwarna hitam dan celana pantai. Ia tersenyum, memperlihatkan ekspresi malu-malu kucing. Di bawah foto itu, ada caption nama perempuan itu.

Oh, well…berarti memang sudah bukan saatnya lagi Sabrina berhubungan dengan Ronald. Kamu ingin tahu apa yang sebenarnya Sabrina rasakan? Ia suka pada Ronald. Atau bisa dibilang, lebih dari suka. Tapi apa mau dikata, mereka memang tidak ditakdirkan bersama. Sabrina dan Ronald juga memang belum resmi berpacaran saat itu. Tapi mereka sudah sangat dekat.

Dan cukup tahu saja, ternyata Ronald memang tidak sesuka itu pada Sabrina. Perasaan Sabrina tidak sebanding dengan apa yang Ronald rasakan. Toh ia dengan cueknya bisa jalan dengan cewek bule itu. Cukup tahu aja sih.

Sebenarnya Sabrina paling sulit punya perasaan suka pada seseorang. Tahu sendiri kan, setelah beberapa pria yang coba ia kencani, Sabrina nggak gampang luluh. Ia tak gampang suka. Tapi bila ada seseorang yang bisa menimbulkan perasaan ‘klik’, Sabrina akan susah lupa. Ia tidak akan mudah melepaskan perasaannya itu.

Sudah dua tahun Sabrina tinggal di Jakarta. Sejak mendapatkan pekerjaan pertamanya, ia masih bertahan di perusahaan tempat ia bekerja. Ia rasa, dua tahun sudah cukup untuk memulai karier. Targetnya bertahan di satu perusahaan pertama, sudah berhasil ia lewati.

Sabrina masih suka dengan pekerjaannya saat ini. Tapi ia merasa belum ada kemajuan berarti dari segi karier dan salary. Ia merasa harus bergerak supaya bisa upgrade. Akhirnya Sabrina memutuskan berhenti dari perusahaan pertama tempat ia bekerja.

Keputusan Sabrina cukup nekat dan cepat. Ia tidak lama memutuskan. Tapi tentu saja ia tetap mempertimbangkan masa depannya. Sesaat sebelum memutuskan resign, Sabrina mendapat tawaran untuk menggarap project lepasan dengan salah satu klien yang juga pernah bekerjasama dengannya.

Sabrina akan menggarap project yang salah satu kliennya berasal dari Inggris. Betapa menyenangkan bukan? Berhenti dari pekerjaan pun tidak membuat Sabrina menyesal atau kesusahan.

Tapi merasa tidak, kalau di Indonesia, perempuan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Orang jaman dulu mengatakan, wanita adalah perhiasan dunia. Bahkan ada salah satu group band yang menyanyikan, “wanita racun dunia”. Apakah quotes tersebut masih berlaku hingga saat ini? Tentu saja perempuan modern tidak mau jika hanya dijadikan perhiasan. Apalagi dianggap racun. Uler kali ah.

Begitu pula Sabrina. Ia ingin dipandang secara utuh sebagai wanita. Bukan hanya dari segi fisik, tapi juga dari cara pandang dan cara berpikirnya. Tidak akan ada yang menolak bahwa Sabrina adalah wanita yang sangat menarik. Memiliki fisik yang menarik, membuat Sabrina semakin ingin menunjukkan kemampuannya. Bahwa ia juga punya hal yang dibanggakan selain hal fisik. Ia ingin hal yang ia perjuangkan bisa membanggakannya. Tidak melulu hal fisik yang merupakan hadiah dari Sang Pencipta.

“Sabrina…mama liat, kok kamu udah nggak suka cerita tentang Ronald sih? Kalian masih suka ketemu nggak sih?” Mama memecah lamunan Sabrina.

“Duh, mama ni ngagetin aja.” Sabrina secara refleks menaikkan bahunya saat mamanya bicara.

“Lagian kamu ngelamunin apa sih, dari tadi mama liat kamu bengong aja.”

“Nggak ngelamun kok, Ma. Cuma lagi mikirin sesuatu aja. Soal Ronald, mama nggak usah tanya-tanya lagi ya. Aku udah nggak pernah ketemu sama dia.” Sabrina menjawab mama dengan wajah ditekuk.

“Iya deh, mama nggak akan tanya-tanya lagi soal dia. Terus sekarang tentang siapa dong?” Mama mengelus rambut Sabrina, membuat Sabrina lebih tenang dan merasakan kehangatan. Saat mama memeluk atau menunjukkan kepedulian lewat sentuhan, Sabrina bisa melembut. Dia yang sebelumnya defensive, bisa dengan mudah nyerocos dan menyampaikan semua unek-uneknya.

“Belum ada, Ma. Nanti kalo udah ada yang baru, aku ceritain ya.” Kali ini ekspresi Sabrina sok cuek. Ia masih memandangi sexy bikini di layar laptopnya. Setelah itu ia menutup akun twitter nya.

Setelah mengajukan resign, Sabrina mengambil semua sisa cutinya dan menikmati masa nganggurnya di Bandung. Makanya hari-hari itu ia bisa menikmati kebersamaan dengan keluarganya. Sabrina paling suka saat bangun siang, menarik selimutnya saat udara Bandung makin dingin di pagi hari. Saat mandipun, Sabrina menggigil kedinginan. Tapi setelahnya, ia merasa segar. Belum ada kota yang membuat Sabrina tidur berlama-lama, selain Bandung.

Sabrina akan mulai project barunya minggu depan. Tiket keberangkatan dan akomodasi telah disiapkan oleh project manager yang memberinya pekerjaan. Fee yang ia dapatkan juga cukup memuaskan. Bisa ia jadikan pijakan baru untuk mencari pekerjaan kelak.

Saat Sabrina selesai mandi, ia ke kamar orang tuanya. Ayahnya sedang bersantai sambil mendengarkan musik-musik jazz dari KLCBS.

“Yah, aku pergi sama Icha dulu ya.” Sabrina tersenyum ke arah ayahnya saat membuka pintu, kemudian masuk ke kamar untuk mencium ayah kesayangannya.

“Mau dianter?” Ayah bangun dari posisi santainya.

“Uhm, nggak papa emangnya? Ayah lagi santai nggak?” Sabrina tidak yakin meminta ayah untuk mengantarnya.

“Iya, nggak papa donk. Yuk.” Ayah berdiri dan mengambil jaket kulitnya.

Ayah Sabrina bukan orang yang selalu menunjukkan hal-hal manis atau rasa sayang. Tapi bila ia sudah melakukan sesuatu, ia sungguh-sungguh. Bila sudah begitu, Sabrina suka merasa ayahnya sweet.

Sabrina bertemu salah satu sobatnya sejak jaman SMA. Sekarang mereka tidak bisa bertemu sesering saat masih sekolah. Ingat sekali, dulu semasa SMA, Sabrina sering pulang bersama Icha karena rumah mereka memang searah. Icha saat itu mengendarai sedan merahnya. Mereka kerap mendengarkan musik-musik hits masa itu. Bahkan Sabrina ingat, yang pertama membuat Sabrina ngefans sama Rihanna ya Icha. Lagu “Shut Up And Drive” nya Rihanna menghentak, menemani mereka pulang sekolah.

Meski sudah sulit bertemu dan memiliki kesibukan masing-masing, Sabrina dan Icha pasti menyempatkan  bertemu bila Sabrina sedang di Bandung. Kamu tahu, bertemu teman lama bisa membuat pikiranmu segar dan semangat lagi. Kadang, cerita-cerita jaman SMA juga bikin nyengir dan lucu untuk dikenang.

Sabrina dan Icha makan di salah satu kedai sushi. Icha memang paling suka makan sushi. Tidak cukup memesan beberapa set sushi dengan rasa yang berbeda-beda, mereka juga memesan sup perut ikan salmon dan satu porsi baby octopus. Yumm!

Setelah lama tak bertemu, banyak hal yang saling dibagikan sepasang sahabat ini. Pencapaian karier, update gebetan, dan kesibukan masing-masing. Kamu tahu, apa yang membedakan hangout dengan sobat ketika masih SMA dan setelah bekerja? Saat SMA, tidak banyak budget yang dikeluarkan untuk hangout karena masih tergantung dengan uang jajan pemberian orang tua. Sedangkan ketika sudah bekerja, mau makan apa, mau hangout di mana, sepertinya sudah tidak masalah. Ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan saat SMA, yang bisa dilakukan dengan bebas ketika sudah bekerja.

Tiga set sushi telah mereka habiskan, baby octopus ludes-tinggal remahan mie putih di piring. Di mangkuk besar sup ikan pun, hanya tinggal beberapa lembar sayuran yang tersisa. Entah mereka lapar, atau memang keduanya tukang makan.

“Minggu depan aku ke Bali, Cha.” Sabrina rebahan di sofa kedai sushi setelah kekenyangan.

“Asik, donk…berapa lama di sana?” Icha juga sepertinya akan menyudahi ritual makannya dengan menyeruput ocha panas.

“Tiga minggu. Balik ke Jakarta, dan masih nyelesein beberapa detail di Jakarta.”

“Wah, asyik banget. Lama juga ya…”

“Iya, mereka pengen intens discuss nya, supaya cepet kelar.”

“Asik juga ya dapet project gini Sa…”

“Iya, bersyukur banget. Walaupun resign, dapet project lepasan gini.”

Mereka sudah kenyang, kemudian pulang. Icha mengantar Sabrina dulu, bahkan sempat mampir ke rumah Sabrina. Bertemu dengan Mama Sabrina, dan masih lanjut leyeh-leyeh di kamar. Sabrina juga sangat betah bila sedang main ke rumah Icha. Kadang sampai menginap. Ketika kamu menemukan orang yang dipercaya dan sudah melewati banyak hal bersama-sama, kamu tidak akan bosan meski berada di tempat yang sama dengan waktu yang lama. Yang satu asyik dengan gadget, yang lainnya membaca novel. Rahasia-rahasia kecil dibagikan dan sesaat memecah keheningan. Keheningan hangat yang membuat nyaman.

“Aku nggak tahu, bakal dapet pengalaman kayak apa dari project nanti. Tapi ada hal yang bikin aku semangat, kayak narik aku supaya join project ini.”

“Bali loh, Sa…Aku nunggu cerita aja deh, sepulang kamu dari sana.” Icha melirik Sabrina sambil tergelak. Lirikan yang hanya mereka berdua yang mengerti.

Sabrina nyengir. Icha memang paling bisa menularkan tawanya.

About Author

Mega

Mega

The dream to become a journalist started in junior high school. Graduating from college, she started a career in TV industry as a broadcaster, reporter, and script-writer. Now she is a part of our team. She also loves to sing in the shower, dancing with the rain, and let her imagination run wild while reading novel.

Comments

Most
Popular

Steven dan Millie menjadi Captain America dan Agent Carter sumber: Facebook.com/cosplayparents

Manisnya, Apa yang Dilakukan Pasangan ini Setelah Pensiun Benar-Benar Tidak Wajar!

Kira-kira apa yang akan kamu lakukan ketika kamu pensiun nanti?.. more

Playstation 4 vs Nintendo Switch

Mendingan Beli Nintendo Switch atau PS4?

Di bulan puasa ini emang kadang suka bikin lemes dan rasanya pengen tidur aja. Mau ngapa-ngapain rasanya jenuh banget. T.. more

Game klasik sepanjang masa. Sumber gambar: nintendo.co.uk

Game 3D Super Mario: Dari Era Super Mario 64 Sampai Super Mario Odyssey

Game 3D terkini Mario akan dirilis Oktober 2017 ini untuk console hybrid Nintendo yang sedang populer, yaitu Nintendo Sw.. more

(Sumber: cinemacafe.net)

Kalau kamu Pecinta Kucing, Kamu Harus Baca Artikel Ini

Kalau kamu suka dengan kucing, pasti bakal suka juga deh sama game mobile Neko Atsume. Sudah pernah dengar? Sebelumnya,.. more